
"Jadi ... bagaimanaa syah."
"Bagaimana ... apa bi. ?" Tanya kembali kepada pak ibrahim.
"Ehm... itu."
"Hah." timpal terkejutnya Aisyah dengan kaget.
"Tapii ... bi aku belum siap tolonglah mengertilah aku mau menyesaikan tuga."sambungnya aisyah yang memberi pengertian kepada pak ibrahim.
" Astagfirllahazim aisyah."sahutnya pak ibrahim yang menepuk jidatnya.
"Tapii ... bi aku belum siap."ujarnya sih aisyah dengan katanya yang belum siap sehingga Pak Ibrahim bete mendengarnya berkata bu khomairoh pun seperti ini.
"yq ... sudah lah bi jangan paksaan kehendak aisyah."
" tapi Mi." ujiannya Pak Ibrahim yang belum menyelesaikan kata sehingga perkataannya dipotong oleh bu khomairoh.
" Masya Allah Abi sudah cukup abi cukup."sambung nya bu khomairoh dengan emosi.
"Tapi ... aku ingin melihat aisyah menikah dan bahagia itu saja."ujarnya sih pak ibrahim yg kekeh dengan keputusan nya.
.
"Udah lah bi aisyah cape aisyah mau ke kamar mau belajar sambil ngerjain tugas."ujarnya yg hendak pergi.
"Tapi .... syah abi belum selesai ngomong." ujarnya Pak Ibrahim hingga menggebrak meja.
"Hustt .... abi kamu ga boleh keras begitu sama dia."ujarnya sih bu khomairoh yg memperingati dia secara tiba-tiba.
" Tapi Aku muak mi selalu ia menunda pernikahan padahal niat abi baik mi." ujarnya Pak Ibrahim dengan kesal sambil makan dengan mulut yang belepotan.
" jangan begitu sama anak nggak baik memaksa kehendak kaya gitu bisa bunuh diri dianya.."ujarnya bu khomairoh sambil memperingati aisyah.
" Ya Allah Mi Kok gitu sih ngomongnya"ujarnya pak ibrahim dengan makannya berapa transponder make menggebrak meja lagi.
"Ya udah cepat makan jangan basa-basi." bu khomairoh yang mengajak Pak Ibrahim untuk makan agar ia tidak mendesak aisyah secara terus-menerus.
"Ehmm .... ya umi." ujarnya sih Ibrahim dengan gugup dan ketakutan sehingga dia memakan sesuap nasi.
sampai muslimah melihat kejadian ini Ia pun meminta izin pamit kepada mereka untuk ke belakang karena ia sudah selesai makan lalu muslimah pun langsung mengangkat sisi kotoran piringnya mereka langsung saja ia mencuci piring sebersih mungkin dan sementara itu muslimah melihat aisyah yang sedang menangis dengan berseduh-seduh muslimah tak perlahan-lahan mulai mengetuk pintunya.
"Hiks Hiks hiks."Suara aisyah yang sedang menangis lalu muslimah pun mengetuk pintu.
Tok Tok Tok.
" Assalamualaikum Ka aisyah." salamnya hendak membuka pintu sehingga mau muslimah melihat Aisyah menangis secara terseduh-seduh sehingga aisyah pun mengusap air mata nya secara kasar.
__ADS_1
" eh Waalaikumsalam eh Adik kamu di sini."tanyanya yg heran kepada muslimahm
"Ya ... kaka btw kaka Aku sedih melihat Kakak menangis karena pasti berat banget ya ka." ujarnya muslimah yang berusaha menghibur aisyah sampe aisyah pun mulai tersenyum kepada nya.
"Ya de berat banget." sahutnya Aisyah yang terbaring lemas di atas kasur.
" Oh ya Sudahkah cerita aja sama aku pasti kok bisa bantu."sambung sih muslimah sehingga Aisyah pun bingung harus menjawab apa dan akhirnya ia berkata dengan jujur kepada muslimah yang masih belia.
"Ya... kaka lagi sedih de baru pertama kali Abi memaksa kakak secara paksa untuk menerima Perjodohan dalam pernikahan ini secara paksa de padahal kaka belum siap dan ingin fokus kuliah."ujarnya curhatnya ia kepada muslimah.
"Ehm kaka yg sabar ya aku juga mengerti dengan perasaan kakak Insya Allah salah ini akan selesai dan menjadi lebih baik." ujarnya yang berusaha memberi nasehat kepada Aisyah.
"Ehm... begitu ya."ujarnya aisyah dengan mata memerah sambil mengusap air matanya lagi secara kasar.
" akan tetapi alangkah baiknya kakak harus jujur kepada dari Kakak sendiri kalau Kak Aisyah belum siap." sambungnya muslimah berusaha memberi pengertian kepadanya.
lalu mereka saling berpelukan satu sama lain sampai Aisyah pun mulai berhenti menangis karena sudah lega dengan pikirannya berkat nasehat bijak dari muslimah sampaikan kepada nya.
sementara itu Pak Ibrahim merencanakan sebuah perjodohan agar pernikahan segera dilaksanakan karena menunda-nunda juga tidak baik menurut pemikirannya.
sampai di semester 2 Aisyah pun mulai kelawahan dengan tugas kuliahnya ia pun harus bingung harus bagaimana Apakah ia harus menikah dulu lalu menyimpangkan tugasnya kulihatnya atau menuruti keinginannya Pak Ibrahim tapi ya mau gimana namanya juga perintah orang tua jadi harus dituruti menurut pemikirannya Aisyah dan sampe pak ibrahim pun memanggilnya.
"Syah ... Aisyah Aisyah."
" Ya bi ada apa...?" tanya nya yg heran kepada pak ibrahim.
"Ya ... bi."jawabnya aisyah dengan sopan.
" di sini anaknya teman Abi akan datang ke sini sebentar lagi jadi bersiap-siaplah untuk menikah dengannya." jelasnya Iya kepada Aisyah sehingga aisyah shock mendengarnya.
"Hah." terkejutnya ia lalu aisyah pun menjawab.
"Ia .... bi."
di situlah Aisyah pun bingung harus bagaimana sampai tidak punya pilihan lagi selain menuruti perintah abinya dan Uminya juga mengelus kepala dan dadanya melihat tingkah laku Pak Ibrahim sang suaminya yang ingin sekali Anaknya menikah di usia muda di 23 tahun di tahun demi agar nazarnya tidak diingarkar janji terhadap sahabatnya sehingha Aisyah sudah frustasi.
sampai pada akhirnya keluarga besar dari temannya Pak Ibrahim pun telah datang dan langsung saja to the point dengan apa yang ingin disampaikan oleh mereka untuk meminang Aisyah sehingga Aisyah pun tertunduk lemas dan malu harus bagaimana sampai salah satu walinya dari ayahnya Jefri berkata seperti ini.
" Jadi bagaimana Pak dengan Perjodohan ini apakah bisa dilangsungkan ?"
" Yah ... Tergantung Aisyah saja Pak.?"jawabnya bu khomairoh dengan cuek.
" Ya Allah aku harus menjawab apa di sisi lain aku harus menyelesaikan studiku yang belum terselesaikan Aku muak diatur oleh Abi kalau oa selalu memaksakan kehendak ku Ya Allah tolong bantu hambamu ini." gumamnya aisyah dalam hati yang secara tiba-tiba.
" Syah Jadi bagaimana sah." tanyanya Jefri yang secara tiba-tiba.
sampai Aisyah pun bingung harus menjawab apa hingga pada akhirnya ia berusaha beropini dengansejujur-jujur mungkin dalam hati yang akan ia sampaikan dan ia mulai berkata seperti ini.
__ADS_1
" begini kak eh mas." ujarnya Aisyah yang belum menyelesaikan kata.
sehingga semua keluarga besar pun mulai menertawakan Aisyah karena ia asal bicara dengan kata jefri jadi ka ke mas sampai Aisyah pun mulai berpikir lagi.
" aku harus ngomong aku harus ngomong nggak boleh ditutupin lagi."gumamnya sih aisyah dalam hati yg mendalam.
" maaf semuanya sejujurnya aku juga belum siap untuk menerima pernikahan di tanggal ini kalau untuk Perjodohan saya sudah siap cuman saya masih kuliah."jawabnnya ia yang secara tiba-tiba sehingga membuat semuanya terkejut.
"Hah." timpalnya mereka dengan terkejut
sampai-sampai arah tamu dan keluarga besar mereka saling berbisikan satu sama lain dan Kenapa bisa begini hingga Perjodohan Ini dibatalkan padahal menurutnya mereka sangat cocok dan Emang Aisyah belum siap bukan karena lantaran tidak cinta cuman belum siap untuk menikah di usianya ini cuman mau gimana lagi kalo cinta pasti perjodoh sampe jefri pun bertanya lagi kepada nya.
" Kenapa siapa syah padahal aku masih ingin meminangmu."tanya nya.
" tapi aku belum siap Mas tunggu waktunya kalau kita lulus S2." jawab aisyahz dengan lembut.
" aku tahu tapi kita bisa menikahkan."
" Insya Allah mas."
" sudah kalau begini mau diapakan jadi kita tunggu tanggal pernikahannya setelah Aisyah lulus wisuda ya." jawabnya Pak Ibrahim dengan bijak kepada anaknya.
"Ya .... pak."jawab jefri.
"Baik bi."
akhirnya Perjodohan ini terus berlangsung hingga Aisyah pun telah lulus S2 dan lalu Jefri meminang Aisyah bulan oktober lalu Aisyah menerima nya dan langsung saja mereka akad pernikahan tanggal 8 November ini sehingga acara ini terus berjalan dengan lancar sehingga muslimah dan lainnya sangat senang melihat Aisyah bahagia.
hingga pada akhirnya muslimah pun sama temen-temen lainnya jadi pagar ayu sementara untuk menerima para tamu yang datang dan acara itu berlangsung sampai tengah malam inilah kenangan yang mereka lalui bersama bersama para pengantin Mereka melihat foto mereka sangat bagus sekali saat mereka menggunakan kebaya dan baju pengantin yang sangat cantik lalu muslimah bergumam dalam hati seperti ini.
" Terima kasih Ya allah terima kasih telah membuat Kak Aisyah bahagia semoga mereka langgeng terus sampai kakek nenek amin."doanya ia dalam hati.
dan pada akhirnya Aisyah dan Jefri sudah resmi menjadi suami istri saat itulah mereka mulai canggung di malam pertamanya sampai mereka pun harus bagaimana Aisyah gugup dan juga terdiam.
" Apa yang harus kulakukan di malam pertama ini ya sama Mas Jefri."Gumamnya aisyah yang secara tiba-tiba.
" kenapa Dek."
Dak apa-apaa mas.
" Ya sudah ayo kita lanjut tidur."ajaknya terhadap aisyah.
" yaudah ayuk mas."
pada akhirnya mereka pun tertidur pulas bersama 2 hari kemudian malam pertama kedua pun dimulai gairah cinta mereka mulai bergejolak sati samaa lain akhirnya mereka mulai melanjutkan malam pertama.
beberapa bulan kemudian akhirnya Aisyah pun punya anak dari hasil pernikahan dengan sang suami Ia pun dikaruniai anak kembar yang sangat cantik jelita sementara muslimah pun telah beranjak dewasa sebentar lagi akan lulus SD.
__ADS_1
Bersambung nanti dilanjutkan kalo punya ide.