
jangan di situlah mereka sangat senang sekali karena telah bertemu dengan walikota di kotanya dan malah Walikota tersebut memberikan mendonasikan sebuah 50 juta agar para santrawan-santrawati semangat dalam belajarnya pada akhirnya mereka pada senang beserta para santriwati-santrawan lain nya.
saat itulah mereka semua foto bersama dengan pak walikota itu dan setelah itu pak ibrahim pun langsung saja menjabat tangannya dan Pak Ibrahim langsung berkata seperti ini.
" Pak Terima kasih loh pak sudah memberi sumbangan sebagai ini kepada Pesantren kami."ujarnya yg tetap menjabar tangannya pak walikota tersebut.
"Ah ... Ibrahim bisa saja yang memuji saya di sini kan saya memberi sumbangan kepada mereka dengan sangat ikhlas sayaa memberikan dalam hati yg paling dalam."ujarnya pak wali kota dengan senyum.
" ah Bapak inih jangan sungkan mampir kesini ya."ujar santri santriawan tersebut secara tiba-tiba dan kemudian dijawab oleh pak wali kota tersebut.
" ya... anak-anak."jawabnya ia dengan ramah pada anak-abak santri itu.
" Oh ... ya pak kebetulan saya bawa cemilan oleh-oleh khas Bandung Silakan diterima ya dari anak saya Aisyah." ujarnya buku Maira yang memberikan dan juga memegang sebuah bingkisan oleh-oleh khas garut kepadanya.
"Mohon diterima ya pak." hujannya Pak Ibrahim secara tiba-tiba mengambil kresek itu dan memberikannya kepada Walikota tersebut.
" Aduh bapak ibu nggak usah repot-repot Pak hehehe." ujarnya Walikota tersebut sambil mengambil keresekan itu dengan rasa tanpa malu.
" Iya Pak Mohon diterima saja ya sebagai tanda ucap Terima kasih kami kepada bapak." ujarnya Pak Ibrahim dengan senyum.
dan pada akhirnya anak-anak tersebut langsung tersenyum kepada Walikota tersebut dan bilang terima kasih secara beramai-ramai bersama mereka semua di situlah Walikota tersebut sangat senang dengan mereka dan mereka pun saja berfoto bersama dan lalu Walikota itu langsung pulang dengan menggunakan kendaraan mobil alphardnya dan dibawa langsung oleh supirnya.
Beberapa hari akhirnya muslimah belajar terus hingga ingin mendapatkan apa yang ia mau seperti dapat beasiswa dengan tekadnya yaitu ingin kuliah di Arab Saudi seperti Kak Aisyah dulu yang pernah kuliah di sana sampai terus belajar sampe usia sudah menginjak 10 thn.
apapun itu mulai dari matematika bahasa Indonesia bahasa Arab fikih dan lain sebagainya dan tiba-tiba saja seseorang yang mengetuk pintu.
Tok tok tok
" Assalamualaikum nak Imah." ujarnya seseorang yang mengetuk pintu dan ternyata bu khomairoh sendiri dan kemudian muslimah pun membukaan pintunya.
"Walaikumsalam eh ... ibu ada apa."tanya sih muslimah.
" Ehm ... hari ini Emang kamu nggak salat johor nak mah."
"Eh... ya bu tapi."ujarnya sih muslimah yang belum menyelesaikan kata karena bu khomairoh mendesak tanya nya seperti ini.
"Tapii apa nak."
" anu Bu begini."
"Begini ... apa toh nak ?."jawabnya bu khomairoh.
" Ehmm celanaa saya berdarah Bu."jawabnya ia yg malu-malu.
"Saya jadi takut bu?"
__ADS_1
dan tiba-tiba saja Aisyah pun bertanya berkata seperti ini kepada ibunya secara tiba-tiba.
" anu muslimah lagi mens Bu wajar Dia perempuan mau akhir balik."
" Subhallahalh ... muslimah sudah datang bulan syukurlah dia sudah dewasa."gumamnya sih bu khomairoh dalam hati.
"ah ... mens."ujarnya sih muslimah yg menjawab tiba-tiba.
"Mens itu apa ya Kak." tanya ia kembali kepada aisyah.
"Ya... kamu Berarti kamu sudah dewasa."jawabnyaa.
"oh."
"Ehmm."timpalnya sih aisyah yg mulai tersenyum kepadanya.
" Oh berarti aku bukan anak-anak lagi ya Kak."jawabnya sih muslimah yg mulai mengerti.
"Ya ... sayang." ujar sih aisyah yang tersenyum sambil memcubit hidung nya muslimah.
"ahkk .... kaka mah."erangnya ia karena hidungnya sedikit gatal karena aisyah.
"hahahaha."tawanya ia kepadaa muslimah.
" Selamat ya nak kamu sudah dewasa."timpalnya canda kepada muslimah.
"hehehe .. ya Alhamdulillah jadi malu saya bu. ujarnya muslimah sambil tersenyum kepadanya.
"Ya kalo begitu saya mau beres2 dulu ya bu."
"ya nak bersihin ya."ujarnya sih bu khomairoh yg tersenyum kepadanya.
"Baik bu aku beres-beres dulu ya."ujarnya sih muslimah yg meminta izin sekali lagi kepada bu khomairoh.
"ya nak."ujarnya bu khomairoh
pada akhirnya bu khomairoh pergi meninggalkan ruangan tersebut sementara itu muslimah pun bingung harus bagaimana disaat ada bekas darah yang menempel di kasurnya saat itulah ia panik dan bingung tiba-tiba saja Kak Aisyah pun datang dan melihat muslimah yang kepanikan lalu ia pun berkata seperti ini..
"Ya .. ampun mah kamu kenapa .?"tanyanya sambil ia tidak bisa menjawab apa-apa.
"Kok ... kamu gelisah dan panik gitu sih deh."sambung nya sambil ia bertanta kepada aisyah sampai muslimah pun bingung harus menjawab apa.
"Halo ... halo kenapa de...?" ujarnya Aisyah sambil menyadarkan muslimah yang telah Bengong di dalam alam pikirannya.
"Oh .... iya maaf ka."
__ADS_1
"Aku ... binggung mau bersihin gimana aku takut menyusahkan kalian semua." ujarnya lima lagi yang bingung hingga harus bagaimana ia membersihkan kasur yang tertempel di nodanya.
" Oalah deh kiarin apa."jawabnya sih aisyah dengan canda dan tanya.
"Hehehehe."cengar-cengirnya sih muslimah.
" Ini mah gampang nanti kalau cuciin ya sama kamu bantuin kakak buat bersihin ini setelah itu jemur bersama ya." timpalnya Aisyah sambil memberikan saran kepada muslimah.
" Oh ya kak sip." jawabnya muslimah sambil mengajukan jempol kepadanya.
"okey."
pada akhirnya Aisyah pun menyuruh muslimah untuk mengambil air dan ikat yang akan pakai akhirnya sikat yang nggak kepakai muslimah memberikan kepadanya dan setelah itu muslimah pun langsung saja mengosek-ngosek sisa noda tersebut.
sementara itu Aisyah pun langsung saja mencuci sprei noda tersebut Emang Aisyah ini sangat baik kepada muslimah lagi ia dulu pernah membencinya nada itu bersih lalu mereka pun mengangkat jemuran bersama sampai diliatin orang-orang.
" Masya Allah mereka sedang apa."gumamnya bu khomairoh dalam hati secara tiba-tiba.
tiba-tiba saja bu khomairoh pun melihatnya dan langsung ia memanggili mereka berkali-kali namun tidak kedengaran dan akhirnya disahut oleh Aisyah.
"Ya ... mi ada apa."tanya ia yang heran kepada bu khomairoh.
"Ga ...umi cuman heran saja kepada kalian." timpalnya bu khomairoh menggaruk kepala kemudian mereka pun tertawa dicekikikan bersama sehingga membuat suasana menjadi heboh.
"Dan ... kalian bawa kasur itu keruang disana."tanya lagi yg heran kepada mereka.
" ini anu mi."ujarnya sih aisyah yang belum menyelesaikan kata-kata.
" Iya Bu sebenarnya saya lagi datang bulan dan dan saya inisiatif untuk membersihkannya dan kebetulan dibantu oleh ka aisyah jadi saya tidak mau merepotkan kalian." timpalnya si muslimah yang menjelaskan secara tiba-tiba kepada bu khomairoh.
" Allah muslimah sangat rajin dan baik sekali sehingga tidak mau merepotkan orang lain."Gumam nya bu khomairoh dalam hati.
" Oh ya udah kalian lanjut saja ya." ujarnya bu khomairig yang memerintahkan secara tiba-tiba kepada mereka.
"Oh ... iya siap bu bos." ujarnya sih muslimah sambil tersenyum.
"Siap mi." jawabnya Aisyah sambil mengajukan jempol.
dan pada akhirnya setelah mereka Selesai mengerjakan pekerjaan rumah Aisyah dan muslimah pun disuruh oleh bu khomairoh untuk segera makan malam bersama setelah Aisyah melaksanakan salat magrib dan sementara itu Pak Ibrahim memberikan kode kepada aisyah untuk segera menerima nikahnya Ustaz Jefri kepadanya.
namun Aisyah belum siap sama sekali karena Ia harus mempertimbangkan kembali untuk menikah muda apalagi Sekarang usianya Aisyah sudah hampir 23 tahun tapi Abinya ingin sekali menikahkan kepada Jefri anak sahabatnya sampai pak Ibrahim terus memeksa aisyah untu menikah dan berkata seperti ini kepadanya.
"Jadi ... bagaimana syah."tanya kembali.
Next cerita berikutnya tentang perdebatan antara Pak Ibrahim dengan Aisyah➡️.
__ADS_1