Masa Lalu Muslimah

Masa Lalu Muslimah
Karma suka memfirnah


__ADS_3

" Indah Ratna cepat ke sini."timpalnya dengan emosi.


"ya.. ada apa bu."timpalnya sih bu ratna.


"yah ... knp bu."timpalnya sih indah sambil tersenyum licik dan kemudian dia bergumam dalam hati seperti ini.


"mampus... rasain km mba ratna sebentar lagi Ibu bakal usir kamu dari sini hahaha."gumamnya dalam hati.


dan sampai saat ini sih Indah pun belum bertobat sampai sekarang dengan kebusukan hatinya dan sih indah sangat licik kalo dilihat-liat dan berambisi dan juga ia ingin sekali menjatuhkan Bu Ratna seperti itu agar ia bisa menjadi pegawai satu-satunya namun sampai saat ini sih indah belum kapok-kapok juga dengan peristiwa yg ia lalui kemarin malah menyuruh dab menghakimi bu ratna seperti ini untuk menjebak bu ratna.


sampai Indah pun memberitahukan bahwa perhiasan itu berada di tangannya Bu Ratna namun Bu Alya tidak percaya begitu saja dan Setelah apa yang ia lalukan kepada bu ratna apalagimenyuruh-nyuruh Bu Ratna seperti kacungnya tapi dia tetap melakoni perbuatan itu yang mendapatkan apa yang ia inginkan untuk menjatuhkan saingannya sungguh licik dan jahat sekali indah sampai dia tersenyum dengan licik.


"Hehehe rasain kamu mbak akhirnya kena juga dengan jebakanku hahaha Semoga aja kamu dipecat bhahahaha."gumamnya sih indah dalam hati dengan rencana busuknya itu.


" Hei ... Indah Kenapa kamu senyum-senyum begitu." tanya Bu Aliya dengan nada bicara yg ketus sehingga membuat hati nya sih indah tertusuk.


" Duh mampus harus ngomong apa nih aku bisa-bisa aku dimaki-maki lagi sama bu alya."gumamnya sih indah dalam hati lagi dan kemudian Indah pun akhirnya mulai menjawab sangat hati-hati seperti ini.


" ah Maaf bu saya jadi nggak enak sama bu alya Saya lagi bahagia Bu." timpalnya sih indah dengan asal ceplos tanpa berfikir dulu ia berbicara.


" bahagia apa kamu bahagia melihat perhiasan saya hilang iya."


" Aduh malah saya senyum-senyum lagi depan bu alya lagi bisa-bisa tengsin nih." gumamnya sih indah dalam hati dan kemudian ia melanjutkan jawaban yang tepat dan hati-hati juga untuk membalas bertanyaan nya kepada bu alya.


" anu Bu maaf bukan maksud saya beg-."blm sempet sih indah ngomong malah dimaki-maki oleh bu alya.


" Alah alesan kamu ... terus ini perhiasan saya gimana Siapa yang ngambil perhiasan saya apa jangan-jangan kamu ya yang sengaja mencuri perhiasan saya Ndah." cercanya nya sambil memotong pembicaranya sih indah.


" anu Bu mungkin Ibu lupa naruh di mana Bu."tinpalnya bu ratna yang tiba-tiba berada disana.


" Duh kamu diam dulu deh na saya bener taruh kotak perhiasan disitu di depan kaca rias saya yang biasa saya naroh disitu bisa-bisanya nggak ada." ujarnya Bu Alya dengan nada emosi kepada bu ratna dan kemudian sih indah mulai berfikir.


" aHa... ini kesempatan aku untuk memojokan nya."gumam nya sih indah dalam hati.


" Mungkin pasti ada yang masuk ngendap-ngedap dan maling di sini kali bu." timpalnya indah yang membuat emosi Ibu Alya semakin tersulut sehingga sih indah berkata seperti ini.


" Masa sih dah apa jangan-jangan kamu yang maling kali kan kamu suka ngendap-ngendap di kamar saya juga kan." timpalnya Bu Alya dengan emosi yang tersulit sehingga membuat seindah mati tertikuk.


sebenarnya emang bener sih Indah melakukannya tapi ia tidak mengakuinya sungguh orang yang licik,tidak jujur, dan bermuka dua sehingga menyulitkan orang lain untuk mencari kebenarannya dan itulah yang membuat indah menjadi sedikit ketakutan dan tanpa ragu dan rasa malu pun ia menjawab dengan santai saking tak bersalahnya berkata seperti ini.


" Astaghfirullahaladzim Bu demi allah saya anggak mungkin ngendap-ngendap ke kamar Ibu saya nggak berani."timpal dengan santai padahal sih indah sangat ketakutan dengan tuduhan Bu Alya yg jelas-jelas indah sih indah yang melakukan nya.


" nggak mungkin Mbak indah seperti itu Bu Coba kita cari dulu pelan-pelan ya Bu." timpalnya bu yang membela indah yang jelas-jelas orang seperti itu tidak usah dibela dan suka merugikan sesama.


" Iya Bu Coba kita cek dulu di kamar kita siapa tahu ada yang memgambil perhiasannya ibu." timpalnya si Indah dengan ide yang cermelang.


" Iya kamu benar dah Saya cek dulu apakah kamu atau Ratna yang ngambilnya kita lihat saja nanti kalau bener kamu bersalah dah Saya tidak akan segan-segan memecat kamu dan juga menebloskan kamu ke dalam penjara." timpalnya si bu Alya dengan nada emosi yg mengancam kepada indah dan kemudian Indah pun menjawab seperti ini.


dan di situlah si Indah tidak bisa berkata lagi dan kemudian Bu Alya membuang muka ke arah indah dan rencananya indah mulai berjalan dengan sempurna sehingga Bu Alya segera berlari ke kamarnya Indah terlebih dahulu dan untuk mengecek apakah perhiasannya masih ada atau tidak dan ternyata tidak dan kemudian Ia pun segera mengecek ke kamarnya Bu Ratna dan petty dengan teliti sehingga dia menemukan perhiasan yang ada di lemari kolom kedua itulah yang membuat Bu Ratna kaget dan di Bu Alya shock tidak percaya Kenapa bu Ratna bisa melakukan seperti itu dan bu alya sangat kecewa kepada bu ratna.


" Ya Allah Ratna Kamu benar mencuri perhiasan disini saya sungguhan ga menyangka orang yang saya percaya tega telah melakukan hal senista ini."sahutnya yg mulai menangis dan kemudian bu ratna pun menjawab dengan sedih.


" hahaha Rasain km mba Ratna sebentar lagi km bakal diusir dan dipecat sama Bu Alya dan sebentar lgai saya bakal  jadi pegawai tetap di sini dengan gaji yang sesuai hahaha." gumamnya dalam hati.


" Astaghfirullahaladzim Ya Allah Bu saya nggak pernah ngambil perhiasan Ibu demi Allah dan saya baru tahu perhiasannya kenapa bisa ada di lemari baju saya bu."timpalnya dan kemudian Indah pun mulai berkata sehingga menjebak dan memfitnah Bu Ratna seperti ini.


"Maling mana ada yang ngaku bu."timpalnya sih indah dengan ekspresi menuduh.

__ADS_1


Dan di situlah suasana menjadi lebih panas dan juga rumit sehingga bu alya semakin panas dan kemudian bu ratna beristgfar dengan tuduhan sih indah sehingga membuat semua orang yang ada di rumah ini termasuk Dafa dan pety datang melihatnya dengan keponya mereka kesana Dan Indah pun berkata seperti ini agar Bu Alya percaya.


" ngaku aja mbak kalau mbak yang ngambil saya ngelihat sendiri toh sampai Mbak Ratna ngambil perhiasan ibu diam-diam saya liat sendiri kok." timpalnya dan kemudian Bu Ratna tidak terima dituduh seperti itu dan mulai berkata seperti ini.


" Astaghfirullahaladzim Kenapa kamu menuduh saya mba saya nggak pernah maling."


"orang saya lihat sendiri kok mba ratna ngendap-ngedap ke kamar ibu." timpalnya indah dengan nada yang sangat menyolot.


" Saya nggak nyangka Ratna kamu bisa tidak amanah dan tidak jujur seperti ini Ratna kenapa sih kamu mencuri ratna apakah gaji saya kurang ke kamu na."timpalnya bu alya dengan emosi.


"Ya allah bener bu demi allah Rasulullah saya ga pernah mencurinya bu."isak tangisnya bu ratna.


"Tapi ... ini apa buktinya na barang nya ada disini heh kamu masih ngelak juga."timpal nya bu alya dengan emosi


"alah bu maling ga mau ngaku bu." dan kemudian dijawablah dengan keras oleh bu alya.


"Udahlah dah ... kamu diam ajaa saya ga mau denger kamu ngoceh-ngoceh terus."timpalnya dia sambil menunjuk ke arah indah.


"maafff ... bu."sahutnya sih indah yang mulai menunduk.


dan disitulah emosinya bu alya semakin meledak-meledak karena Bu Ratna menjadi teersangka mencuri perhiasannya bu alya dan kemudian dituduh indah menjual perhiasannya dan sih Indah pun mulai puas dengan jebakan ini agar bisa pegawai tetap selamanya dan Sungguh Kejam si Indah sehingga dengan emosi Bu Alya meluap-luap dan juga memecat Bu Ratna secara tidak terhormat dan kemudian Bu alya.


" pergi saya nggak ga sudi ada kamu disini dasar pencuri kamu tidak amanah." sahutnya bu alya dengan emosi.


" Allah Bu demi Allah dan Rasulullah saya tidak pernah mencuri Bu." Isak tangisnya Bu Ratna sambil meyengka air matanya secara kasar.


" alah alasan kamu cepat kamu pergi dari sini." Teriak Bu Alya


kemudian bu alya melemparkan koper dan tas jinji ke arah muka Bu Ratna dan juga petty pun juga melihat sehingga membuat Daffa pun shock dengan heran kenapa mamahnya bisa begini bahwa daffa yakin kalo Bu Ratna tidak bersalah seperti tuduhan bu alya dan kemudian daffa pun langsung menanyakan kepada ibunya ada apa yang terjadi cuman Bu Alya menjawab bahwa mereka seorang pencuri dan di situ petty tidak terima bahwa ibunya dikatain seorang pencuri seperti ini dan kemudian petty pun langsung memeluk ibunya.


" hih hih hi baik saya akan keluar dari sini Bu hiks hiks." timpalnya bu ratna sambil menyengka air matanya dengan kasar.


" Ya Allah Bu kenapa bisa begini bu dan kenapa tas kita dikeluarin." timpalnya peti dengan heran.


" Ya udah nak ... ibu cape kita pergi yuk percuma ibu dituduh nak." timpalnya Bu Ratna yang menyeka air matanya lagi sambil menjelaskan anaknya untuk segera pergi dari sini.


" Ya Tuhanku pasti ini kerjaannya Mbak Indah."gumamnya sih petty dalam hati.


" Ya udah Bu petty ikut saja sama ibu hiks hiks." timpalnya si Petty sambil hendak pergi membawa tas dan kopernya.


dan di situlah mereka akhirnya hendak pergi dan balik ke kontrakan mereka sehingga tidak ada timbal balik dan gaji terakhir pun tidak diberi oleh Bu Alya karena dianggap sebagai pencuri masukkan harinya di hari Minggu Bu Alya pun duduk sejenak sambil berpikir seperti ini.


" Huh kenapa ya si Ratna bisa ngelakuin ini."gerutu bu alya sampe menarik nafas untuk menenangkan diri dan tiba-tiba saja si Indah pun datang.


" ya mungkin mba Ratna butuh uang Bu buat sekolah yang petty makanya terpaksa dia nyolong perhiasan ibu dan maaf bu belum tentu orang kelihatan baik-baik terus ada busuknya juga."ujarnya sih indah menjilat secara tiba-tiba.


"Huh benar kata si Indah ternyata orang yang polos yang kelihatan baik belum tentu tidak bisa dipercaya."gumamnya bu alya dalam hati dan kemudian bu Alya melanjutkan pembicaraannya.


" Iya Ndah kamu benar saya ga nyangka sih ratna seperti itu."ujarnya sambil memijit kepadanya.


" Iya Bu maka dari itu kita swaspada." ujar si Indah yang sok bijak kepada bu Alya.


" Oh iya indah sekali Kamu anterin Dafa sekolah ya." perintahnya sih bu alya kepada indah.


" sip beres bu."ujarnya sih indah dengan semangat.


di situlah si Indah mengantarkan Daffa untuk ke sekolah namun dakwah protes kepada mamanya bahwa tidak bisa dianterin oleh Mbak Indah Dia pengen sendiri cuman mamahnya bilang dan berpesan seperti ini kamu mending udah sampai ke sekolah sekalian beli keperluan warung Soalnya mama mau sendiri dan lalu ia pun menjawabnya Iya sampai dengan terpaksa Ia pun menuruti kemauan namanya dan langsung diantar pakai mobil pribadinya oleh pak Karto di situlah Apakah sudah di dalam mobil dan tiba-tiba saja Indah pun mengajak Daffa ngobrol seperti ini.

__ADS_1


" Den Den kok diem aja sih biasanya kan ngobrol sama Bibi." ujarnya yang sok asik.


" Ya Suka-suka dong." jawabnya si Dafa dengan ketus kepada indah.


" Duh kenapa ada yang kayak gini ya Perasaan Ya ngobrol sama saya kemarin terus ini cuek banget sama saya apa ya sama Den Daffa." gumamnya si indah dalam hati.


Mengapa Si Daffa begitu kita kepadanya karena selama ini daffa melihatnya bahwa sih indah menjuri perhiasaan nya mamah malah ia memfitnah Ratna dan dengan terpaksa daffa merahasiakan nya sampai waktu yang tepat untuk memberitahu kepada sang mama karena ada indah.


dan sementara itu sih indah tidak merasa bersalah sama sekali apa yang ia perbuat pasti ditanam tunai ke dirinya sendiri dan disitulah bu alya mencari pembantu disosmed dan akhirnya pun ia datang dan interview sebentar menerima pekerjaan ini sebagai pembantu kedua bernama iyem pengantinya bu ratna hingga akhirnya sih indah masih kecewa ada penganti baru dan juga kesal dengan perilaku bu alya gaji yg belum cukup untuk mengirim uang dikampung halamannya dan ia pun harus tetap bekerja keras meskipun licik sekali dan kadang ia membantu bu alya membuat kue pesanan berikutnya.


dan sementara itu daffa pun akhirnya telah pulang sekolah dan salim kepada sang mamah dan langsung duduk sebelah dibangkuan sang mamah dan langsung mengutarakam kejadian yang sebenarnya dan berkata seperti ini.


"mah ... daffa mau jujur sama mamah."ujarnya sambil dibangkuan ibunya padahal usia sudah 10 tahun.


"ya ... sayang kenapa."ujarnya bu alya sampe membelai rambut daffa.


"sebenarnya aku melihat ngeliat mba indah masuk ke dalam kamar mamah dan kemudian nyelip ke kamar bu ratna."ujarnya sambil berterus terang.


"hah ... yang benar kamu nak."ujarnya bu alya yg tidak percaya.


"iya ... mah kemungkinan pas daffa melihat kamarnya bu ratna diacak-acak oleh mba indah dan untung saja daffa hampir ketauan sampe aku ga sengaja ngejatuhin album foto kita didepan kamar nya bu ratna untung aja ga ketauan."ujarnya sih daffa sambil terus terang yang bercerita kepada sang ibu.


"masyallah ... kamu serius fa."ujarnya bu alya yg beruasa agar tetap tenang.


"ya mahh ... daffa jujur dan ga pernah bohong sama mamah kalo begitu daffa mau kekamar dulu ya."ujarnya sih daffa yang mulai berjalan kearah kamarnya.


"ya ... sayang."ujarnya sih bu alya mulai panik. dan kemudian bu alya perfikir dan berguman dalam hati seperti ini.


"Ya .. allah jadi selama ini tuduhanku salah kepada ratna dan aku menyesal mengusir mereka entah kenapa aku baru menyadarinya selama 3 bulan yang lalu kalo indah yang menjebaknya dan malah aku percaya  kepadanya malah tega sekali dia membohongi ku."gumamnya dengan sedih.


dan akhirnya bu alya menangis sejadi-jadinya pada akhirnya bu alya malu sendiri kepada nya sunggung peristiwa yang menyebalkan dan juga memalukan sampai-sampai ia pun memarahi indah dan kemudian menamparnya dan kemudian memecatnya secera tidak terhormat karena perbuatan indah ia berkata seperti ini.


.


"ampun bu jangan pecatt saya."ujarnya sambil menangis dan kemudian bu alya menaparnya lagi.


Plakkk


tamparan tersebut sudah mendarat ke pipinya Indah kesekian kalinya.


"benar - benar ga tau diri kamu ndah kamu ga ada bersalah sama sekali sama orang yah malah minta kerja lagi enak aja kamu yah."uujarnya tegasnya kepada indah dan kemudian indah tidak bisa berkutik lagi.


"Pertama inem , terus ratna kamu gituin lama-lama semua rumah ini ga betah kerja gara-gara kamu tau."ujarnya lagi sambil menunjuk dan menoel-noel kepala indah dengan kerasnya sehingga indah memegang kepadanya.


"ya ... bu saya menyesal kesalahaan saya yg lalu saya mimta maaaf bu."ujarnya sih indah sambil menangis terisak- isak.


"terus ... saya bilang begini saya percaya sama janji kamu gaa>>>."ujarnya sambil bilang ga dengan nada keras sehingga air ludah bu alya berjipratan ke arah mulut indah yg kering kerontak dan kemudian menjilat bekas lepehan bu alya.


"ya maaf bu."ujar sih indah dengan posisi berdiri tegak seperti patung.


"ya ... ga butuh maaf kamu lagi yg jelas mintaa kamu pergii dan jangan injak rumah ini lagi Sekarang juga pergi kamu>>>."ujarnya sih bu alya sambil berteriak kearah kuping indah biar sadar dan kemudian kupingnya bengang.


"ya .. bu saya pergi permisi."ujarnya sih indah.


dam kemudian indah pun pergi dari rumah tersebut dengan perasaan yang malu sekali dan bu alya pun menyesal telah mengusir ratna karena ia merasa malu dengan dirinya sendiri yang telah mengusir tanpa sebuah bukti dan selidiki terlebih dahulu dan akhirnya sih indah pun mendapatkan karma nya.


next cerita di berikutnya. ➡️

__ADS_1


__ADS_2