Married To My Childhood Friend

Married To My Childhood Friend
Eps.25 Meet


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang yang jenuh, tidak seperti pak Andi yang mengoceh sepanjang jalan, entah tidak tahu malu atau memang dia suka dekat dengan majikannya, sebenarnya aku merasa sedikit rindu dan nyaman dengannya. Aku harap, ini bisa lebih cepat pulang ke rumah, untuk mengakhiri frustasi ini, aku berencana untuk tidur saja.


"Bum bum bum... "


"Kau main mobil-mobilan?"


"Ya! Aku ingin menjadi pembalap mobil"


"Kenapa?"


"Karena itu keren!" Semangatnya


"Kenapa itu keren? Itu bahaya, aku tahu itu, itu selalu berakhir dengan kecelakaan, luka luka, Hanian tidak boleh memilih itu sebagai pekerjaan ataupun hobi"


"Lili seperti orang tua ku saja!" cemberut


"Aku hanya khawatir kok"


"Sudahlah, Lili kau tahu? Aku punya kucing namanya Zian! Sangat lucu seperti Lili,"


"Ah? Apa?"


"Tapi kucingnya mati"


"Kenapa?"


"Karena itu bukan pemberian Lili" ah Hanian? Kenapa kau terlihat marah padaku? Hanian? Kenapa aku tidak bisa bicara?


"Hanian?!!!" Ohh dan mimpi lagi ternyata


"Nona? Ada apa?"


"Tidak, bukan apa-apa," ayolah cepat berakhir lah, perjalanan membosankan.


Beberapa jam kemudian, sampai jam 12 malam, yup baiklah aku sudah banyak tidur di mobil, aku segera ke kamar tanpa basa basi, dan tidur.


"Aku senang di mimpiku ada Hanian, tapi tolonglah, itu seperti mimpi buruk membuat tubuhku gemetar dan ketakutan," dan malam itu, yang paling nyaman dengan deras hujan yang menenangkan.


...***...


Pagi yang cukup mendung, hujan cukup deras , entah ini hujan semalam atau lain lagi. Dan ini membuat suasa menjadi dingin. Hanya akan ada beberapa hujan, karena ini bukan musim hujan.


"Ughh dinginnya," aku beranjak bangun, menyalurkan tenaga karena kemalasan sedang menimpa, ayo ayo ayo sadarlah, akan tetapi ini sangat dingin. Tapi juga aku tidak bisa absen, aku akan baik-baik saja, tinggal pakai sweater tebal ah apapun itu yang dapat menghangatkan, kota ini memang selalu dingin, aku baru saja pergi dari tempat ini, hanya satu hari saja sudah membuatku tak terbiasa lagi.


"Akan lebih baik jika ini musim semi," aku harus bangkit! Dan ya inilah pencapaian, mari kita pergi ke sekolah. Aku membuka pintu, bejalan melewati nya, oh? Licinnnn!!! Tidak


"Oh? Hanian, kau menangkapky tepat waktu,"


" Dasar kucing ini, " dia marah hmm


"Kenapa? Ada masalah apa? Katakan padaku hmm"


"Dari pada itu lebih baik kita berangkat sekarang, kau sepertinya kedinginan" ohh dia tahu


"Hehe" lalu menaiki mobilnya yang lain lagi, dia mengganti mobil? Yeah itu cukup mudah untuk orang semacam dia.


"Hidungmu merah, kau sedang flu?"


"Bukan, mungkin karena dingin" Hanian segera memberikan pelukan hangatnya


"Lebih baik kita pergi sekarang" kataku


"Tidak, ini juga hukuman karena membuat ku rindu!"

__ADS_1


"Oh ayolah kita bisa telat!" protesku


"Tapi kau menyukai ini bukan?"


"Ya sih, tapi,"


"Baiklah baiklah, kita pergi" nah akhirnya mobil ini jalan juga


"Jadi siapa itu?" siapa yang Hanian bicarakan?


"Apa maksudmu?"


"Jangan pura-pura tidak tahu Lili"


"Apa, eh... Ohhh"


"Nah cepat beri tahu aku," aku memberi tahu Hanian semuanya, dari kembalinya ayah ibu yang akan menikah kembali, nenek dan kakekku yang terdapat memiliki kelebihan berupa Indra pendengarannya yang tajam dan itu membuatnya tertawa, hingga adikku yang manis dan tampan tentu saja.


"Aku akan mempertemukan kalian, "


"Emm siapa namanya?"


"Abell"


"Abell???"


"Kenapa kau terkejut begitu?"


"Ya itu seperti seseorang yang aku kenal, tentunya di tempat yang tidak diduga"


"Tidak mungkin, dia adalah orang yang hidup bagai manusia goa, tidak mungkin kalian bertemu," itu mana mungkin kan?


"Oh ya baiklah, mungkin aku salah"


"Ya"


"Apa?"


"Kau tidak rindu padaku Lili?" sedihnya dibuat buat dan itu berlebihan


"Tidak"


"Apa benarkah? Aku sedih sekarang, bagaimana ini? Kau harus tanggung jawab,"


"Tidak akan pernah,"


"Jahatnya, kau harus tanggung jawab"


"Tidak,"


"Disini! Ditempat ini! Aku tidak akan malu! Akan ku... "


"Baiklah baik, hentikan, aku merindukanmu"


"Bohong," hey kau menyela!


"Jika aku tidak merindukanmu, aku akan tinggal disana sekita seminggu atau sebulan,"


"Tidak mungkin,"


"Ayahku benar benar tidak melepaskan ku, dia ternyata sangat mencintai ibu, jika ibu dicintai maka dari itu anaknya juga dicintai tentu saja, right..." ibunya Abell pasti tidak begitu dicintai kan? Makanya Abell di abaikan! Tapi itu sangat tidak adil! Bagaimana jika aku yang berada diposisi itu? Well lebih baik mati


"Lili kenapa kau malah terlihat sedih?" cemasnya

__ADS_1


"Yeah itu bukan untukku,"


"Ah lalu?"


"Menyetir saja, jangan terlalu dipikirkan,"


"Bagaimana bisa tenang jika calon istri... "


"Hey! " aku menyela


"Ku... eh Lili kau tidak mau menikah denganku?"


"Itu masih terlalu dini"


"Tidak masalah, kita tidak harus sekolah sampai lulus, aku bisa menjaminnya"


"Apa kau gila sekarang Hanian?" apa semudah itu?


"Kau hanya tinggal duduk, tidur, makan, main, bahagia" wow mana ada manusia seperti itu


"Jangan bercanda lagi,"


"Baiklah" ternyata itu lelucon nya


"Tapi aku serius" lanjutnya


"Hisss memang ya, beda jika pacarmu adalah CEO muda, eh tapi kau sekolah!"


"Hmm aku turun tangan hanya untuk bersenang-senang, masih belum benar-benar memegang perusahaan, ayahku yang kompeten itu dan dia gila kerja, uang dan kehormatan, dia ingin aku sekolah dulu," dia menyeringai


"Sepertinya kau lebih suka kehidupan sekolah, "


"Ya karena itu normal kan?" tersenyum


"Ya, hey tahukah kau Hanian, aku senang dengan senyummu Hanian"


"Ahh banyak yang bilang seperti itu, " ah itu membuatku kesal


"Ohh benar, pacarku memang penggoda"


"Bukan penggoda, tapi menggoda"


"Penggoda"


"Oh ayolah apa kau marah? Aku hanya bercanda Lili," panik nya


"Oh ayolah kau bisa tinggalkan pacarmu ini demi yang lebih baik"


"Oh ayolah" bujuknya


"Ayolah," aku mengejek nya


"Tidak mungkin aku dengan yang lain" gumamnya


"Apa?"


"Aku mencintai Lili sebesar pertaruhan nyawaku dalam perang"


"Ahahaha apa sih? Perang apa?"


"Ah Lili ku yang polos, tapi juga sangat keras kepala,"


"Itu pujian?"

__ADS_1


"Ya"


"Terimakasih"


__ADS_2