Masa Lalu Muslimah

Masa Lalu Muslimah
Bab 30 tuduhan Indah Boomerang buatnya


__ADS_3

" Indah Ratna cepat ke sini."timpalnya dengan emosi.


"ya.. ada apa bu."timpalnya sih bu ratna.


"yah ... knp bu."timpalnya sih indah sambil tersenyum licik dan kemudian dia bergumam dalam hati seperti ini.


dan sampai sekarang Indah pun tidak bertobat sampai saat ini dengan kebusukan dan kelicikan dan juga dia selalu menjatuhkan Bu Ratna seperti itu dan juga tidak pernah kapok sama sekali dengan apa yang dia alami namun Bu Alya tidak percaya dan Setelah dia menyuruh-nyuruh Bu Ratna tapi dia tetap melakoni perbuatan itu sungguh licik dan jahat indah sampai dia tersenyum dalam hati.


" mampus ini jebakan gua buat ngerjain si Ratna hahaha Semoga aja dipecat hahaha."gumamnya dan difikiran yang sangat licik.


" Hei ... Indah Kenapa kamu senyum-senyum begitu." tanya Bu Aliya dengan nada bicara yg emosi hingga membuat hati indah tersulut.


" Duh mampus."gumamnya dalam hati dan kemudian Indah pun akhirnya mulai menjawab seperti ini.


" ah Maaf bu saya jadi nggak enak sama bu alya Saya lagi bahagia Bu." timpalnya sih indah dengan asal ceplos tanpa berfikir dulu ia berbicara.


" bahagia apa kamu bahagia melihat perhiasan saya hilang iya."


" Aduh gue ngomong apa ini senyum-senyum depan gua lagi Aduh jadi tengsin." gumamnya sih indah dalam hati dan kemudian melanjutkan jawaban yang tepat untuk membalas bertanyaan nya buat bu alya.


" anu Bu saya jadi prihatin Saya minta maaf jika saya senyum-senyum dan buat Ibu marah."


" Alah alesan kamu ... terus ini perhiasan saya gimana Siapa yang ngambil perhiasa saya Apa kamu yang mengambil masuk Ndah."


to the point Bu Alya berkata perhiasannya Kenapa bisa hilang sampai Indah pun bingung harus menjawab Bagaimana sehingga membuat hatinya semakin takut jika ia yang mengambil perhiasan dan fitnah Bu Ratna selama ini juga indah selalu cari gara-gara caper terhadap Bu Alya cuman masalahnya bukan itu perhiasan dan sampai akhirnya bu ratna pun dengan rilex menjawab.


" anu Bu mungkin Ibu lupa naruh di mana Bu."


" Duh kamu jangan sok tahu na saya bener taruh kotak perhiasan saya itu di depan kaca rias saya." sahutnya Bu Alya dengan nada emosi dan kemudian Indah pun sekaligus menyindir bu ratna seperti ini.

__ADS_1


" Mungkin ada yang masuk ngendap-ngedap dan maling di sini kali bu." timpalnya indah yang membuat emosi Ibu Alya tersurut dan berkata seperti ini


" Masa sih dah apa jangan-jangan kamu yang maling kali indah kan kamu suka ngendap-ngendap di kamar saya juga kan." timpalnya Bu Alya dengan emosi tersulut.


sehingga membuat indah menjadi sedikit ketakutan dan tanpa ragu dan malu ia menjawab dengan santai saking tak bersalahnya ia berkata seperti ini.


" Astaghfirullahaladzim Bu Enggak mungkin saya ngendap-ngendap masuk ke kamar Ibu saya nggak berani bu."timpal dengan akting padahal sih indah sudah jelas ia yg berencana seperti itu dengan tuduhan Bu Alya benar jelas indah yang mengendap-ngendap kemudian dibela oleh Bu Ratna.


" nggak mungkin Mbak indah seperti itu Bu Coba kita cari dulu pelan-pelan ya Bu." timpalnya dengan sopan kemudian si Indah memberi usulan dengan menjebak sekali kepadanya.


" Iya Bu Coba kita cek dulu di kamar kita siapa tahu ada yang maling perhiasan ibu." timpalnya si Indah sembari menyindir Bu Ratna.


" Iya kamu benar dah Saya cek dulu apakah kamu yang ngambil atau Ratna kita lihat saja nanti kalau bener kamu bersalah dah Saya tidak akan segan-segan memecat kamu dan melaporkan kamu ke polisi." timpalnya si bu Alya dengan ada emosi dan kemudian Indah pun tersenyum sinis dan bergumam dalam hati seperti ini.


" hahaha Rasain lo mba Ratna sebentar lagi lu bakal pecat sama Bu Alya kan gua bakal jadi pegawai tetap sini dengan gaji yang sesuai hahaha." gumamnya dalam hati.


dan dan rencananya pun mulai berjalan sempurna sehingga Bu Ali segera berlari ke kamarnya Indah terlebih dahulu dan untuk mengecek apakah perhiasannya masih bisa ditemukan dan ternyata tidak dan kemudian Ia pun segera mengecek ke kamarnya Bu Ratna dan petty dengan teliti sehingga dia menemukan perhiasan yang ada di lemari kolom kedua sehingga Bu Ratna dan petipun kaget dan sesuai prediksi bu alya sangat kecewa kenapa perhiasannya ada di situ.


" Astaghfirullahaladzim Ya Allah Bu saya nggak pernah ngambil perhiasan Ibu saya baru tahu perhiasannya kenapa bisa ada di lemari baju saya bu."timpalnya dan kemudian Indah pun mulai berkata sehingga menjebak dan memfitnah Bu Ratna seperti ini.


"Maling mana ada yang ngaku bu."timpalnya sih indah dengan ekspresi menuduh.


sehingga membuat suasana menjadi lebih tegangdan kemudian bu ratna beristgfar dengan tuduhan sih indah sehingga membuat semua orang yang ada di rumah ini termasuk Dafa dan pety melihatnya Dan Indah pun berkata seperti ini agar Bu Alya percaya.


" ngaku aja mbak kalau mbak yang ngambil saya ngelihat sendiri toh sampai Mbak Ratna ngambil perhiasan itu diam-diam saya liat sendiri kok." timpalnya dan kemudian Bu Ratna tidak terima dituduh seperti itu dan mulai berkata seperti ini.


" Astaghfirullahaladzim Kenapa kamu menuduh saya dah saya nggak pernah maling."


" maling apa sih lihat sendiri kok mba ratna ngendap-ngedap ke kamar ibu." timpalnya indah dengan nada yang sangat menyolot.

__ADS_1


" Saya nggak nyangka Ratna kamu bisa berbuat nekat seperti ini Ratna."timpalnya bu alya dengan emosi.


"Ya allah bener bu demi allah saya ga pernah mencuri."isak tangisnya bu ratna.


"Tapi ... ini apa buktinya na barang nya ada disini heh kamu masih ngelak na."timpal nya bu alya dengan emosi


"alah bu maling ga mau ngaku bu." dan kemudian dijawablah dengan keras oleh bu alya.


"Udahlah dah ... kamu diam ajaa saya ga mau denger kamu ngoceh-ngoceh terus."timpalnya dia sambil menunjuk ke arah indah.


"maafff ... bu."sahutnya sih indah yang mulai menunduk.


dan disitulah emosinya bu alya semakin meledak-meledak karena Ratna dituduh mencuri perhiasan dan kemudian menjual perhiasannya seperti yang dituduh oleh si Indah dan si Indah mulai puas dengan jebakan ini agar bisa pegawai tetap dan juga menguasai rumahnya Sungguh Kejam si Indah meski sudah janda ditinggal oleh mantan suaminya waktu sebagai sopir dia tetap saja berbuat jahat sehingga dengan terpaksa Bu Alya pemecat Bu Ratna kemudian ia mengusirnya dan berkata seperti ini.


" pergi saya nggak ga sudi ada kamu dasar pencuri kamu tidak amanah." sahutnya bu alya dengan emosi.


dan kemudian bu alya melemparkan koper dan tas jinjit mereka ke arah muka Bu Ratna dan petty pun juga melihat sangat shock sehingga membuat Daffa lebih shock padahal si Dafa melihat bahwa Bu Ratna tidak bersalah dan kemudian bu alya berteriak ke arah bu ratna sehingga petty pun langsung memeluk ibunya.


" Keluar kamu dari sini bawa anakmu sekalian pergi dari sini." timpalnya Bu Alya sambil menunjuk arah buat Ratna dan petty untuk segera keluar dari sini.


" hihwk hihks hikws ...baik saya akan keluar dari sini Bu hiks hiks." timpalnya buat ratna sambil menyengka air matanya dengan kasar dan ingus nya bu ratna pun dengan keluar juga karena efek menangis karena dihina bu alya.


" Ya Allah Kenapa bisa jadi seperti ini Bu tas kita kenapa dikeluarin kita mau ke mana Bu." timpalnya peti dengan heran dan air mata petty pun akhirnya keluar.


" Ya udah nah kita pergi aja Nak nggak ada yang percaya sama ibu dan percuma kita dituduh mencuri." timpalnya Bu Ratna sambil menjelaskan anaknya untuk segera pergi dari sini.


" Ya udah Bu petty ikut saja sama aturan ibu dan akhirnya kita ga dihargaiin hiks hiks." timpalnya si Petty sambil hendak pergi membawa tas dan kopernya.


dan di situlah mereka akhirnya hendak pergi dan balik ke kontrakan mereka masing-masing sehingga tidak ada timbal balik dan gaji terakhir pasangan yang Bu Ratna terima dari Bu Alya karena sangat kecewa dengan Bu Alya yang trepamental dan benci denga seorang percuri dan pada akhirnya setelah Bu Ratna dan peti sudah tiba di kontrakan Mereka pun bertekad untuk membuka usaha sendiri agar tidak diinjak-injak oleh namanya majikan dan dibenci oleh rekan kerja yang licik sehingga itu yang membuat hati Bu Ratna Membekas sampai sekarang ini dan akhirnya dia punya tabungan untuk buka usaha yaitu ketoprak dengan semangat Ia pun segera minta orang untuk bikin gerobaknya dan setelah sudah jadi sama hampir 2 bulan baru Ia pun segera meracik ketoprak baru yang ia bikin seperti itu.

__ADS_1


next cerita di berikutnya.


__ADS_2