Married To My Childhood Friend

Married To My Childhood Friend
Eps. 33 Memori Hanian 2


__ADS_3

Untuk lebih dekat dengannya, aku pindah ke sekolah dimana dia sekolah, dan tinggal ditempat yang dekat dengan rumahnya, itu sangat mudah di atur.


"Perkenalkan semuanya, kita kedatangan murid baru"


"Wahh dia sangat manis"


"Dia sangat tampan" respon yang membosankan tapi aku menyukainya


"Halo semuanya, aku Hanian, salam kenal, se-semoga kita dapat berteman baik"


"Haha dia sangat menggemaskan, dia gagap"


"Ya sepertinya dia gugup!" lebih menguntungkan lagi bersikap manis di depan mereka


"Hanian, duduklah sisebelah sana" diseberang kursiku ada kursi kosong


"Hey, kenapa disebelahku kosong?" tanyaku


"Ya, sebenarnya itu tidak penting, dia Liliana, sudah satu minggu absen, dia benar benar pembuat onar!" Apa? Liliana Rashley kan? Pembuat onar? Kau tidak salah bicara kan?


"Oh gitu"


"Ya" senyumnya, ah aku tidak suka senyummu, dan yah seperti nya itu memang Lili, jadi apa yang terjadi? Apa karena dia seorang anak mafia dia jadi dibilang pembuat onar? Kemarin aku lihat, dia sangat polos dan lembut juga cengeng, ah aku ingin tahu apa yang terjadi, tidak ada salahnya mengenal calon istri, hahh aku berpikir hal memalukan lagi!


"Hmm lebih baik fokus dulu" dalam sehari saja aku sudah mendapatkan banyak teman dan sangat populer, sungguh sebenarnya aku tidak butuh itu, tujuanku bukan ini. Namun tidak semua sesuai keinginan, aku tahu, dalam sehari juga aku mendapat musuh, orang yang iri dengki, wajah bodoh, mental patungan huh.


"Mau kemana hah!" Tanya anak gendut itu


"Ada apa babi?" aku pulang jalan kaki untuk menyembunyikan identitas, hanya ada Hanian yang mandiri disini.


"Kau! Dasar bocah sombong!" Segera dengan emosi mereka untuk bersiap menyerang, mudah menghadapi mereka, mereka hanya akan patah tulang sedikit, aku akan sedikit lembut, itu rencanaku, namun disisi lain aku melihat Liliana Rashley sedang menuju kemari, maka aku rela di pukuli, ini tidak seberapa untuk menarik simpatinya


"Haha lemah!" Tidak gendut, kau selamat berkat Liliana Rashley!


"Ini sangat seru bos, dia bahkan tidak bisa melawan hahaha"


"Ya! Aku belum pernah melakukan itu"


"Haha kita akan cari mangsa lagi," kata si gendut, hahhh anak anak menjengkelkan, bersiaplah menerima hukuman. Tapi ya, ini hanya memar biasa, aku tidak bisa mengatakan ini luka.


"Kenapa kau bisa berurusan dengan meraka?" tanyanya, dia memberiku sapu tangan


"Oh itu hanya masalah kecil," aku harus tersenyum


"Aku baru melihatmu," aku sudah melihatmu


"Ohh aku anak baru, dan sepertinya mereka tidak suka denganku," well, aku akan menjadi sosok lemah dimatanya


"Kenapa?"


" Aku lebih banyak akrab dengan teman wanita dari pada teman laki-laki, mereka tidak suka aku dekat dengan teman wanita, itu mengganggu mereka" ayo menarik simpatinya


" Ohh," apa aku terkesan seperti playboy? Ah tidak, anak sepertinya tidak mungkin tahu istilah itu, atau mungkin dia tidak memikirkan nya


"Kau mau berteman denganku?" Teman? Hahh aku juga tidak mungkin bertanya apa dia mau jadi istriku, lihat pikiran ku bodoh, usiaku berapa ha?


"Apa?"


"Bertemanlah denganku, mau kan? Mau kan?!" ajakku antusias seperti kebanyakan anak lainnya


"Hmm kau mau aku belikan sesuatu? Kau butuh uang? Aku punya banyak uang," apa maksudmu Liliana Rashley? Menyogok teman mu?


"Apa? Kenapa kau seperti itu, jangan lakukan itu, itu bukanlah ketulusan," tidak, aku juga punya banyak uang


"Lalu bagaimana?" apanya yang bagaimana? Apa sih yang ada dipikirkannya?


"Bermainlah denganku," aku akan berikan senyum manis ku Liliana, dan ya dia merona, itu membuat ku senang


"A-aku, aku bukanlah orang yang pandai bersenang-senang, kau akan bosan," aku tidak peduli

__ADS_1


"Apa maksudmu? Kita tidak akan tahu jika tidak melakukannya, ayo kita bermain bersama," tapi main apa? Aku juga bingung, apa yang ada dipikiran ku terlintas yaitu bermain ayunan, kami melakukan nya dan itu kekanakan, membuat istana pasir, ini lebih kekanakan lagi, memasang puzzle, cukup menyenangkan, dan main rumah-rumahan.


"Aku menjadi ayahnya,"


"Oh kalau begitu aku jadi anaknya" anak? Masa kau jadi anakku?


"Tidak Lili, kau jadi ibunya"


"A-anaknya mana?" kita tidak memerlukannya sekarang, tapi...


"Boneka beruang mu itu," hanya sempel


"Ohh ini bisa jadi anak?" mengangguk sajalah


"Untuk jadi keluarga, kita harus menikah" itu tujuanku, tapi tidak sekarang


"Hmm?" dia tersenyum


"Aku ingin menikah dengan Lili, aku harus membuat cincin dulu, tunggu ya!"


"Hmm? Baiklah lakukan sesukamu," aku melihat banyak bunga di halaman rumahnya


"Oh kenapa aku kesal?" ini sulit! Aku tidak tahu ada yang sulit aku lakukan menghadapi hal remeh ini, tapi aku tidak menyerah


"Tidak usah Hanian," khawatir nya


"Tunggu saja Lili," ini membuat harga diriku terluka


"Baiklah" beberapa menit kemudian ini berhasil


" Maaf Lili ini sedikit kacau," sial, ini tidak bagus


"Tidak, itu cantik ko,"


"Kau suka?"


"Aku suka," baguslah


"Aku sakit, makanya tidak sekolah"


"Ohh" mereka bilang kau absen, aku tidak mempercayainya sih


"Baiklah Lili, ayo makan siang bersama" ajakku, tapi wajahnya penuh kekhawatiran


"Tapi... "


"Kau tidak mau?" Pasang wajah sedih!


"Bukan begitu, "


"Ayolah Lili"


"Kenapa harus aku?" ya siapa lagi? Kaulah yang jadi tujuanku


"Memang bisa siapa lagi?"


"Temanmu"


"Hanya Lili, ayo... "


"Tapi!" Aku menarik tangannya dan kami pun makan bersama, tidak lama setelah itu, orang orang menjauhiku, yang selalu menyapa menjadi menjauh, tidak masalah, tapi itu mengganggu ku


"Huhu ini salahku," kenapa itu salahmu?


"Tidak Lili, ini bukan salahmu"


"Kau seharusnya tidak berteman denganku,"


"A-aku senangnya dengan Lili!!!" Ups aku berteriak

__ADS_1


"Be-benarkah?"


"Ya! Mereka tidak seru, menghabiskan waktu dengan banyak banyakkkkk sekali bicara, itu membosankan!" ya itu sangat membosankan


"Terimakasih Hanian"


"Aku janji kita akan selalu bersama selamanya"


"Hmm hmm" sepertinya sekarang sudah tenang


"Jangan sedih Lili" setelahnya, aku tidak tahu apa yang aku pikirkan, tapi aku menceritakan ini kepada temanku di kelas bahwa aku hanya ingin mengambil keuntungan, berkat itu aku mendapat lebih banyak teman, tapi hatiku merasa sakit, kenapa aku melakukan itu? Aku menyesalinya, aku mengumpulkan fakta fakta yang tidak menyenangkan tentangnya, itu membuatku merasa bersalah, dia ternyata dalam kesulitan, aku memutuskan untuk tidak bergaul dengan anak-anak itu. Dan hari hari bersama Lili, itu jadi terasa menyenangkan, normal dan indah, aku menikmatinya. Dan hari ini aku kembali menyapa Lili, sedang dihalaman rumah dengan beberapa buku, boneka dan camilan.


"Lili, hay"


"Hay!" Dia terlihat senang, bagus.


"Sepertinya kau sedang bersenang senang,"


"Tidak, ini... "


"Boleh aku bergabung?"


"Tentu saja!" Sikap malu-malunya membuat ku tertarik, apa aku bisa menggoda anak kecil ini? Dia kekanakan, tidak seperti ku yang dewasa, aku rasa aku tidak normal.


"Kau main boneka?"


"Ti, ah ya... " seperti ada keraguan, kenapa?


"Kau bisa membaca buku?"


"Tentu saja, aku kan sekolah" ohh dan banyak mengabsen, sungguh istriku teladan ya? sebenarnya kau tidak butuh itu, hanya dengan diam saja dirumah, uangmu akan mengalir.


"Bacakan satu untukku bisa?"


"Ah... "


"Kenapa Lili?"


"Aku malas membaca" oh bagus, istriku seorang pemalas, untung kau terlahir dikeluarga kaya, kalau tidak, jadi apa kau nanti?


"Baiklah, aku akan membacakannya untuk mu, kau mau?"


"Ya!" Semangat nya


"Lili, kau sangat imut"


"Ah apa?!" dia merona, manisnya!


"Kau tidak dengar hmm? Ku bilang Lili sangat imut"


"Ah baca saja bukunya!" Oh? Dia galak sekarang, perubahannya sangat cepat ya


"Kau tidak suka aku ya?"


"Ap, apa? Mana mungkin tidak suka"


"Kalau suka, tolong jangan marah padaku Lili"


"A-aku tidak marah!" Lebih baik kau marah, dan tunjukkan beberapa ekspresi lain yang tidak ku ketahui, itu akan lebih menarik well? Lalu setelah itu aku menerima panggilan, kakekku ingin melihat ku, dia sedang dalam masa sulit di rumah sakit, dia ingin bertemuku, agar tidak ada penyesalan aku harus pergi, ke luar negeri. Aku tidak berpamitan pada Lili, aku pikir aku akan segera kembali, tapi ibuku mengatakan...


"Hanian," kami sedang berada di pesawat


"Ya?"


"Rencana kita berubah, anak itu ditelantarkan ayahnya, itu tidak akan membuat kita mendapat ke untungan" apa maksudmu Bu?


"Jadi?"


"Kau tidak perlu menikah dengan nya" apa? Aku sudah siap dan inilah hasilnya? Aku tidak pernah berurusan dengan seorang gadis, Lili adalah yang pertama bagiku dan aku cukup menyukainya, kenapa jadi seperti ini?

__ADS_1


"Ya" aku yang selalu menurut, untuk pertama kalinya merasa sesak dan tidak nyaman, kau tahu Bu? Anak itu membutuhkan ku, dia sendirian di tengah anak beracun, aku khawatir. Lili bagaimana ini?


"Ibu sudah memutuskan sesuatu, kau akan tinggal disana dan sekolah disana," artinya aku akan tinggal sendirian lagi, dimana hanya ada kakek yang bisa aku kunjungi. Beberapa tahun kemudian di LA, sekolah disana, itu sudah hampir 5 tahun, aku tidak bisa melupakan Lili, sama sekali tidak bisa, itu menyiksaku.


__ADS_2