
" gimana ya kalau misalnya ibu Ina nggak ngizinin."tanya nya sih anjani kepada teman nya
" Aduh gua juga nggak tahu nih."jawabnya sih siti
" Ya udah kita coba aja dulu ke Bu Ina."usulnya sih maream kepada anjani agar ia tersetuju.
"yaudah deh ayo." sahutnya Anjani yang berjalan ke ruangan guru
"yok."timpalnya sih siti dab maryam dengan kompak.
akhirnya mereka pun sudah berdiskusi terlebih dahulu untuk memberi kesempatan kepada muslimah dan juga teman-temannya untuk ikut pentas gabus perpisahan kelulusan anak kelas 6 sd dan mereka pun binggung langsung saja mereka menghadap ke ruangan guru seni tersebut.
Tokk Tok ketuknya oleh si Anjani.
"Permisi bu." sahutnya si Anjani dengan sopan dan dikuti oleh teman-teman nya.
" iya silakan anak-anak duduk." ujarnya bu ina dengan ramah.
" Kalo boleh tahu ada keperluan apa ya anak-anak." sambung bertanya kembali kepada Anjani dan bersama dengan teman-temannya.
"Anu .... begini bu." jawabnya si Anjani dengan grogi sehingga ia susah menjelaskan karena takut dengan bu ina.
"Ya ... anu kenapa anjani."tanya nya yang heran kepada anjani.
" ah begini Bu sebenarnya ada adik kelas kita yang bernama muslimah Aini Sahila dan Fitri pengen banget ikut gabung acara pementas gabus perpisahaan kami bu." timpalnya si Maryam yang berkata sejujurnya kepada bu ina.
" Oh ya Benarkah."tanya nya kembali kepada mereka.
"Ya bu kebutuhan mereka antusias sekali bu untuk ikut gabungkan pementasan kita." nya Siti secara blak-blakan Iya menjawab jujur kepada Bu Ani.
" Oh ya sudah... kalo begitu suruh mereka gabung aja untuk pementasan di siang ini." usulnya Bu ina kepada mereka.
a
"Okey ... baik bu."jawab mereka dengan kompak.
lalu mereka pun langsung saja bergegas untuk menemui muslimah dan teman-temannya namun belum ditemukan dan kemudian kah terus mencari dari rumah ke rumah Santri yang mereka tinggalkan namun belum ditemukan dan tiba-tiba saja siti pun melihatnya dan disitulah muslimah beserta teman-temannya yang sedang asyik main lompat tali bersama lalu anjani memanggilnya
"Assalamualaikum mah ... mah." ujarnya Memberi salam dan memanggilnya terlebih dahulu.
" Eh Kak Iya waalaikumsalam." jawab Muslimah dengan sopan.
"ada apa ya ka."tanyanya lagi kepada mereka.
" begini de ...kalian tuh disuruh sama Bu Ani untuk segera menghadap ke Ruangannya yang ini juga ya." jelasnya si Siti tanpa berbelit-belit.
" Oh gitu ya."tanya sih aini kepada nya.
"Ya neng."jawabnya siti dengan singkat.
" Ya udah yuk kita langsung ke sana mah."timpalnya sih fitri sambil mengajungkan jempolnya.
"ya ... mah lumayan kita bisa pentas."timpalnya sih aini merayu muslimah.
"Ehm ... ya mah ini kesepataan kita."timpalnya sih sahila.
" tuh gimana ya Aku tuh pengen tapi aku nggak percaya diri."gumamnya muslimah dalam hati.
__ADS_1
"eh ... mah jadi gimana." tanya Anjani yang mengagetkan muslimah secara tiba-tiba terus kemudian muslimah menjawab.
"eh ... iya kak aku siap."
"Oh ... yaudah keruang ke sana sekarang ya."timpalnya anjani yang menyuruh mereka.
"Siap ka."jawab mereka dengan kompak.
pada akhirnya mereka pun langsung saja ke ruang guru sementara itu bu ina menunggu merekaa pada akhirnya Bu Ina pun langsung saja to the point kepada mereka bahwa pentas ini akan diadakan untuk selama seminggu dan disitulah mereka dikasih kesempatan Bu Ina untuk bergabung dan join bersama dengan anjani dan teman-teman lainnya sampai pada akhirnya mereka semua pun mulai latihan.
" Oke semuanya kita latihan sekarang ya."
"Siapp ka."jawabnya lugas muslimah.
"Siap kakaa."jawabnya aini dengan semangat.
"Okey ... baik kaa."jawabnya sih fitri sambil memegang alat gabus.
"Ya kakaa."jawab sih sahila dengan lembut.
pada akhirnya anjani pun memberi arahan kepada mereka untuk segera memainkan gabus secara berirama kan Mereka pun langsung saja memainkannya dengan kesabaran Anjani sebagai harus semangat dan juga Memberikan motivasi dan jufa memberi semangat kepada muslimah dan lain nya untuk mengadakan acara pentas dengan baik.
lalu acara pentas pun telah dimulai dan akhirnya mereka mulai tampil dengan semaksimal mungkin tibalah mereka memainkan gabus bersama-sama dengan semaksimal mungkin bagus sekali mereka memainkan gabus bersama -sama kemudian para Wali penonton pun menepuk tangan hasil pentas mereka.
Plok polk polk
"Yeay yeayy."
"Plok polk polk"
"Bagaimana dengan acara nya semua nya apakah kalian puas." sahut presenter tersebut.
"Ya ... Pak Bagus banget mainnya mereka."soraknya bapak tersebut dengan gembira.
"Ya ... baguss banget ya mereka."
"Ya bener."
" main lagi pak main lagi."
"Yap.. betulll pak betul." sorak para penonton yang ingin mendengar muslimah dan lain nya yang memainkannya.
"Ya ayo main lagi
"main main main main main."sorak mereka semua dengan gembira dan kompak.
"Baik terkasih semuanya telah menyaksikan acara gabus ini semoga acara gabus ini semoga momen ini tidak Terlupakan oleh kalian semua ya." timpal presenter tersebut sambil menggunakan speaker tersebut dan kemudian disorak lagi oleh mereka semua.
"Lagii pak lagii."
"Ya bener pak."
"Oh mohon maaf bapak/ibu tetapi acara pentas ini sudah selesai."jawab sih presenter itu dengan sopan.
"Yahh."
di situlah para penonton kecewa berat dengan keputusan yang presenter kasih tahu bahwa pementasan dilakukan sekali dalam pertunjukan bukan berkali-kali di situlah ibu ina tersebut bertanya kepada mereka seperti ini.
__ADS_1
"ehm ... jadi bagaimana anak-anak."tanya nya.
" Oh ya udah deh bu nanti kità kordinasi dulu kepada temen-temen yang lain ya."jawab nya sih anjani yang menjawab dengan sopan.
" Oke Anjani."jawabnya bu ina sambil tersenyum.
di situlah Anjani and friend berdiskusi terlebih dahulu kepada muslimah dan teman-temannya bersama sampai akhirnya Anjani pun mulai berdiskusi kepadanya terlebih dahulu seperti ini.
" Jadi gimana nih teman-teman Apa kalian mau pentas lagi."
" terserah lu aja sih Jan kita mah ikut aja."
"Heeh."sahutnya."
Oh ya udah untuk adik-adik gimana." tanya lagi kepada muslimah dan lain nya .
"ehmm." Timpal mereka semua yang mulai berpikir.
saat itu muslimah dan teman-temannya bingung harus menjawab apa akhirnya Siti pun langsung menyenggol bahunya muslimah sampai muslimah pun bingung harus menjawab apa dan dengan terpaksa Aini pun langsung saja menjawab seperti ini.
" Ya udah kita pantas lagi aja Kak." timpalnya yang mulai bersuara.
"ho-oh." timpal suara binggung nya sih fitri.
" Iya Kak kita bersedia membuat penonton senang." timpalnya sih muslimah yang bersedia dan ikhlas kepada penontonnya agar tetap bahagia.
"okey ...lakukan sekali lagi ya teman-teman agar tampilan pentas kita jadi lebih baik di acara ini."
"Baik ka." jawab Si Aini dengan singkat.
"Iya kaa." jawabnya sih muslimah.
"Siapp ka.". timpalnya si Fitri dan Sahila dengan kompak.
dan akhirnya mereka sepakat dan langsung saja manggung lagi untuk membuat penonton senang sehingga permainan gabus mereka sangatlah bagus dan lalu di tepuk tangan oleh para penonton di acara berikutnya.
" ayo semua tepuk tangan." serunya si presenter tersebut dengan meriah.
Plok plok plok.
" Makasih semuanya telah menyaksikan acara pentas ini saya harap kita bisa bertawa dan silaturahmi seperti ini ya." serunya Pak Ibrahim.
" Iya Pak."
"Sip."
"Okey pak."
tibalah acara sudah selesai dan tiba-tiba saja Walikota menghampiri langsung ke Pak Ibrahim selaku pemilik pondok pesantren Darussalam tersebut hingga pada akhirnya wali kota pun kata seperti ini.
" Saya bangga sekali Jika ada anak-anak yang memainkan gabus di Madrasah ini melantunkan sholawat sambil memainkan gabus ini." timpalnya seorang salah satu penonton dan ternyata ia Seorang walikota dikota ini.
" Alhamdulillah Pak hehehe." jawabnya Pak Ibrahim dengan tawa terkekeh.
"Boleh saya bertemu dengan mereka Pak." sahutnya Walikota tersebut tanpa basa-basi.
"Ya boleh silahkan pak."
__ADS_1
dan walikota tersebut ingin bertemu dengan mereka yang memainkan gabus dengan lantunan Sholawat yang indah sampai pada akhirnya mereka pun dipertemukan oleh Walikota tersebut dan akhirnya mereka pun foto bareng bersama karena telah mereka memeriahkan pentas perpisahan kelas 6 sampai Walikota pun memberikan hadiah kepada mereka dan mereka senang bukan main.
seruu kan ikutin muslimah dicerita berikutnya.