
Next cerita muslimah
~kediaman keluarganya Malik~.
dan saat itu muslimah bersiap-bersiap turun ke bawah dan disitulah mereka makan bersama di ruang makan tersebut dan namun tantenya tidak menyukai mereka masa sekali ialah tantenya si Malik sendiri yang bernama annet saat itulah musiman sudah selesai makan dan tiba-tiba saja musliman dan malik di pelototin oleh nya begitulah perasaan muslimah dan juga malik saat ia masih numpang di rumah orang sampai ia tidak merasa sakit karena tinggal disini dan ketentraman keluarga ini sampe mereka tidak selera nafsu makannya sampe makanannya selalu sedikit.
dan setelah mereka semuanya telah selesai makan dan tiba-tiba saja Om Abi pun langsung pamit kepada Annet istrinya sampe om abi pergi dan di situlah tante Annet bereaksi Karena Om Abi telah pergi Ia bisa Sesuka Hati di rumah ini dan pada akhirnya ia pun menyuruh muslimah dan Malik untuk segera membersihkan pekerjaan rumah tangga saat Om Abi telah pergi sampai akhirnya ia pun berkata seperti ini.
" Hei Cepat kalian bersih-bersih ya Awas jangan sampai kotor atau lapor ke Om kalian tau akibatnya." timpalnya sambil menyuruh-nyuruh dengan Sesuka Hati.
" Lah emang kenapa Tante bukannya tugas kita belajar." timpalnya si Malik dengan santai.
" belajar apa hump." timpalnya si Ani sambil mencengkram dagunya Malik dengan keras.
"ahhkk ... sakit tante."erangan sih endin.
"Uhhkkk .... rasaiin ini."timpalnya tante annet sambil mencubit mereka berdua.
" Hahkk ... Jangan tante."ujarnya sih muslimah yg mulai membela malik.
"Diamm ... kamu."tinpalnya sambil menjambak rambutnya muslimah dengan keras.
"Ahhkk ... ampun tante."erangan muslimah sambil menahaan rasa sakit.
" hahaha makanya jangan melawan saya paling ga suka di bantah di sini Saya paling berkuasa ngerti kalian berdua."timpalnya tante annet sambil menarik dagu malik dengan keras dan menjambak rambutnya muslimah sampai malik dan muslimah merasakan sakit yg luar biasa kemudian muslimah dan malik pun berkata seperti ini.
"Ya ... mengerti tante."ujar mereka dengan nada ketakutan
"Nah kalo begitu.... cepat kerjain semua dan bersihin ruangan ini sekarang juga Awas aja laporin ke om kalian akan tante beri pelajaran ke kalian ngerti heh ."timpalnya dengan emosi sambil menjewer telinga mereka.
"Heh iya mengerti tante."timpalnya mereka berdua dengan ekspresi wajah mereka yang sedih.
dan di situlah Malik Pun Menangis dengan raut wajah bersedih dan begitulah dengan muslimah dan kemudian muslimah pun menghiburnya agar malik tidak bersedih lagi dan menghibur satu sama lain dan dengan ter paksa mereka mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga mulai membenah ruangan tamu dan kemudian mereka pun melanjutkan pekerjaan lainnya dan dibagi tugas oleh mereka tugasnya Malik mencuci piring dan juga muslimah membersihkan ruang keluarga.
Sampe akhirnya mereka kelelahan sekali begitulah dan pekerjaannya mereka sudah selesai dengan baik namun tante annet pun tidak pernah puas dengan hasil kerja keras mereka padahal mereka masih kecil dan selalu saja ia mencari gara-gara terhadap mereka padahal mereka masih anak-anak disuruh begini dan begitu sampai Malik dan muslimah pun disuruh memijit kaki dan punggung oleh tante annet tiba-tiba saja tante annet pun memarahi muslimah karena pijatannya kurang kerasa sampai tante annet pun mulai mencubit sedikit tangan muslimah.
" akhkk ... ampun tante sakit." erangan muslimah sambil memegang pergelangan tangan yang sakit ke kanan
" Iya Tante kasihan muslimahnya Tan." sahutnya Malik membela muslimah.
" diam kamu malik."cercar tante annet kepada malik.
"Iya .... tante jawab malik dengan pelan sekali.
" makanya dikasih tahu sama orang tua tuh dengerin jangan keluar masuk kuping kiri keluar kuping kanan jadikan kamu nggak tahu cara mijitnya gimana." timpalnya si Annet teriak di arah kuping muslimah dan Malik belum diam saja karena takut dicerca oleh Tante Annet
" Iya tante hiks ... hiks." Timpalnya muslimah yg mulai menangis.
" Huh dasar gitu aja cengeng habis kali ini jangan lupa kalian bersihin ini semuanya lap2 tuh meja sama ngepel harus bersih ya mengerti ga kalian." cercanya tante annet sambil menunjuk-nunjuk ke arah mereka berdua.
"Ngerti ... tante." timpal raut mereka dengan wajah yang menakutkan dan sedih.
"ya awas ... saja kalo kotor atau tant3 kalian lapor ke om kalian bandel susah diatur tau sendiri kan akibatnya." timpal ancaman dari tante annet.
"Ya ... tante hiks hiks." Timpal mereka berdua sambil berpelukan.
__ADS_1
yang di situlah Mereka menangis sejadi-jadinya karena ia takut dengan ancaman tante annet seperti ini sehingga mereka tidak Freedom di rumah nya sendiri terpaksa mereka memulai mengepel sampai bersih hingga bersih sedangkan si tante annet males-malasan membaca majalah sambil menyuruh muslimah untuk membuat jus orange kesukaannya cuman muslimah nggak bisa dan tidak tahu cara membuat jus sesuai karena belum terbiasa dan sementara itu Malik pun menawarkan diri untuk membuat jus kesukaan tante annet namun ia pun mencubit lengan Malik hingga memar di situlah Malik menangis.
dengan terpaksa nya sih tante annet pun membuat jus sendiri dan Sementara anak-anak itu sangat ketakutan melihatnya dan di situlah tante annet pun melampiaskan kemarahannya sehingga susuh diatur dan sampai pada akhirnya ada tukang paket datang dan kemudian tante annet pun memanggil malik namun sampai sekarang belum menyahut juga untuk mengambil paket penting nya tersebut dengan kerasnya ia memanggil sih malik kembali.
dan cuman belum menyahut lagi mendengar nya sampai pada akhirnya tante annet dengan kesal langsung datang ke arahnya dan kemudian ia pun menjewer malik dengan kerass hingga membuat kuping yang terluka dan caplang karena tidak menyautinya dari tadi saat tante annet menyuruh mengambil paket pesanan nya ke arah tukang paket pengantar tersebut sehingga itu yg membuat tukang paket menunggu lama sementara itu Malik pun menangis dan tiba-tiba muslimah menanyakannya ada apa yg terjadi dan kemudian malik menjawab bahwa ia pun dijewer oleh tante Anet dan dengan inisiatif muslimah pun menggantikan tugasnya Malik dan akhirnya langsung saja muslimah membukakan pintu tersebut.
" Permisi Dek Ini paketnya." timpalnya sambil memegang paket yang berat sekali.
" iya pak terima kasih maaf jika menunggu Bapak terlalu lama." timpalnya muslimah sambil memegang ganggang pintu tersebut.
" Nggak papa Dek udah biasa dek hehehe ini silakan tanda tangan dulu." timpalnya si tukang paket tersebut sambil memberikan daftar tanda tangan.
" Iya sebentar Pak." timpalnya muslimah sambil menyari pulpel dan kemudian langsung menandatangani.
" ini paketnya de saya taruh di bawah dulu ya biar gak pecah dan jatuh gitu kalo begitu saya permisi dulu ya assalamualaikum." timpalya si tukang tersebut sambil menaruh paket dibawah tersebut.
" walaikunsalam hati-hati di jalanya pak." timpalnya muslimah sambil Melambaikan tangan dan kemudian malik pun datang dan langsung saja ia pun menyamperin muslimah dan berkata seperti ini kepada muslimah.
" eh mah itu paket apaan tuh."timpalnya yabg begitu penasaran.
" Oh ya Lik itu paket tante kamu kayaknya tapi ini berat tahu pokoknya hati-hati takut pecah nantinya." sahut muslimah yang bingung mengangkat paket segede ini.
" Oohh... Ya udah sini gw bantuin biar nggak berat."
"Hehehe .. okey."ujar nya muslimah sambil tersenyum manis.
dan di situlah muslimah dan malik pun mengangkat paket box yang begitu berat sampai kelelahan karena harus mengerjakan pekerjaan di rumahnya sendiri dan tiba-tiba saja mereka pun tidak sengaja menjatuhkan paket tersebut sehingga paketnya mereka bawa hancur dan juga pecah karena tidak hati-hati dan kemudian mereka pun panik sekali sampai akhirnya tante Anet pun datang karena suara mereka berisik dan ia langsung saja kaget karena paketnya sudah hancur dan kemudian tante annet pun marah-marah dan langsung menjewer mereka.
" Aduh ampun tante sakit sakit."erangan mereka berdua yg kesakitan.
" ya ... Tante aku sama imah nggak sengaja." timpalnya malik merasa kasian kepada muslimah.
"Diam km." timpalnya sambil menampar malik dengan kencang dan kemudian mendorong Malik hingga Malik pun tersungkur jatuh.
"Uhh ... sakit tante ."erangan nya sih malik sambil memegang pinggangnya yang kesakitan.
" nggak sengaja nggak sengaja tapi ini kalian rusakin vas tante udah tahu ini barang mahal vas bunga kesayangan tante eh malah kalian rusakin." timpalnya sambil melototi mereka berdua.
"ya .. tante ampun." Timpal mereka sambil berpelukan.
dan sementara itu si tante annet pun langsung mengambil kemoceng dan langsung memukul ke arah mereka sambil berkata seperti ini.
" Huh dasar anak-anak brengsek rasain ini." timpalnya tante annet sambil memukuli mereka dengan menggunakan kemoceng.
" Aduhh ... sakit tante." timpalnya muslimah yang kesakitan
"ampun tante."erang sih malik.
"Alah ... lebay gitu saja sakit ini ga seberapa ya saat kalian mecahin vas bunga kesayangan saya pokoknya kalian berdua ikut saya kekamar mandi sebagai hukuman buat kalian."cercanya tante annet kepada mereka berdua.
" ah jangan tante ampun jangan." Isak tangis mereka berdua..
"ampunn."Teriakaan mereka berdua.
"Ya .. jangan tante."timpalnya malik.
__ADS_1
dan di situlah mereka dijewer habis-habisan oleh Tante annet sampai mereka sudah ke kamar mandi sampai akhirnya mereka pun diguyur oleh tante annet dengan siksaan yang luar biasa hingga mereka ampe dipukul menggunakan gayung dan kemudian akhirnya mereka di kurung di kamar mandi hingga berjam-jam.
dan tiba-tiba saja Om abi pun akhirnya datang juga sekaligus bikin tante annet kaget Kenapa sih om abi ini pulang cepat ini biasanya pulangnya lama sampai larut malam hingha Isya dan di situlah dia bergegas untuk membebaskan mereka berdua dari kamar mandi dan disuruh mengeringkan baju menggunakan handuk dan disuruh ke kamar masing-masing.
setelah itu ia untuk menyiapkan hidangan masakan yaitu spaghetti bullwones yang ada di freezer dan langsung saja dipanaskan dengan menggunakan microwave setelah itu ia pun langsung menyapa suaminya.
" eh Mas kamu udah pulang." timpalnya agar tidak terlihat panik.
" eh Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh kamu nggak ngucapin Assalamualaikum sih sayang." ujarnya sambil membuka dasinya.
" Eh iya Maaf aku pelupa mas Waalaikumsalam Mas." timpalnya sambil tersenyum manis.
"ah kamu ini." timpal om abi sambil mencubit hidung istrinya.
" ah mas ini bisa aja."timpalnya sih tante annet sehingga tersipu malu.
" hehehe btw anak-anak pada ke mana mah Kok belum kelihatan sih." timpalnya sambil mencari ponakan dan muslimah yang sudah dianggap sebagai anak sendiri.
" kayaknya mereka baru mandi deh Mas bentar aku panggil ya." timpalnya sembari melihat kamar sih malik dan muslimah.
" nggak usah deh Mah ini sekalian tasnya tolong ditaruh."
"ya .. siap sayang aku bawain tasnya ."timpal sih annet yang hendak tersenyum.
dan saat itu tante Anet pun segera bergegas masuk ke kamar suaminya dan di situlah Ia pun bergegas masuk ke kamarnya si Malik dan kemudian ke kamar muslimah dan sampai di situlah ia pun mengancam si Malik dan muslimah untuk tutup mulut agar rahasianya tidak terbongkar dan diancam kalo tidak menurutinya mereka akan terus disiksa seperti ini.
dan sementara itu annet pun berhasil mengancam mereka agar tetap tutup mulut dengan terpaksa mereka tutup mulut dan saat itulah momen-momen kebersamaan keluarganya kediaman dari Malik mulai terasa harmonis beda sekali yang dirasakan oleh Malik dan muslimah hati mereka teriris-iris seperti ini rasanya tidak punya tante dan kemudian Om Abi mulai menyadarinya lukanya sih malik dan mulai berkata seperti ini kepada annet.
" mah itu Kenapa si Malik ada luka di kepalanya dan lebam sih sama lututnya sedikit berdarah di situ." timpalnya sambil menanyakan keadaannya di Malik.
" sialan Kenapa lukanya belum disembunyikan mau cari gara-gara dia sama aku." gumamnya dalam hati dan kemudian Ia pun mulai mencubit sedikit di pahanya malik dan malik mulai berkata seperti ini.
" ah nggak papa Om ini malah jatuh tadi abis main bola sama temen-temen." timpalnya yang terpaksa berbohong untuk melindungi diri dari tantenya yang jahat itu.
" yang benar muslimah." ujar Om Abi.
" Iya Om."ujar muslimah sambil makan pelan-pelan
dan kemudian Om Abi pun langsung memperhatikan luka lebam di lengannya muslimah dan dan di situlah tante annet pun mulai panik takut rahasianya terbongkar karena keteledorannya yang selalu menyiksa mereka dan tidak diberitaukan dulu dan kemudian Om abi langsung berkata seperti ini kepada pada tante annet.
" itu kenapa Mah lengan sih muslimah." ujar Om Abi dan kemudian annet pun langsung berkata dalam hati seperti.
" sialan ceroboh banget sih aku kenapa aku gak suruh mereka diam di kamar dulu aduh bisa Gawat kalau mas abi tau kalau aku sering nyiksa mereka." gumamnya dalam hati dan kemudian Ia pun melototi ke arah muslimah agar tidak membongkar rahasianya.
" anu Om ini jatuh Om hehe."ujarnya muslimah.
" ada aja sih kalian- kalian ini keponakan om yang super hiperaktive." timpalnya Om Abi hingga akhirnya mereka tertawa semua terpaksa agar suasana menjadi tidak tegang.
"Lain kali hati-hati hati-hati ya kalian ya kalau main sama temen-teman kalian."timpalnya om abi dengan pelan.
"Ya om." ujarnya mereka terpaksa tersenyum agar tidak dipelototi oleh tante annet.
di situlah Mereka pun lanjutkan makan malam bersama oleh mereka yang selalu disiksa apalagi Omnya terlalu sibuk bekerja seharian menjadi pengacara untuk mengurus kriminal dan kejahatan masyarakat dan sampai akhirnya mereka pun harus terbiasa untuk semua ini karena cobaan ini dan suruhan tante annet.
Next cerita berikutnya tentang siksaan dari tante annet➡️
__ADS_1