Masa Lalu Muslimah

Masa Lalu Muslimah
Masalah dan cobaan lagi


__ADS_3

pov muslimah


dan disitulah aku sudah males diperbudak dan disakiti oleh mereka tante annet semakin jadi menyiksa ku dan kini malik sudah berubah sekarang bukan malik yang dulu biasa aku kenal dan sekarang ia malah mengerjai balik kepada aku seperti ini dan sampai sekarang aku sudah cape dengan semua ini mulai diusia 8-9 tahun hidup ku masih menderita saja semenjak kepergian abi dan umi aku malah makin menderita dengan hidup seperti ini dan kemudian malik memanggil.


“ Ma cepetan lu dipanggil tuh sama tante Anet.”ujarnya nya dengan keras.


“Ya … sebentar lagi banyak kerjaan nih.”ujarku sambil membilas piring-piring ini.


“ ahkk ... Cepetan lu dipanggil.”ujarnya sambil menarik rambutku.


“ ih ampun Malik Iya iya aku ke sana." lirihku sambil menahan sakit.


“Ya udah cepet uh.”ujarnya sih malik dengan galak kepadaku.


“ya.”singkat aku menjawabnya.


Saat Itulah aku berlari ke arahnya dan sampai saat itu tante anne pun menyuruh aku untuk membersihkan halaman belakang dan seharusnya ini pekerjaan pak idris malah ua yang memecatnya dan malah dia sengaja membuat aku seperti ini Aku letih dan aku lelah belum dikasih makan juga dan sementara Malik pun enak bermain bersama tantenya karena Semenjak arlamuhah orang tuanya memberikan harta waris kepada malik sehingga tante annet pun berbuat baik dan juga menghasut nya agar ia membenci diriku.


Di situlah aku mengerjakan pekerjaan rumah sendirian dan semua yang aku lakukan dianggap salah oleh mereka dan kebetulan sekali om abi sedang di luar kota sehingga aku susah menghubunginya dan aku juga ingin pergi dari sini cuman aku juga bingung harus pergi ke mana karena aku tidak punya siapa-siapa selain mereka dan pada akhirnya tante anet pun berteriak.


“ Imah … muslimah muslimah.”ujarnya yg berteriak.


“Ya … tante.”ujarku sambil menunduk.


“Tolong nih… bersihin tuh ruang keluarga sama bawa dan cuci nih gelasnya.”ujarnya sambil teriak dan kemudian pergi.


“Ya …. Baikk tante.”ujarku ýg sambil mengangkat majalah untuk ku bersihkan.


“Yaudah awas aja kalo ga bersih.”ujarnya sambil pergi.


Pada akhirnya aku yang membersihkan semua ruangan ini tanpa debu sedikitpun jika tidak Aku bakal diomelin habis-habisan dan disiksa lagi olehnya dan aku tidak mau ini terjadi dan namun apa boleh buat karena ini semua cobaan dari Allah.


Dan disitulah aku mengerjakan dengan baik mulai cuci piring kembali yang barusan aku tinggalkan terus kemudian aku pun mengelap-ngelap sisa busa sunlite yang berserakan didalam wastafel itu dan pada akhirnya malik pun memanggilku berkata kasar seperti ini.

__ADS_1


“ Imah.. mah Cepetan lu Ke sini.”ujarnya yg berteriak ke arah ku sehingga gedengan di dalan kuping ku hampir pecah mendengar suaranya.


“Ya …. Bentar.”ujarku yg berteriak dan tiba-tiba saja aku berfikir.


“ada … apa dia memanggil-manggil aku setiap hari aku diperlakukan seperti ini padahal pekerjaan ku belum selesai.”gumamku dalam hati dan kemudian malik pun berteriak.


“Imahhh …. Cepataan.”ujarnya yg berteriak.


“Ya lik.”ujarku yg bergegas kesana.


Dan buru-buru lah aku kesana sampai akhirnya aku berada dikamarnya dan setelah aku berada dikamarnya ia pun menyuruhku untuk pr nya tapi aku tidak mau karena emang itu tugasnya dan kemudian ia pun meluapkan emosi dan marah-marah padaku disitu aku tidak terima dan langsung ku membentaknya dan kemudian dia pun menarik rambutku.


“Ahkk …. Sakitt lik ampun.”ujarku yg kesakitan.


“gm … hahaha itu akibatnya ga mau nurutin perintah gw karena disini gw penurus harta bapak dan emak gw.”ujarnya yang masih menarik rambutku.


“Tapi … itu bukan urusan ku ahkk.”ujarku yg tiba-tiba ia menarik rambut lagi.


“apa lu bilang ihkk.”ujarnya yang masih menarik rambut.


“Hei … ingat ya di sini lu cuman numpang di rumah gue dan di sini gw penerus generasi bokap dan emak gue setelah gue udah dewasa dan gw ga mau tau pokoknya Lu harus cepet ngerjain PR gue sekarang juga atau gue Aduh ini ke tante annet biar disiksa lu biar tau rasa.”ujarnya yg berteriak kepada ku.


“akhhhggg…. Ya lik aku akan segera mengerjakan Pr nya.”ujar ku dan sampe akhirnya malik melepaskan gengaman rambutku.


“ya … baguss cepet lu kerjaain pr gw awas kalo ga selesai gw aduin loh ke Tante Anet untuk habisin lu.”ujarnya yg mengancamku.


“Ya … baik lik."


Di situlah aku mengerjakan semua pekerjaan pr-nya Malik yaitu bahasa agama Indonesia dan PPKN yang harus ku kerjakan dan aku letih mengerjakan semua pekerjaan rumah hingga akhirnya aku mendengar suara ember yang jatuh dan buru-buru aku menyelesaikan pr-nya dan segeralah aku turun ke bawah dan Aku kaget setengah mati dan Malik membuat lantai ini menjadi basah dan dan disitulah aku langsung saja beristigfar dan berkata seperti ini kepadanya.


“Ya ... allah kenapa kamu membuat lantai ini jadi basahkan sih lik padahal aku sudah mengepel lik ."ujarku yg mulai hampir dan kemudian dengan enteng dia pun berkata seperti ini kepada ku.


“ Masalah buat lu ini akibatnya lu berani ngelawan gue karena gue pengen beri lu pelajaran.”ujarnya dengan enteng.

__ADS_1


“ astagfirllahazim Malik istighfar kenapa kamu melakukan semua ini apa karena kamu benci kepada ku."ujarku agar malik tetap sadar.


“Alah ...banyak bacot lu intinya gua nggak mau temenan lagi sama lu semenjak gue disiksa sama tante Anet karena elu karena dan Om gua juga pergi ninggalin gue karena lu lebih disayang dibanding gw pokoknya gua benci sama lu benci .”ujarnya dengan kebencian terhadap diriku yang lemah.


“ Ya allah Kenapa Kenapa waktu itu kamu mengajakku ke rumahmu kalau umpayanya kamu membenciku untuk sekarang.”ujarku yg terus terang kepadanya agar aku tidak merepotkan diantara keluarganya selalu memanjakan ku.


“ karena dulu gue pernah bego pernah baik sama lu.”ujarnya yg lantang kepada ku dan kemudian aku beristigfar dan bergumam dalam hatiku yg lemah ini.


“ astaghfirullahaladzim Padahal selama ini aku telah menganggap dia sebagai saudaraku dan kenapa dia tega menusukku dengan hinaan seperti ini padahal aku tidak melakukan kesalahan apapun saat aku berteman bermain dengannya Aku bingung harus mengadu dengan siapa lagi ya allah hiks hiks.”gumam ku sambil mengeluarkan air mata.


“ cengeng lu cengeng bersin nih Bersihin ya awas lu jangan sampai tante tahu.”ujarnya dengan keras sambil menggeprak wastafel cucian dan kemudian meninggalkan ku.


“ya … lik.”ujar ku sambil mengusapkan air mata.


Akhirnya aku membereskan semua pekerjaan ini jika semua yang ku lakukan selalu salah di mata keluarga ini termaksud tante annet yang membenciku dan aku selalu saja dianggap aku membawa sial untuk Malik Padahal aku sudah menganggap dia lebih dari saudara tapi dia tega menusuk dan memperlakukanku seperti pembantu mungkin karena dia pewaris tunggal satu-satunya Setelah orang tuanya meninggal dunia tapi harta bukan segalanya dan terbaik terpenting keluarga dan sahabat tapi apakah teman-temanku akan melupakanku disitulah aku menangis lagi sambil memikirkan nasib ka ita dan leni karena mereka sahabat satu-satunya yg ku punya dan sambil aku pun mengepel dengan bersih hingga aku pun letih dan lelah hingga aku pun pingsan saat aku mengerjakan pekerjaan rumah ini.


dan saat aku pun tidak tau berada dimana saat diriku pingsan dan ternyata aku pun berada dirumah sakit dan aku tidak tau siapa yang mengantarkan mungkin tante annet yang terpaksa mengantarkan ku ke sini agar ia tidak disalahkan saat aku pingsan dan pada akhirnya aku pun dirawat oleh suster dan suster itu sangat baik dan perhatian kepada ku dan aku tidak tau usianya yang jelas aku masih di opname 2 hari.


dan keesokan harinya ada yang mulai menjengukku dan disiapa lagi kalo om abi yang membawa buah-buahan ini kepada ku dan tante annet pun bersandiwara kepada om abi saat om abi khawatir kepada ku dan kemudian ia pun berkata seperti ini ke dokter saat aku masih berbaring dirumah sakit.


"dok...bagaimana dengen keadaan keponakan saya dok."ujarnya ia yang mulai khawatir kepada ku.


“Ya … saat ini ia mengalami kelelahan Pak dan kemungkinan dia sering seperti itu.”ujar sih dokter tersebut dan kemudian om abi pun shock mendengar nya.


“Jadi Tolong perhatikan kesehatan mentalnya karena itu berpengaruh dengan imun nya juga ya pak kalo begitu saya permisi.”ujarnya dokter lagi sambil menerangkan.


“Baik ...Terima kasih dok kira-kira kapan muslimah boleh pulang.”ujarnya kepada dokter tersebut.


“Kemungkin ia pun bisa sembuh paling 5 hati kalo begitu saya permisi dulu.”ujarnya sih dokter tersebut sambil pergi.


Kemudian aku pun mendengar percakapan antara dokter dengan Om Abi jangan sampai situ Om Abi mengkhawatirkanku seperi anak sendiri Aku pun bingung harus berkata apa dan harus bilang Apa kepadanya sampai dia berkorban untukku padahal aku bukan anak nya malah dia baik sekali ya allah semoga om abi diberi kesehataan dan juga kelancaran dalam hal apapun ya allah dan itulah doa ku saat aku melaksanakan salat magrib saat diriku masih berbaring sampai aku lupa untuk bersyukur lagi masih ada orang yang sayang dan juga menyanyangi ku aku sangat bersyukur kembali kepada mu ya allah.


Dan 3 hari aku dirawat inap dirumah sakit dan pada akhirnya aku pun dipulangkan itulah Om Abi langsung mengintrogasi tante annet habis-habisan sampai ia berilan hukuman bawa namun tante annet pun mengelak Jika ia tidak melakukan kesalahan kepada diriku saat itulah om abi pun percaya.

__ADS_1


next cerita sambung nya muslimah ➡️.


__ADS_2