
"Tuan muda."
Samar-samar, ia mendengar Delia sedang mengucapkan kata-kata menggelitik dari buku komik.
"Tidak... Saya bersumpah bahwa hanya Tuan Muda lah yang ada di hati saya."
Yang lebih mengejutkan adalah ekspresi wajah Delia -- seperti tokoh utama wanita komik. Tersenyum mengembang seperti gadis kasmaran. Din jadi gemas dan mencubit kedua pipi Delia, "Lagi cosplay jadi cewek kawaii?"
Pipi Delia mengembung dan bibirnya terlihat seperti ikan kembung, "Hahaha! Sayang, kamu mirip ikan kembung."
Din tertawa terpingkal sementara Delia menatapnya sebal.
"Duh, gemas sekali, utututu... Istriku."
Pukul delapan pagi dan mereka masih bercanda gurau di ranjang kamar. Tidak seperti pasangan suami-istri lain yang sibuk sejak pagi memulai hari. Mereka adalah pasangan santai yang tidak akan cemas dengan isi ATM.
Dret... Dret... Dret
Delia mengecek ponselnya. Din mengirimkan sejumlah uang dengan catatan menyentuh hati. "Untuk nafkah istriku. Selamat belanja bulanan, Sayang."
"Hem. Terima kasih banyak, Suamik." Balas Delia dengan cepat meskipun mereka sedang duduk bersebelahan.
"Aku sayang banget sama kamu, Sayangku. Good morning istri aku tercintah, mwaaah."
Membaca pesan terakhir suaminya, ia merasa hampir gila. Kelakuan Din mulai absurd. Ia sering mengirim pesan-pesan lebay terkadang ia menyisipkan foto selfie.
"Siang istriku, kamu jangan lupa makan siang ya, Sayangku. Aku lagi terjebak rapat degan tim editor. Jangan lupa buat bobo siang. Aku sayang banget banget sama kamu."
Geli sendiri semenjak dua hari mendapatkan pesan-pesan gila dari suami sendiri. Delia pun mengunggah tulisan dan meminta warganet untuk memberi solusi cepat.
"Gue seorang istri yang sedang bingung. Dua hari ini suami gue mulai kehilangan kewarasan. Dia bukanlah orang romantis, dia juga bukan tipe orang yang akan lebay kalau chat. Tiba-tiba dua hari ini, dia semakin bar-bar. Setiap kali gabut, dia mengirimkan banyak pesan ungkapan sayangnya, cintanya, pokoknya panjang deh kaya anak ABG kasmaran meski tanpa emot padahal kami duduk sebelahan. Yang lebih mengejutkan lagi, setiap malam dia transfer uang ke gue, kalau dikumpulin dua hari ini dia udah kirim uang setengah milyar. Mohon solusi atau info jasa pengusir hantu terdekat guys😭... "
Hanya beberapa menit, balasan dari warganet membuat Delia semakin terharu.
itsmekimtaehyungwife (Warganet 1)
Mbak, kamu sangat beruntung itu. Dapetin suami tajir, humoris dan bucins. Congrates!
Allaboutlove (Warganet 2)
Nikmat mana lagi yang kamu dustakan, Mbak?😍
bukanpriatamvan (Warganet 3)
__ADS_1
Cowok kalau udah ketemu pawang jangankan setengah milyar uang, bahkan puluhan truk bisa dipindah waris langsung!
mantanjaehyunnct (Warganet 4)
Seperti kisah novel komedi romantis pliss... Mbaknya lucky abiz! Btw, i think, Mbak yang bingung pasti secantik peri sehingga suaminya sebucin itu ea ea ea~
Humorkugagal (Warganet 5)
Suami mbak lagi parodi chat selebriti yang kepergok selingkuh itu, humornya nyampe buat crazy rich ternyata🤣
Takichanhensem(Warganet 6)
Kok mirip junior gue yang sedang mulai gila karena jatuh cinta sembari membaca berita perselingkuhan dua hari lalu? Inisial D pokoknya, mah, uang bukan kecemasan.
Delia membaca komentar sambil berguling-guling di ranjang dan komentar terakhir sepertinya dari senior di tempat kerja Din. Delia mengecek foto unggahannya bersama Din dan seorang pekerja bangunan yang mengenakan kaos cat tembok.
"Anjir, kaosnya mirip punya gue." Delia menatap kaos yang ia kenakan.
...****************...
Delia dan Saras mengantar Mark mengantarkan Mark menuju bandara. Mereka mungkin belum lama saling mengenal, tapi Mark, seorang teman yang dapat diandalkan. Terkadang, Saras pun berkonsultasi cinta dengan Mark.
"Terima kasih banyak selama ini."
Delia menjabat tangan Mark, "Terima kasih juga pernah mengisi ruang hatiku dulu, terima kasih telah menjadi teman baikku, Mark. Sampai jumpa."
"Oke, Mark. Kami pasti akan mengunjungimu di Swiss," ucap Saras.
Mark melambaikan tangan dan mulai berjalan menjauhi mereka. Ada perasaan cemas yang beberapa bulan ia rasakan. Ditinggal menikah memberinya rasa getir. Tetapi, ia bukan pendendam. Ia tetap menghormati Delia.
"Selamat tinggal, orang yang paling kusukai di dunia."
Ia sudah duduk di kursi pesawat, sesekali menatap jendela pesawat. Awan putih yang indah di tengah langit biru merupakan kombinasi alam semesta yang elok.
"Kamu masih memikirkan gadis itu, Mark?'' tanya seseorang di sebelah kursi Mark.
Mark mengangguk, "Selamanya. Aku akan terus mengingatnya."
Lelaki berambut blonde itu malas mendengar kisah romantis sahabatnya. Bisa-bisanya, seorang Mark mengalah dan memilih jalan klise -- mencintai dalam diam.
"Cantik, kan?" Mark menunjukan foto Delia saat makan pizza. Sebenarnya, ia diam-diam memotret Delia. "Kamu pun bisa jatuh cinta kalau mengenalnya. Delia... bagiku seperti seorang peri."
"Dongeng ini membosankan, aku akan tidur. Bye."
__ADS_1
Mark menyikut bahu sahabat baiknya. Meski sudah mengenal sejak kecil. Aiden tidak terlalu tertarik dengan percintaan setelah patah hati di masa kuliah.
"Kamu pun masih merasakan sakit hati dengannya?" tanya Mark.
Aiden menggangguk, "Tentu. Aku bahkan memblokirnya. Hehe."
Mark tertawa kecil.
"Apa dia tahu pekerjaan aslimu, Mark?"
"Aku tidak pernah memberitahunya. Aku hanya bilang alasanku pulang untuk melanjutkan S3."
Aiden ingin sekali menjitak Mark, tetapi ia urungkan. Membayangkan Mark datang ke pernikahan gadis yang ia sukai dan berpura-pura rela itu adalah sakit hati level tertinggi.
"Tadi kenapa kamu diam saat melihat dua orang itu? Kamu mengenalnya?" tanya Aiden penasaran.
Sejak berpisah arah dengan Delia. Mark langsung mencari Aiden di kedai kopi sesuai pesan janjian.
"Dia... " gumam Mark. Ia melihat suami Delia bersama seorang gadis muda. Mark lalu merapatkan kembali maskernya.
"Hei, Gecko!" gadis tersebut merangkulnya dengan nyaman, "Mana pelukan sambutan untuk gue?"
Din menurut lalu memeluknya, "Welcome home, Odette."
"Lama nggak pulang, jadi kangen banyak hal di Indonesia."
Din membawakan kopernya, mereka juga duduk dan minum kopi di tempat yang sama dengan Mark.
"Nikmatnya es amerikano... " gadis tersebut melihat sekitar. Ada seseorang yang mencuri perhatiannya.
"Kenapa lo?'' tanya Din.
"Itu pria asing yang nggak pakai masker di depan kita, gila, ganteng banget!" Odette hampir pingsan karena baru pertama melihat orang yang dapat menyaingi paras Din.
Din ikut memperhatikan mulai dari sepatu, jam tangan dan pakaian. "Ya, dia nggak buruk. Selera lo emang bule, Det."
"Gue baru saja mentotal outfit bandara dia, kira-kira dua milyar lebih!" Odette antusias. Bagaimana bisa, ia bertemu sosok pangeran tampan.
"Dia pakai jam Role*x terbaru, ya? Tapi sneakers dia itu seperti custom, kan?" Din malah tertarik dengan sepatu yang terlihat terbatas itu.
"Gue sedih denger kabar pernikahan lo... " tiba-tiba raut wajah Odette berubah. Ia gagal mengalihkan perhatian.
"Kok sedih?" tanya Din dengan nada biasa.
__ADS_1
"Lo jahat banget, Din.''
Bersambung...