
□□□□□□□□□
Next masih cerita tentang bu ratna yang masih mencari petty.
hari menjelang sore dan disitulah bu ratna berjalan kaki dan juga mencari petty namun saat itulah ia ingat bahwa ia berada dirumahnya nita temen sekelas nya dan sampai saat ini terus berjalan kerumah nya nita dan akhirnya bu ratna melihatnya saat itu petty bermain tetangga teman-temannya sudah terhitung banyak sekali teman nya lebih 3 orang dan tiba-tiba saja bu ratna tidak sadar kalo ia sudah sampai kerumah nita dan tetangga ia pun memanggil petty.
“Pettyy.”ujarnya sambil berdiri kerumah nita dan disitulah petty melihatnya dan berkata seperti ini.
“Oh ... ya bu.”ujarnya sambil bermain boneka-bonekaan bersama temen nya bernama elly dan nita dan kemudian ia pun izin kepada temen-temennya dan berkata seperti ini.
“ Teman-teman Semuanya aku pamit pulang dulu ya.”ujarnya sambil berdiri dan kemudian nita pun berkata seperti ini.
“Okeyy … deh pet hati-hati ya pet sering-sering main ke sini.”ujarnya sambil merapihkan rambut bonekanya.
“ya … sip aku pamit dulu dada teman-teman assalamualaikum.”ujarnya sih pettty sambil melambaikan tangan dan kemudian melihat ibunya.
“Ya petty...walaikumsalam wr.wb dada.”ujar sih nita dan disusul oleh teman dengan nada yg kompak saat mereka bilang'walaikumsalam' dan masih duduk dirumah nita.
“Dadahh.”ujarnya sih petty masih melambaikan tangan ke mereka.
Sampai akhirnya teman-temannya Petty pun pada kangen padanya sampai sang ibunya menunggunya begitu lama sampai pada akhirnya peti pun menanyakan perihal ini kepada ibunya.
“ Ibu … Kenapa aku kan dipanggil habis main sama temen-temen bu.”ujarnyaa dengan cemberut.
“tapi pett ini menjelang sore nak.”ujarnya dengan lembut.
“ Tqpi Ibu peti masih pengen main sama Nita habisnya ibu nyuruh-nyuruh aku kan pengen aku nikmatin masa muda ku bu.” Ujar sih petty dengan muka cemberut.
“ Yaudah main sana tapi jangan lupa km ngerjain Pr km ya nak.”ujarnya bu ratna sambil membelai petty dan masih berjalan ke arah rumah mereka.
“hehehe ya Bu Hampir lupa makasih udah ngigetin petty ya Bu.”ujarnya sih petty sambil memeluk sang ibu.
“ Iya Sayang jangan lupa kamu belajar keras ya biar jadi orang sukses ya.”ujarnya sih bu ratna sambil mencubit hidung nya petty.
“Hehehe …. Ya ibu petty berjanji pettu akan terus berusaha biar kita ga susah lagi kaya gini bu.”ujarnya sih petty sambil merangkul ibunya.
“iya sayang Ibu juga … sebelumnya ke warung pasar dulu ya nak setelah itu baru pulang ya nak.”ujarnya sambil memeluk anaknya.
“Ya ... ibu.”ujarnya sih petty sambil berjalan.
Dan disitu pula akhirnya mereka ke warung sebentar untuk membeli keperluan lauk pauk untuk mereka makan dan lauk pauk untuk dagangannya Bu Ratna dan setelah petty dan bu ratna datang ke warung bu marni di situlah banyak sekali ibu-ibu nyindir Bu Ratna karena ia seorang janda miskin yang hidup sendirian tetapi Bu Ratna tidak ambil pusing dengan omongan mereka demi mencukupi kebutuhan petty sehari-hari karena baginya yang terpenting adalah kebahagiaan anak dibandingkan kebahagiaan omongan orang lain saat ia berbelanja memilih cabe rawit toge dan juga kacang-kacangan oleh Ratna sendiri dan akhirnya para ibu-ibu pun mulai menyindir dan berkata seperti ini kepadanya.
“ Yakin buu bisa menambah kebutuhannya buat anak ibu.”ujarnya sih ibu yg suka yg suka nyindir yg orang gemuk dan bu ratna pun akhirnya membalas mereka dan berkata seperti ini.
“ Insya Allah Bu saya mah orangnya padanya Bu dan saya bakal lakuin apa aja buat anak saya petty.”ujarnya yg membela dan kemudian petty pun membantu membela ibunya.
__ADS_1
“ benar Bu.”ujarnya dengan singkat.
“Halahh … biasanya uang hasil ngutang ya kan bu imi. ”ujarnya teman sih Ibu yang gemuk berbadan kurus.
“Ya … bener bu orang yg suka nguntang mulu ga bakal kaya kayak gitu bu punya suami bisa beli ini dan itu kaya ibu itu-itu.”ujarnya yang menyindir sih kelompotan yang berbadan gemuk sambil menunjuk ke arah bu ratna.
“ ya benar… biasa kan dia janda miskin mungkin bisa nafkahin anak makanya dia suka utang mulu hahaha.”Ujarnya sih ibu gemuk tersebut nyindir Bu Ratna Dan pada akhirnya mereka pun tertawa seperti ini dan kemudian bu ratna pun bersedih dan bergumanm dalam hati seperti ini.
"ya allah .... meskipun saya janda miskin tapi saya punya harga diri."gumamnya dalam hati dan kemudian petty menghibur nya sambil ia pun berkata seperti ini.
"bu ... jangan dengerin ada petty bu disino bu ."ujarnya sambil memeluk ibunya dan kemudian di ketawai oleh ibu-ibu seperti ini.
“Hahahaha.”gelegat tawa mereka bersama dan kemudian di bela lah oleh bu marni.
"bu tolong jangan buat ricuh dan juga suka menghina orang disini pamali bu."ujarnya ke mereka.
"Ihh .... emang pantas dia gituin bu kan emang dia janda paling miskin bu dikampung kita bu.
"ehe ... bener saya setuju dengan bu dira."ujarnya sengkongkolan nya dan kemudian bu marni pun akhirnya beristigfar.
"astagfirllahazim hati-hati kalo ngomong bu."ujarnya bu marni sambil mengelus dadanya.
"ye ... orang saya ngomong fakta kok bu marni ya kalo dia miskin yang minta belas kasihan ke kita-kita ini ya ga ibu-ibu."ujarnya temen sekongkolan nya yg kedua.
"bener bu."ujar komplotan satu lagi.
dan akhirnya mereka pun tertawa karena telah menghina dan merendahkan bu ratna dan sampai bu ratna pun tetap bersabar dan juga bu gumam dalam hati seperti ini.
“ Astaghfirullahaladzim Ya Allah tolong sabarkan hamba untuk menghadapi ujian ini ya Allah.”gumamnya bu ratna sambil sedih dan kemudian bu ratna pun hampir mengeluarkan air mata dan sambil memilah-milah kacang panjang untuk ia masak.
dan pada akhirnya bu marni pun kasian kepada bu Ratna langsung saja Ia pun membela Bu Ratna seperti ini bahwa bu ratna lebih baik dibandingkan mereka gak bisa mencari uang dan selalu cari masalah kepada warga warga sekitar sini termasuk para janda yang mereka hujat satu dan suka bergosip ria begitu katanya dan disitu para ibu- Ibu pun mulai kesal dengan Bu Marni yang selalu membelanya dan sampai saat itu mereka pun dengan kesel dan menyudahi pembelanjaan ini dan pada akhirnya Mereka pun meminta uang kembalian nya dari Bu Marni dan lantas bu marni memberikannya.
kemudian mereka pun akhirnya akhirnya pergi dan disitulah bu ratna sedih dan petty pun juga ikut sedih dan langsung saja ia memeluknya dan kemudian bu marni menghiburnya dan juga menguatkan bu ratna untuk tetap bersabar agar menghadapi tingkah laku para ibu-ibu disini dan kemudian ia pun berkata seperti ini kepadanya.
“ yang sabar ya Bu emang begitu mereka kagak tahu rasanya ya jadi menghidupi keluarga nya sendiri tapi saya harap Ibu bisa melewatinya ya.”ujarnya sambil mengelus bahunya bu ratna.
“ ya gpp bu udah biasa.”ujarnya bu ratna sambil menangis dan kemudian petty pun menangis dan berkata seperti.
"Bu."lirih petty yang hendak menangis.
“Udah gpp sayang.”ujarnya bu ratna sambil menangis dan kemudian memeluk petty kembali.
“Dan lagi saya masih dilindungi jalan yang benar dari allah swt dan saya yakin bisa melanjutkan sekolahnya peti sampai selesai bu.”ujarnya lagi sambil mengambil dompet didalam tas belanjaan nya.
“Ya semangat dan bersabar juga ya bu dulu saya ngalaminnya dan saya yakin pasti kalian bisa melewatinya cobaan ini”ujarnya bu marni sambil bersedih.
__ADS_1
“Oh…iya bu makasih jadi semuanya berapa bu marni”ujar bu ratna sambil memeluk petty dan lalu petty terdiam.
“ Iya Bu cerita tahunnya Rp45.000 ya sama saya kasih bonus nih buat Ibu Bawang Putih 5 sama bawang merah 3 sama ini Bu cabenya buat ibu jualan.”ujar bu marni sambil tersenyum.
“ya allah yg benar bu saya dikasih bonus segini bu.”ujar bu ratna sambil mengucek-ngucek matanya.
“Ya …. Benar ini semua untuk ibu karena saya kasian ama bu.”ujarnya bu marni yg di dalam warung.
“ Ya …Allah terima kasih Bu Marni saya jadi ga enak semoga kebaikannya dan rezekinya dibalas sama Allah.”ujarnya sambil memegang tangannya bu marni dan kemudian petty pun berkata seperti ini
“Ya makasih ya bu.”ujarnya sih dengan nada yg baik kepada bu marni.
“ ya sayang.”ujar bu marni sambil mencubit pipi petty akhirnya akhirnya mereka pun tertawa semua dan kemudian bu ratna pun berkata tidak enak kepada bu marni dan namun bu marni berkata seperti ini kepadanya.
“ nggak papa lah Bu untung-untung ini rezeki buat ibu juga buat petty. semangat ya.”ujarnya.
“Ya …. Terima kasih bu kalo begitu saya pamit dulu ya.”ujarnya bu ratna sembari mengambil belanjaan.
“ Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.”ujarnya bu ratna dan petty dengan kompak.
“ya… walaikumsalam hati-hati ya.”ujar bu marni sambil melambaikan tangan.
“Ya bu.”ujar bu ratna dan petty dengan kompak.
pada ada saat itu bu ratna merasakan kram di perutnya dan merasakan ada yg basah dicelananya dan ternyata petty pun melihat darah yang ada dibelakang pantat nya bu ratna dan sampai akhirnya bu ratna pun kaget dan segeralah ia membeli pembalut diwarung bu marni lagi dan setelah itu mereka pun telah pergi namun saat bu ratna dan petty berjalan bu ratna mengigat nasehat dari bu marni agar selalu bersabar dengan perihal kelakuakn ibu-ibu dikampung ini dengan semua cobaan yang menimpa dirinya dan pada akhirnya ia pun tetap bersabar dan menerima cobaan selama ini dan pada akhirnya mereka pun telah sampai dirumah dan akhirnya bu ratna pun memasaknya masakan kesukaan petty sup ayam dan juga tempe bacem dan sayur bunci kesukaan sih petty dan disitulah bu ratna dengan letih menyiapkan makan malam untuk petty dan akhrinya petty pun memakannya begitu lahap sekali hingga akhirnya ia pun ingin menambah dan berkata seperti ini.
"bu ... petty nambah lagi ya."ujarnya sambil nasi penuh ke mulut.
"ya ... sayang boleh ambil saja nak."ujarnya sih bu ratna sambil meminum air tawar.
"eh, ... makasih ya bu semoga setelah dewasa petty bisa bantuin ibu biar ibu ga susah lagi ya."ujarnya sambil memeluk sang ibu.
"ya ... anakku."ujarnya sih bu ratna sambil memeluk petty.
"ehm... habiss ini kamu tidur ya nak karena entar bsk kamu sekolah ya nak."ujarnya lagi sambil meminta agar petty tetap tidur.
"oh ... ya bu entar habis petty makan petty tidur ya bu."ujarnya petty dengan lembut sambil mencium sang ibu.
"ya ... sayang entar habis makan kamu solat ya."ujarnya bu ratna sambil memeluk petty kembali.
"baik bu."ujarnya sambil menguap.
Dan disitulah bu ratna memeluk petty dan sampai saat ini bu ratna bersyukur punya anak kaya petty pintar dan penuh pengertian dengan sang ibu dan saat itulah petty melaksanakan salat isyaa karena hampir lupa dengan nasehat sang ibu dan disitulah Bu Ratna pun berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala satu lagi datang bulan semoga ia diberikan rezeki dan kelancaran agar hidupnya tetap makmur dan mengusahakan yang terbaik untuknya.
Next Cerita tentang muslimah➡️
__ADS_1