
Usai pertemuan itu, aku pulang sore, Abell di depan rumah menunggu, matanya sembab seperti habis menangis, dia lari memelukku, sungguh, aku terharu.
"Haha apa?"
"Kak, kau janji tidak akan meninggalkan ku kan?"
"Well, tapi ingat Abell, janji dimakan waktu"
"Apa maksudmu kak?"
"Aku bisa saja menikah, aku harus ikut suamiku, "
"Jika begitu, jangan menikah!"
"Enak saja, haha jangan berlebihan Abell" dia sangat lucu, saat usiaku sama sepertinya, aku tidak menangis untuk orang lain lagi, aku hanya menunggu
"Ayolah, kau menangis?" tanyaku
"Ah ya, ini perih... kurasa aku tidak sadar"
"Ayo masuk, kau lapar?"
"Aku takut kakak pergi, kau tahu itu bayangan yang menghantuiku, aku lelah jika itu benar"
"Ahh maaf, " itu bukan berlebihan, itu hanya karena kondisi psikologis, kami berdua memang membutuhkan perhatian secara psikologis.
"Kakak aku takut"
"Tidak Abell, kemana aku pergi? Aku tidak bisa meninggalkan mu"
"Kenapa air dimataku tidak berhenti?" Setelah itu dia tertidur di pangkuanku.
"Dia berat" aku rasa dia makan dengan baik
"Nona"
"Ya?"
"Panggilan dari nyonya"
"Oh"
" ... "
"Mam?"
"Halo sayang"
"Ada apa?"
"Mama merindukanmu"
"Hmm aku juga, jadi ada apa?"
"Kau tahu, ibu dan ayah menikah lagi"
"Tentu" aku sudah tahu, kita pernah membahas nya
"Jadi, minggu depan, ayah dan ibu akan menikah"
"Meriah?"
"Tidak, hanya kerabat dekat"
"Baiklah aku mendoakan kebahagiaan mu mam,"
"Terimakasih sayang"
"Itu bukan apa-apa"
"Tidak, terimakasih"
"Emm ya" entah kenapa aku senang mendengarnya
"Tinggal beberapa hari lagi, "
"Aku mendengar sesuatu" Abell terbangun
"Oh tidak, kau terbangun, tidur lah lagi"
"Kakak pasti pegal"
"Baiklah, tidur di kamarmu"
"Ahh sekarang aku lapar"
"Haha benar, ayo makan"
"Makan bersama" katanya dengan semangat
...***...
Keesokkan paginya, kami berangkat ke sekolah, pertama sarapan, dan akhirnya pergi.
"Bye, semoga hari mu menyenangkan Abell"
"Kakak juga" obat penenang adalah senyuman orang yang ku sayang, oke semangat! Aku bergegas ke kelasku, dan brukk... Aku menabrak seseorang
"M-maaf" ini salahku kan?
"Tidak masalah" oh dia tampan, dia tersenyum indah
"Sekali lagi maaf," dan aku pergi, terlihat masing-masing orang berkelompok, diantarnya ada teman temanku.
"Hey Lilian" sapa Jey
"Oh Liliana kau tahu tidak?" Tahu apa? Aku baru saja tiba
"Apa?"
"Ada anak baru, dia tampan dan keren"
"Aku punya Hanian" apa mungkin orang yang tidak sengaja aku tabrak tadi?
__ADS_1
"Haha ya, Hanian, yang galak itu" kata Luna
"Dia pernah kasar padamu?" Tanyaku
"Ya, tidak masalah, karena dia tampan"
"Kau suka dia?" Apa cemburu ku kentara?
"Tidak, dia milikmu, aku punya William" dia psikopat apa kau tahu?
"Ah aku tidak ingin merusak ekspetasi mu" gumamku
"Apa?"
"Tidak" dan pembelajaran pun di mulai, dan benar saja, anak yang di bicarakan mereka itu adalah dia.
"Aku Suzy Ra, panggil aku Suzy, terimakasih" oh benar benar dia, dia duduk di belakang Dion
"Astaga dia tampan!" diterima dengan baik
"Lihat kulitnya yang putih" karena disini wajah adalah segalanya
"Apa apaan sih para gadis ini" dan tidak mungkin semua orang menerimanya
Saat bel istirahat berbunyi, semua gadis langsung mendekatinya, memberi cemilan, bertanya ini itu, termasuk teman temanku kecuali aku dan Jey
"Hmm ayo ke kantin, yang ku tangkap tadi, namanya Suzy" kata Jey
"Yeah, ayo pergi" dia tidak penting
"Sayang!" Teriak Hanian
"Akhh apa kau tidak tahu malu?" Tapi itu membuatku senang
"Errr aku harus ke toilet" kata Jey, dia cukup peka.
"Haha maaf Jey"
"Yeah"
"Ayo sayang"
"Kenapa seperti nya kau manja sekali?" suaranya kekanakan
"Aku rindu setengah mati"
"Hahhh ayo makan" dia berlebihan sekali, tapi dengan wajah manisnya, aku tidak akan bosan.
"Hanian, aku ingin kau datang ke acara pernikahan ibu dan ayahku"
"Mereka menikah lagi?"
"Haha yeah"
"Baiklah, jangan sampai kalah cantik"
"Haha jangan bercanda Hanian"
"Aku serius" Bruk...
"Suzy?"
"Ah ya kita sekelas ya, tapi ini bukan waktu nya berkenalan, aku pergi dulu" dia terlihat terburu buru
"Bajingan itu,"
"Jangan marah Hanian, lagian aku yang menabrak nya duluan, sekarang itu impas"
"Ada apa dengan kalian?"
"Haha Hanian, singkirkan tatapan itu, kau mencurigai ku?"
"Tidak"
"Matamu menyipit bodoh!"
"Tidak, aku hanya berpikir"
"Berpikir apa?"
"Bagiamana caranya agar Liliku tetap aman"
"Haha kau seperti orang gila"
"Aku jadi gila karena mu"
"Hentikan Hanian, kau membuatku tertawa"
"Aku serius" dia sedang serius, tapi justru itu, Hanian sangat lucu jika sedang serius
"Ayolah, cepat pesan"
"Serahkan padaku, duduklah dulu"
"Tidak, aku menunggu mu"
"Hah baiklah Lili" haha dia sangat lucu hari ini, dan kami makan bersama. Ponsel Hanian berdering
"Angkat Hanian, kenapa kau biarkan?"
"Aku sudah paham maksudnya"
"Angkat, kau tidak tahu itu bisa sepenting apa"
"Hmm pengganggu, baiklah aku permisi sebentar"
"Ya" beberapa menit kemudian
"Hai" siapa?
" ... "
"Ini aku, " dia membuka tudungnya
__ADS_1
"Ohh Suzy, kenapa kau disini"
"Emm aku sedikit terganggu, apa ada tempat sepi disini?"
"Yeahh" aku berpikir, dimana kah tempat sepi itu
"Hmm? Dimana?"
"Atap"
"Benarkah? Tidak ada orang disana?"
"Ya"
"Bisa kau antar aku?"
"Tidak, "
"Kenapa?" Ah ya ampun tolong pergilah
"Ekhemm... Hanian" Hanian mengepalkan tangan
"Ah pacarmu, baiklah terima kasih" dia segera pergi
"Yeah"
"Ada apa dengannya?"
"Dia bertanya apa ada tempat sepi disini"
"Ha? Kenapa dia bertanya padamu?" Dia terlihat sangat marah
"Yeah mungkin hanya aku yang terlihat tidak tertarik pada nya"
"Benarkah?"
"Ya Hanian" cukup Hanian, cemburumu sia sia
"Kau tahu? Aku bisa saja memberikan beberapa pukulan padanya, tapi aku tahu kau tidak menyukainya"
"Aku senang kau paham Hanian"
"Tentu saja"
"Ayo makan" kataku
"Baiklah"
" ... "
"Tapi apa kau tahu Lili?"
"Apa?"
"Di kelasku juga ada murid baru"
"Seorang gadis?"
"Yes"
" ... " Menyebalkan mendengar itu darinya
"Haha Lili wajahmu mudah di tebak"
"Kau tertarik padanya?"
"Ha? Kenapa kau bilang begitu, dia sangat brengsek dan itu memuakan" itu cukup kasar untuk ditunjukkan kepada seorang gadis, tapi aku lega dia tak menyukainya
"Apa? Kau seperti membencinya, kenapa?"
"Karena dia menggodaku, dan itu menjijikkan" menjijikkan? Aku setuju Hanian.
"Hah jangan terlalu membenci"
"Aku membencinya"
"Itu akan berubah jadi cinta"
"Tidak akan Lili"
"Cinta dan benci itu tidak jauh berbeda"
"Sudahlah, aku malas membahasnya, bagaimana jika kita buat rencana sore ini"
"Tidak Hanian" aku punya janji dengan adikku
"Ahh adikmu itu?"
"Oh kau tahu itu ya"
"Bagiamana aku menaklukan adik ipar?" Dia berpikir keras
"Haha itu terdengar seperti lelucon"
"Tidak Lili, ini cukup serius untuk ditangani"
"Haha kalian berdua sangat lucu"
"Hmm seperti nya kau terhibur karena itu"
"Yeah aku akui"
...***...
Ohh supirku pasti menjemput Abell, Hanian juga punya urusan, aku menjadi orang yang tidak sabaran untuk menunggu. Tiba tiba saja ada mobil berhenti di hadapan ku, ada apa? Parkiran sedang sepi.
"Nona Liliana Rashley" apa ini kerjaan Hanian?
"Kau, diperintahkan Hanian?"
"Ya" ahh aku harus memastikan nya
" ... " Aku hendak menelpon nya
__ADS_1
"Tidak, kali ini" dia membekap ku, dan ini bius, aku kehilangan kesadaran ku.