
dan saat Itulah Bu Ratna sedang berjuang keras untuk menghidupi Petty karena selama ini dia Sudah dipecat secara tidak terhormat oleh Bu alya dan kemudian Ia pun segera bergegas untuk menyiapkan dagangannya untuk menjual ketoprak dengan giat dan semangat 45 dan setelah menyiapkan ketoprak dia langsung saja keliling dan juga ditemani oleh Petty singa lelah yang muncul di kehidupan mereka dan Bu Ratna pun tetap semangat penjual ketoprak tiap hari dan tiba-tiba sajabada orang-orang yang melewati gerobaknya bu ratna dan bu ratna langsung saja basa-basi kepada mereka.
" Bu Pak ketopraknya Pak silakan." tanya dengan ramah tamah.
" Maaf Bu saya lagi buru-buru."
dan kemudian orang-orang tersebut bilang minta maaf sekali lagi karena tidak bisa dan lagi terburu-buru ke kantor juga dan juga ada salah satu pelanggan yang ngasih nomor wa-nya jika ada pesanan ketopraknya kayaknya enak itu dan digitulah Bu Ratna menerimanya dengan puji syukur dari Allah subhanahu wa ta'ala tapi belum jadi beli sih sehingga petty pun akhirnya mengeluh dengan dagangannya sampai sekarang belum laku.
" Bu kok sampai sekarang Dengan kita belum laku sih."timpalnya dengan cemberut.
" sabar Na namanya juga orang jualan ada yang beli kok Nak tenang aja." timpalnya Bu Ratna dengan sabar.
"Ya ... bu." sahutya si petty dengan nada yang sabar.
dan di situlah mereka menunggu dengan lama sehingga mereka harus beristirahat di pinggir jalan dekat komplek sehingga Bu Ratna dan tipu Mulai jenuh sekali karena belum ada pelanggan sama sekali sehingga membuat mereka bosan dan tiba-tiba saja ada seorang ibu-ibu bersama anaknya ke arah gerobak bu ratna dan kemudian si Ibu dan anaknya ingin memesan ketoprak 2 dan berkata seperti ini
" Bu Bu pesan ketopraknya satu yang pedes pedesnya pakai 5 cabe yang satu nggak pakai cabe ya Bu buat anak saya." tipalnya sambil mengeluarkan uang yang bernominal Rp50.000.
" Oh ya Bu siap bu Silakan duduk Bu di sana." Timpal Bu Ratna dengan sopan.
" Iya makasih Bu." timpal pelanggan tersebut sambil memangku anak nya yang berusia 2 tahun
dan kemudian anak kecil pun berkata seperti ini kepada ibunya karena haus.
"Mah ... Yusril haus Mak mau minum." Timpal bocah tersebut kepada ibunya dengan manja.
" Sabar ya nak mau minum-minum apa." timpal Ibu pelanggan tersebut sambil mengelus kepala anaknya.
" Aku mau minum coca-cola mah." sahut bocah tersebut dengan manja.
" Hah coca-cola Jangan ya nak jangan minum seperti itu ya nak nggak bagus buat kesehatan tenggorokan kamu." timpalnya sih ibu tersebut sambil memberi nasehat dengan baik.
__ADS_1
" terus aku mau minum apa."
" Ya udah kamu minum teh biasa aja tapi jangan coca-cola ya biar tenggorokannya nggak sakit." Timpal Ibu tersebut sambil memencet gemas ke arah hidung anaknya.
" ah nggak mau maunya itu."
yang di situlah percakapan perdebatan antara anak dan ibu tinggal membuat Bu Ratna memberikan es teh manis untuknya sementara si petty mengantarkan minumannya kepada adik pelanggan tersebut dengan terpaksa karena memang harus membantu ibunya karena kasihan sudah menjaga dia selama ini dan petty juga pasti sangat berhutang Budi kepada ibunya dan di situlah peti mengantarkan minuman kepada anak ini.
" ini Dek minumannya saya taruh di sini ya Bu." jempolnya si Petty sambil menghantarkan ke arah meja.
" kamu baik banget Makasih ya."timpalnya sambil memangku anaknya yang susah diam.
" Iya Bu sama-sama ada lagi."
" ehm... nggak usah repot-repot makasih ya udah bantuin ibu ini nak uangnya." Timpal Ibu tersebut sambil memberikan uang sebesar uang Rp30.000 kepadanya.
"Hah ... buat apa bu gausah bu."timpalnya sih petty dengan duit yg diberikan duit padahal petty mengharapkan duit tersebut.
" Ya udah Nak ini buat kamu terima aja."
dan disitulah Bu Ratna melihat si Petty diberikan uang kepada Ibu tersebut dan akhirnya Bu Ratna melarang sih petty untuk tidak menerima uang itu karena menerima pemberian orang tidaklah baik karena itu terlalu menyusahkan yang lain apalagi Bu Ratna masih mampu memberikan nafkah untuk Petty di situlah peti mulai cemberut dan mengerti yang diperintahkan oleh ibunya dan akhirnya dengan terpaksa petty pun tidak menerima uang tersebut dengan wajah yang kusut dan kemudian kembali bekerja.
dan akhirnya dagangan Bu Ratna Laris Manis dan di situlah Petty mengeluh dan sedih kenapa bisa ia tidak biasa mendapatkan apa yang ia mau sementara anak yang lain bisa dan sedangkan bu ratna sedang bersusah payah terlebih dahulu untuk menafkahi ya agar tetap bersekolah seperti dulu cuman hati kecilnya petty ingin lebih dan di situlah akhirnya bu ratna melihat peti dengan sekelas dengan wajah raut cemberutnya Petty dan sambil menasehatinya setelah melayani pelanggan tersebut.
" Sayang ingat anak di sini kehidupan kita susah susah banget cari uang Nah apalagi diuji sama Allah kamu tetap sabar ya nak." timpalnya Bu Ratna sambil mengelus kepala petty meratapi nasibnya.
" tapi petty malu dan takut Bu petty gak mau jadi orang miskin yang selalu direndahkan apalagi Ibu diusir terus bu alya petty takut kita direndahkan hiks hiks lagi mau sekolah mau ngumpulin uang ini buat beli buku hiks." timpalnya sambil memeluk ibunya
" Sabar sayang kita pasti ada rezeki buat sekolahin kamu Nak tapi jangan seperti itu ya nak pamrih saat menolonh orang itu tidak baik dalam kamus agama kita." tim penyempurna Bu Ratna sambil memeluk petty dengan kencang agar semangat menjalani hidup ini.
" Iya Bu."timpalnya sambil memeluk ibunya kembali.
__ADS_1
di situlah peti tersadar bahwa kerja keras itu yang terpenting dan harus tetap berusaha semaksimal mungkin agar ia bisa tetap sekolah seperti dulu karena dia ingin mengejar cita-citanya menjadi orang sukses agar dia bisa jalan-jalan yang bisa belanja karena dia suka banget belanja sampai akhirnya waktu sudah berjalan lebih dari 5 bulan hidup mereka sudah membaik hingga akhirnya petty bisa sekolah dan petty naik kelas 4 sd.
sebentar lagi karena dia anak yg cukup cerdas dan tetap belajar dengan keras agar ia bisa mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan smp-nyadan disitulah Ibu gurunya memanggil Bu Ratna karena Nilai raport nya petty sangat bagus dan memuaskan sehingga ia bisa melanjutkan SMP Negeri di daerah Jakarta sehingga akhirnya Akhirnya bu ratna datang di ruang guru dan Bu Ratna akhirnya penduduk dan berkata seperti ini kepada Kepala Sekolahnya.
" Permisi Assalamualaikum ada apa ya sayaa dibawa kesini bu apakah petty membuat masalah." timpalnya sambil menunduk
" Waalaikumsalam Bu tidak bu silahkan bu."timpal kepala sekolah itu dengan ramah sambil mempersilakan Bu Ratna untuk duduk
" ya kalau tidak penting untuk apa saya datang ke sini ya Bu." timpalnya bu ratna dengan heran.
"Begini bu kebetulan saya kepala sekolah saya mengundang ibu karena petty sangat berbakat bu dengan prestasi yang diraih oleh Petty biar anak cukup berbakat di bidang Pramuka dan nilai juga selalu bagus bu. "
" Masya Allah benar bu."timpal bu ratna dengan shock.
"ya benar Bu rencananya Saya ingin menaikkan petty ke kelas 5 SD saja bu."
" Ya Allah hah serius bu alhamdulilah tapi anak saya masih 9 tahun bu."
" ga papa Bu kan petty bisa berbaur sama anak-anak lain saya lihat petty banyak teman-temannya yang jelas dia bisa menanggapi pelajaran anak kelas 5 Bu."timpalnya sekolah itu sambil mengelus bu ratna agar Tetap tenang.
" Baik bu saya permisi dulu Bu." ujarnya dengan senang.
"ya .. bu silahkan." sahutnya kepala sekolah dengan ramah.
ketua Bu Ratna sangat senang berita ini yang disampaikan oleh Kepala Sekolah bahwa sebentar lagi Petty akan naik kelas 5 dari dalam mukjizat dari Allah subhanahu wa ta'ala bahwa yang dihina belum tentu hina yang dibenci belum tentu baik jahat karena suudzon dengan seseorang juga tidak baik juga hingga pada akhirnya Bu Ratna pun pulang ke rumah dengan riang gembira Ia tetap melanjutkan jangan ketopraknya agar tetap Laris Manis dan setelah gagasannya habis akhirnya Bu Ratna pulang dengan biang gembira dan di situlah ia menyelesaikan pekerjaan rumah dengan sebentar di kontrakan dan setelah peti tidur beratnya melaksanakan salat malam Tahajud setelah itu bu ratna berdoa seperti ini.
" Ya Allah terima kasih telah memberikan kelebihan oleh peti Semoga dia bisa menjadi anak yang baik dan soleha dan cerdas tidak seperti bapaknya ya Allah dan semoga aku bertemu dengan anak itu kasihan juga dia tidak punya orang tua semoga dia ditemukan." doanya sambil mengangkat dan kemudian mengaminkannya.
sementara itu nasib muslimah masih saja ia tinggal di rumahnya kediaman keluarga malik dan Tapi tetap saja ada yang tidak suka dari keluarganya itu tantenya sendiri yang selalu cari masalah kepada muslimah karena ia bukan bagian dari keluarga ini cobaan demi cobaan ditimpa oleh anak sebaik muslimah sehingga tantenya pun sehingga tantenya pun ingin mempunyai rencana untuk mengeluarkan muslimah agar dia tetap bisa melanjutkan hidup tanpa keponakannya.
Dan intinya seperti itu saat itulah Om Abi telah menikahi ia saat mereka masih bangku kuliah dan dia juga tidak suka terhadap anak-anak dan ia Benci sekali sama anak-anak kecuali anak dari rahim dia dan dia harus mencari cara untuk mengeluarkan mereka berdua agar ia tidak mengurusi dua-duanya dan hanya mengurusi suaminya saja dan kemudian dia pun bergumam dalam hati seperti ini.
__ADS_1
" Pokoknya aku harus menyingkirkan anak ini karena anak ini selain menyusahkan suamiku juga Malik Aku tidak suka Mereka ada di sini aku harus menyingkirkan Gimana caranya agar mereka tetap berantem hehehe." gumamnya dengan licik.
next part berikutnya tentang kehidupan muslimah ➡️