Masa Lalu Muslimah

Masa Lalu Muslimah
Perjuangan muslimah mencari tempat berteduh


__ADS_3

Next cerita berikutnya muslimah


Dan saat itulah muslimah bingung ia harus pergi ke mana selama seminggu ia belum punya tempat tinggal dan ia pun berusaha bertahan hidup dan mengemis lagi untuk bertahan hidup sampe akhirnya uang nya ter kumpul tiba-tiba saja uang tersebut dipalak lagi oleh preman-preman tersebut.


disitulah ia mulai putus asa disitulah hujan mulai deras dan cepat-cepat ia mencari tempat berteduh sampai saat ini belum dapet-dapet karena banyak mengusirnya untuk pergi karena menurut mereka ia anak kotor sungguh malang nasib anak ini sampai ia mulai menangis dan tiba-tiba saja azan magrib pun dikumandangkan.


Dan sampai akhirnya ia pun berjalan ke arah mesjid tersebut lalu sudah sampe ke mesjid ia pun langsung saja berwudhu terlebih dahulu lalu ia pun langsung saja melaksanakan salat berjamaah bersama imam dan mukmin lainnya dan setelah ia selesai beribadah ia pun langsung saja berdoa seperti ini.


“ ya Allah tolong hambaMu ini hamba tidak punya tempat berteduh Hamba bingung harus bagaimana untuk mencari tempat tinggal semenjak diusir oleh mereka Ya Allah ampunilah perbuatan mereka Semoga aku mendapatkan tempat tinggal yang layak amin.”doanya dalam hati.


dan setelah itu banyak orang-orang tidak mau berdekatan dengan muslimah karena badannya bau dan salah satu ibu-ibu yang berkata seperti ini kepada.


“ duh bener-benar nih anak kotor banget.”ujarnya ibu berjilbab hijau pun mulai menyindir.


“Ya … nambah-nambah najis aja nih anak.”ujar sih ibu berkerudung merah yang belagu itu.


“ ehm heeh … biasalah Bu anak jalanan hidup di jalanan pagi.”Ujar sih ibu berjilab ungu kristal sok kaya itu yang ikut menyindirnya.


Itulah membuat muslimah jadi sangat sedih secara para ibu-ibu itu mulai mempergunjingkan nya padahal muslimah tidak menganggu hidup merek pada akhirnya ada seorang ibu-ibu yang iba terhadap muslimah dan kemudìan membelanya seperti ini.


“ Masyallah ibu-ibu jangan seperti itulah ngomongnya.”ujar sih ibu berjilbab biru yang membelanya.


“Ya … emang benar sayq ngomong fakta kok bu lihat aja tuh anak bau dekil pula.”ujar sih ibu-ibu berjilbab ungu kristal tersebut yang bersifat tidak dewasa.


“ ih lagian bu erna.. ngapain dia ke masjid segela nambah-nambah kotor aja.”ujar sih ibu berjilbab hijau yang berargument tinggi.


“Ya …. Tau tuh.”ujar sih wanita berkerudung merah sebatas ikut-ikutan sambil main hp di masjid.


“Ya … udah tahu nih masjid bukan buat nampung anak jalanan takutnya uang nya ke ambil lagi.”ujar sih ibu berjilbab ungu yang tak mau disalahkan.


“ Tapi …nggak usah begitu juga lah ibu-ibu sama anak kecil bisa ga kalian ngomong nya dijaga.”ujarnya ibu berjilbab putih yang ikut membela muslimah sampai para ibu-ibu mulai mempergunjingkannya.


“Jadi hati-hati jangan anggap remeh dosa ghibah dosa kecil bisa-bisa salat kalian tidak diterima Allah bu nanti Allah murka sama kalian.”ujarnya ia kembali sambil memperingatin ibu-ibu tersebut untuk perhati-hati menjaga ucapannya.


Dan pada akhirnya ibu-ibu tersebut terdiam karena malu hingga bergibah seperti itu kepadanya sampe muslimah bersiap-siap segera pergi dari mesjid karena merasa hina sehingga air matanya sudah mulai keluar sambil ia membawa tas berisi pakaian gantinya dan pada akhirnya ustad tersebut sangat kasian dan sekaligus iba dengan nya dan kemudian ustad tersebut menghampir nya.


“ Assalamualaikum.”ujarnya salam nya dengan ramah.


“ Waalaikumsalam.”ujar sih muslimah sambil mengusap air mata muslimah dengan kasar.


“Adek mau ke mana kok menangis seperti itu.” ujarnya si ustad tersebut.


“ Saya mau cari … ehm eh saya mau pergi pak ustad Permisi Assalamualaikum.”ujar sih muslimahh hendak pergi.


“ Tunggu dulu nak jangan terburu-buru kamu mau ke mana.”ujar sih ustad tersebut sambil mengejarnya.

__ADS_1


" tapi saya kotor pak ustad saya nggak pantas untuk salat di masjid ini." jawabnya ia yg mulai sedih.


" Kata siapa .. ?"tanya ustad tersebut kepadanya.


" itu kata para ibu-ibu yang tukang pergunjingan anak ini pak." ujar ibu yang membela dia tadi secara tiba-tiba ia mulai datang.


Percakapakan pak ustad dengan erna.


"Oh begitu bu erna."


"ya pak kalo kalau begitu saya permisi dulu ya Pak Assalamualaikum."


" Waalaikumsalam wr.wb."


" Ya sudahlah Nak kamu cerita saja apa yg telah terjadi kepada dirimu ?." ujarnya sih ustad tersebut sambil tertanya.


Pada akhirnya muslimah pun menceritakan terjadinya yang sebenarnya dan saat itu ia pernah diusir dari rumah temannya kemarin disitulah Ustad tersebut iba kepadanya dan ingin mengajak dia ke rumah namun muslimah menolaknya karena tidak mau dianggap beban oleh orang lain di situ Ustaz tersebut berkata seperti ini.


“ Ya allah jangan sungkan Nak kamu bisa tinggal sama kami.”ujarnya ustad tersebut sambil menenangkan nya.


“ Tapi pak ustad… saya tidak mau jadi beban orang lain saya trauma dan saya nggak mau saya diperlakukan seperti itu.”ujar muslimah yang bergemetaran sambil berbicara.


“ jangan sungkan nak kami tidak menganggapmu sebagai beban Anggap saja kami adalah keluargamu sendiri.”ujar pak ustad dengan iba.


dan muslimah pun tidak menjawab nya lalu ia pun sangat bersyukur dan berterima kasih kepada bahwa ia bisa diberikan tumpangan gratis lalu Pak ustaz mengajaknya ke rumahnya dan langsung saja diberi salam oleh istrinya.


“ Assalamualaikum Bi.”ujar sang istri dengan lembut dan menyalami tangan sang suami.


“ Waalaikumsalam mi.”ujar dengan lembut sambil mencium kening istrinya.


“ Bi Ini kan anak yang tadi.”ujarnya istrinya yang mengenal muslimah.


“ ya mi kebetulan dia diusir dari rumah sama keluarga temennya mi.”ujar sih ustad tersebut.


“Hah ... asyagfrilahazim emang benar itu bi."ujarnya sih istri ustad tersebut


“Ya … umi.”ujar ustad tersebut.


“ Ehm jadi nggak enak sama kalian kalau gitu Saya permisi.”ujar sih muslimah dengan gugup.


“Tenang nak … keluarga pak ustad tidak seperti itu jadi kamu nggak usah khawatir sama Pak Ustad apakah kamu di rumah pak ustad.”ujarnya yang meyakinkan muslimah


“ ya … nak kamu mau tinggal siapa.”ujar sang istri.


"Ehmm ... saya sudah biasa untuk tinggal sendiri Permisi bapak ibu."ujarnya yang meninggalkan diri dari mesjid.

__ADS_1


“Ya gpp nak kamu jangan sungkan sama kami dan kami ikhlas menolongmu.”ujarnya ustad tersebut sambil menenangkan nya.


Dan saat itulah muslimah mulai berpikir bahwa ia tak punya tempat tinggal lagi dan dengan terpaksa muslimah pun mengiyakan dan bersedia untuk tinggal bersama mereka dan di situ sepasang suami istri tersebut tersenyum dan langsung saja mengajak muslimah untuk ke kamarnya yang kosong yang akan diterima tempat untuk istirahat bersama mereka lalu rumah menaruh ranselnya segera ia salat Bersama dengan mereka.


Dan setelah mereka selesai salat Mereka pun langsung saja berbincang-bincang mengenai masa kelam nya muslimah dan di situlah ada salah satu keluarga besar pak ustad yang mengenali muslimah dan ternyata itu adalah anaknya Pak muslim.


" nak benar kamu muslimah."ujarnya dengan penasaran.


" Iya Pak saya muslimah."ujar sih muslimah


" Masya Allah benar ini mas yang aku ceritakan 2 bulan yang lalu bahwa anak ini adalah anaknya Pak Muslim waktu saya ketabrak motor dan lalu dibawa ke Puskesmas terdekat apalagi almarhum memberi sedekah kepada fakir-fakir miskin dan juga anak-anak."ujar adik nya pak ustad yang menceritakan panjang lebar kepada sang kaka.


"Masyaallah."


" jadi kamu benar anaknya Pak Muslim dan Bu Ida."ujarnya adik ustad tersebut.


" Iya Pak anaknya Apa betul Bapak mengenal Abi dan umi.."ujar sih mislimah dengan gugup.


“ Iya bener almarhumah telah menolong kita waktu kita lagi kesusahan nak.”ujar sang istri tersebut dengan mendadak saat ustad tersebut menjawab nya.


“ Masya Allah Jadi benar kamu muslimah.”ujar sih ustad tersebut dengan penasaran kepadanya.


“ ya ..benar pak ustad ini saya.”ujarnya sih muslimah.


“ Subhhanuallah sekarang kamu sudah besar ya nak dan tambah cantik ya.”ujar sang istri tersebut sambil membelai kepala muslimah.


“ lya bu Terima kasih.”ujarnya muslimah yg mulai tersenyum.


“ Bagaimana kabar kedua orang tau kamu.”ujarnya sih pak ustad.


Kemudian muslimah pun terbengong sesaat dan juga bingung harus menjawab apa karena hati ini sakit mendiang keluarga sudah tiada dan akhirnya muslimah pun berkata seperti ini


“Eh ehm… kebetulan kedua orang tua saya meninggal dunia bapak.”ujarnya muslimah dengan gugup.


“ Allahhuakbbar Yang sabar ya nak semoga kedua orang tuamu tenang di alam sana.”ujar nya sih istri tersebut pakai kerudung putih tadi yg bernama komairoh.


“ Ya bu terima kasih.”ujar muslimah dengan singkat.


“ sama-sama dan jangan lupa kamu mendoakan kedua orang tuamu ya nak agar tenang di alam sanah.”ujar sih ustad yg menolong muslimah yg bernama ibrahim.


“ ya... pasti bapak ibu selalu mendoakan.”ujar nya muslimah yg hampir mengeluarkan air mata nya.


Di situlah Mereka pun mulai ibadah terhadap muslimah dan juga menyemangati dan mensupport muslimah agar tetap tabah dengan semua musibah yang muslimah alami.


Next cerita Keluarga barunya muslimah ➡️

__ADS_1


__ADS_2