
Aku pernah berteman, kau tahu apa yang terjadi? Rasanya itu terlihat palsu, bagaimana aku menilainya? Tentu dengan apa yang kulihat dan rasakan. Bagiamana mereka menganggapku hanya karena aku dapat memberikan sesuatu seperti nilai uang, kemudian teralihkan karena aku tidak memberikan apa yang mereka inginkan, jelas aku tahu maksud mereka mendekatiku, dan jelas ini berbeda dengan yang sekarang ku rasa.
"Kenapa ribut sekali?" aku sudah bergabung di group chat mereka, mereka memaksa dan sejujurnya aku sedikit merasa senang karena ini.
'Kalian sudah tahu kan?' tanya Diana
'Tentang apa?' tanya Jey
'Pertandingan basket hihi' kata Diana
'Tentu saja'
'Kita tahu kecuali Lilian'
'Haha benar' sepakat Jey
'Ya benar' balasku
'Lilian bergabung!!" aku membayangkan mereka ribut tak karuan
'wah akhirnya dia muncul juga hahaha' dan senang yang tidak seharusnya? Aku menutup ponselku lalu tersenyum, betapa menggelikan dan hangatnya, malam ini aku merasa tidak kesepian. Oh tunggu, aku melupakan seseorang, si rambut gulali!!! Coba kita lihat
'Lilian'
'Hey coba tebak!' oh ini chat sore tadi, kenapaaaa tidak membuka pesan nya dasar bodoh Lilian!
'Aku tidak mau menebak' balasku
'Coba sekali' eh apa? dia langsung menjawab
'Kau dapat undian?'
'Kau payah dalam menebak haha'
'Yaya cepat katakan ada apa?'
'Aku ikut pertandingan basket, meski hanya menjadi pemain cadangan sih hehe" apa ini? Itu bagus!
__ADS_1
'Ya, lalu?' yeah aku tahu, aku tidak begitu menunjukkan aku menyukainya
'Hey kau memberikanku ucapan selamat?' dia mengirim emoticon sad, ini lucu sekali, dia memintaku menyemangatinya? Kenapa aku jadi berdebar? Bagaimana ini? Bagaimana?
'Oh benar, tapi pertandingan masih belum dimulai kau bukan pemenang' kataku
'Kau benar-benar,'
'Sudahlah, aku ingin kau menyemangatiku' perintahnya
'Baiklah' ahh mengesalkan, kenapa aku begitu dingin kepada orang yang aku sukai???
'Kadang aku merasa kau tidak menyukai ku' apa? dia gila ya.
'Benar'
...'Ah dasar' aku tidak tahu lagi harus apa, aku menyukainya tapi tidak bisa mengungkapkannya, semakin menyebalkan....
...***...
Suara jam beker berdering nyaring, dan kudapati sudah jam tujuh pagi.
"Ya? Siapa?" tanyaku lemah
"Ayo bangun tukang tidur,"
" Oh kau, siapa?"
"Jangan bercanda, aku sudah ada di depan rumahmu" apa? Haa kau pasti bercanda, tapi aku berharap itu bukan kebohongan
"Oh hey aku sedang tidak ada dirumah,"
"Bibi bilang kau masih bermimpi"
"Heh apa maksudnya itu," aku tersenyum
"Apa aku harus pulang sekarang?" jangan!!!
__ADS_1
"Ya haha"
"Jahat sekali ya,"
"Tunggu 5 menit" secepatnya aku mengurus diriku sendiri, untuk menemui si rambut gulali, aku terburu buru turun menuruni tangga dengan berlari. Oh keseimbangan ku?
"Akhhhh..." kurasa aku akan jatuh... Plukk
"Oh?" tidak sakit
"Berhasil" kulihat wajahnya tersenyum
"Apa yang?"
"Berhati hatilah Lili," sekarang wajahnya terlihat marah
"Ah iya iya terimakasih," aku berada di pelukannya, ahh jantungku
"Aku serius Lili" dia masih marah, dan sayangnya melepaskan pelukannya
"Lalu, ada urusan apa?"
"Weekend ini, aku ingin mengajakmu keluar, aku yakin kau bosen jika selalu di rumah,"
"Tidak kok" bosan sekali
"Ayo kau tidak pandai berbohong,"
"Tunggu, kita mau kemana?"
"Hmmm aku juga tidak tahu"
"Apa itu?" cemberut
"Kau ikuti kemana aku melangkah saja haha, ayo" dia mendorong badanku untuk segera bergegas.
"Apa ini akan menyenangkan?"
__ADS_1
"Sangat, dan aku berharap kau menyukainya" ahhh ini kencan kan? Hatiku, tidak kau harus kuat nak!!