
Aku tahu ini sedikit gila, harusnya aku menahan perasaanku maka ini tidak akan terjadi, aku hendak pergi meninggalkan kelas, tapi guru sudah di depan pintu, kami duduk dengan tenang, tidak ada keributan didepan guru killer matematika.
"Ahhhh aku tidak bisa, otakku tidak sampai kesana!" keluh Jey, aku menatapnya dan kami bertemu pandang, dia langsung mengalihkan pandangan, rasanya tidak nyaman.
"Kenapa matematika? Apa ini penting?"
"Membuat depresi saja"
"Gilaaa" serta keluhan lainnya
"Lilian,"
"Dion? Kenapa?"
"Apa kau juga kesulitan?"
"Tentu saja haha,"
"Emm... Apa kau baik baik saja"
"Iya,"
"Ohh emm bisakah kita membicarakan tugas kimia kita?"
"Baiklah" Dion berhenti bertanya dan hanya tersenyum
...***...
Dikantin, aku duduk dengan Dion serta temannya yang tidak ku kenal. Tampaknya dia punya banyak teman, seperti Hanian dulu, apa Hanian juga masih berteman dengan banyak orang? Pasti dia punya banyak teman kan? Aku lihat Diana memandangi ku dengan sedih, tapi yang lain mengobrol seperti tidak terjadi apa-apa.
" Lilian, apa yang kau pikirkan?" tanyanya
"Ah tidak," aku menyantap makananku
"Kau tidak nyaman?"
"Bukan, bukan begitu,"
"Apa ini menyangkut teman temanmu?"
"Aku rasa sekarang kami tidak pantas dikatakan teman," aku sungguh terpuruk saat ini, rasa bersalah yang menghantui ini membuatku merasa buruk.
"Yeah, aku mendengarnya, tidak seharusnya kau berkata seperti itu,"
"Iya" aku menyesal
"Sepertinya kau memiliki masalah tersendiri,"
"Iya,"
"Maaf, harusnya aku tidak menyinggung itu,"
"Tidak masalah,"
"Lili," suara ini? Hanian!
"Hanian"
__ADS_1
"Aku melihatmu yang tidak enak dilihat," apa maksudnya aku jelek?? What?!
"Ap-apa maksudmu?" ahhh tambah sakit
"Kenapa wajahmu murung,"
"Ekhem,"
"Ohh kau temannya Lili?"
"Lili?"
"Lilian"
"Iya, kami berteman," aku dianggap teman?
"Ohh,"
"Duduklah Hanian, kau mau makan," tawarku
"Apa ini?"
"Kentang,"
"Kau kan tidak suka kentang," dia memakannya
"Jadi kau ingat,"
"Tentu saja, meski itu waktu yang singkat, kesannya tidak bisa dilupakan," hmm hatiku berbunga
"Duduk dulu," memang ya, Hanian selalu membuatku merasa lebih baik.
"Oh kau benar," dia pergi untuk memesan
"Dia teman mu?"
"Teman masa kecil"
"Ohh pantas saja terlihat dekat, tunggu! Hanian? Dia senior kita, aku sedikit lupa, biar ku ingat"
"Haha anak kelas 2"
"Ahhh anak yang... Ah apa iya senior yang itu?"
"Hmm apa?"
"Kau tidak tahu ya, disini tersebar bahwa senior Hanian itu anak yang menyeramkan,"
"Menyeramkan bagaimana?" Hanian itu tampan!
"Yah kau tahu? Seperti anak berandalan yang so jagoan,"
"Ah mana mungkin Hanianku begitu,"
"Hanianku?"
"Ma-maksudku Hanian yang ku kenal,"
__ADS_1
"Ohh benar juga, kakak tadi memiliki wajah tampan tidak menyeramkan dan dia terlihat ramah," benar, siapapun tahu Hanian itu tampan!
"Ya begitulah,"
"Hey, dia temanmu? Atau pacarmu?" tanya salah satu temannya
"Apa yang kau bicarakan? Kami hanya teman"
"Ohhh dia cukup cantik, bisakah aku... "
"Ah maaf," Hanian membawa makanannya dengan mata menyipit dan segera duduk disebelahku
"Hanian,"
"Kenapa kau bergaul dengan banyak laki-laki?"
"Apa? Aku dan Dion adalah partner kelompok kali ini,"
"Berdua?"
"Iya"
"Kenapa kau bersama laki-laki?"
"Ini karena nomor,"
"Kenapa tidak ditukar?" selanya
"Mana bisa begitu,"
"Ya harus bisa!" Kenapa dia khawatir berlebihan?
"Hmm sudahlah yang lalu biarlah berlalu, baru kali ini aku melihatmu disini,"
"Aku sibuk latihan,"
"Basket?"
"Yeah," dia terlihat kesal, apa terjadi sesuatu di teamnya?
"Hei kau menyela," orang yang tadi
"Apa? Memangnya kenapa?" Wah lihat Hanian, dia galak sekali, lucunya!!
"Aku ingin berkenalan dengannya," anak itu lumayan manis
"Apa maksudmu seperti berkencan?" Uhh cukup dingin, menggemaskan!
"Yeah, kau mengerti itu kan"
"Tidak, tidak boleh" ohhh dia kekanakan! ini cukup lucu.
"Apa?!!" dia berteriak
"He-hey, jangan seperti itu, dia senior kita," cegah Dion
"Mau dia senior ataupun guru apa haknya dia mengurusi gadis itu!" Ahh kepribadiannya tidak bagus, sayang sekali wajahnya hanya pajangan.
__ADS_1
"Berisikkk" Duakkk... Nampan makanan melayang ke arah pria menjengkelkan itu, dan itu karena
"Hanian?" Kau Hanian? Wajah marah Hanian begitu jelas, Hanian melempar makanan?!!!