
Waktu berlalu dengan cepat, kami tidak melakukan apapun, aku tidak bisa bergerak karena gugup menggangguku.
"kita tidak melakukan apapun" keluhnya
"Benar"
"Kita hanya melihat laut biru sambil memakan ice cream yang mencair,"
"Kau benar" kau suka sekali dengan ice cream ya, kau membelinya beberapa kali hihi
"Ini karena kau tidak mau melakukan apapun,"
" ya benar"
"Ini sedikit mengganjal, kenapa berakhir begini?"
"Benar" aku juga menyayangkannya
"Hey Lili sejak kapan kau jadi menyebalkan?" dia mencubitku sedikit lebih keras
"Ah sakit bodoh! lautnya jauh, kita lama di jalan dan sampai di laut dengan suasana yang cepat berubah," kataku
"Kurasa bukan karena itu Lili," masih mencubit
"Hentikan ini gulali bodoh!!"
"Jangan panggil aku begitu dasar"
"Kau bisa panggil aku dengan julukan juga,"
"Apa? Anak kucing?"
"Apa? tidak, itu terlalu cute"
"Fine, kitten" godanya
"Nooo... " itu menggemaskan
"Kitten"
"Aku lebih suka dipanggil Lili," yeah sejujurnya
"Benar, Lili cocok untukmu yang lebut nan rapuh haha" ejeknya
__ADS_1
"Hanian"
"Ya? " hening diantara kami
"Apa aku cantik?" ahh kenapa aku menanyakan itu?!!
"Tentu saja, sosokmu terlihat lembut sampai aku takut kau mudah pecah haha"
"Ahh menyebalkan" itu jawaban yang mengecewakan
"Tentu saja kau cantik, matamu indah dan..." dia menghentikan perkataannya sambil melihatku cukup lama
"Dan?"
"Cantik"
"Dan apa?"
"Aku bilang cantik"
"Mata indah dan apa?"
"Bibirmu juga cantik puas?" Oh tidak, apa wajahku memerah, tidak tidak, lihat Hanian, dia lebih menggemaskan, dia juga memerah, aku ingin menggodanya tapi aku tidak bisa menggodanya dengan situasiku sekarang, siaalll.
"Ekhemm lupakan saja, ayo kembali," apa? Kita pulang?? Kencannya selesai?!!
"Oke, aku cukup menikmati suasan disini, sangat santai dan benar juga, tempat yang cocok untuk berlibur dan bersantai tanpa melakukan apapun, terlepas dari semua masalah yang ada" dia seperti lega akan suatu hal
" ... "
"Terima kasih Lili, terima kasih karena menemaniku" aku yang berterima kasih Hanian!
"Tidak juga, kau mengajakku karena ingin aku melupakan apa yang menjadi masalah dipikirkanku kan?"
"Yeah, tapi malah aku yang merasa bebanku menghilang, tidak, bukan menghilang, hanya sementara terlupakan,"
"Jangan bicarakan itu Hanian, kau akan ingat itu kembali,"
"Haha kau benar, ayo kita pulang" kami kembali ke vila untuk makan sebelum pergi. Diperjalanan yang panjang kurasa aku tertidur, hingga potongan memori hanya sampai kita makan bersama, apa aku egois untuk memilikinya? Atau begini saja sudah cukup? Tapi jika bukan aku, dia akan memiliki orang lain dan kami tidak akan menjadi dekat seperti saat ini.
...***...
" ... " Aku membuka mataku perlahan, apa? Kenapa mobilnya berhenti? Apa kami sudah sampai? Dimana Hanian?
__ADS_1
"Hey kau sudah bangun ternyata, maaf aku ke supermarket, kau haus?"
"Tidak, cepat pulang saja"
"Kau tidak apa-apa?"
"Tidak,"
"Kau tertidur hingga pulas," tawanya ringan
"Hanian"
"Ya?" kenapa kau membuatku nyaman dan, dan masih banyak lagi poin lebih dari dirimu.
"Bukan apa-apa"
"Kau itu sangat mudah membuatku penasaran,"
"Jangan penasaran"
"Aku ingin tahu"
"Jangan ingin tahu,"
"Kenapa?"
"Kau akan kebingungan"
"Ha? apa apaan itu?" dia tertawa tak terima
"Percaya padaku Hanian,"
"Bisa jadi itu tidak seperti yang kau pikirkan Lili,"
"Oh iya kau benar," mungkin? Tapi aku tidak percaya reaksi nya akan sama seperti yang kuinginkan
"Aku ingin kau lebih terbuka, secara perlahan, kau harus tahu, aku ada di pihakku,"
"Kalau begitu sebaliknya, aku juga ada di pihak mu, kau juga harus cerita,"
" ... " apa? Dia tidak menjawab?
"Itupun kalo kau mempercayaiku"
__ADS_1
"Iya Lili aku mengerti, apa yang kau pikirkan sama seperti kebanyakan orang, aku dan kau adalah salah satunya,"
"Yeah" cerita yang enggan untuk diceritakan, hanya ingin di pendam dan berusaha terlupakan selamanya namun juga akan selalu diingat selamanya.