
Dan di situlah om abi melihat mereka saat mereka hendak pergi dan segera ia mengikutinya sehingga pada akhirny abi pun sudah sampai ditempat tujuan dan segeralah dia pun melaporkan polisi dengan kasus ini apalagi sabotase dengan anak kecil seperti endin yg terbaring ke rumah sakit dan akhirnya ia pun langsung menelpon polisi sebegai penculikan anak kecil apalagi ia akhirnya bilang kepada polisi seperti ini dengan mengunakan genggam selulernya.
“Halo... pak pol ini saya abi.”timpalnya sambil berada ditelpon.
“ya ... pak abi ada lak ada yang bisa saya bantu.”timpalnya yg berada ditelpon genggam.
“Ya ... ya pak disini saya mau melaporkan bahwa tersangka sudah semakin dekat ke daerah pak.”timpalnya abi sambil mengengam telpon.
“Ya ... dimana pak.”sahut komandon dengan tegas.
“ya tepatnya didaerah dicisaura pak nanti saya kirimkan lokasinya lewat wa pak."tinpalnya pak abi dan dan akhirnya ia pun langsung mengirimkan lokasi lewat WA kepada Pak komandan polisi tersebut.
“Baik ... pak segera saya proses kasus ini terima kasih atas laporan nya pak abi.”timpanya pak komandon tersebut.
“Ya sama-sama pak kalo begitu saya permisi dulu karena saya ada urusan untuk melanjutkan pekerjaan saya terlebih dahulu."
“Baik ... pak abi saya juga masih ada urusan terima kasih atas laporannya pak sekali lagi."timpalnya sambil menutup telpon nya pak abi.
" Iya sama-sama kembali untuk pak polisi." timpalnya sambil akhirnya pergi dari lokasi tersebut dengan menggunakan mobil.
“Awas kamu bakal ketangkap sama saya jamal tunggu karmanya tunggu penjara sebentar lagi akan menyamparimu.”gumamnya sih abi sambil tersenyum dalam hati sambil menyetir mobil.
Saat dan saat itulah salah satu anak buahnya sih bang jamal melihatnya dengan mobil om abi saat dia mulai berpikir ada apa dengan mobil tersebut dan saat itulah anak buah nya langsung memanggilnya dengan kayak orang kesetanan kayak iblis seperti ini.
“Woii ngapain sih lu bengong mulu.”timpalnya dengan emosi.
“Ayoo ... cepat bantu kita awasi mereka dulu biar mereka ga kabur.”timpalnya dengan emosi lagi sambil menyoleki lengan sebelah kirinya.
“Oh ... iya-iya bang.”sahutnya sih agennya dengan nada yang pelan.
__ADS_1
“Duh .... Kurang ajar belum tau siapa saya benar-benar tidak punya etika.”gumannya kesal dalam hati.
Disitulah pihak agent tersebut mengawasi merekq mulai dari melihat kelakuan jamal dan anak buah selama ini sampai menyiksaan terhadap anak yang ia culik sering terjadi dan sampai sekarang agent tersebut masih diomelin oleh bang jamal sehingga membuat agent nahan emosu tersebut dengan bersabar agar tidak rencana nya rapih dan berhasil dan akhirnya agent tersebut langsung saja melaporkan kejadian tersebut tepat dilokasi dipinggir jalan cisaura dan tiba-tiba salah komandon nya langsung berkata seperti ini.
“Baik ... kamu awasi dia dan jangan sampai lengah.”timpalnya berkata seperti itu.
“Siap komando.”timpalnya.
Dan akhirnya agent tersebut langsung saja mengawasi nya dan mengikuti setiap gerak-gerik bang jamal dan juga anak buah nya apalagi kadang-kadang ia sering diperintahkan dan oleh bang jamal ataupun anak buah sih bang jamal sih udin dan ujang penganti anak buah nya bang jamal yg sebelumnya telah keluar dan setelah itu anak buah bang jamal tersebut langsung saja agent tersebut melihat ini mereka yang sering memalaki anak-anak yg ngamen didaerah persembunyian nya tersebut dan di situlah agen tersebut langsung saja menelpon dan melaporkan nya ke komandon polisi dan setelah itu langsung saja komandon nya memberikan aba-aba untuk tetap selalu bersabar dengan kelakuan mereka juga dan sampai besok dan hari esok telab tiba dan kemudian tiba-tiba mereka melancarkan aksinya untuk penangkapan tersangka nya Bang Jamal dan sampai akhirnya bang jamal pun mengomeli agen tersebut karena melalaikan tugasnya sebagai anak buahnya untuk menjaga dan memalaki anak-anak tersebut.
Sampai-sampai anak-anak lainnya pun takut kepada agen tersebut padahal agen tersebut hanya seorang polisi dan anak-anak lain pun tidak tahu bahwa ia seorang polisi menyelesaikan misi-misinya sampai akhirnya ia pun mendekati anak-anak tersebut sambil berkata tegas dengan nada lemah lembut seperti ini.
“ adik pokoknya jangan takut ya di sini ini om seorang polisi akan melindungi kalian.”timpalnya dengan suara yang pelan.
“Oh ... benar om seorang polisi.”sahutnya anak jalanan tersebut dengan tidak percaya.
“ya ... benar pokoknya jangan takut sama om nanti akan jagain dan jugabbebaskan kalian semua ya.”timpalnya lagi sambil berbisik.
Agar tidak terdengar oleh mereka termaksud bang jamal dan di situlah Ia pun mengikuti semua perintahnya bang jamal mulai pura-pura membentak anak jalanan itu dan terus dia pun segera mau pura-pura memukul anak-anak itu padahal tuh cuman bagian dari akting agar bang jamal pun percaya bahwa ia melaksanakan tugasnya dengan rapih padahal itu cuman bagian rencana awalnya untuk bergegas menangkap Bang Jamal dan sepertinya bang jamal dan anak anak buahnya pun tidak menyadarinya bahwa ia seorang polisi yang bergegas untuk menyelesaikan misinya dengan rapi dan salah satunya ialah pura-pura untuk menjadi anak buah yang brutal dan sadis seperti dirinya.
Dan keesokan harinya pagi pun mulai tiba dan tiba-tiba saja para polisi melancarkan aksinya untuk mempersiapakan penangkapan berikutnya dan sampai saat itulah para polisi datang ke lokasi pada saat itu agen tersebut memberikan aba-aba untuk segera berhati-hati agar angka seperti bang jamal dan anak buahnya tidak kabur dari pihak agen kepolisian berikutnya dan pada akhirnya komandan pun menyuruh dua agent berikutnya untuk mengendap-ngendap agar tidak ketuan mereka dan pada akhirnya bang jamal masih saja menyiksa anak kecil itu dan akhirnya bang jamal pun berteriak seperti ini.
“Lepaskan ... saya ga terima ditangkap seperti ini.”timpalnya seperti ini.
“Hust diam ... kamu ini sudah tersangka dengan penculikan dan pemerasaan anak-anak dibawah umur.”timpalnya agent tersebut dengan nada keras sambil memborgol bang jamal dengan keras.
“ brengsek siapa yg laporin saya hah.”timpalnya dengan emosi sampe urat nadinya keliatan
“ Saya sendiri kalau saya melaporkan anda kenapa memangnyq seharusnya anda malu dengan diri Anda sendiri.” Timpalnya dengan emosi
__ADS_1
“Ahkk ... Gw ga terima sama kejadian ini pak tolong lepasin saya berjanji tidak melakuan nya.”timpalnya dengan meringis.
“Hust kalo berjanji langsung saja ke kantor polisi.”timpalnya dengan nada lembut.
“ Brengsek lu Awas gue bales perbuatan lu ya.” timpalnya dengan emosi.
"Silahkan."timpal jawaban om abi dengan enteng.
“ Ayo cepat kamu jalan.”timpal polisi itu sambil mendorong bang jamal.
“ Akhk .... ya Pak pelan-pelan dikit dong.”timpalnya dia dengan menjerit kesakitan.
Dan pada saat ia pun ia masih binggung dan berfikir kenapa bisa begini dan akhirnya dia bertemu dengan abi sambil ia kaget dan melototinya di situ Abi pun berdiri depannya saat saat itu ia mau masuk ke sel dan akhirnya Bang jamal pun berkata seperti ini dengan lantang kepadanya dan kemudian orang tua endin datang tanpa sepengetauan bang jamal dan kemudian pak ferry pun berkata seperti ini.
"Hey ... kamu yg membuat anak saya celaka ya."timpalnya dengan emosi sambil menunjuk-nunjuk ke arah bang jamal.
"Ehm ... mampus jangan-jangan ini bapaknya lagi.,"gumamnya dalam hati dan kemudian ia menjawabnya..
"Ehm ... saya ga tau anda siapa ya."timpalnya sok polosnya dia dan kemudian om ferry memukulnya.
"Prakk .... Brugg."tonjokan melayang wajah nya bang jamal dari bu vera dan pak ferry.
"Akhs sakitt ... ampun pak ampun bu."
"Apa km ga tau siapa kami kami orang tua nya endin kamu tau itu."timpalnya ibunya endin sambil menunjuk-menunjuk bang jamal.
"Saya ga peduli yg penting saya pengen dibebaskan."jawabnya dgn enteng sehingga membuat orang tua endin sangat emosi dan kemudian bu verra menamparnya.
"Jangan kurang aja kamu disini kamu yg salah dan mencelaka kan anak saya dasar kamu jahat sekali dan tidak tau etika."timpalnya bu verra sambil berteriak-teriak dan lalu dia terdiam.
__ADS_1
Dan akhirnya ia dipenjarakan secara resmi dan abi pun langsung dipenjara dan tinggal besok ia sidang dan memberi hukuman yg buat mereka dan sehingga akhirnya hukum telah diganggu karena mereka telah melanggar Pasal 368 ayat (1) Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa seorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk memberikan barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang itu dan dipenjara selama 15 tahun sehingga membuat mereka puas dengan hukuman yg telah terima oleh bang jamal dan akhirnya mereka semuaa langsung menjenggung endin kerumah sakit.
Next part berikutnya ➡️