Married To My Childhood Friend

Married To My Childhood Friend
Eps.26 Mengatur pertemuan


__ADS_3

Mari kita memasuki gerbang sekolah, kami tidak begitu mencolok seperti ini sebelumnya, dari atas sana sudah terlihat para murid melihat kami penasaran, diantaranya ada teman Hanian yang berandal itu.


"Kenapa?"


"Tidak, hanya saja tatapan mereka mengganggu" cukup mengganggu untukku yang tidak pernah banyak menarik perhatian


"Mereka akan tahu Liliku adalah pacarku, " tidak seperti Hanian yang banyak menerima perhatian juga Hanian yang tidak ragu menolak perhatian


"Hentikan! Itu akan merepotkan," jika mereka akan mendadak menjadi reporter, well aku cukup kaku


"Haha aku tahu yang ada didalam pikiranmu Lili"


"Jangan berlagak tahu"


"Aku tahu, dan itu cukup menghibur,"


"Semoga kau terjatuh didepan banyak orang!"


"Hey itu jahat, tapi kau tahu, tidak ada satupun umpatan yang terjadi padaku haha jangan marah, aku begitu karena Liliku menggemaskan,"


"Ini seperti hiburan untuk mu kan?"


"Ya, lumayan"


" ... " kesal sekali dengan tingkah nya


"Kau benar-benar lucu Lili aku ingin lebih banyak melakukan... "


"Apa?" sinis


"Tidak, tidak ada hehe"


" ... " Ouh itu lucu karena dia menggodaku, bukan hanya kau yang terhibur Hanian, sikapmu yang menggodaku itulah yang mengesankan kau tahu? Haha


"Besok kau tahu? Pertandingan tim basket kami main," semangat nya


"Kau pemain cadangan" dan itu tidak masuk akal


"Tidak, aku sudah minta untuk menjadi pemain utama" oh ya itu masalah kecil, bahkan jika kau ingin menjadi kapten, eh tunggu?!


"Kenapa tidak sekalian kau menjadi kapten nya?"


"Ayolah itu mudah, tapi jangan bilang kau ingin aku menyebabkan masalah hmm?" ketahuan


"Tidak kok"


"Baiklah kita berpisah sampai disini, ini menyiksaku, aku akan merindukanmu Lili,"


"Ayolah bukan kematian yang memisahkan"


"Ah ya maaf, kalau begitu aku pergi"


"Ya bye"


"Bye" Sampai kelas, binar mata teman temanku, mereka merindukanku.


"Aku akan mati tanpamu" Jey, bukankah ini berlebihan?


"Aku hampir mati karena dilanda rindu" Diana, ini tidak wajar kawan!


"Haha aku, aku membuat danau dari air mataku, i-itu karena pfft aku pfft... " oh kau tidak pandai berakting


"Gagal sudah rencana kita," kata Diana


"Haha itu menggelikan kau tahu? Dan aku tahu kalian akan ribut mengenai pertandingan,"


"Bagaimana kau tahu?"


"Dari mana kau tahu?"


"Kau kan tidak sekolah kemarin!" pertanyaan bertubi tubi


"Ahahaha... " kalian ingin aku jawab apa? Pacarku memberitahu ku?


"Oh dari pacarmu itu?"

__ADS_1


"A-apa?" kau membaca pikiranku?


"Benar, Hanian kan?" benar membaca pikiranku??!


"Tunggu! Dari mana kalian tahu aku pacaran dengan Hanian?"


"Haha dia mengakuinya" Jey tertawa


"A-apa maksudmu?"


"Jangan menutupinya lagi, kau selalu bersamanya itu sudah cukup jelas"


"Bukan karena membaca pikiranku?"


"Apa? Ahahaha kau pikir ini apa? Seperti fantasi saja ahahha" Jey tertawa semakin keras, ya untunglah kalo begitu


"Jadi kau akan menyemangati pacarmu hmmm?" goda Luna


"Oh itu sangat romantis!" Kata Diana


" Emm yeah... Tidak mungkin tidak kan?" tidak ada yang bisa disembunyikan lagi


"Ahahaha ini sangat luar biasa, teman kita memiliki pacar! Dan itu bukan anak sembarangan ahahaha" mungkin mereka sudah tahu Hanian itu orang seperti apa, mereka adalah stalker profesional.


"Emm apa disini hanya aku yang punya hubungan seperti itu?"


"Apa yang kau bicarakan?! Kau tidak tahu kah ada yang lebih legend diantara kita?" kata Jey


"Hentikan" itu Luna, jadi itu dia.


"Luna berpacaran bisa 2-5 dalam waktu bersamaan," oh astaga itu terdengar merepotkan


"Yeah sekarang tidak! Aku hanya fokus pada pria,"


"Hey sudahlah, dia itu tidak tertarik padamu" ejek Jey


"Tetap saja! Aku akan tahu sampai mana ini akan berakhir"


"Emm memangnya siapa?"


"Wi? William?" Oh ya! yang playboy itu Xion, William hanya pembuat onar, ah apa itu bagus untuk temanku? Ah Hanian juga bertopeng, semua anak itu tidak ada yang normal, bahkan kata 'tidak normal' membuatku teringat keluargaku yang mafia, dan itu tidak dapat dipercaya sampai saat ini


"Ya lakukan sesukamu"


"Kau tidak mendukung?" tanya Luna


"Tidak ada manusia yang benar benar sempurna, pasti ada cacatnya, entah dari segi fisik, finansial, otak, ya seperti itulah..."


"Oh sayang kau adalah aku"


"Ya terserah" kami pun berbincang lebih lagi namun guru sudah akan memasuki kelas. Aku bertanya, apakah sekolah akan bebas jika ada pertandingan seperti itu, dan ya, benar. Karena bukan hanya pertandingan basket, ada pertandingan olahraga lainnya untuk kakak kelas kami, senior yang mengagumkan, apa ini saatnya Abell adikku yang lucu itu bertemu Hanian? Well ini pasti waktu yang tepat, memang sudah jalannya, itu membuatku senang.


"Kenapa kau tertawa?" ah iya tanpa sadar, kami berada di kantin sekarang


"Ada banyak orang yang memandangimu" dan aku tidak sadar juga akan hal itu


"Mereka tertarik padaku?"


"Jangan di tanya! Jangan di bahas, nanti mereka kena masalah" kata Diana


"Apa maksudmu?" Mata Diana menatap ke arah kanan dengan aneh


"Hai"


"Astaga!" Hanain!


"Kenapa kau terkejut?" itu karenanya orang orang melihat ku


"Kami tidak akan menggangu" oh kenapa aku baru sadar bahwa mereka selalu melakukan itu saat Hanian bersamaku.


"Jadi?"


"Makan bersama"


"Kapten"

__ADS_1


"Ayolah! Apa aku harus memberontak? Jika itu maumu Li,"


"Tidak, sebaiknya jangan"


"Kenapa? Padahal aku serius jika kau ingin itu Lili"


"Aku tidak mau kau membuat masalah karena aku" dia melirik acak seperti waspada


"Kenapa?"


"Aku tidak bebas disini, mari kita ketempat lain," dan lihat wajah temanku, mereka pasti memikirkan hal yang tidak perlu


"Hanian mereka akan berpikir aneh jika kau mengatakan itu!"


"Siapa? Aku akan membereskannya itu mudah"


"Aku tidak suka kekerasan,"


"Siapa bilang aku menggunakan kekerasan? Kau tahu uang?"


"Ya, aku mengingat sesuatu dan itu membuat ku kesal" teman bayaran


"Siapa yang membuat Liliku kesal?"


"Pfft" itu Jey, Luna dan Diana!


"Ayo kita ke atap"


"Okey" semangat nya


...***...


"Siapa yang membuat mu kesal Lili?" ohh itu senyum licik khas psikopat kau tidak mengatur ekspresi malaikat mu Hanian?


"Tenanglah sayang"


"Sekali lagi! Siapa yang membuat mu kesal Lili" itu kau Hanian


"Tenanglah sayang"


"Seka, "


"Cukup!"


"Oh benar ayo makan dulu, kau tidak mau kesini?"


"Tidak"


"Ughh"


"Emm Hanian?"


"Hmm?" Oh makanan memenuhi mulutnya, dia seperti tupai, itu membuat hatiku luluh


"Pada saat pertandingan itu, aku ingin membawa adikku, jadi kalian bisa bertemu"


"Secepat itu? Baiklah" hmm Abell tidak akan keberatan kan?


"Baik, hari ini aku akan menjemputnya"


"Hmm hati-hati, tapi aku minta sesuatu,"


"Apa?"


"Kiss"


"Aku baru saja makan, kau juga"


"Tidak masalah" tapi itu masalah untukku!


"Aku sebenarnya bukan orang yang suka melakukan itu, hanya saja kau yang tidak tahu malu selalu ingin melakukan itu"


" ku tidak akan berhenti," ahh dia tersenyum begitu mempesona!


"Ba-baiklah," aku mengunyah anggur

__ADS_1


"Hmm bagi padaku juga" akhhh mari kita lewatkan hal ini, aku bisa gila karena dia agresif!!!


__ADS_2