
Selesai makan, aku segera menemui adikku dalam kelasnya, maksudku dia bersama guru privat nya. Aku bergegas cepat ingin segera menemui nya dan ingin tahu apa reaksinya.
" Abell..." aku membuka pintu yang mana ruangan itu selalu digunakan untuk belajar, dan kau tahu aku masih belum terbiasa seseorang mengikutiku, mereka pria berjas hitam, sangat patuh bak robot.
"Kakak?" dia terkejut aku datang, sedangkan aku terkejut melihat beberapa senjata ditangannya
" ... " kenapa itu membuatku tidak nyaman?!
"Ah... " dia menjatuhkan senjatanya
"Tuan muda?" tanya guru privat bingung dengan wajah garang, dia pria yang terlihat begitu sangar
"Ah aku, aku harus mempelajari ini," dia gugup
"Sepertinya kau akan baik baik saja, seharusnya aku tidak usah khawatir" ah kepalaku, rasanya mual, aku tidak suka karena itu tidak sesuai dengan umurnya
"Kakak... "
"Aku mohon tinggalkan kami berdua," mereka menerima perintah dengan baik dan patuh.
"Kakak apa kau tidak suka?"
"Tentu saja"
"Tapi aku harus melakukan ini" dia terlihat sedih
"Ya"
"Kau takut padaku karena aku berurusan dengan senjata?" cemasnya
"Iya" kau hanya akan mendengar kebenaran dan keberatannya aku melihat kau tumbuh tidak normal, seperti aku.
"Aku tidak akan pernah menyakiti kakak! Aku bersumpah hanya ingin melindungi kakak!"
"Aku tidak butuh"
"Kakak seharusnya tidak melihat ini!" Gumamnya
"???"
"Maafkan aku kakak... "
"Yeah asalkan skillmu tidak ditunjukkan sembarangan" aku yakin dia sudah punya skill
"Meski dalam bahaya"
"Bacalah situasi adikku, pilihan terbaik harus kau pikirkan"
"Ah baik, itu ya tentu saja" dia kelihatan lega
"Apa aku pernah bilang sebelumnya bahwa itu tidak harus dilakukan?"
"Tidak tuh" oh ternyata selama ini aku bicara dengan pikiranku
"Ah baiklah, aku ceroboh, "
"Kakak duduklah"
"Hmm"
"Kenapa kakak kesini?"
"Tidak boleh?"
"Tentu saja boleh! Aku malah ingin selalu bersama kakak!"
"Emm aku ingin betanya"
"Ya? Apa itu?" ohh matanya bersinar, mata kekanakan yang imut!
"Kenapa kau waspada? Padaku sebelumnya,"
"Ah anu,"
"Jujur saja"
"Ak-aku benci orang dirumah ini"
"Kenapa? Apa ada yang menggangu mu?"
"Ah itu, aku yang selalu membuat masalah" apa dia berkata jujur?
"Jika adikku tidak jujur, akan ada banyak perasaan benciku padamu," itu bohong hehe
"Ahh ya ya aku jujur, aku hanya tidak biasa dengan tatapan mu, kau cantik dan menarik, tatapan yang berbeda bahkan lebih baik dari tatapan ibuku, itu membuat ku nyaman, aku sungguh senang punya perasaan itu," ah apakah ada sesuatu yang salah lagi?
"Kenapa dengan tatapan mereka?"
"Ah itu, dingin, merendahkan, dan ya aku tidak yakin, tapi aku rasa begitu"
"Hmm"
"Kakak aku sangat jujur?" teriaknya dengan ragu
"Benar kau tidak membenciku?"
__ADS_1
"Tidak akan pernah"
"Benarkah?"
"Ya! Ini memang aneh, tapi aku sangat sangat sangaaaaatt senang bila kakak ada disisiku!! Aku jujur!" ahaha ini sangat lucu, menggemaskan
"Hahaha maukah kau tinggal bersamaku? Di rumahku? Yang kecil tidak sebesar ini"
"A-apa maksudmu kak? Aku meninggalkan tempat ini?" oh reaksinya membuatku puas
"Benar, kau tidak suka?"
"Aku mau, tapi... "
"Sangat mudah meminta itu, aku hanya ingin tahu pendapatmu"
"Aku ingin tinggal bersama mu kak!"
"Pilihan yang tepat adikku" jadi setelah nya, tanpa sbcdefgh lagi, kami pergi menuju rumah ku, kediaman kecil ku yang sunyi. Dan tidak di duga
"Hueee... " adikku mabuk kendaraan, ini jadi memakan waktu cukup lama hahhh.
"Apa kau baik-baik saja?"
"Ah aku tidak yakin,"
"Kau akan terbiasa, rendahkan AC nya!"
"Baik nona" aku juga tidak berpikir semua akan benar-benar berjalan mulus, satu hal yang pasti, selalu ada gangguan yang tak terduga, ah perjalanan sialan! Aku sangat pegal.
...***...
Kami sampai tepat tengah malam, supirku sudah lelah begitu pun aku.
"Hoammm... nona kita sudah sampai"
" ... "
"Nona bangun"
"Hmmm? Ya" aku melihat disebelah ku ada adikku yang manis tengah tertidur
"Aku tidak tega membangunkannya, "
" ... " akhirnya pak Andi yang menggendong nya, lalu setelah itu semua orang beristirahat.
" ... " Pagi telah tiba, mataku berat namun tetap ku paksa bangun, aku harus bangun!
"Ah aku kurang tidur," aku melihat sedikit lingkaran hitam, itu mengganggu, well.
"Kakak!" oh itu suara Abell, kenapa pagi pagi sudah berisik?
"K-kakak, kupikir aku sendirian," dia merasa lega sekarang
"Mulai sekarang itu menjadi kamar Abell, jika ada yang kurang, katakan padaku ya, mandi dulu,"
"Aku tidak punya pakaian lain," oh iya aku melupakan itu, aku segera menelpon pak Andi untuk membelikan baju
"Ya kaus dan celana saja," aku akan ke mall nanti bersama Abell
"Pak Andi akan mengurus pakaian mu, jadi bersiaplah, kita akan berangkat ke sekolah ku"
"Ah baik aku mengerti kak,"
"Bagus" lalu beberapa menit kemudian, kami pergi ke meja makan untuk sarapan
"Abell kemari, kita sarapan dulu"
"Ah iya" teriaknya
" ... "
"Kakak? Apa ini bagus untukku?"
"Ohh lucunya, kaus berwarna biru, aku suka warna biru," karena itu secerah langit
"Benarkah?"
"Ya, mari kita makan dulu, "
"Baik" oh dia ceria sekarang, apa dia senang karena baju barunya? Ahaha kita akan beli lebih nanti, aku baru saja mendapatkan black card. Seperti mimpi.
"Ayo naik, "
"Mmm" kami segera berangkat, ada beberapa spanduk dan hiasan lainnya, itu pasti berkat OSIS. Tidak lama aku mencari teman temanku, mereka terkesan melihat adikku
"Wow dia sangat lucu" kata Diana
"Dan tampan" Luna
"Ah mau tampan atau tidak, anak anak selalu menyebalkan," kecuali Jey, tampaknya ada sesuatu yang membuatnya tidak senang pada anak kecil
"A-aku tidak akan nakal,"
"Haha Jey hanya bercanda," Abell menepis sentuhan Diana
__ADS_1
"Oh?"
"Aku tidak suka disentuh,"
"Kalau begitu kau harus minta maaf" kataku
"Ma-maaf, tolong mengerti lah"
"Ayaa sudahlah tidak apa, bukan masalah"
"Terimakasih"
"Ah Lilian, bukankah dia sedikit aneh?" tanya Diana dengan bisikan
"Dia hanya tidak terbiasa" aku akan mengubah nya.
"Kakak, kau marah?"
"Tidak, aku senang kau jujur" jadi aku bisa tahu apa yang harus diperbaiki
"Ayo sebentar lagi pertandingan akan dimulai! Pertandingan basket dan lomba lari di waktu yang sama"
"Aku memilih basket" kataku
"Baiklah ayo pergi bersama"
Let's go" baik, kami pergi kesana dan pertandingan sebentar lagi di mulai, aku menghampiri Hanian untuk menyemangatinya
"Jangan sampai jatuh kau akan malu," aku ingin menyemangatinya! Tapi kenapa yang keluar adalah omong kosong?
"Ahaha Lili kau menyemangatiku kan?"
"Kau bisa lihat"
"Terimakasih"
"Dia adikmu? Kenapa dia dibelakangmu?"
"Ah mungkin dia malu, Abell sapa Hanian"
"Halo... "
"Ah"
"Kenapa?"
"Suaranya terdengar familiar, "
"Ayo tunjukkan dirimu Abell"
"Ahh iya" ragu tapi pasti, wajah Abell yang imut menarik perhatian Hanian, dia melongo seperti orang gila.
"Sangat lucu kan? Ah Abell jangan tunjukan wajah seperti itu," kenapa dia sinis?
"Ahahaha dia, sangat lucu,"
"Kak dia pacar mu?"
"Ah emm yeah," aku malu! Bagaimana jika semua orang dengar?!
"Putus saja dengannya kak"
"Hey adik kecil,"
"Aku bukan adik kecil"
"Jangan sembarang ya" Hanian kesal, jaga ekspresi mu Hanian!
"Apa? Kenapa? Kau tidak suka Hanian?"
"Ya" jawaban yang cepat
"Jangan dengarkan dia Lili"
"Oh ayolah, kalian harus berteman baik"
"Tidak!" oh kompak sekali
"Kalian sangat serasi"
"Ah kakak tidak mungkin,"
"Aku ingin Abell baik baik dengannya bisa?"
"Itu, sedikit"
"Hmm?"
"Ba-baiklah!"
"Kau juga Hanian, tolong ramah pada adikku"
"Ya, aku tidak menyangka dia adalah adikmu"
"Kalian sepertinya sudah saling kenal?"
__ADS_1
"Kami pernah bertemu,"
"Ohh kalau begitu kalian harus berteman" ahh kenapa dua orang ini seperti tidak sinkron, lupakan ini hanya masalah waktu.