
Next Silakan baca Part selanjutnya ⬇️
“ Duh Mampus bisa diomelin Papa nih Bahaya kalau Papa tahu.”batin gumamnya sih frans dalam hati yang gerusuk.
" Duh Semoga aja ga diomelin lagi sama pah."gumannya dalam hati nya kembali.
"DUH .... Maless aja gw berusan ama dia semoga aja mamah ga tau.”gumam sih daffa dalam hati dengan nafas yg memburu.
“Duh … ibu kemanaa ya jangan sampai tau deh bisa ruyam kalo diomelin ibu kalo ibu tau.”gumamnya petty dalam hati dengan panik.
dan saat itu mereka saling bergumam satu sama lain sehingga mereka beradu pandang kembali sampai terpaksa menunggu orang tua mereka masing-masing sampai mereka ketakutan sekali jika hal ini terjadi pada Frans dan Daffa yang mencemaskan emosi kedua orang tuanya apalagi mèrèka berantem setiap ketemu dan di situlah Bu Alya datang menghampirinya.
“ Daffa Ada apa yang terjadi kenapa bisa seperti itu” timpalnya bu alya yang emosi seperti ini.
“ehm …. sebenar nya mah.”sahutnya sih daffa dengan takutnya ia kepada sang ibu dan kemudian petty pun mulai speak kepada Ibu Alya agar tidak terjadi kesalahpahaman ini.
“ anu Bu mohon maaf sebelumnya yang salah frans duluan bu.”ujarnya yang mulai speack up.
“Ya … frans yang mulai bu.”timpal sih jojo agar bu alya percaya.
"Frans."timpalnya bu alya sontak shock dan tidak percaya.
“ Iya mah si Petty didorong diluan tuh sama Frans.”kata sih daffa sambil menunjuk ke arah frans.
" udah gitu dia ganggu kita main di luar bu." kejarnya si temennya Daffa bernama Edwin.
“ Apa sih lu.”timpalnya sih frans yg mulai masalah dan kemudian mulai lah menonjok edwin.
__ADS_1
"Ya nih."ujarnya sih lucky yg membela frans.
“ Eh Lu yang cari masalah duluan ya." sahutnya sih daffa dengan tegass akhirnya mulai mendorong sih frans.
" apa gue nggak takut sama lu Sini Lu maju." Timpal si frans dengan emosi sambil mendorong daffa.
"Udah anak-anak jangan pada ribut hust hust."ujar bu alya sambil memperingati mereka.
dan pada akhirnya mereka semua diam dan kemudian Akhirnya papah telah datang juga dan bersama ibu dan adiknya dan disitulah ia langsung bertanya kepada satpam tersebut tanpa memperdulikan anaknya si Frans.
" Ada apa ini kenapa bisa saya dipanggil ke sini pak."ujar bapak tersebut dengan emosi.
" anu pak sih frans lagi berantem lagi sama Daffa."ujar sih satpam tersebut dengan jujur.
"Bener itu frans.?"sahutnya papahnya sih frans dengan emosi.
" mampus gue gua harus jawab apa nih sama papa."gumamnya sih frans dalam hati.
“ Eh .. anu iya pah.”jawabnya sih frans yg terbata-bata.
“Ih Kamu frans kenapa bikin Papa malu aja.” ujarnya Papanya Frans yang mengomeli Frans seperti itu
“ Jangan begitulah Pak Kan dia anak kamu.”timpal mamah nya dengan nada emosi.
"SUDAH DIAM KAMU kamu tahu dia salah kan malah kamu Belain dia terus ga ngurusin anak kita nindy hah." timpal Papanya Frans sambil dengan tegas kepada istrinya.
" tapi pah."timpal ibunya sambil menunduk dan memeluk anaknya.
__ADS_1
" udah diam kamu." bentaknya Papanya Frans kepada ibunya Frans.
Dan di situlah fans tertunduk lemah dan akhirnya mulai menangis juga karena perkataan papahnya yang sangat membenci frans dan sampai akhirnya frans Pun minta maaf kepada Papanya dan selalu memikirkan adiknya nindy padahal ia kekurangan kasih sayang dari papa nya apalagi mereka sebagai orang tua menyebut Frans sebagai anak yang memalukan dan kurang ajar.
padahal ia ingin sekali diakui apaĺagi masalah sepele seperti mainannya tidak dirapikan nilainya selalu anjlok malah papanya tidak memperdulikan Frans selalu memarahi Frans setiap hari dan malah selalu menyayangi adiknya nindy lebih pintar darinya dan selalu memikirkan urusan pribadinya sendiri dan kemudian satpam tersebut menenangkan papa nya frans dan kemudian papa nya frans tersebut memarahi satpam tersebut.
" sudah Pak Diam jangan Kau baik dan ngatur-ngatur hidup saya ini urusan keluarga saya Pak." cercanya kepada satpam tersebut.
“ cuman saya merasa iba dengan frans pak karena dia masih anak-anak.”timpalnya satpam tersebut.
" tapi sifat kasihan Pak kalau dimarahin seperti itu bisa menganggu mental nya loh pak." timpalnya satpam lagi yg kasian dengan frans.
" hey ... bapak enggak usah ikut campur atuh saya Habisi." empalnya Papanya Frans sambil menarik kerah baju satpam tersebut.
“ ehm Maaf Bukan begitu maksud saya.”timpalnya satpam tersebut tidak mau memperpanjang urusannya.
" sudah saya nggak mau berdebat lagi dengan Anda atau saya laporkan ke polisi." ujarnya Papanya Frans sambil macam satpam tersebut dan lalu satpam tersebut diam saking takutnya diancam oleh Beliau.
“ Ayo pulang cepat pulang gara-gara kamu kita jadi pusat perhatian.”timpalnya papah frans dengan emosi dan narik tangan frans dengan kencang.
Dan lalu kemudian frans pun didorong oleh seret kencang dengan papahnya sih frans yang tempramental itu sehingga ia tidak mikiran kan perasaan anaknya sendiri tepatnya tidak dipedulikan dan namanya keluarganya tidak tercemar olehnya.
enggak itulah yang membuat ibu alya, daffa, petyy yang melihatnya dengan merasa iba dan pantas saja si Frans seperti itu dia kekurangan semuanya dibanding adiknya yang selalu mendapatkan uang dan selalu menjadi penjilat papah nya sehingga apa yang adiknya Frans inginkan selalu dipenuhi beda dengan Frans apa-apa ia selalu meminta kepada mamahnya agar ia bisa mendapatkan uang memenuhi kebutuhan Frans mulai peralatam sekolah,makan, bekal dan lain sebagainya.
dan tanpa langsung basa-basi akhirnya ibu alya langsung menyuruh petty dan Daffa dan teman-teman Daffa lainnya untuk segera bubar karena kalau dipertontonkan seperti itu tidak enak apalagi secara terus-menerus tidak enak kalo dilihatnya dan kemudian menyuruh mereka untuk pulang kerumah masing-masing.
dan akhirnya tanpa basa-basi Daffa dan petty mengikuti nasehat dari sang bu alya agar jangan terlalu dekat dengan Frans karena itu akan mempengaruhi nilai pelajaran sekolahnya dan nama baiknya kemudian mereka mengerti agar tidak ada hubungannya dengan mereka apalagi sifat menjadi korban pilih kasih dan segeralah Bu Alya mengantarkan mereka untuk pulang.
__ADS_1
dan setelah itu Bu Alya mengaja petty dan daffa untuk berbelanja terlebih dahulu dan akhirnya mereka pun mengikutinya dan menemani Ibu Alya berbelanja ke supermarket terdekat dan sangat menyenangkan sekali sampai pada akhirnya mereka dibelanjangi oleh alias sepuasnya cukup menyenangkan mempunyai majikan sebaik Bu Aliya boro-boro majikan belanjain seorang anak membantu seperti Pepi dan akhirnya mereka pun pulang.
next cerita berikutnya masih berlanjut➡️.