Married To My Childhood Friend

Married To My Childhood Friend
Eps. 35 Meet


__ADS_3

#kembali ke realita


"Ternyata kita, satu sekolah" wajahnya menunjukkan rasa senang


"Itu membuatku teringat lagi, keajaiban yang sering kamu bicarakan, " hanya berharap dan tidak melupakan harapan


"Benarkah? Aku melupakan itu, "


"Ya tidak semua kau ingat Hanian, " itu kan yang paling lucu untuk di ingat


"Ya haha maaf" kau malu?


"Aku jadi teringat, aku tidak benar-benar lihat kau di final"


"Ya aku tahu, kau melamun saja, meski tim kami memang" aku melihat Hanian bermain sangat bagus kemarin, tapi pikiranku dipenuhi dengan Abell, pikiranku melayang, aku merasa bodoh sekarang karena mengabaikan hal itu.


"Benarkah?"


"Ya, apa yang kau pikirkan?"


"Aku lupa"


"Dasar"


"Hanian aku," teralihkan hanya dengan memikirkan Abell


"Hmm?"


"Tidak, " aku tidak harus membuat perasaannya sakit kan?


"Jadi cerita tadi, bagaimana menurutmu?"


"Kau punya tunangan sekarang well, kau tidak menyukaiku dulu dan sekarang perasaanmu berubah, ibumu ingin memanfaatkanku, " apa aku salah tanggap?


"Haha orang tuaku masalah buatmu?"


"Tidak, berkat itu kita bertemu"


"Ya, masalah nya adalah tunangan, aku harus membatalkannya"


"Kenapa di batalkan?" godaku


"Apa kau benar-benar tidak tahu jawabannya?" kesalnya


"Ahaha Hanian sangat manis, "


"Dasar kitten"


"Gulaliku" nadaku sedikit manja


"Ohh kau anggap bibirku gulalimu hmm?"


"Tidak dasar bodoh! Mana mungkin" itu menggelikan untuk di bicarakan


"Jujur saja lah, oh... Kita sampai"


"Ya, baguslah, ini sudah larut"


"Apa dia sudah bangun?"


"Tidak... Abell, ayo bangun, kita sudah sampai"


" ... " Tidur pulas


" Abell? Ada banyak makanan di rumah" bisikku


" ... "


"Abell, kau ingin satu mobil selamanya dengan Hanian?" Ah ini tidak akan berhasil


"Tidak, jangan! Itu mimpi buruk... " What? Dia bangun?


"Oh aku akan mengubah itu," kesal Hanian


"Haha ayo bangun, tidurlah di kamarmu, disini tidak nyaman untuk mu"


"Khususnya ada orang itu," hahhh dia seperti setengah sadar, matanya terpejam


"Benar benar akan mengubah pikiranmu adik ipar" kata Hanian


"Haha sudah lah Hanian"


"Kemari sebentar Lili,"


"Ya?"


"Sini sini..." Cup, mengecup pipiku


"Dia pantas mati kak" kau lihat? ahaha ayolah kalian berdua!

__ADS_1


"Hah jangan begini ayo masuk,"


"Lili,"


"Apa?" Jawab Abell galak, matanya menyipit


"Kau itu Abell bukan Lili... Lili aku butuh bantuan mu untuk masalah pertunangan"


"Huh?"


"Kita akan bicara nanti"


"Oh, baiklah" itu seperti misi menyelamatkan hubungan kami, sangat dramatis.


"Kakak... " oke, urus Abell dulu


...***...


Keesokan pagi, weekend. Sedari tadi Abell giat belajar, bibi pendiam, dan pak Andi yang terus menguap. Aku sendiri sedang meminum coklat panas di teras, memdang langit dan merasa betapa membosankannya hari ini.


"Mereka ribut di group" aku malas bergabung, aku tidak tahu cara membawa topik yang lebih seru ketimbang mereka, lebih baik aku diam.


"Nona, ada teman nona da," tin!!! Klasonnya berisik


"Pacar nya, aku pacar nya!" Ralat Hanian


"Hehe..." Apa itu pak? Kau tersenyum menjengkelkan!


"Diam Hanian kau berisik"


"Aku menjemputmu, kita pergi... " Hmm rencana yang kau bicarakan itu? Kami seperti telepati, dia mengangguk serius.


"Okey, aku ganti baju dulu"


"Tidak Lili, itu cukup manis, kuning dengan bunga-bunga, cerah... Kau sangat cantik" ah apa itu?


"Kau menggoda ku?" Aku yakin aku merona


"Siapa yang menggoda? Kau lihat dulu dirimu Lili, Kau bisa mengikat hati pangeran, kau sasr akan hal itu?"


"Oh ayolah kau sangat berlebihan, membuatku mual"


"Aku serius,"


"Ekhemm" sial kau pak, aku jadi malu.


"Ya terserah, pergi ya pergi"


"Tidak"


"Kenapa? Aku tidak mengerti"


"Sudah ayo jalan, Abell akan mencegahku pergi jika dia lihat"


"Ohh benar" dengan sigap dia mengajakku ke mobilnya, dia membawaku ke sebuah kafe.


"Jadi?"


"Kita makan dulu"


"Hmm?"


"Yeah aku ingin meyakinkan ibuku, kau adalah orang yang ingin aku ajak serius, seperti pernikahan"


"Itu terdampar butuh waktu yang lama, karena aku masih sekolah"


"Tidak, 2 tahun itu singkat di banding aku yang di LA tanpamu,"


"Haha kau selalu menggodaku,"


"Serius, aku membuat kekacauan di setiap sekolah, banyak sekolah yang ku buat rusuh, rekor terbaik untukku yang seorang bajingan"


"Sangat luar biasa, luar biasa anak nakal"


"Haha kau jijik?"


"Hmm tidak, hanya saja sangat disayang kan, padahal kau bisa lebih baik dari itu, well, kau bisa saja sempurna"


"Lili aku bosan jika terlalu sempurna,"


"Jadi kenapa kau seperti terobsesi padaku?"


"Bukan seperti, aku memang terobsesi padamu, kekhawatiran ku padamu membuat ku gila, aku takut kau sendirian, aku takut kau dalam bahaya meski hanya sedang berada di tempat tidur mu," Hanian terdengar tulus, sepertinya kami punya perasaan yang sama dalam waktu pemisah, hal yang membuat kami terus merasa rindu dan gelisah, aku senang perasaan kami sama.


"Itu mengerikan well, terobsesi? Bisa kah hilangkan itu, jika aku tidak denganmu aku khawatir,"


"Ya, aku juga khawatir aku tidak bisa membiarkan mu bersama yang lain, mungkin aku bisa membunuhnya jika itu menguras emosi" selanya dengan cepat, matanya tajam, dia teguh dengan perkataannya


"Hanian, ada banyak pria mencintai pasangannya, tapi tidak luput dari kebohongan" dan jika aku mendengar kata membunuh dengan mudah, itu membuatku merinding

__ADS_1


"Terserah jika kau tidak percaya Lili, kau hanya perlu mendengar pengakuan ku"


"Yeah" tapi itu mengerikan juga, kau tidak bisa terobsesi, sesuatu yang berlebihan itu tidak baik


"Aku ingin kau mengerti saja" dia tersenyum, aku masih merasa merinding


"Hmm" aku tidak bisa mengatakan apapun


"Aku tidak akan menyakiti Lili, lupakan perkataan ku yang membuatmu takut"


"Ah?"


"Aku sadar telah bicara omong kosong, "


"Ah syukurlah"


"Haha jangan tegang, " dia mentertawakan ku


"Aku tidak"


"Baiklah ayo makan Lili," senyumnya hangat, sedikit membuatku tenang


"Kau juga Hanian"


"Haha oke" lalu kami makan bersama, beberapa menit kemudian, kami pergi ke rumah Hanian.


"Ibuku hari ini datang, jadi kupikir ini waktu yang tepat, yeah kurasa"


"Mhm"


"Lili kau... "


"Ya?"


"Apa kau mencintaiku?" Hanian mengernyit


"Y-ya tentu," aku gugup sekarang Hanian apa kau sadar?


"Kenapa kau bersikap biasa saja, apa itu cuma perasaanku?"


"Ya" kau tidak tahu, jantungku bekerja sangat keras saat ini.


"Lili kau pucat ahaha"


"Apa itu lucu?"


"Hmm kau kesal?"


"Jangan mengejek ku! Menyebalkan!"


"Tenanglah Lili, " dia menahan tawa


"Oyah bagaimana denganmu Hanian?"


"Tentang apa?"


"Kau ingin bertemu dengan ayahku?"


"Oh itu," aku bisa lihat wajahnya yang panik dan pucat


"Kau tau ayahku kan?"


"Sangat jelas dan terbayang"


"Jadi?"


"Itu cukup sulit well, "


"Kau tidak mau memanfaatkan aku?"


"Apa? Tidak tentu saja"


"Haha kenapa Hanian?"


"Aku akan menyelesaikan nya, satu persatu"


"Satu persatu?"


"Memangnya banyak list?"


"Aku akan menyelesaikannya dengan baik Lili"


"Haha baiklah terserah"


"Kali ini aku tidak bisa menyerah dan diam"


"Kau lucu Hanian"


"Aku serius"

__ADS_1


"How cute... "


" ... " haha dia terdiam


__ADS_2