
Pov masih cerita muslimah
saat itulah aku merasa Malik pun menghina dan membenciku saat aku balik pulang dari rumah sakit betapa sakitnya nati Ini dan aku tulusnya menyayanginya seperti saudaraku cuman dia juga tidak menghargaiku sekarang dan selalu saja ia membuang muka saat aku menyapanya.
Sampai saat itu tante memandangku dengan senyum sinis dan lalu meledekku apa salahku dan Kenapa semua ini terjadi padaku ingin rasanya aku pergi ke makam kedua orang tuaku sampai aku pun merasakan betapa sakitnya lagi diginikan oleh mereka yang memperlakukanku secara tidak adil pun aku terima saja karena aku menghargai mereka meskipun tante annet membenciku dan menghasut Malik untuk tetap membenciku seumur hidup.
Di situlah aku menangis jadi-jadinya karena aku merasa tidak ada artinya di keluarga ini dan ingin rasanya aku mati saja tanpa harus terbebani oleh siapapun termaksud keluarga nya malik.
dan pada akhirnya seperti biasa kami makan malam bersama dengan terpaksa tante annet pun yang pura-pura baik memberikankan aku makan padahal ia tidak memberikan aku makan dengan tidak cukup jika tidak ada om abi dan dengan terpaksa tante annet berkata seperti ini kepadaku.
“Ayoo … makan sayang.”ujarnya yg tersenyum dan pura-pura baik kepadaku.
“Ya tante annet.”ujar ku yang berusaha tetap tegar dan lalu dengan terpaksa aku terseyum.
“Makan yang banyak yah mah."ujarnya om abi yang memberikan nasi dan ayam kepada ku dan kemudian aku menjawabnya dengan singkat kepada om abi.
“ya om."ujar ku yang terpaksa tersenyum agar terlihat kuat
dan disitulah tante annet melihat ku dengan tatapan tajam saat om abi melanjutkan makan.
sampe tante annet meledekku dari dibelakangnya dan disitulah aku mulai tertekan dan sampai malik pun ikut meledek ku dan om abi menegurnya seperti ini.
" Malik …kamu kenapa sih jadi seperti ini sama imah kok kamu begitu.”ujarnya om abi dengan tegas dan kemudian dia pun minum jus orangenya punya nya om abi.
“Hehehe ... maaf om namanya juga bercanda om Iya kan Mah.” ujarnya malik melihatku dengan tajam.
“ Iya lik... hehehe.”ujarku yg dengan terpaksa ceria dan tersenyum.
“ Ya sudahlah kalau gitu lanjut makan"ujarnya om abi sambil makan sesuap nasi.
Dan rasanya hati ini terluka karena sikap malik berubah dratis dan jadi menyebal begitu namun mau diapakan lagi semuanya telah berubah dan sampai Keesokan aku pun berangkat sekolah bersama Malik Tapi tetap saja dia terburu-buru saat aku menyapanya dia malah menghindar.
tapi sekerang ia makin sombong dan selalu merendahkan ku sama sekali dan tiba-tiba mobil melaju kencang dan kemudian akhirnya kami sudah sampai di sekolah kami dan disitulah kami pamit dengan om abi dan setelah itu kami masuk ke gerbang sekolah namun tetap saja ia tetap ketus dam berjaga jarak kepada ku namun aku memanggilnya karena botol minumnya jatuh dan kemudian malik pun berteriak seperti ini
"heh ... kenapa sih lu manggil gw hah."ujarnya yg berteriak kasar kepadaku.
"tapi ... botol minuman mu jatuh."ujarku.sambil aku memungut botolnya.
"hah ... sini botol minum nya gw ga mau bertemen lagi sama lu."ujarnya dengan keras sehingga ia menarik botol minum nya dengan kasar saat aku memegangnya sehingga tangan ku sedikit baret.
dan disitulah aku ditinggalkan oleh nya sehingga aku tidak ada artinya lagi sampai dia tidak mau main dengan ku dan pergi bermain bersama teman-teman main futsal bersama dan ke kantin pun juga bareng tanpa mengajak ku lagi dan saat itu semua berubah saat endin mulai masuk sekolah karena disuruh malik untuk sekolah dia juga sama seperti malik juga sombong dan tidak mau berbicara kepada ku dan saat itu aku benar-benar merasa sendiri sakit sekali.
Dan juga terjadi perundungan oleh teman-teman kelasku ada yang tidak mau kelompok denganku karena aku sering juga difitnah oleh mereka dan pada akhirnya endin dan malik mengerjaiku dan kemudian endin berkata seperti ini.
"heh ... rasain tuh emang enak tuh gw jejelin permet karet ke rambut lu."ujarnya tanpa merasa bersalah padahal aku yang menolongnya saat dia kecelakaan dan disitulah mereka menertawakan ku.
"hahahaha."tawannya mereka semua yang kembali meledek ku.
"ya ...huu ..emang enak."ujarnya sih malik berkata jahat sambil menyoraki ku seperti ini kemudian aku pun menjawab dengan kerass,
"ih maksud ... kalian tuh apa sih hah aku ga terimaaa."ujarku menarik rambut-rambut mereka.
"sakkitt ... anjing."ujarnya malik yang berkata kasar kepada ku.
"ya ... nih sakitt tolol."ujarnya sih endin yang menarik juga rambutku dan kemudian menampar wajahku
__ADS_1
dan tiba-tiba saja malik pun menonjokku hingga muka ku lebam dan juga memar dan aku menghajar nya karena aku kesel karena bertahun-tahun jadi bahan bulan-bulanan oleh mereka dan mungkin aku seharusnya aku lebih tegas lebih berani agar mereka tidak semenah-menah lagi kepada ku dan malah aku yang jadi tertekan hingga pada akhirnya malik pun terjatuh dan kemudian endin memanggil teman-temannya dan kemudian mereka semua menimpuk air balon dan saus ke arah tubuh hingga aku menangis sekencang-kencang nya hingga akhirnya para guru pun datang dan lari ke arah kami dan kemudian kepala sekolah yailah bu tata berkata seperti ini.
"ada apa ini >>."ujarya yang berteriak.
"ayoo ... jawab jangan diam saja kalian ini."ujar lagi sambil menunjuk mereka.
dan kemudian mereka menunduk namun semua nya tidak menjawab dan saat itulah aku pun mengalami perundungan yang amat menyakitkan dan pada akhirnya bu tata menenangkan dan menyuruh ku untuk beristrihat di UKS saja.
saat itulah para petugas uks itu memberikan ku pakaian ganti dan pada akhirnya aku memakai baju ganti mereka setelah aku mengelap menggunakan handuk yang tersedia disana dan disitulah aku menangis sejadi-jadinya pada akhirnya suster tersebut memenangkan ku dan berkata seperti ini kepada ku.
"yang sabarr ya ... nak pasti kamu kuat menghadapinya saat mereka yang suka jail sama kamu suatu saat pasti akan dibales sama allah swt."ujarnya sambil memeluk ku dan aku tidak mau menjawab nya karena hati ku terasa sakit dan kemudian memberikan ku handuk dan berkata seperti ini kepada ku.
"nah... keringankan kepalaamu yang basah ."ujarnya dengan lembut kepada ku.
"baiklah terima kasih ya ... mba."ujarku yang mengelap keringat.
"ya ... sama-sama kamu istirahat dulu ya."ujarnya yang pergi meninggalkan ku.
"ya ... mba."ujarku yang berbaring.
dan kemudian aku berbaring dengan lemas dan pada akhirnya datang om abi bersama tante annet pun datang dan kemudian ia melihat ku dengan sinis seperti ia mulai membenci ku dan aku ingin sekali ya allah bertemu abi dan umi dan saat itulah om abi pun mengendongku saat itu dan kemudian langsung saja membawa ku ke RS dan akhirnya dan kemudian spikater itu memeriksa ku dan hasilnya aku saat diperiksa mengalami gangguan mental dan jarang makan akhir-akhir ini karena selalu disakiti oleh malik dan juga tante nya yang tidak berlaku adil kepada ku dan pada akhirnya saat aku sudah diperbolehkan pulang dan disemangati oleh spikater tersebut dan lalu om abi menyuruh tante annet dan malik duduk diruang tamu dan dengan terpaksa mereka pun datang menghampiri kami.
"ada ... apa sih mas."ujar tante annet dengan santai.
"ya ... nihh om."ujar sih malik memakan kripik.
"ada apa - ada apa apa kamukan yang melakukan semua ini annet sehingga kamu menghasut malik agar membencinya."ujarnya om abi dengan kesal sehingga aku duduk disebelahnya.
"Hah ... maksudnya apa sih mas aku ga ngerti."ujarnya tante annet dengan santai dan kemudian om abi pun menampar tante annet.
"Akhh ... sakit mas."ujarnya sih tante annet yang mengerang kesakitan dan malik dan aku pun terbengong melihat om abi berani menampar tante annet lagi dan disitulah aku diilihat sinis oleh malik dan kemudian om abi menarik tangan nya kembali.
"kamu tidak mau mengakui hah."ujarnya sampe menampar tante annet kembali.
“ Akhkkk … sakit Kenapa kamu menuduhku dengan sifat perubahannya Malik seharusnya kamu tanya sendiri sama dia kenapa dia membencinya karena dia bukan saudaranya Mas.”ujarnya tante annet dan kemudian ditampar lagi oleh om abi sehingga dia pun mengerang kesakitan.
“ Bener kamu melakukan seperti ini Malik.”ujarnya om abi dengan tefas dan pada akhirnya tante annet pun tidak membelanya.
“Anu… iya o-om.”ujarnya denyan gagap.
"kenapaa."ujar nya om abi.
"karena dia bikin aku kesel om."ujarnya dengan enteng.
dan lalu Om Abi pun menamparnya sehingga ia diberi hukuman hp-nya disita ada Malik pun mulai membenciku dan setahun kemudian kami pun naik kelas 5 sd malik tetap saja belum berubah dan masih saja mereka tetap mengerjaiku kemudian dan juga mereka melempar mainan kecowa ke arah bajuku aku sangat geli dan disitulah aku berteriak seperti ini kepada mereka.
“Ahkk… Kenapa sih kalian suka banget ngerjain aku kan aku takut dengan kecoa ihh.”ujarku dengen meneriaki mereka semua dan kemudian mereka menertawaiku.
“Hahaahahaaa.”
“ emang .... enak gua kerjain lagi hahaha.”ujaarnya malik yg berusaha membuat ku malu.
“ Hahaha makanya jadi orang jangan sok apalagi nggak ngasih kita Contekan hu huu.”ujarnya sih robii temen barunya.
“tau tuh Dasar pelit huuuu.”ujarnnya sih endin yg mulai mengerjai ku.
__ADS_1
Pada akhirnya aku dibela oleh teman baruku bernama Sinta dan lalu sinta pun memarahi mereka yang setiap hari merundungku saat guru tidak ada dan pada akhirnya mereka semua pun pergi ke lapangan untuk bermain bola dan kemudian Sinta pun langsung saja menenangkanku dan berkata seperti ini.
“ jangan dengerin omongan mereka mending kamu main sama kita aja.”ujarnya sambil mengelus bahu ku.
“ya emang belagu tuh orang makanya mah lain kali jangan deket-deket sama mereka ya main sama kita aja.” temennya sinta yang baik kepada ku dan yang sebentar lagi akan menjadi teman baruku bernama Rendy.
“Ya… temen-teman terima kasih.”ujar ku yang tersenyum kepada mereka.
Pada akhirnya kita bertiga bermain bersama sampai belajar kelompok dan juga bersama di kelas ya di sini aku bisa berbagi kepada teman-teman baruku cinta dan juga Rendy mereka sangat pengertian kepadaku banding Malik dan ending selalu kutolong Malah seperti ini lalu menghinaku dengan kata-kata yang kasar dan juga menjambak rambut di situlah mereka dihukum akhirnya oleh para guru karena mereka selalu merundungku seperti itu meskipun itu aku tidak bahagia karena setiap hari aku menerima cobaan dari siksaan di rumah maupun di luar sekolah ini.
Pada saat itu pada akhirnya aku sudah pulang sekolah seperti biasa aku mengalami tekanan depresi yang luar biasa dari Tante annet yang sebentar lagi dia akan hamil cuman aku merasa takut dengannya jika dia terus saja meneror ku karena bukan kesalahan ku dan kemudian dia terus menghajarku ataupun nyiksa akudan aku tertinggal diam dalam kesepian dan juga bisa mati dan pada akhirnya Tante annet memanggilku dengan keras.
“ muslimah cepat kamu ke sini sekaranggg.”ujarnya yg berteriak kepada ku.
“Ya… sebentar tante.”ujarku yg berlari ke arah nya.
Kemudian aku pun mengusap air mata agar tidak dianggap lemah dan juga dipukul oleh tante annet hingga akhirnya ia pun memaki-maki seperti ini.
“ Hei … kamu tuh yag dipanggil lama banget saya kan dari tadi manggil kamu Seharusnya kamu inisiatif datang secepatnya ke sini.”ujarnya sambil mencewer kuping ku.
“Ahk … ampun tante.”erangan ku karena sakit karena dijewer oleh tante annet.
“ tadi loh dipanggil udah tahu saya lagi hamil.”ujar nya dengan keras kepada ku.
Sehingga saat tante annet memarahi ku sehingga air liur air liurnya bercipratan dengan ke arah wajahku sehingga aku takut dengannya dan pada akhirnya dia pun menyuruhku lagi untuk mengupas mangga muda dan bikin sausnya dan disitulah aku melakukan nya dan akhirnya aku hidangkan kepadanya disitulah ia mencoba nya pada akhirnya dia seperti ini.
“ kamu … gimana sih udah ngupas mangganya kulitnya masih ada terus sambelnya kurang garam bisa diandelin ga sih kamu ehkkkk.”ujarnya sambil mencupit lengan ku.
“Ahhkk… ampun tante sakit tan.”ujarnya ku yg menahan kesakitan.
“ Cepetann . ..bikin yang baru.”ujarnya yg teriak sambil menjambak rambut ku.
“Ya … tante.”ujarku sambil berlari-lari.
Dan disitulah aku membuat rujak mangga yang baru ditambah sambel rujak yang sesuai dengan takarannya karena aku melihat lewat konten dari YouTube dan sementara itu malik dan endin pun datang bersama teman-teman barunya dan saat mereka meminta izin tante untuk main dirumahnya dan kemudian aku melimat tante annet sedang makan mangga dengan muka yang kecut karena makan rujak mangga yang asam ditambah saus nikmat yang ku buat dan pada akhirnya tante Annet mengizinkan mereka dan kemudian tante annet pergi saat aku selesai melaksanakan salat dhuha.
dan setelah aku melaksanakan salat dhuha setiap aku melaksanakan bekerjaan ku yang belum selesai tiba-tiba saja malik dan teman-temannya termaksud endin mengangu ku sehingga meja dan dapurnya kotor sekali sampai akhirnya aku kelelahan mengurusi bekerjaan ruamh dan pada akhirnya hidup ku mulai rumit dan selalu aku yang mengerjakaan rumah dan selalu saja aku yang kena marah kalo bukan aku yatim piatu dan berteman dengan endin aku pun enggan untuk tinggal disini lama-lama dan tiba-tiba saja ada yang memanggilku.
"heii ... muslimah .. imah>>."ternyata itu suara teman-teman mereka malik ternyata dan kemudian aku bergegas kesana.
"ya ,,, ada apa."ujarku dengan ketus ke arah mereka.
"heii ... tolong nih bersihin."ujarnya sih malik dengan enteng.
"ya ... tolong bersihin ya babu."ujarnya salah satu temannya malik bernama adi.
"nihh ... tolong tuh bersihin tuh."ujar sih endin.
“ ya ... entar aku bersihin.”ujarku yang mulai menjauhi mereka.
Dan dengan terpaksa aku mengerjakan Semuanya serba sendiri mencuci bekas makan mereka sehingga aku mengelao piring nya dengan hati-hati dan bersih dan kemudian Seperti biasa aku pun mengelap-ngelap perabotan di rumah ini sungguh banyak sekali aku letih dan kemudian aku menyapu dan juga mengelap seluruh ruangan kaca ini dan susah sekali untuk bertahan hidup dirumah ini dan ingin sekali aku kabur dari sini karena saking lelahnya hidupku selalu diperlakukan seperti ini dan kemudian tante annet dan Om Abi pun akhirnya datang.
Di situlah aku menyambut mereka dengan baik dan lalu sambil aku menyalami tangan mereka dan akhirnya Om Abi pun memberikan baju baru kepadaku di situlah aku mulai senang tetapi tidak dengan adik dan tantangan dan juga teman-temannya melihat arah sinis kepadaku sehingga aku adalah parasit yang tidak pantas memakai pakaian bagus
Apa yang kulakukan selalu salah di mata mereka dan aku tidak menjadi orang yang baik di mata mereka ingin rasanya aku kabur dari rumah tapi gimana aku masih terlalu dini untuk keluar dari rumah ini dan juga belum punya uang yang banyak saat ingin kabur dari rumah tapi mau kemanaa aku pergi.
__ADS_1
Next cerita tentang muslimah ➡️.