Married To My Childhood Friend

Married To My Childhood Friend
Eps.05 Kencan 2


__ADS_3

Benar, aku rasa dia memang selalu memperdulikanku sebagai orang yang dia sayang seperti seorang adik, dia sama sekali tidak tertarik padaku.


"Lili? Hey Lili? Lili? Hey kenapa?"


"Ah oh?" aku termenung


"Hahhh rasa apa?" dia sampai menghela nafas panjang


"Apa? Oh coklat,"


"Kenapa kau masih saja memikirkan hal lain? Aku berharap disini kau bisa melepaskan beban pikiranmu sejenak, karena kau tidak mau cerita padaku, dulu masalah apapun kau selalu memberi tahuku, apa kau tidak percaya lagi padaku?" suaranya terdengar sedih


"Bukan begitu, aku memang tidak apa apa kok,"


" Baiklah," dia tidak memaksa ingin tahu


"Kenapa kita kepantai?"


"Liburan"


"Hmm"


"Kenapa?" tanyanya


"Tidak ada"


"Kau mau kembali ke vila? kau lapar?"


"Tidak, disini saja"


"Mau main sesuatu? Apa kau bosan?"


"Hanian diamlah" kau membuatku mati gaya


"Oh? Lilian!" Jey?


"Kenapa kau ada disini?" tanyaku


"Aku juga sedang liburan, siapa orang tampan yang disampingmu itu" senyum jahilnya lihatlah anak ini astaga


"Tem... " suami masa depan


"Oh Lilian!" timpal Diana


"Satu lagi ternyata, atau masih ada?"


"Tidak, kami hanya berdua, dan?" dia mempertanyakan Hanian


"Temanku, Hanian" dan Hanian mengangguk sambil tersenyum, aku takut itu adalah godaan ukhh sial pasti mereka terpesona

__ADS_1


"Ouhh ternyata kau punya pacar" celetuk Diana membuatku berharap itulah kenyataannya


"Ouhh kau tuli ternyata" aku meniru nada bicaranya


"Hihi ayo Diana,"


"Hihi ayooo, sampai nanti Lilian" akhh salah paham yang ingin ku jadikan kenyataan!!


"Tunggu, kalian salah paham! maafkan aku Hanian," kudapati dia tersenyum hangat, iya aku menyukai senyummu, tapi kali ini senyum karena apa?


"Kenapa Hanian? Kau sudah jadi gila?"


" Tidak, aku hanya senang ternyata kau punya teman,"


"Yeahh aku juga cukup senang," aku sungguh sungguh mengatakan itu


"Baguslah, sekarang kekhawatiranku berkurang, aku selalu mengharapkan kebahagiaanmu" itu mudah Hanian, cukup jamin aku menikah denganmu aku pasti akan sangat bahagia.


"Kau tidak perlu memikirkan itu bodoh,"


"Apa? kau bilang aku bodoh?" terkejut


"Haha benar"


"Wah kasar sekali" dia mencubit pipiku


"Sakit bodoh! dasar rambut gulali!!"


"Iya kau gulali bodoh,"


"Gulali itu manis"


"Aku bilang bodoh ya bodoh!"


"Sedihnya," ha dia mengejek


"Ice nya meleleh,"


"Segera habis kan," katanya


"Tidak " aku membuangnya


"Hey itu kan aku yang beli," maaf Hanian, meski aku menyukaimu, entah kenapa sikapku berlawanan, bodohnya aku tidak mengerti apa yang terjadi.


"Kenapa? Kau merasa rugi?" ohh hentikan Lili


"Tidak, kenapa sekarang kau tidak semanis dulu," oh tidak, dia sepertinya sedih


"Maaf,"

__ADS_1


"Selama aku tidak ada, apa saja yang sudah terjadi?"


"Maaf Hanian,"


"Aku ingin tahu, sudahlah lupakan, aku ingin pergi ke toilet dulu, tunggu ya.. " meski ada kesedihan di setiap katanya, dia selalu tersenyum.


"Iya," Dia pasti kecewa


" Oh bodohnya aku, kenapa aku tidak bisa lebih hangat," tanpa sadar aku meneteskan air mata, dan ini sangat memalukan


...***...


Tidak lama kemudian, Hanian datang dengan wajah seperti tidak terjadi apa-apa, aku semakin merasa bersalah.


"Kau tahu Lili, ibu dan ayah tahu kau ada disini, mereka ingin melihatmu, apa kau mau menemui mereka?"


"Hmm tentu saja," Dulu keluarganya sangat hangat padaku, mungkin iba karena nasibku? yang selalu sendirian saat ibuku pergi, yang selalu sendirian tanpa kehadiran seorang ayah, yang selalu sendirian tanpa adanya teman.


"Aku serius,"


"Aku juga, kenapa tidak? mereka adalah orang yang aku rindukan,"


"Aku?"


"Aku apa?"


"Kau tidak rindu padaku?"


"Tidak" aku bohong


"Apa? Kenapa tidak?"


"Aku lupa padamu"


"Benar-benar menjengkelkan" gerutunya


"Rinduku padamu itu berbeda Hanian,"


"Eh? Apa?"


"Bukan apa-apa"


"Aku tidak begitu dengar, tadi kau bilang apa?"


"Aku tidak tahu"


"Kau rindu padaku"


"Berisik!"

__ADS_1


"Hahaha... " Hanian bisakah kita menjalin hubungan bukan sekedar teman masa kecil?


__ADS_2