
~Next cerita muslimah~
pada Sampai sekarang mereka pun dikasih kehidupan yang berkecukupan dan berlimpah semua dari allah swt berbeda dengan nasib muslimah yang setiap hari dijadikan Anak Tiri yang setiap saat ia diperlakukan keluarga nya malik kecuali om abi yang menyayanginya tiada henti tidqk seperti ini kepada tante annet yang membenci dirinya.
dan namun sikap Malin pun kini sudah berubah akhir-akhir ini karena ia adalah penerus harta waris dar almarhumah keluarganya yang telah meninggal dunia dan tante annet pun akhirnya berbuat baik kepadanya dengan maksud dan tujuan tertentu dan Ia pun mengasuh Malik untuk membenci muslimah dab merancuni pikiran nya agar ia tetap membenci muslihah sebulan yang lalu ia terus meracuni pikirannya pada akhirnya malik pun membencinya.
dan beda dengan muslimah dan ia pun merasakan kesepian yang setiap hari memendam perasaan sedih berhari-hari dan ingin sekali ia bertemu dengan abi dan umi nya tetapi mereka telah tiada dan belum sempet ia mencari kuburan mereka karena ia masih berada dirumah malik namun nasib dan takdir berkata lain Ia menghadapi semua cobaan ini dan sampai akhirnya dia pun salat tahajud dan kemudian berdoa dan berkata seperti ini.
"ya ... allah sampai kapan aku seperti ini dan kenapa sikapnya malik akhir-akhir dia berubah dan sering berbicara kasar kepadaku dan kenapa engkau mengambil kedua orang tua ku ya allah padahal aku sayang menyangangi nya."doanya sampai ia panjatkan kedua tangannya sampai-sampai ia mengusap air matanya sendiri secara kasar.
dan akhirnya ia pun tertidur dan sampai ia memimpi abi dan juga uminya datang ke dalam mimpinya muslimah dan sampai akhirnya abi dan umi pun memeluknya agar tetap kuat dan tabah menjalani sebuah coban dalam kehidupan ini sampai akhirnya ia pun mulai bersedih dan menangis-menangis saat ia masih tertidur dan bermimpi kemudian pagi mulai cerah dan tante annet pun melemparkan air ke araah muka nya saat om abi pun tidak ada dan disitulah muslimah pun mulai beristigfar dan tante annet pun akhirnya
"heii ... jangan banyak bicara kamu dan sekarang kamu siapkan saya dan malik makan mengerti kamu."ujarnya ia dengan nada membentak kepadanya.
"tapi tantee ... aku ga bisa masak."ujar muslimah yang mengelap wajahnya yang basah kaarah selimut.
"alah ... jgn bacot kamu ya kamu sudah 10 tahun dan sekarang kamu harus sudah biasakan hidup seperti ini jangan manja kamu."ujarnya tante annet sambil menarik muslimah.
dan kemudian muslimah tanpa perlawanan bilang iya kepadanya dan kemudian mulai menyiapkan mereka sarapan namun muslimah pun tidak tau cara menyalakan kompor padahal usia muslimah 9 tahun dan belum tau tentang namanya masak-masak dan sampai ia pun binggung apa yang harus ia lakukan hingga semua bisa seperti ini dan sampai ia pun takut menyalakan kompor dan kemudian dia pun langsung memanggil tante annet dan akhirnya tante annet pun datang dan langsung membentak muslimah.
__ADS_1
"hey ... kenapa kamu memanggil-manggil saya ehm."ujarnya sambil menarik rambut muslimah.
"aaduhhh ... ampun tante sakit."erangan sih muslimah yang menahan sakit dari tadi saat rambutnya dijambak oleh tante annet.
" dan kenapa ... kamu memanggik saya hah udah tau saya lagi banyak kerjaan."ujarnya dia.
dan kemudian malik pun datang dan melihat sekilas tentang sahabat muslimah dan kini ia pun menjauhi muslimah karena hasutan tante annet yang menghasut berlebihan kepadanya sehingga malik tak mau kenal dan mulai membencinya dan disitulah dengan terpaksa tantte annet mengajarkan nya mulai cara menyalakan kompor dan juga ia bisa menggunakan kompor elekterick jika kompornya habis atau ia bisa oven dari mito chiba yang biasa tante annet beli dan disitulah muslimah mulai memasak dan namun ia memasak apa saja yaitu nasi goreng yang biasa tante bikin suatu om abi ada.
dan sekarang ia pun menyuruh muslimah untuk membuat hidangan sesuatu yang seusia nya yang belum ia buat seperti masakan orang dewasa pada umumnya dan sampai akhirnya muslimah pun memulai masak-masak ala kadar saja yaitu sandwich telur dadar saja yang muslimah hidangkan dan akhirnya muslimah pun langsung saja menghidangkan menu ini kepada tante annet dan juga malik namun masih saja tante annet puas dengan masakannya dan mulai mengeritik seperti.
"pehh peeh ,... masakaan apa sih gada garammnya."ujarnya sih tante annet sambil melepehkan makanan hidangan dari muslimah padahal muslimah sudah memasak susah payah umtuk mereka dan kemudian malik pun ikut-ikutan seperti ini.
"ehmm ... ya tuh lik teman kamu tuh ga bisa diandeli."ujar tante annet sambil mengambil tisu dan melepehkan makananya dan kemudian melemparkan ke arah jidatnya muslimah dan kemudian muslimah pun bersedih dan kemudian malik memanas-manasih sampe ia tega sekalo berkata seperti ini.
"uhh ... dasarr lu bisanya nyusahin doang huu."ujarnya sih sambil melemparkan sandwich kearah muka muslimah
Dan akhirnya mereka pun mulai tertawa dan sampai Situlah muslimah pun bersedih usahanya tidak dihargai oleh keluarganya Malik sama sekali sehingga membuat dia kecewa dalam membuat Muslimah sedih dan patah hati dan kemudian tanpa anek pun menyuruh muslimah untuk membersihkan ruangan makan tersebut termasuk memungut sisa-sisa mereka sungguh tidak etis dalam keluarga ada orang dewasa seperti itu sampe Mereka pun ketawa cekikian lagi seperti itu.
" Eh cepat Kamu beresin yang bersih ya Awas kalau ada sisanya." ujar si Malik yang sok memerintah.
__ADS_1
" iya."ujarnya muslimah dengan singkat.
" dan habis ini kamu nggak usah sekolah dulu bersihin semuanya dan kerjain ya." perintahnya tante annet kepada muslimah.
" baik tante." ujarnya Muslimah dengan terpaksa.
Dan Pada Akhirnya muslimah pun tidak sekolah karena disuruh oleh tante nya malik untuk membersihkan pekerjaan rumah ini padahal muslimah juga ingin sekolah sungguh biadab keluarga ini sampai muslimah pun tidak diberi makan dan juga dikasih air anget saja seharus dikasih susu malah seperti itu dia kelakuannya.
Dan Keesokan harinya muslimah pun tetap saja dihakimi oleh tante annet dan juga Malik pun sudah berangkat ke sekolah sejak tadi pagi dan rasanya ia ingin pergi ke sekolah bareng cuman muslimah pun tetap tidak dibolehkan sekolah padahal da ujian semester 2 Tapi tetap saja Dia disuruh untuk bekerja ngepel nyuci piring seperti pembantu dan sampai ia pun Berserah diri kepada Allah menghadapi perilaku dari tante annet.
"Cepat kamu beresin tempat tidur segeraaa awas sampai berantakan saya hajar kamu pakai sapu lidi."ujarnya dengan suara keras.
"Baik tante."ujarnya muslimah.
Dan Pada hari ini dan juga hari berikutnya ia masih saja ia melanjutkan pekerjaan rumah seperti biasa setiap hari dan selalu saja dibuat masalah oleh tante annet jika pekerjaannya tidak rapi jika pekerjaannya tidak sesuai dengan keinginannya selalu kena pukulan dan cambukan lidih dari Tante annet sehingga ada memar di sekujur pinggangnya muslimah dan juga di punggungnya muslimah kasian.
dan juga sungguh kasar sekali dia terhadap anak kecil sehingga ia pun tidak punya perasaan sama sekali kepada anak ini ya tidak peduli dan tidak mau tahu yang terpenting ya bisa shopping yang bisa menikmati uang warisan dari ortunya sih Malik sungguh kejam dan licik sekali.
dan setelah muslimah mengerjakan rumah dengan letih lagi ia pun harus berdoa semoga saja ia dapat keajaiban dari allah swt tetap tegar untuk menghadapi cobaan dan juga ujian ini dan harusnya ia menikmati masa anak-anaknya dengan baik dan kalo dibiarkan terus muslimah pun bisa sakit dan juga punya gangguan mental.
__ADS_1
Next cerita berikutnya