
Lalu kami sampai dirumah yang lebih besar, tidak sebesar milik ayah, tapi itu cukup besar well. Jadi aku gugup karena akan bertemu lagi dengan ibunya Hanian.
"Aku berharap ini akan lancar, " Hanian menghela nafas panjang
"Yeah ayo kita lihat" dan aku dengan jatungku yang bekerja keras, mengharapkan hasil yang lebih baik
Saat memasuki gerbang utama dan menginjakan kakiku yang gemetar, aku berpikir konyol untuk lari, namun bukan gayaku untuk seperti itu. Dan lagi tidak akan selesai jika menghindar.
"Ayo Lili, " senyum nya
"Ah baik" kami disambut kepala pelayan, apa ini kerajaan?
"Sekarang keluarga ku cukup kuat dan yeah kau tahu," tidak, aku tidak tahu.
"Ayahku, menempatkan orang di setiap sudut, seakan seekor semut pun tidak dapat masuk, sangat konyol dan berlebihan kan?"
"Haha ayahmu bingung bagaimana menghabiskan uang,"
"Haha"
"Tapi tidak ada salahnya jika itu untukmu Lili,"
"Mengapa?"
"Kau tidak akan tahu siapa yang menusuk mu"
"What?" Apa maksudmu Hanian?
"Sesuatu yang berbahaya, sudahlah mari kita menunggunya" oh dia sudah bicara dengan pelayan
"Ya"
"Kau lapar?"
"Kita sudah makan"
"Benar" dia terlihat canggung
"Apa ada masalah?" kami terlihat bodoh, well sangat konyol
"Haha aku tahu isi pikiran mu Lili, tapi bukan aku yang lucu disini, itu pikiran mu"
__ADS_1
"Haha sekarang aku tidak tegang, "
"Bagus" tak tak... Langkah kaki seseorang mendekat, ibu Hanian!
" ... " wajah cantik dengan langkah elegan, sorot mata tajam tampak tegas, dan dengan perlahan tersenyum
"Ibu" segera Hanian menyapa, dan bagaimana caraku menyapa?
"H-halo tante, " akhh tidak tahu lagi deh
"Siapa? Liliana Rashley?" tebaknya
"Ya"
"Aku tidak menyangka kau berhasil memikat nya"
"Ibu!"
"Benar kan?" Apa maksudmu Hanian membodohiku?
"Tidak tante, aku memang menyukai Hanian dari dulu, dan aku merindukanmu" akhhh apa sajalah! Biarkan mulutku berbica semaunya
"Hmm, jadi kau tidak ingin... "
"Ya sepertinya begitu" ibu Hanian sedang menilaiku
"Ibu, "
"Dia cantik, aku tidak menyangkanya, cantik polos, aku tidak bisa menilai dengan benar gadis keluarga Rashley, tapi dia seseorang yang tidak bisa diremehkan" katanya tersenyum
"Lalu?"
"Tidak buruk, " katanya
"Tante" tapi aku ragu berkata karena isi pikiranku kosong
"Panggil aku ibu" katanya, sekarang atmosfer sedikit ringan
"I-ibu, " raguku
"Bagaimana kau memanggil ibumu Lilian?" Oh itu nada yang menyenangkan
__ADS_1
"Mama?"
"Hmm?"
"Aku memanggilnya mama" aku melihat Hanian dan dia tersenyum hangat
"Ah begitu, panggil aku mama, aku akan memanggilmu... "
"Lili!" Hanian dengan semangatnya
"Ah iya, ib-mama... Mama bisa panggil aku Lili"
"Lili," dia mendekat dan memelukku, seperti syarat untuk menjadi dekat.
"Ah... " Hanian tersenyum seakan mengatakan 'bagus' dan aku hanya balas tersenyum, tapi ini tidak serumit yang aku pikirkan.
"Jika tidak keberatan mari makan bersama" tawar nya, tapi aku sudah makan, jadi aku hanya menunggu jawaban Hanian
"Ah... " Kau paham kan Hanian?
"Hmm?"
"Tidak masalah" apanya yang tidak masalah? Tapi tidak baik juga menolak tawarannya.
"Sepertinya Lili terbebani" akhh dia peka!
"Tidak mah, aku tidak masalah"
"Yeah baguslah" oke tidak apa Lilian, semangat!
***
Setelah melewati masa pertemuan yang membuat jantung bekerja keras, dimeja makan aku hanya di tanyai beberapa hal sepele seperti, apa yang aku sukai, apa yang tidak aku sukai, bagiamana aku menghabiskan waktu, hal hal seperti itulah.
"Bagiamana menurutmu Lili?"
"Sedikit mengganjal karena sangat mudah"
"Kau tidak mungkin punya prasangka kan?"
"Haha tidak" untuk apa?
__ADS_1
"Ya, aku senang"