Masa Lalu Muslimah

Masa Lalu Muslimah
Bab 22 Akhir bahagia


__ADS_3

next cerita berikutnya saat sih endin bertemu dengan sang ayah dan ibu dengan haru setelah mereka memenui sekian hampir 4 tahun sudah dan sebenarnya om ferry ini merupakan om nya endin dan bukan bapak biologisnya dan setelah itu menikah dengan bu verra dan setelah itu mereka langsung saja menemui endin yang terbaring diruangan 203 tersebut dirumah sakit jakarta dan juga mereka langsung diantarkan oleh teman-teman nya dan juga om abi dan akhirnya Mereka pun saling berpelukan dan melepas rindu dan tiba-tiba saja bu verra berkata seperti ini.


“Alhamdulilah nak kamu sudah sehat nak.”timpalnya sambil memeluk sih endin.


“ya endin sembuh karena doa ibu.”timpalnya sambil memeluk ibunya dan akhirnya muslimah dan lainnya telah datang dan tiba-tiba saja ferry tersenyum dan akhirnya muslimah dan lainnya menyamperin endin.


“endinnn.”sahut kawan-kawannya dengan kompak sambil memeluk endin.


“Aduhh ..... aduhhhh.”erangnya sih endin yg mulai kesakitan karena dipeluk dengan teman-temannya.


“Uih ... Aduhkk pelann-pelaan dong.”timpalnya lagi sambil memlepaskan pelukan kepada teman-temannya dan kemudian mereka mulai ketawa terbahak-bahak.


“Ihkk...”timpalnya endin yg mulai kesal kepada muslimah dan lainnya.


"Hihi namanya juga kangen din.”timpalnya sih muslimah sambil menyolek endin dan kemudian mereka tertawa berbahak lagi seperti ini.


"iih .... kesel deh aku dijailin muslimah bu."timpalnya endin yg mulai mengeluh dan kemudian ibu verra berkata seperti ini kepadanya.


Dan akhirnya mereka semua pada ketawa dan semua dan inilah bertemuan dengan ibunya dan om nya sudah menjadi anak sambungnya karena itu sudah diamanatkan oleh almarhumah suaminya Bu Vera untuk menjaga endin yang di situlah Ia pun menjaga amanah dengan baik apalagi sekarang Andien sudah berada dirumah sakit dan akhirnya mereka pun langsung berpelukan satu sama lain dan dan juga Bu Vera membawa oleh-oleh untuk anak-anak termasuk Abi akhirnya dengan spontan Mereka pun menolak cuman Bagaimana ya pemberian juga tidak bisa ditolak jadi nggak enak dan akhirnya mereka menerimanya sampai akhirnya muslimah dan lainnya terharu melihat endin dan keluarganya telah berkumpul dan bersatu kembali dan sih endin Akhirnya sudah sembuh dan badannya mulai pulih dan di mulai pulang mereka dengan kemudian Pak Feri langsung memberi aba-aba kepada Endin agar segera cepat pulang untuk menyusul ke Bandung dan berkata seperti ini


.


“Ayoo ... sayang kita pulang.”timpalnya dengan lemah lembut sambil mengajak endin pulang.


“ehm ... tunggu dulu yah aku masih kangen sama mereka.”sahutnya sih endin dan lalu akhirnya dia menyamperin muslimah sih kembar dan malik.


“Halo ... guys.”timpalnya sambil menyalami kepadanya lain nya.


“Ya ... endin.”sahut mereka semuannya sambil menyalami tangan endin.


“iya ... ada apa din.”timpal sih muslimah kepada sih endin.


" Hari ini aku mau pergi guys." timpalnya si endin.


"Ya ... endin hari ini lu mau kemana sih main-main napa.”timpalnya sih malik.

__ADS_1


" gue mau pulang nih hari ini ke Bandung ntar kapan-kapan kalau mau main kalian ke rumah gua aja." tanya Nin dengan suara paru karena sakit


“Duh ... sakit lik gimana sih lu sakit woi.”erangannya dan mengeluh kepada sih malik dan akhirnya malik pun dijitak olehnya karena ia menaiki pundak nya sih endin dan namun sih endin merasa kesakitan dan berkata seperti ini kepada nya.


“Aduhh ... sakit din erangnya malik sambil menjitak kepala endin kembali dan sampai akhirnya dia pun berkata.


“Ehm ... Ade Maaf namanya juga kangen hehehe rindu gue sama lu."timpalnya sih malik lagi.


“Yaudah deh ... gw balik duluya.”timpalnya sih endin.


Terus akhirnya mereka berpelukan satu sama lain dan akhirnya semua orang tertawa dengan kelakuan satu sama lain dan saat itu endin pun pamit lagi karena masing sangat rindu kepada teman-teman nya dan saling berpelukan lagi kepada teman-temannya dan kemudian endin pun pergi bersama ibu nya untuk pulanh kerumahnya dibandung jawa barat karena kebetulan endin dan ibunya berasal dari bandung dan sekarang mereka tinggal dikecemataan berada dibatutunggal dan itulah yang mèmbuat muslimah dan lainnya rindu dan sudah dianggap menjadi saudara satu sama lain dan sampai-sumpai mereka mulai menanggis dan saat akhirnya sih malik mulai menangis dan akhirnya dia pun berkata seperti ini.


“Endinnn.”timpalnya sambil menangis.


“Udah lik jangan nangis.”timpalnya sih sih kembar leli sambil mengusap punggung endin.


“Tapi .... lel gw masih kangen sama dia dan udah gw anggap dia sebagai keluarga sendiri.”timpalnya sih malik sambil mengusap air mata secera kasar dengan menggunakan handuk kering.


“ lu ga usah alay juga kali lik.”timpalnya sih bella sambil mencitak kepala malik.


“Tau nih sih kak bella hihihi."timpalnya leli sambil kikikan dan kemudian ia disentil oleh sih kembar bella.


“Sakitt ih ka bel.”erangan nya sih leli.


Dan akhirnya mereka berantem satu sama lain sampai muslimah pun mulai datang satu sama lain dan merelakaan mereka berdua agar tetap damai dan tidak berantem satu sama lain dan akhirnya mereka pun mulai memaafkan satu sama lain dan sampai saat ini mereka masih merindukan endin karena sudah mengangap nya sebagai keluarga dan saudaranya sendiri dan akhirnya muslimah pun bergumam dalam hati.


“ Untuk sampai saat ini ku masih rindu sama kalian dengan momen-momen yang menyenangkan dengan suka duka karena kalian aku kuat semoga kita bisa bertemu suatu saat nanti.”gumannya muslimah.


Dan akhirnya muslimah pun bengong dan terdiam dan tiba-tiba muslimah dikagetkan dan digodain oleh sahabat-sabahatnya sih kembar leli dan bella dan juga malik pun ikut tertawa karena memikirkan endin secara terus-menerus dan muslimah pun kesal juga dibuatnya dan langsung saja iabmemarahi mereka seperti ini.


“ kalian semua Apaan sih ngagetin aja. sih”timpalnya muslimah sambil menjewer telinganya sih kembar leli dan bella dan tiba-tiba malik kena jewer juga.


“ Aduh … ampun -ampun sakit mah.”timpal sih kembar leli dan bella sambil memegang kuping mereka yang satu sama lainm


“ ya Ma ampun gue juga sakit nih Ampun mah.”timpal erangan nya sih malik sambil memegang kuping nya sakit.

__ADS_1


“Lagian sih Kalian sih ngagetin aja.”sahut muslimah dengan wajah dan bibir cemburut.


“ ya mah … iya mag gw minta maaf dan pasti lu Kasmaran sama Endin kan.” Timpal jeletuknyaa sih Malik sambil akhirnya ketawai si kembar lely dan bella.


“ enak aja mau ditabok.”timpalnya sih muslimag sampe tangan nya mgenapokin endin


“ Iya Mah ampun mah”.sahutnya malik sampe akhirnya menutup tangan agar melindungi wajahnya


“ Ya udah tahu aku lagi mikirin teman-temanku yang lain yang masih tinggal sama Bang Joni.”curhat muslimah sambil curhat nya panjang lebar


“ Hah Siapa itu mah.”timpal sih bella.


“ seperti biasa Kak Ita sama Leni.”jeletuknya


“ oh.” Sahut kompak mereka semua kecuali muslimah.


dan di situlah Mereka pun bingung Apalagi muslimah yang memikirkan bagaimana dengan keadaan kawan-kawannya iyalah Kak Ita Leni dan Endin dan saat itu mereka sudah galau satu sama lain dan merindukan persahabatan mereka dengan berbagai momen-momen terindah bersama seperti suka dukanya mengamen di jalan membantu kawannya apalagi nyanyi bersama saat itu Itulah momen-momen terindah bersama apalagi makan bersama satu bungkus nasi padang nggak ada karena mereka pun dikagetkan oleh Omnya Abi saat mereka hendak bengong bersama dan akhirnya mereka kaget disitulah mereka mengomeli Om Abi dan saat itulah akhirnya Om Abi tertawa juga sampai muslimah dan lainnya juga kesal dengan Om Abi sendiri saat itulah Omnya Tertawa lagi dan berkata seperti itu kepada mereka.


“ hahaha sekali-kali main sama temen-temen kalian.”tawa nya om abi sampai kekikikan.


“ ntar kalau kalian bengong nanti kesurupan loh hahaha.”timpalnya sambil bercanda sampai akhirnya mereka pun kesel dengan om abi sampai akhirnya berkata seperti ini.


“ Ih Om Abi mah.”sahut kompak mereka semuanya kecuali muslimah yg terdiam karena melamun.


“ Haha Lagian kalian lucu sih dari pada bengong maka dari itu om kerjain hehehe.”timpalnya sambil mengupil dan tertawa sampai akhirnya anak-anak menggodai Om Abi seperti ini.


“ Ih.”jeletuk mereka semua.


"Uhm ... Om mah gitu. timpal sih malik hingga bibirnya manyun dan juga cemberut.


“Ya … maaaf anak-anak.”


“ Iya kita nggak suka nih.”jeletuk muslimah dan lainnya


Dan akhirnya mereka pun bercanda dan bertawa satu sama lain Sesampai saat itu mereka belum merencanakan sesuatu setelah mereka terbebas pemerasan dan kejahatan dari Bang Jamal dan sementara itu akhirnya dia merasakan bagaimana penderitaan ia selama ini dan ditonjok oleh para tahanan lain sehingga membuat dia babak belur dan sementara itu musliamah dan lainya bersenang-bersenang dan akhirnya pergi liburan bersama ke puncak dan akhirnya kepemandian bersama.

__ADS_1


Next prat berikut nya ➡️


__ADS_2