Masa Lalu Muslimah

Masa Lalu Muslimah
Bab 34 Teringat Sejarah masa lalu


__ADS_3

"Hah... Kok bisa sih Fajar ada di sini mampus aku harus gimana pokoknya aku harus kabur aku malu ketemu dia."ujarnya dalam hati.


dan di situlah ia malu setengah mati Saat ketemu dengan mantannya karena dulu dia menyakiti hati mantannya Fajar terus sampai akhirnya ia pun berusaha menutupi muka dengan buka menu cafe tersebut namun itu hampir kelihatan saat fajar telah selesai memesan donat varian es krim coffee dengan kopi latte kebetulan Ia suka sekali dengan kopi beda dengan anak yang suka dengan teh dan makan kue red velvet dari situlah akhirnya Ia pun langsung memanggil sih annet.


" annettt."


"Fajar."


"Kok ... bisa kamu ada disini jar."ujarnya dengan heran.


"Hehehe ... kebetulan aku lewat sekalian mampir sih kesini hihi."ujarnya mantan nya sih annet basa-basi.


"oh."ujarnya sih annet dengan heran.


"Kalo ... kamu kenapa disini."ujarnya sih fajar dengan kepo.


"Biasalah mampir lagi bete hehe."ujarnya sambil ketawa kecikikan.


"Ehm ... ga sama suami kamu."ujarnya sih fajar saat annet mulai berdiri untuk pergi darinya.


"Ehmmm... Oh biasa Aku pergi dulu ya."ujarnya sih annet yg hendak dari sini.


" kok kamu buru-buru banget sih net."ujarnya sang mantan sih fajar.


" Iya Jar maaf nih aku harus jemput keponakanku soalnya jam segini mereka pulang."ujar sih alesan nya sih annet padahal takut dengan sang mantan.


" Btw Aku boleh minta nomor wa-mu net."ujarnyaa sih sang mantan tersebut.


" Sebenarnya aku juga males ketemu kamu Jar mana sama ini kamu terlalu jahat banget harus memilih Perjodohan orang tuamu dibandingkan ku pas aku sayang-sayangnya dan giliran aku bahagia dan sudah nikah baru kamu ngejar-ngejar aku uhh." ujarnya dalam hati dan kemudian annet pun menanyakan kembali kepadanya.


"Buat ... apa."ujarnya sih dan kemudian fajar pun bergumam dalam hati seperti ini.


"duh ... gw kasih alesan apa lagi biar sih annet ngasih nomornya ke gw ahah gw ada ide buat bikin alesan aja tentang reuni kuliah kita  hehe lumayan bisa dapet waa nya sih annet."gumam sih fajar dalam hati dan kemudian ia menjawabnya seperti ini.


"Ehm ... reuni kuliah lah net buat ngumpul sama temen-temen lah net."ujarnya sih fajar suka modusin sih annet.


"ehm ... yaudah deh terpaksa deh aku kasih nomor wa nya lumayan buat ngumpul sama temen-temen daripada sama temen arisan kan ga jelas pamer2 sana-sini uhh."ujarnya lagi dan kemudian dia berkata seperti ini.


"yaudah ... nih aku kasih nomor wa nya ke kamu deh awas yah macem-macem."ujarnya sih annet sambil menunjuk ke sih fajar.


"ya ... net tenang saja."ujarnya dia dengan santai.


"Yaudah nih aku kasih nomor wa nya 08xxxx xxxx."ujarnya dengan terpaksa memberikan nya.


"Ehm... okey aku save nomor kmu ya."ujarnya sih fajar sang mantan.

__ADS_1


"Okey ... aku diluan ya bye."ujarnya ia sambil pergi.


dan pada akhirnya dijawab iya oleh sang mantan dan ia langsung saja berlari menjauhi cafe tersebut dan kemudian ia ke parkiran ia menjuhi sih mantan agar tidak terbayang-bayang oleh masa lalu dengan sang mantan waktu masih kuliah dulu saat ia masih semester pertama diusia 22 tahun kuliah dan baru mengenal cinta pertama dengan fajar kaka tingkat nya dulu waktu sih fajar sang mantan baru semester 3 dan disitulah ia melihat sih annet karena ia cantik dan menarik disitulah cintanya mulai timbul saat itu di annet masih menyetir dan akhirnya ia masih mengigat flasback.


dan kemudian dia terus memikirkan nya lagi sampai ia pun ingat ketika dicampakan saat fajar bersama wanita lain yaitu dosennya sendiri pada akhirnya ia kecewa dan tidak percaya dengan lelaki siapapun dan tetap lanjut dan fokus kepada nilai skripsinya dan akhirnya bertemu dengan kakak alumninya yaitu Om Abi sendiri.


dan pada akhirnya Mereka pun akhirnya jadian pada saat Anet bekerja di asisten pengacaranya sebagai anak magang dan setelah ia lulus skripsi selama 6 bulan Ia pun dilamar oleh Om Abi dan di situlah Direstui oleh ibunya sebelum ya ketemu dengan Malik dan muslimah dan kemudian menikahinya.


 pada saat usia mereka terbilang cukup muda dan om abi 26 tahun hampir seumuran dengan annet dan pernikahan pun dilaksanakan pada tanggal 16 desember ditahun yg lalu pernikanan mereka telah dan Anet mengingat pernikahan dengan masa-masa yang indah bersama Om abi dan juga sungguh mengesalkan jika annet mengigatnya bahwa ia harus dengan sang mantan dan kemudian ia hampir lupa ia bahwa ia harus segera menjemput Malik dan muslimah terlebih dahulu dan kemudian anak-anak menunggunya begitu lama sekali sampai Malik pun berbicara kepada Muslimah.


" Duh tante ke mana ya mah."ujarnya.


" Aku nggak tahu sih Malik mungkin tante annet sedang dalam perjalanan."ujarnya sih muslimah.


" Iya cuman ini udah lebih dari setengah jam kita juga belum ngerjain PR juga."ujarnya sih malik.


" ya habis kita pulang sekolah aja ngerjainnya."ujarnya sih muslimah sambil memberi saran.


" Iya cuman kalau kita disuruh-suruh gimana aku nggak mau ah Ngerjain pekerjaan rumah berat kita masih kecil."curhatnya sih malik.


dan kemudian muslimah menarik nafas dengan terpaksa dan bersabarnya ia mendengarkan curhatannya Malik panjang kali lebar dan tiba-tiba saja tante annet datang dan langsung saja men spion dan juga ia meneriaki agar mereka segera masuk dan di situlah mereka berdua pun masuk dan gini ditanya-tanya Bagaimana dengan sekolah dan lain sebagainya Mereka pun menjawab bahwa sekolah mereka baik-baik saja tanpa mereka curiga sedikit pun dan itu alasan Kenapa tante annet berbuat baik terhadap mereka karena untuk menarik perhatian mas abi dan pada akhirnya mereka sudah sampai di rumah tetap saja tante annet pun menyuruh mereka tetap mengerjakan rumah dengan halus berkata seperti ini.


" anak-anak Ntar bisa bantu Tante sebentar aja."ujarya.


" bantu apa Tante."ujarnya sih malik.


" minta tolong apa enaknya ya buat memanfaatkan dan ngerjain mereka." Gumamnya dalam hati dan kemudian Ia pun mulai berfikir "yaudah deh aku mereka mijit sekalian bujuk mas abi."gumam kembali dalam hati.


" Ya udah Tante minta tolong sama kalian bantu mijit ya kalian minta tolong bersihin rumah ya sayang hehe." Ujarnya dalam masuk terselubung


dan kemudian muslimah dan Malik saling beradu pandang Apa maksud semua ini kenapa harus mereka yang melakukan pekerjaan rumah dan seharusnya mereka mengerjakan PR dan Bukannya itu tugas tante Anet sebagai ibu rumah tangga malas sekali dia mau enak-enak saja tanpa tidak memikirkan beban mereka dan kemudian mereka pun menjawab dengan terpaksa seperti ini


"Ya ... tante."jawab mereka dengan terpaksa.


.


dan kemudian mereka berlalu pandang lagi tidak biasanya tante annet seperti ini dan memanfaatkan mereka dengan terpaksa mulai bekerja sementara muslimah pun membersihkan teras di halaman belakang kemudian teras belakang sedangkan Malik melayani tantenya seperti pelayan enak sekali hidupnya contoh aneh seperti Ratu Elizabeth saja apa pas serba dilayani oleh keponakan-keponakan angkatnya dan kandungnya.


dan dengan terpaksa mereka melakukan pekerjaan ini meskipun sulit buat mereka berdua dalam hati pun terasa berat jika dikerjakan dan setelah pekerjaannya selesai Pas sore hari mereka pun disuruh Tante annet untuk membersihkan diri agar tidak bau badan kan takut jika disangkanya tante Annet tidak mengurus mereka dengan baik Itulah penilaian dari sang suami dan akhirnya Om Abi pun pulang kerja habis menyelesaikan kasus bersama klien tersebut ialah percerai an dan kemudian Sambutlah oleh tante annet.


"Eh ... mass abi kamu udah pulang."ujarnya sih sambil tersenyum.


"Eh ... ya yang ini lelah banget nih habis kerja ngurusin klain btw anak-anak pada kemanaa yang."ujarnya sambil membuka jas terus dasi dan lalu menaroh tas.


"Oh .... mereka barusan mandi mas sebentar lagi mereka akan turun."ujarnya sambil tersenyum.

__ADS_1


"Okey ... ga nyuruh2 dan ga galak sama mereka kan."ujarnya sambil melepaskan sepatu.


"Ga lah ... mas ga mungkin aku sejahat ini sama merèka."ujarnya sih annet dan kemudian ia pun bergumam dalam hati seperti ini.


"Duh ... kenapa mas abi bisa ngomong begitu sih."ujarnya dalam hati sambil berfikir dan kemudian dikagetkan oleh mas abi.


"Ya ... sudah aku masuk dulu ya."ujarnya sih abi sambil pergi kearah kamarnya sendiri.


dan kemudian ia pun pergi arah ke dapur untuk menyiapin makan malam buat mereka pada akhirnya muslimah dan Malik pun sudah selesai mandi dan kemudian tante anak pun datang sambil meminta tolong lagi kepada mereka untuk segera menyiapkan diri dan peralatan alat-alat untuk makan seperti sendok dan garpu untuk dihidangkan di meja makan dan kebutuhan tante annet memasak kalkun spesial beserta Nasi Briani yang sangat enak kebetulan tante annet pernah sekolah masak jadi masaknya sangatlah enak.


dan pada akhirnya mereka pada makan bersama dan setelah itu Om Abi pergi ke kamar dan melanjutkan kerja dan Muslimah pun disuruh membersihkan piring hingga oleh tante annet sungguh tega sekali Ia menyuruh dan menekankan muslimah membersihkaan ini dan itu beda malik yg disuruh ke kamar memenami om abi dan belum kapok ia diomeli oleh sang suami tapi apa ada yang muslimah pun dengan terpaksa membersihkannya dan sampai akhirnya Om Abi pun haus dan dengan terpaksa malik menawarkan ingin mengambil minum agar om abi repot.


"om ... biar malik aja yang bawain air putih."ujarnya


"Ga ... usah lik kaya om ga bisa jalan aja."ujarnya sembari berdiri.


"Tapi ... om banyak kerja om."ujarnya yg iba.


"Gpp ... lik kan om.bisa jalan lik jgn khawatir lik."ujarnya sih om abi.


dan kemudian om abi pun ke arah dapur dan semua pekerjaan cuci piring sudah beres mungkin ini muslimah telah mengerjakannya setelah ia ke sana dan di situlah ia ditekankan oleh Tante annet sekali lagi agar tetap kerja dengan cepat jangan sampai ketahuan oleh Omnya sendiri kemudian ia ditarik oleh tante annet dan terus ia mengancamnya agar tidak ketahuan oleh Omnya Malik dan setelah Om Abi pergi muslimah jadi sasaran amarahnya tanta annet dan sampai akhirnya muslimah pun disuruh tidur olehnya.


PPada akhirnya muslimah pun masuk kamar dan dia mulai menangis jadi-jadinya dia mengingat almarhumah orang tuanya saatnya masih hidup Iya senang sekali berkumpul sama dan ibunya saat ia masih kelas masih TK B umur 5 tahun dan sering di manja-manjain beli sepatu baju dan baju oleh abi dan umi dan kemdian menangis sejadi-jadinya karena mengigat kejadian masa lalu terindah bersama orang tuanya dan kemudian tertidur.


dan kemudian ia bermimpi lagi tentang abi dan uminya dan memanggil namanya dan disitulah muslimah pin terhayut suasana dalam mimpi sampai ia menanggis saat tertidur dia pun mengigau dan berkata seperti ini.


"abii .. umi imah kanget sama kalian kalian kemana saja selama ini hiks hiks."ujarnya sambil mengigau dan kemudian uminya berkata seperi ini.


"Imah.. imah umi juga kangen sama kamu."ujarnya Uminya yang telah memeluk Muslimah dengan erat.


" Iya Abi juga kangen sama muslimah ingat sekarang kamu harus salat tahajud agar pikiranmu tenang."ujarnya armahum abinya sambil mengelus kepala muslimah agar tetap tenang.


"Ya ... abi ya umi muslimah akan tetap salat."ujarnya sambil memeluk mereka.


"Tapi .. kalian jangan pergi aku masih rindu sama kalian."ujarnya ia sambil memeluk mereka kembali.


" sayang Abi dan Umi juga ingin bersama mu di sini cuman sayang kita beda alam sayang duah dipanggil yang maha kuasa kamu harus tetap sabar dan ikhtiar sama Allah yang nah ini ujian buat kamu menjadi lebih kuat."ujarnya abi sambil memeluknnya.


Dan kemudian dan ia masih saja menyebut orang tuanya berkali-kali sampai ia berteriak seperti ini Sehingga semuanya tidak mendengar teriakannya dan kecuali annet yg mendengarnya namun ia tetap tak peduli dan bangun tengah malam jam 00.12 langsung saja ia kedapur dan mengambil air putih tersebut dan sementara itu om abi masih saja ia bekerja tengah malam begini kerja blm selesai dan disitulah si anñet menghiburnya agar tidak terlalu banyak kerja kami juga ingin seperti ini cuman masih ada dan kerjaan lain untuk menyelesaikan kasus ini namanya juga pengacara pasti ada saja tugasnya di situ sang istri lalu saja memeluknya dan untuk mas Abi agar mencari pembantu saja agar ia terbantu olehnya namun ia akan menimbangkan kembali dan kemudian mereka tidur bersama.


dan sementara itu muslimah masih tertidur dan tiba-tiba saja di ganggu setan yang jahat sampai akhirnya ia pun terbangun dan langsung saja istighfar dan langsung membaca doa agar tidak tergangu setan seperti biasa ia rindu dengan sosok ibunya sampai tidak bisa berpikir panjang lagi bahwa ia sangat merindukannya dan kemudian Ia pun langsung saja berwudhu untuk salat malam dan memohon ampun kepada Allah dan mendoakan Abi dan uminya agar Ia tetap Tetap tenang di alam sana.


" Ya Allah tolong lindungi Abi dan Umi semoga Iya tetap tenang di alam sana semoga aku bisa bertemu dengan orang tuaku lagi karena aku masih sayang sama mereka Ya Allah Rabbana Atina Fiddunya Hasanah walfillahi roti Hasanah waqinal azabanar." doanya dalam hati.


Dan setelah ia melaksanakan salat malam akhirnya pikiran pun menjadi langsung lebih tenang dan ia bisa lebih tawakal kepada Allah bahwa semua ini telah diatur olehnya bahwa setiap ada musibah pasti ada cobaan setiap ada masalah pasti adindawati dengan ujian dari Allah subhanahu wa ta'ala seperti dengan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam telah kehilangan kedua orang tuanya tapi dia tetap bersabar untuk segera melanjutkan hidupnya Sebatang Kara dan diadopsi oleh paman-pamannya namun ada saja yang menjahatinya seperti Abu Lahab dan Abu Jahal karena mereka adalah musuhnya para nabi tidak Percaya adanya Tuhan dan selalu saja berbuat jahat dan itu pun juga ada kaum-kaum yang tega menghancurkan Nabi Muhammad seperti seperti menghancurkan agama Islam terus juga ada penghinaan yang Nabi Muhammad lewati selama ini dan pada akhirnya ia pun mendapatkan balasannya di situlah inti ceritanya setelah itu ia tertidur kembali agar besok pagi iya sekolah.

__ADS_1


Next cerita muslumah berikutnya ➡️➡️


__ADS_2