
Setelah film selesai, kami makan bersama disebuah restoran. Akhir akhir ini aku jadi tahu, Abell suka makan, dia makan banyak dan lahap, tapi aku tidak tahu kemana perginya semua makanan itu, dia tidak menjadi lebih gemuk setelah menelan banyak banyak makanan, aku iri, sungguh.
"Ahh... Aku kenyang!" Kata Abell disusul dengan sendawa
"Sepertinya kau bayi babi adik ipar"
"Apa maksudmu?"
"Makan mu banyak sekali, tapi itu hal yang bagus, kau akan cepat tumbuh tinggi dan sehat"
"A-apa aku bisa cepat pergi ke sekolah yang sama dengan kakakku?"
"Bisa jadi" kata Hanian dengan menahan tawa
"Aku akan banyak makan lebih dari ini"
"Pfft... Itu bagus" hahhhh Hanian kau main main?
"Tidak Abell, ada yang membuat sisi negatif jika makan terlalu banyak"
"Apa itu?"
"Gemuk, penyakit, fisik lemah, emm apa lagi ya? Yeah pokonya, itu bisa terjadi jika suatu hal dilakukan berlebihan"
"Ohh" dia memikirkan nya, aku bisa menebak, dia akan membaca buku mengenai itu, dia memiliki rasa penasarannya yang kuat.
"Tidak apa-apa adik kecil, segemuk apapun aku akan tetap menyukaimu"
"Aku tidak butuh kau suka padaku, aku hanya suka kakak dan benci kau" ketusnya
"Ahaha... Kau akan mengubah kata katamu suatu saat nanti" kata Hanian dengan percaya diri
"Tidak akan pernah," kata Abell
"Hmm" aku menyimak kalian berdua
"Lili? Aku merasa kau diam saja"
"Hey jangan lihat belakang, kau sedang mengemudi"
"Ahh kenapa kau harus dibelakang? Aku jadi kesepian"
"Ampun kau ini sangat berlebihan,"
"Kakak"
"Abell kau merasa mual?"
"Ya, sedikit"
"Kalau begitu tidurlah, kau akan merasa lebih baik"
"Ah iya," dari matanya saja sudah terlihat bahwa dia sudah mengantuk, tidak butuh waktu lama, Abell terlelap.
"Ah malaikat kecilku" dia sangat lucu saat tidur
"Sepertinya kau sangat menyayanginya"
__ADS_1
"Tentu saja, " itu alami, spontan terjadi, tiba tiba aku sudah menyayangi nya saat bertemu, dan merasa ada suatu ikatan saat ayah bilang aku punya adik tiri.
"Aku sedikit iri, "
"Kenapa?"
"Kau lebih menyayangi adikmu, jika saja itu aku"
"Oh kau memilih jadi adikku? Bukan sebagai kekasih semacam itu?"
"Apa maksudmu kekasih semacam itu? Haha, aku juga bersyukur akulah pacarmu, aku bersyukur dengan adanya perasaan ini, sebenarnya ada hal yang tidak kau tahu, aku takut kau akan marah jika aku ceritakan"
"Apa itu? Katakan saja, aku tidak akan marah"
"Kau tahu aku mencintaimu saja sikapmu terkadang dingin dan cuek" itu karena aku menyembunyikan perasaanku yang sebenarnya!
"Apa lagi jika kau tahu aku tidak mencintaimu, kau pasti akan memalingkan wajahmu" lanjutnya
"Tidak, cinta tidak dapat dipaksa, jadi kenapa harus marah berlebihan begitu, jadi apa kau pernah membenci ku?" Tanyaku, dan aku berharap dia tidak pernah membenci ku
"Bukan benci, tapi tidak mempunyai perasaan apapun haha"
"Ahh itu waktu kecil kan? Wajarlah, itu kan masa kanak kanak"
"Haha benar, aku juga mengira begitu"
"Nah kan,"
"Tapi aku ingin jujur padamu, kelak jika ada kesalahpahaman aku tidak ingin kau langsung lari dan sembunyi, dulu aku banyak cerita mengenai perasaaku dengan bodohnya, beberapa orang tahu saat itu, jadi aku takut kau akan tahu sesuatu dari mereka, aku hanya ingin mengambil tindakan sekarang agar tidak menyesal"
"Hmm?"
"Apa itu masalah besar?"
"Ya, tolong ingat ini, saat ini aku tulus mencintaimu, aku benar-benar tidak punya niatan apapun selain membahagiakanmu Lili, ingat itu... " itu sangat tulus, terlihat jelas dia sudah menyukaiku seutuhnya.
"Emm ya" dan dia tersenyum lega
"Kita akan ambil jalur paling jauh, ceritanya mungkin sedikit panjang, bolehkah?"
"Lakukan saja Hanian"
"Jadi... "
...***...
#Memori Hanian
Aku seorang anak tunggal di keluarga besar Jefrey sebagai Hanian Jefrey, menjadi anak seorang gengster dan mengelola perusahaan QR di berbagai cabang dalam negeri sebagai CEO muda, faktanya keluarga kami masih belum sekuat keluarga lain tapi bukan berarti kami lemah, aku akan melakukan perkejaan besar dan merepotkan saat usiaku sudah cukup, lebih lagi itu hal kotor, aku tahu, tapi se benci apapun aku harus melakukannya. Saat usiaku 5 tahun, pernikahan politik itu biasa, aku juga telah mengetahuinya, lalu yang membuat ku menerima semua perintah dengan patuh karena, orang tuaku memberikan ku segala apa yang aku inginkan, dan mereka melimpahkan warisan kepada anak tunggalnya, tidak mungkin hanya karena tidak suka dengan pekerjaannya aku mau melepaskan dan memberikannya kepada orang lain, tidak, aku tahu yang mereka harapkan adalah anaknya yang menjadi penerus, apalagi anak yang sempurna lahir sebagai laki-laki.
"Hanian sayang," ibuku lembut dan aku merasakan kasih sayang nya, tidak ada salahnya dengan pernikahan yang dia atur, tapi dia bilang lebih baik dekati dulu gadis itu, agar dia tidak menolak untuk menikah nanti, dengan begitu pertunangan akan cepat terlaksanakan
"Ibu... "
"Kau bisa melakukan nya kan sayang? Kau selalu unggul dalam hal apapun"
"Iya ibu," dan aku hanya memegang keyakinan dalam hatiku, mereka semua melakukan itu untukku, maka itu cukup untuk mengubur ketidaksukaanku.
__ADS_1
"Targetnya gadis kecil itu," Liliana Rashley, aku harus menikahinya, demi memperkuat keluarga ku, keluarga Rashley sangat kuat, tidak mudah di taklukkan, apalagi ayahnya seperti bintang, tidak kenal ampun untuk sang pecundang, memiliki perusahaan diluar negeri dan dalam negeri, aku tidak tahu sebanyak apa itu, tapi aku tahu bahwa itu bercabang dan uangnya berlimpah, ayahnya seorang mafia yang paling ditakuti, untuk bernegosiasi mengenai pernikahan, aku yakin akan ditolak tanpa basi basi, maka dari itu ibu menyuruhku agar mencuri hatinya, maka itu akan sangat mudah.
"Mama... " Gadis itu selalu menangis di halaman rumah nya meminta ibunya ada disisinya
"Sepertinya dia anak yang cukup kesepian, kenapa itu terjadi?" Ah tidak masalah itu adalah keuntungan, aku harus fokus mengambil hatinya
"Mama... " tapi wajahnya akan kembali seperti semula seperti tidak terjadi apa-apa dan melanjutkan apa yang dia lakukan
"Aku ingin mama, " dan kembali murung dengan mudah, apa yang dia pikirkan? Aku penasaran
"Emm anu... " Aku ingin mengapa nya, tapi kenapa itu sulit?
"Siapa? Wahhh... " Apa? Dia seperti terpesona akan sesuatu, apa karena wajahku tampan?
"Rambutmu aku suka!" Oh? dia suka rambutku?
"Benarkah?"
"Ah maaf, kau siapa?" sekarang dia terlihat waspada
"Aku, Hanian. Aku, te-tetanggamu hihi" ah itu bohong, tapi sudahlah, aku harus beli rumah sekitar sini.
"Ohh,"
"Kau sendirian?"
"Ya" murung nya
"Aku akan menemanimu"
"Benarkah? Aku tidak main sesuatu yang menarik, aku kaku, aku tidak tahu apa-apa" apa maksudnya?
"Ahaha... Siapa namamu?" baik, mungkin perkenalkan dulu
"Liliana Rashley" malu malu, dia sangat lucu
"Lili, aku boleh panggil Lili?" Aku mencoba tersenyum untuk memikatnya, dari raut wajahnya, sepertinya dia suka, aku merasa ini akan mudah
"Berapa usia mu?"
"7?"
"Ahaha kenapa kau tanya aku?"
"Aku rasa 6" mungkin? aku tidak tahu
"Oh, aku 7 dan panggil aku Hanian"
"Kita teman?"
"Ah itu" mana mungkin, kau akan jadi istri ku kelak, ah aku jadi aneh karena usiaku, aku memikirkan pernikahan diusiaku yang ke 8 tahun, bukankah itu lucu?
"Bukan teman?" Sedihnya
"Tentu saja teman, tapi akan lebih dari itu ahaha... " sudahlah, berikan senyuman saja
"Apa maksudmu? Ah... Aku suka senyummu" rona merah di pipinya yang bulat
__ADS_1
"Hahaha itu sangat bagus" ini mudah, dia mudah di hadapi, dan sepertinya aku akan suka padanya, dia manis dan cantik, polos dan terlihat bodoh, aku suka itu, tapi bodoh, itu hanya khayalanku, aku tidak menghampirinya sama sekali, mungkin lain kali.