Masa Lalu Muslimah

Masa Lalu Muslimah
Terpaksa keluar dari rumah


__ADS_3

" wih enak ya dibeliin baju baru." katanya si Malik sambil menyindir setelah Om Abi ruangan yang jauh dari kami.


" Iya nih kayaknya lu bakal tersingkir deh Li." ujar ledek teman nya bermana reno.


" Ih ... enak aja." ujar si Malik sambil menampol sih Reno dan kemudian tante annet pun menyindir muslimah seperti ini


" Nggak mungkin lah anak-anak kan Malik adalah keponakan satu-satunya dibandingkan dia."ledeknya kepada muslimah.


"ya kan dia cuman carmuk hahaha." ujarnya si Malik sambil menyindir muslimah.


"Ya bener lik." timpalnya si Endin.


"Ya hahaha." ujar teman-temannya malik dan sih endin dengan kompak.


Dan masalah dan cobaan tiada berhenti dihidupnya muslimah dengan sedih ia mulai menangis dan pada akhirnya ia pun akhirnya menangis lagi dengan rasa yang amat kecewa dengan kelakuan malik dan bersama tante annet dan juga teman-temannya dan saat menjelang tengah malam ia pun melaksanakan salat malam istikhoroh dan ia pun meminta petunjuk kepada allah swt sebelum mengambil keputusan agar ia bisa pergi dari sini.


Keesokan harinya Setelah ia melaksanakan salat istiqoroh dihari sabtu biasa saat om abi tidak ada dan malik pun tertidur pulas dan seperti biasa muslimah pun disuruh oleh tante annet untuk membersihkan ruang makan dan setelah itu mencuci piring dan habis itu ia pun mencuri piring kemudian tante annet pun menyuruh muslimah untuk menyiram tanaman didepan rumah nya sehingga muslimah cape dan dia sangat letih sekali hingga belum istirahat dia pun sempat mengeluh dalam hati dan berkata seperti ini.


“ Ya …Allah banyak sekali pekerjaan yang belum selesai aduh aku harus gimana ya.”ujarnya sambil menyiram tanaman hingga akhirnya pekerjaan nya pun telah selesai dan kemudian ia pun dipanggil lagi oleh tante annet.


“ muslimah... muslimah."teriaknya ia.


"ya ... tante."timpalnya sih muslimah sambil memegang selang.


"kamu sudah selesai kan jangan lupa kamu bangunin si Malik buat ngerjain pr-nya ngerti.”ujarnya yang sambil berteriak padahal ia pun sedang hamil.


“Baikk …. Tante.”ujarnya sih muslimah sambil menyiram taneman.


“ yudah cepat selesain kerja nya habis itu kamu bangunin Malik secepatnya.”ujarnya dengan emosi.

__ADS_1


“Ya baik … tan.”ujar muslimah dengan lemas.


pada saat itulah muslimah dengan lemas menurutinya agar ia tidak dihukum di setiap seperti hari-hari yang lalu ia lewati dan pada saat itu muslimah mulai berjalan ke arah kamarnya malik dan kemudian muslimah pun mulai mengetuk pintu dan cuman belum disahuti olehnya mungkin sih malik sedang tertidur sehingga muslimah tidak bisa mengintip dan lalu ia membuka nya dan benar dugaan muslimah ia melihat malik sedang tertidur dengan posisi berbalik ke arah kasur dengan suara dengkuran yang keras dan kemudian muslimah pun tetap berjalan ke arah nya dan kemudian ia mencoba membangunkan nya namum sia-sia pada akhirnya ia pun membangunkan malik sekali lagi cuman malik sudah sekali dibangun kan emang anak yang manja dan pada akhirnya muslimah berteriak seperti ini.


"MALIKKKK AYOOO BANGUNN KESIANGAANNNN INI LIK>>."ujarnya dengan teriak dan kemudian malik pun akhirnya bangun dan sekaligus kaget dan kemudian saja ia pun berteriak dan tiba-tiba memaki muslimah dengan berkata kasar seperti ini.


"ahhhkkkk .... ngapaiiin lu kesini mau nyolong ya."ujarnya ia yang mulai menuduh dan kemudian muslimah pun beristigfar dalam hati seperti ini.


"astagfirllahazim tega sekali ia menuduhku pada dulu deket sekarang berubah karena harta warisan orang tua nya."gumamnya dalam hati dan tiba-tiba saja malik pun melemparkan batal ke arah muslimah.


"Ahh ...: Kenapaa ya allah kamu tega banget sama aku malik."ujarnya sih muslimah dengan histeris.


"hahahaha emang enak gw kerjaainn lagian ganggu gw tidur ulekkkkkek."ujarnya sih malik sambil menjulur lidah nya yang seperti bagong itu.


"tapiii ... ga gitu juga dong main nya."ujarnya muslimahhh sampe nafas nya naik turun naik turun.


"kan aku disuruh tante annet buat membangunkan mu kok."sambung nya kembali.


dan disitulah malik tidak terima yang dengan perkataan oleh muslimah dengan berbagai alesan apapun dan tiba-tiba malik pun melempar kan batalnya lagi ke arah muslimah namun lemparan nya meleset dan pada akhirnya bantal tersebut mengenai tepat dimuknya tante annet yang lagi maskeran dan disitulah tante annet pun mulai kesal dan langsung saja ia pun berteriak seperti ini.


"akkhhhh .... siapaaaa yang melemparr ke muka saya hah."ujarnya ia mulai emosi sambil memegang bantal bekas masker wajah nya tante annet dengan erat.


“Muslimah ... tante dia yang berdiri dikamar ku.”ujar maliķ yang menuduh muslimah seperti itu dan disitulah muslimah pun kaget dan tidak terima jika ia dituduh oleh malik seperti itu dan kemudian ia pun membela diri kepada tante aannet agar tidak menjadi salah paham nya dan berkata seperti ini.


“Bo... hoong tante bu-.”ujarnya yang belum menyelesaikan kata nya yang telah dipotong oleh tantee emosi.


“ jangan banyak alasan kamu ya Saya nggak suka kamu ada di sini Saya benci sama kamu dan saya amit-amit cabang bayi ngurusin kamu karena saya sedang hamil kamu bikin Saya emosi hah hah.”ujar tante annet sambil menarik-narik rambutnya muslimah.


“ampun … tante sakit … jangan emosi dulu tante bukan aku yang melakukannya tapi.”ujarnya muslimah yang belum menyelesaikan kata-kata karena rambutnya masih ditarik oleh tante annet.

__ADS_1


“Akkkk.”erang nya sih muslimah dengan sakit saaat rambutnya masih tarik oleh tante annet.


“Banyak Alasannya dasar ga tau diri kamu pokoknya saya nggak mau


tahu sekarang kamu pergi dari sini cepattt.”ujarnya tante annet sambil menarik dari lengan nya muslimah dengan keras.


“Ahkkk …. Ampun tante tolong tante jangan usir saya mau tinggal di mana.” Erang nya sih muslimah hingga kesakitan.


“hah …. Halah saya tidak peduli saya ga mau tahu dengan kamu mau tinggal dimana.”Ujarnya dengan emosi.


“Hiks … hiks hiks.”Erangnya sih muslimah sambil ia pun mengeluarkan air mata nya dan kemudian dengan tega malik meledeknya dan berkata seperti ini.


“ Huhhh … gitu dasarr cengeng lu cepetan lu pergi dari sini nggak pantes lu tinggal di rumah gua.” Ujarnya sih Malik dengan nada yang meledek muslimah pun akhirnya mulai menangis sejadi-jadinya.


“Baik lah … aku akan pergi Terima kasih semua telah menampung ku aku akan siap-siap dulu untuk membereskan semuanya.” Ujarnya sih muslimah sambil mengusap air matanya dengan kasar.


“Ya cepet kamu pergi dari sini awas aja kamu lapor ke suami saya akan suruh orang untuk menculik kamu biar kamu dijual sekalian.” Ujar dari ancaman dari Tante Annet.


“ya saya akan pergi tan."ujarnya muslimah mengusap air matanya kembali dan pada akhirnya muslimah pun ditertawakan oleh si Malik sehingga tante annet dengan sombong berkata seperti ini.


“ yaudah... tunggu apa lagi cepat kemasi barang mu dan Bawa semua pakain mu yg diperlukan sekarang.”ujarnya dengan histeris.


“Baiklah tante.”ujarnya sih muslimah sambil meninggal kamarnya malik.


Dan disitulah muslimah diberi waktu oleh tante annet untuk mengepak barang-barang selama 5 menit dan disitulah muslimah pun mulai mengepak baju-baju yg diperlukan tapi belum selesai ia ambil dan tiba sajalah tante aneh pun menyeret muslimah untuk keluar dari rumah ini secara paksa dan kemudian didorong dan pada akhirnya muslimah pun pergi dengan membawa baju seadanya dan berlari sejauh mungkin agar orang-orang tidak melihatnya.


Dan di situlah muslimah bingung harus harus ke mana ia pergi dan muslimah tidak punya saudara sama sekali dan selalu saja mengalami musibah seperti dan hingga menjelang sore muslimah pun tetap terus berjalan tidak ada tempat ia untuk berteduh saat ia mulai beristirahat sejenak dan tiba-tiba selalu saja muslimah diusir oleh pemilik warung tersebut saat ia berteduh.


padahal ia tidak merepotkan siapapun tetapi tetap saja Ia pun mengalami musibah dan cobaan seperti ini di setiap harinya apalagi ia anak yatim piatu selalu mengalami cobaan batin amat yang menyiksakan.

__ADS_1


Next cerita berikut ➡️


__ADS_2