Masa Lalu Muslimah

Masa Lalu Muslimah
Akhir haru pertemuan orang tua


__ADS_3

next cerita berikutnya


dan pada akhirnya sih endin bertemu dengan sang ayah dan ibu dengan haru setelah mereka sekian lama mereka tidak bertemu dengan sih endin selama hampir 4 tahun karena tanpa pengawasan ketat dari orang tua sih endin jadi begini.


dan sebenarnya om ferry ini merupakan adik almarhuma ayahnya endin yang bukan bapak biologisnya dan setelah itu ibu nya endin depresi dan kemudian menikah dengan bu pak ferry sudah menikah begitu lama dan setelah itu, mereka langsung saja menemui endin yang masih terbaring diruangan 203 tersebut.


dirumah sakit jakarta dan akhirnya Mereka pun saling berpelukan dan melepas rindu satu sama lain setelah mereka diantarkan muslimah dan lainnya ikut menemainya dan tiba-tiba saja bu verra berkata seperti ini.


“Alhamdulilah nak kamu sudah pulih nak.”timpalnya sambil memeluk sih endin.


“ya endin sembuh karena doa ibu.”timpalnya sambil memeluk ibunya dan akhirnya muslimah dan lainnya datang menjenguknya dan tiba-tiba saja ferry tersenyum kepada mereka.


“endinnn.”sahut kawan-kawannya dengan kompak sambil memeluk endin.


“Aduhh ..... aduhhhh.”erangnya sih endin yg mulai kesakitan karena dipeluk rombongan dengan teman-temannya.


“Uih ... Aduhkk pelann-pelaan dong.”sambungnya sih endin sambil melepaskan pelukan kepada rombongan teman-temannya dan kemudian mereka mulai ketawa terbahak-bahak.


“Ihkk...”timpalnya endin yg mulai kesal kepada muslimah dan lainnya.


"Hihi namanya juga kangen din.”timpalnya sih muslimah sambil menyolek endin dan kemudian mereka tertawa berbahak lagi seperti ini.


"iih .... kesel deh aku dijailin muslimah bu."timpalnya endin yg mulai mengeluh dan kemudian ibu verra berkata seperti ini kepadanya.


" hihi gpp lah sayang lanjut adik-adik buat kangen-kangennya sama sih endin."ujarnya bu verra sambil tertawa.


Dan akhirnya mereka semua pada ketawa semua dan inilah bertemuan antara endin dengan ibunya dan om nya yang sudah menjadi ayah sambungnya karena itu sudah diamanatkan oleh almarhumah suaminya untuk menjaga Bu Vera dan juga endin.


dan akhirnya mereka langsung berpelukan satu sama lain sempe buat yang lain terharu dan kemudian Bu Vera membawa oleh-oleh untuk anak-anak termasuk om Abi dengan spontan Mereka pun menolaknýa namun, bagaimana ya pemberiannya juga tidak bisa ditolak jadi nggak enak sekali menolaknya


dan akhirnya mereka pun dengan sungkan menerimanya sampai akhirnya mereka pun semuanya terharu melihat endin dan keluarganya telah berpelukan lagi dan dipersatukan kembali


dan Beberapa hari kemudian akhirnya sih endin sudah sembuh dan badannya juga mulai pulih oleh sang dokter dan di mulailah mereka pulang dan kemudian pak Feri langsung memberi aba-aba kepada Endin agar segera cepat pulang untuk menyusul ke Bandung dan berkata seperti ini.


“Ayoo ... sayang kita pulang.”timpalnya dengan lemah lembut sambil mengajak endin pulang.


“ehm ... tunggu dulu yah aku masih kangen sama mereka.”sahutnya sih endin dan lalu akhirnya dia menyamperin muslimah sih kembar dan juga malik.


“Halo ... guys.”timpalnya sambil menyalami kepadanya lain nya.

__ADS_1


“Ya ... endin.”sahut mereka semuannya sambil menyalami tangan endin.


“iya ... din.”timpal sih muslimah kepada sih endin.


" Hari ini aku mau pergi guys." timpalnya si endin.


"Ya ... endin gw sama lain kesepian dong next time main-main napa.”timpalnya sih malik.


" Ya ... gue juga kesepian tapi sayang gw harus pulang nih ke Bandung ntar kapan-kapan kalau mau main kalian boleh kok rumah gua." tanya endin dengan sedih.


dan akhirnya mereka berpelukan satu sama lain dan semuanya tertawa karena kelakuan endin dan malik dan saat itu endin pun pamit lagi kepada teman-teman nya dan kemudian endin pun pergi bersama ibu nya.


dan kebetulan ibunya berasal dari bandung dan sekarang mereka tinggal dikecemataan berada dibatutunggal dan itulah yang mèmbuat muslimah dan lainnya rindu dan sudah dianggapnya sebagai saudara sendiri satu sama lain dan akhirnya mereka mulai menanggis.


“Endinnn.”timpalnya sih malik yg mulai menangis.


“Udah lik jangan nangis.”timpalnya sih sih kembar leli sambil mengusap punggung malik.


“Tapi .... lel gw masih kangen sama dia dan udah gw anggap dia sebagai kaka gw."timpalnya sih malik sambil mengusap air mata secera kasar dengan menggunakan handuk kering.


“Ah ... lu ga usah alay kali lik.”timpalnya sih bella sambil mencitak kepala malik.


“Tau nih sih kak bella hihihi."timpalnya leli sambil kikikan dan kemudian ia disentil oleh sih kembar bella.


“Sakitt ih ka bel.”erangan nya sih leli.


Dan akhirnya mereka berantem satu sama lain sampai muslimah pun datang dan mulai merelaikan mereka berdua agar tetap damai dan dan akhirnya mereka pun mulai memaafkan satu sama lain dan sampai saat ini mereka masih merindukan endin karena mereka mempunyai Kenangan Terindah yang gak akan pernah mereka lupakan apalagi sudah mulai timbul benih-benih persahabatan dan sudah menganggap sih endin sebagai saudara dan akhirnya muslimah pun bergumam dalam hati.


“ Untuk sampai saat ini aku masih rindu sama kalian dengan momen-momen yang menyenangkan dengan suka duka karena kalian yang membuat aku kuat dan aku juga rindu sama ka ita dan leny semoga kita bisa bertemu suatu saat nanti.”gumannya muslimah.


Dan akhirnya muslimah pun bengong dan terdiam saat muslimah mengingat masa lalu saat mereka dulu pernah mengalami bersama apalagi berjoget Ria bersama di lampu merah dan itu membuat mereka tertawa semua sampai dikasih sama marmut masjid pas tahun lalu di bulan puasa Ini sungguh menyenangkan.


dan tiba-tiba muslimah dikagetkan oleh sahabat-sabahatnya sih kembar leli dan bella dan juga malik pun ikut tertawa dan kemudian mengodanya dan muslimah pun kesal juga dibuatnya dan langsung saja ia pu memarahi mereka seperti ini.


“ Kalian semua Apaan sih ngagetin.”timpalnya muslimah sambil menjewer telinganya sih kembar leli dan bella dan tiba-tiba malik kena jewer juga.


“ Aduh … ampun -ampun sakit mah.”timpal sih kembar leli dan bella sambil memegang kuping mereka yang satu sama lain.


“ ya Ma ampun gue juga sakit nih Ampun mah ampun.”timpal erangan nya sih malik sambil memegang kuping nya sakit.

__ADS_1


“Lagian sih Kalian sih ngagetin aja udah tau binggung dann kangen sama kak ita, leny, endin."sahut muslimah dengan wajah dan bibir cemburut dan kemudian mereka pun sih kembar cekikikkan mengetawai malik.


“ ya mah … gw minta maaf dan pasti lu Kasmaran sama Endin kan.” Timpal jeletuknyaa sih Malik sambil akhirnya ketawai si kembar bella dan lely.


“ enak aja mau ditabok.”timpalnya sih muslimah.


“ Iya Mah ampun mah”.sahutnya malik sampe akhirnya menutup tangan agar tidak peduli sama .


“ Ya udah tahu aku lagi mikirin lagi teman-temanku yang lain yang masih tinggal sama Bang Joni.”curhat muslimah sambil curhat nya panjang lebar


“ Hah Siapa itu mah.”timpal sih bella dengan penasaran


“ seperti biasa Kak Ita sama Leni.”jeletuknya sih malik.


“ oh.” Sahut kompak mereka semua kecuali malik dan juga muslimah.


dan saat itu mereka sudah galau satu sama lain dan merindukan persahabatan mereka dengan berbagai momen-momen terindah bersama seperti suka dukanya mengamen di jalan, membantu kawannya ,apalagi nyanyi bersama.


saat itu Itulah momen-momen terindah bersama apalagi makan bersama satu bungkus nasi padang dan kemudian mereka pun akhirnya dikagetkan oleh Omnya Abi saat mereka hendak bengong bersama-sama dan disitulah mereka kaget dan langsung mereka mengomeli Om Abi lagi dan kemudian Om Abi tertawa juga sampai muslimah dan lainnya juga kesal dengan Om Abi sendiri saat itulah Omnya Tertawa lagi dan berkata seperti itu kepada mereka.


“ hahaha sekali-kali bercanda dong kalian.”tawa nya om abi sampai cekikikan.


“ ntar kalau kalian bengong nanti kesurupan loh hahaha.”sambungnya om abi sambil bercanda sampai akhirnya mereka pun kesel dengan om abi dan kemudian mereka pun berkata seperti ini.


“ Ih Om Abi mah.”sahut kompak mereka semuanya kecuali muslimah yg terdiam karena melamun.


“ Haha Lagian kalian lucu sih dari pada bengong maka dari itu om kerjain hehehe.”timpalnya om abi lagi sambil mengupil dan tertawa sampai akhirnya anak-anak menggodai Om Abi seperti ini.


“ Ih.”jeletuk mereka semua.


"Uhm ... Om mah gitu." timpal sih malik hingga bibirnya manyun dan juga cemberut.


“Ya … maaaf anak-anak.”


“ Iya kita nggak suka nih.”jeletuk muslimah dan lainnya.


Dan akhirnya mereka pun bercanda dan bertawa satu sama lain Sesampai saat itu mereka belum merencanakan sesuatu setelah mereka terbebas pemerasan dan kejahatan dari Bang Jamal dan dan kemudian di babak belurlah oleh para tahanan sementara itu muslimah dan lainnya bersenang-bersenang dan akhirnya pergi liburan ke puncak dan kepemandian bersama.


Next prat berikut nya ➡️

__ADS_1


__ADS_2