Masa Lalu Muslimah

Masa Lalu Muslimah
Bab 32


__ADS_3

next kediaman keluarganya Malik tentang muslimah.


dan disitulah mereka makan bersama di ruang makan sapa sampai tidak ada menyukainya itu tantenya si Malik yang bernama annet saat itulah musiman sudah makan dan tiba-tiba saja di pelototin olehnya begitulah perasaan saat muslimah numpang di rumah orang sampai ia tidak merasa enak tinggal di kediaman keluarga ini juga sangat rindu kepada orang tua yang telah tiada.


sampai akhirnya setelah mereka selesai makan Om Abi pun langsung pamit kepada Annet istrinya dan di situlah tante Annet bereaksi tambah akhirnya ia pun menyuruh muslimah dan Malik untuk segera membersihkan pekerjaan rumah saat Om Abi pergi sampai akhirnya ia pun berkata seperti ini.


" Hei Cepat kalian bersih-bersih ya Awas kalian lapor ke Om kalian." timpalnya sambil menyuruh-nyuruh dengan Sesuka Hati.


" Lah emang kenapa Tante bukannya tugas kita belajar." timpalnya si Malik dengan santai


" belajar apa hump." timpalnya si Ani sambil mencengkram dagunya Malik dengan keras.


"ahhkk ... sakit tante."erangan sih endin.


"Uhhkkk .... rasaiin ini."timpalnya tante annet sambil mencubit mereka berdua.


" Iya Tante Jangan tante."timpalnya muslimah yg mulai membela malik.


"Diamm ... kamu."tinpalnya sambil menjambak rambutnya muslimah dengan keras.


"Ahhkk ... ampun tante."erangan muslimah sambil menahaan rasa sakit.


" hahaha makanya jangan melawan saya ya karena di sini Saya paling berkuasa di sini."timpalnya tante annet sambil menarik dagu malik dengan keras dan menjambak rambutnya muslimah sampai malik bilang duh merasakan sakit yg luar biasa dan kemudian tante annet pun berkata seperti ini.


"ayoo .... cepat kerjain dan bersihin ruangan ini sekarang Awas aja laporin ke om tante beri pelajaran ke kalian ya."timpalnya dengan emosi.


"iyaa ... tante."timpalnya mereka berdua dengan takut.


dan di situlah Malik Pun Menangis dengan raut wajah bersedih dan kemudian muslimah pun akhirnya menghiburnya dengan terpaksa mereka mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga dan Selesai mengerjakan pekerjaan rumah yaitu mencuci piring dan membersihkan ruang keluarga tante annet pun tidak pernah puas dengan hasil kerja keras mereka dan selalu mencari gara-gara terhadap mereka padahal mereka masih anak-anak sampai Malik dan muslimah pun disuruh memijit kaki dan punggung dan juga pinggangnya itulah ia merasa puas menikmati pijitan mereka di situlah tante aneh pun memarahi muslimah karena pijatannya kurang kencang sampai mencubit sedikit tangannya.


" akhkk ... ampun tante sakit." erangan muslimah sambil memegang pergelangan tangan yang sakit ke kanan


" Iya Tante kasihan muslimahnya Tan."


" diam kamu malik."


" makanya dikasih tahu tuh sama orang tua tuh denger jangan keluar masuk jadikan kamu nggak tahu cara mijitnya gimana." timpalnya si Annet sambil menjewer mereka berdua


" Iya tante hiks ... hiks." Timpal mereka berdua sambil berpelukan karena ketakutan dengan tanta annet.


" dasar cengeng habis kali ini kita tante jangan lupa kalian bersihin ini semua lap tub meja sama ngepel harus bersih ya mengerti kalian." timpalnya sambil menunjuk-nunjuk ke arah mereka berdua.


"Ngerti ... tante." timpal raut mereka dengan wajah yang menakutkan dan sedih.


"awas ... saja kalo kalian lapor ke om kalian tau sendiri akibatnya." timpal ancaman dari tante annet.


"Ya ... tante hiks hiks." Timpal mereka berdua sambil berpelukan.


yang di situlah Mereka menangis sejadi-jadinya karena ia takut dengan ancaman tante annet sehingga mereka tidak Freedom di rumah malik sendiri terpaksa mereka memulai pekerjaan rumah sampai bersih sedangkan si tante annet males-malasan membaca majalah sambil menyuruh muslimah untuk membuat jus orange kesukaannya cuman muslimah nggak bisa dan tidak tahu harus membuat jus sesuai dan sementara itu Malik pun menawarkan diri untuk membuat jus kesukaan tante annet namun ia pun marah dan mencubit lengan Malik hingga memar.


dengan terpaksa nya sih tante annet pun membuat jus sendiri dan Sementara anak-anak itu ketakutan melihatnya dan di situlah tante annet pun marah-marah sampai menyebut Mereka lagi dan juga menyuruh mereka untuk membersihkan nya dan sampai pada akhirnya ada paket datang Ia pun menggerutu sendiri berkata dalam hati seperti ini.

__ADS_1


" itu apaan sih ganggu orang aja lagi bikin jus terus saya mau skin care-an juga ahk udah gitu nggak ada pembantu lagi huh." gumamnya dalam hati.


dan kemudian memanggil malik cuman belum menyahut sampai sekarang untuk mengambil paket penting nya tersebut dengan kerasnya yang memanggil dan menyuruh nya kembali cuman belum mendengar nya sampai dan akhirnya tante anent pun akhirnya menjewer malik dengan kerass hingga membuat kuping yang terluka dan caplang karena tidak mengambil paket pesanan nya ke arah tukang paket tersebut dan disitulah tukang paket tersebut menunggunya dari luar begitu lama dan sementara itu Malik pun menangis muslimah menanyakannya bahwa si Malik pun jewer oleh tante Anet dan dengan inisiatif muslimah pun menggantikan tugasnya Malik dan akhirnya membukakan pintu tersebut.


" Permisi Dek Ini paketnya." timpalnya sambil memegang paket yang berat sekali.


" iya pak terima kasih maaf jika menunggu Bapak terlalu lama." timpalnya muslimah sambil memegang ganggang pintu tersebut.


" Nggak papa Dek Sudah kewajiban bapak untuk menunggu para pelanggan udah biasa hehehe ini Dek silakan tanda tangan dulu." timpalnya si tukang paket tersebut sambil memberikan daftar tanda tangan.


" Iya Pak." timpalnya muslimah sambil menandatangani.


" ini paketnya saya taruh di bawah dulu ya Dek biar gak pecah dan jatuh gitu Saya permisi dulu ya Dek." jempolnya si tukang tersebut sambil menaruh paket dibawah tersebut.


" Iya Pak hati-hati di jalan pak." timpalnya muslimah sambil Melambaikan tangan dan kemudian malik pun datang dan berkata seperti ini kepada muslimah.


" eh mah itu paket apaan tuh."timpalnya yabg begitu penasaran.


" Oh ya Lik itu pake tante kamu kayaknya tapi ini berat tahu." sahut muslimah yang bingung mengangkat paket segede ini


" Oohh... Ya udah sini aku bantuin biar nggak berat."


dan di situlah muslimah dan malik pun mengangkat paket box yang begitu berat sampai kelelahan karena harus mengerjakan pekerjaan di rumahnya sendiri dan tiba-tiba saja mereka pun tidak sengaja menjatuhkan paket tersebut sehingga paketnya mereka bawa hancur dan juga pecah karena tidak hati-hati dan kemudian mereka pun panik sekali sampai akhirnya tante Anet pun datang karena suara mereka berisik dan ia langsung saja kaget karena paketnya sudah hancur dan kemudian tante annet pun marah-marah dan langsung menjewer mereka.


" Aduh ampun tante sakit sakit."erangan mereka berdua yg kesakitan.


" Rasain ... Kenapa paket tante bisa hancur begini Hah dasar sembrono."timpalnya yg sering menjewer muslimah secara brutal.


"Diam km." timpalnya sambil mendorong Malik hingga Malik pun jatuh tersungkur.


"Uhh."erangan nya sih malik sambil memegang pinggangnya yang kesakitan.


" nggak sengaja nggak sengaja tapi ini kalian rusakin udah tahu ini barang mahal vas bunga kesayangan saya malah kalian rusakin." timpalnya sambil melototi mereka berdua.


"ya .. tante ampun." Timpal mereka sambil berpelukan.


dan sementara itu si tante annet pun langsung mengambil kemoceng dan langsung memukul ke arah mereka sambil berkata seperti ini terhadap mereka yang hendak ketakutan melihat sambutan yang dipukuli ikutnya oleh tante Anet dan di situlah ia mulai marah sambil berkata seperti ini.


" Huh dasar anak-anak brengsek rasain ini." timpalnya tante annet sambil memukuli mereka dengan menggunakan kemoceng.


" Aduhh ... sakit tante." timpalnya muslimah yang kesakitan


"Ampun tante."erang sih malik.


"Alah ... lebay ini Seberapa ya saat kalian mecahin vas bunga kesayangan saya pokoknya kalian ikut saya kekamar mandi sebagai hukuman buat kalian yang hancurin vas bunga saya."


" ah jangan tante ampun jangan." Isak tangus mereka berdua..


"ampunn."Teriakaan muslumah.


"Ya .. jangan tante."timpalnya malik.

__ADS_1


dan di situlah mereka dijewer habis-habisan oleh Tante annet sampai mereka dibawah ke arah kamar mandi sampai akhirnya mereka pun diguyur oleh tante annet dengan siksaan yang luar biasa hingga mereka ampe dipukul dan kemudian akhirnya mereka di kurung di kamar mandi dan itulah yang dirasakan oleh mereka berdua merindukan sosok ibu dan sosok ayah saat mereka telah meninggal dunia dan setelah itu masa hukuman mereka telah selesai dan kemudian tante annet pun menyuruh mereka untuk melakukan pekerjaan rumah layaknya seperti orang dewasa Padahal mereka masih anak-anak seharusnya disuruh belajar ataupun bermain.


dan setelah mereka sudah selesai mengerjakan beberapa pekerjaan rumah tapi tante annet merada tidak puas dan tiba-tiba saja Om abi pun akhirnya datang juga dan saat itu tante aneh pun panik sekaligus kaget Kenapa sih om abi ini pulang cepat biasanya pulangnya lama sampai habis Isya dan di situlah diq bergegas untuk menyiapkan hidangan masakan yaitu spaghetti bulldozer yang di freezer terus dihidangkan menggunakan microwave dan disitulah tante annet menyuruh mereka untuk Berhenti bekerja dan langsung mandi agar tidak ketahuan bahwa selama ini mereka diperbudak akhirnya dia segera bergegas menyiapkan hidangan masakan untuk sore ini untuk menyambut suami tercintanya dan kemudian om abi pun hendak memasuki rumah dan di situlah istrinya pun datang dan menyambut seperti ini.


" eh Mas kamu udah pulang." timpalnya agar tidak terlihat panik.


" eh Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh kamu nggak ngucapin Assalamualaikum sih sayang." ujarnya sambil membuka dasinya.


" Eh iya Waalaikumsalam Mas Maaf aku pelupa soalnya baru aja aku beresin rumah sayang." timpalnya sambil tersenyum manis.


"ah kamu ini biasakan Kamu ucapin Assalamualaikum dong mah kan kita muslim." tipenya sembarin menasehati dan kemudian mencubit hidung istrinya.


" ah mas ini bisa aja Ya udah deh aku ucapin Assalamualaikum ."timpalnya tersipu malu.


" hehehe mah btw anak-anak pada ke mana mah Kok belum kelihatan sih." timpalnya sambil mencari ponakan dan muslimah yang sudah dianggap sebagai anak sendiri.


" kayaknya mereka baru mandi deh Mas aku panggil anak-anak dulu ya." timpalnya sembari melihat kamar sih malik dan muslimah.


" nggak usah deh Mah ini sekalian tasnya dong mah aku capa banget sekalian ya sayang."


"ya .. sayang sini aku bawain tasnya ."timpal sih annet yang hendak tersenyum.


dan saat itu tante Anet pun segera bergegas masuk ke kamar suaminya dan di situlah Ia pun bergegas masuk ke kamarnya si Malik dan kemudian ke kamar muslimah dan sampai di situlah ia pun mengancam si Malik dan muslimah untuk tutup mulut agar rahasianya tidak terbongkar dan diancan jika tidak menurutinya mereka akan disiksa seperti ini dan kemudian mereka pun mulai takut dan kemudian mulai menangis.


dan sementara itu annet pun berhasil mengancam mereka agar tetap tutup mulut dengan terpaksa mereka tutup mulut dan kemudian saat itulah momen-momen kebersamaan keluarganya kediaman dari Malik mulai terasa harmonis kebersamaan pasangan suami istri ini sekali beda dengan yang dirasakan oleh Malik dan muslimah yang di beda-bedakan seperti ini rasanya tidak punya tante dan juga orang menyangai mereka dan kemudian Om Abi mulai menyadarinya lukanya sih malik dan mulai berkata seperti ini kepada annet.


" mah itu Kenapa si Malik ada luka di kepalanya dan lebam sih sama sedikit berdarah di situ." timpalnya sambil menanyakan keadaannya di Malik.


" sialan Kenapa lukanya belum disembunyikan mau cari gara-gara dia sama aku." gumamnya dalam hati dan kemudian Ia pun mulai mencubit sedikit di pahanya malik dan malik mulai berkata seperti ini.


" ah nggak papa Om ini malah jatuh tadi abis main bola sama temen-temen." timpalnya yang terpaksa berbohong untuk melindungi diri dari tantenya yang jahat itu.


" ya benar muslimah." ujar Om Abi.


" Iya Om."ujar muslimah sambil makan pelan-pelan


dan kemudian Om Abi pun langsung memperhatikan luka lebam di lengannya muslimah dan dan di situlah tantangan itu mulai panik takut terasinya terbongkar karena keteledorannya yang selalu menyiksa mereka dan kemudian Om abi langsung berkata seperti ini kepada pada tante annet.


" itu kenapa Mah kok bisa terluka muslimah." ujar Om Abi dan kemudian annet pun langsung berkata dalam hati seperti.


" sialan ceroboh banget sih nggak suruh mereka diam di kamar dulu aduh bisa Gawat kalau mas abi tau kalau aku nyiksa mereka." gumamnya dalam hati dan kemudian Ia pun melototi ke arah muslimah agar tidak membongkar rahasianya.


" anu Om ini jatuh Om hehe."


" ada aja sih kalian- kalian ini keponakan om yang hiperaktive." timpalnya Om Abi dan akhirnya mereka tertawa semua terpaksa membuat suasana menjadi tidak tegang.


"Lain kali hati-hati hati-hati ya kalian ya kalau main ya."timpalnya om abi dengan tersenyum.


"Ya om." ujarnya mereka terpaksa tersenyum agar tidak dihajar lagi oleh annet


yang di situlah Mereka pun lanjutkan makan malam bersama dan juga merasakan apa yang dirasakan oleh mereka yang yatim piatu hasilnya dampak kehadiran sosok seorang ibu dan ayah apalagi Omnya telah sibuk bekerja seharian menjadi pengacara untuk mengurus kriminal dan kejahatan dan juga masih numpang di rumah Om sendiri tidaklah menyenangkan sampai akhirnya mereka pun harus terbiasa untuk semua ini karena cobaan ini.

__ADS_1


Next cerita berikutnya tentang siksaan dari tante annet➡️


__ADS_2