Masa Lalu Muslimah

Masa Lalu Muslimah
Bab 64 Muslimah Season 2 Petty


__ADS_3

"Dafaaaa."


"Daffaaaaa."


"Daffaaaaaaaa."


panggilan ketiga kalinya dari bu alya saat itu daffa pun mulai menyautinyaa


"Eh ... ya mah ada apa."tanya sih daffa dengan dongo.


"Aduh."timpalnya bu alya sambil menepuk jidatnya..


"Ya allah daffa kenapa sih kamu Mama panggil-panggil nggak kedengeran." kejarnya Bu Alya dengan kesal sambil mencubit kedua pipinya Daffa dengan gemas.


"Aduh ... mah sakit." ujarnya Daffa yang mengelus pipinya sambil ditertawakan oleh petty.


" Lagian kamu Mama panggil kagak kedengeran kan yaudah mamah hahaha cu-bit."ujarnya sih bu Alya dengan kata yang terbata-bata sampai ia tertawa dengan cekikikan.


"Dan apa sih yg kamu sembunyin ?".tanya kembali kepada daffa.


" Duh gua harus jawab apa ya untuk menghindari Sisi pertanyaan ini Aha aku punya ide."gumamnya daffa dalam hati.


" Ya ampun .... mah daffa lagi banyak pikiran."ujarnya sih daffa.


"Pikiran mikiran cewek ya ka."celetuknya sih petty kepada Daffa.


sampai saat ini Daffa mulai malu Apa yang dibicarakan petty memang benar bahwasan nya ia memikirkan nya Pujaan Hati yaitu muslimah sampai saat ini ia pun terus saja melamuni nya tanpa daffa sadari bahwa macet telah melanda dijakarta sehingga mereka akan pulang 3 jam lagi.


dan sementara itu muslimah sedang asyik mengobrol dengan teman-teman dan juga dengan aisyah sampe sih jefri kurang fokus dalam menyetir sehingga ia pun mulaai melupakan sesuatu ia harus isi bensin agar tidak mogok di perjalanan nanti sampai mereka dan mereka mulaai menanyakan kepada muslimah.


" Imah tuh cowok yang waktu di mall itu siapa." Timpal sih Fitri yang menanyakannya.


" du aku harus menjawab apa ya." rumahnya si muslimah dalam hati.


' anu sebenarnya itu teman masa kecilku Kak Daffa."


" Oh Namanya daffa." ujarnya si Fitri Aini dan Sheila dan juga Aisyah yg kompak.


"Itu pacar kamu bukan."tanya aisyah yg penasaran kepadanya.


"Bukan kaka dia teman ku kok."ujarnya muslimah.


"Oh kiarain pacar nya hehehe."ujarnya aisyah sambil mengodanya lalu tiba-tiba teman-temannya muslimah semua menyoraki muslimah seperti ini.


"Cieeeee."seru sorak sih fitrii.


"Cuieeeeet."soraak sihh aini.


"Cieettt."sorak lagi sih sahila.


"Cieee." ujarnya Aisyah dengan meledak sambil menunjuk kedua tangannya ke arah muslimah sehingga muslimah pun mulai kesel dan berkata seperti ini.


" Ih kalian semua apa-apaan deh."ujarnya muslimah dengan sebal kepada mereka.

__ADS_1


"Hehehehehe."tawa mereka secara tiba-tiba kepada muslimah.


"kalem mah kalem."ujar sih aini yg berusaha meneangkan hatinya muslimah.


"Ih lagiaan kalian godain saya hehehe."ujarnya muslimah sambil tertawa.


"Sepertinya kamu suka deh sama dia."ledeknya sih fitri sehingga itulah yang membuat pipih muslimah menjadi memerah.


dan sampai akhirnya si Jefri telah tiba dan lalu berikan air mineral kepada mereka di situlah mereka sangat senang sekali pada akhirnya mereka pun melanjutkan perjalanannya untuk segera pulang ke pesantrennya hingga pada akhirnya mereka pun telah datang dan lalu saja menyalami kedua punggungnya bu khomairoh dan juga pak Ibrahim.


" eh Anak dan mantu Abi sama Umi sudah pulang." ujar Bu khumairoh yang hendak berlari ke arah mereka lalu bu khomairoh pun langsung saja mencium kedua cucu-cucunya.


"Ya umi ini habis belanjaa nih sama muslimah."ujarnya ka aisyah sampe membawa keranjang belanjaan nya.


"Duh cucu cucu nenek ciumm."timpalnya sih bu khomairoh lagi sambil mencium dan mencubit kedua pipi cucu kembarnya.


" Iya lucu banget adeknya ya bu." ujar muslimah yang berusaha menghibur keponakan angkatnya sampai akhirnya adik bayi yang kedua pun mulai tertawa.


" Oh iya Ima kamu Sekalian bawa belanjaannya ya Kasihan anak Umi sama Abi." punya buku Maira yang memerintahkan si muslimah.


"baik bu."ujarnya sih muslimah yang hendak pergi dan lalu menangis karena ketidakadilan dalam keluarga ini sampai-sampai musibah merasa diabaikan oleh kedua orang tuanya Aisyah dan tiba-tiba saja Bu khumairah langsung menyemperin kedua cucunya.


"sini umi aja yg gendong ya."ujarnya bu khomairoh sambil menggendong kedua cucunya sampai cucu pertamanya diambil oleh Pak Ibrahim.


"a duh gemesnya cucu-cucuku senang deh jadinya." Cercosnya Pak Ibrahim sambil menggendong cucu pertamanya.


Langsung saja ia disuruh oleh bu khomairoh untuk segera membersihkan semua halaman rumah tanpa memikirkan dampak psikologi yang dialami muslimah selama bertahun-tahun ia hidup seperti neraka apa-apa disuruh oleh orang lain tidak peduli ia anaknya pembuka terpetik Kebahagiaan dari sepasang suami istri yang sudah memiliki seorang cucu.


..." Allah lagi-lagi kau seperti ini ingin sekali aku bertemu dengan mereka termasuk Kak Dafa dan Bu inah capek jika aku diperlakukan seperti ini ya Allah." gumumnya dalam hati sampai ia bisa membersihkan seluruhnya....


"ndoo."ujarnya sih pria paru baya itu.


"Ya ... pak."ujarnya muslimah yg mengelap air matanya.


"Kamu .... kenapa ndo sampe nangis begitu."ujarnya pak ibrahim yg mulai prihatin kepadanya.


"Ya gpp pak." nya lagi sambil mengelap air mata nya lagi sambil mengelap air mata lagi dengan secara kasar sampai ingus mulai keluar.


" Oh kamu istirahat aja habis ini ya." usulnya Pak Ibrahim agar muslimah tidak capek.


sampai saat itu muslimah pun langsung saja ke kamarnya dan bersedih sambil membuka diary dan langsung menulisnya sampai ia merindukan sosok orang terdekatnya ya dari kecil ia ditemani oleh sahabatnya sahabatnya selalu ada untuknya cuma naas ia sudah terperangkap di rumah deket pesantren ini.


dan beberapa hari kemudian Jefri pun mulai pusing dan terus memikirkan muslimah yang baru menanjak dewasa maka ia akan mulai jatuh cinta kepadanya cuman sayang Ia seorang anak yang baru lulus SD tahun namun hasrat ini mulai Terpendam dan ingin sekali bermain dengan sang istri lalu ia merayu sang istri saat Aisyah lagi menyusui anak kedua anaknya.


" Mah Mah."


" iya toh Pah ada apa." ujarnya sambil menyusui kedua anaknya.


" Aku ingin sekali kita bermain seperti waktu kita menikah." ujarnya yang terus terang kepada sang istri.


" papa kamu ini nakal banget Aku Lagi nyusuin anak dulu." ujarnya si Aisyah yang kerepotan saat menyusui dan mengasuh kedua anaknya.


" kan bisa nanti-nanti mah." ujarnya si Jefri sambil memegang bahunya aisyah.

__ADS_1


" Ya allah Mas nanti aja ya aku lagi sibuk habis itu aku langsung ke Kamarmu ya." ujarnya yang Aisyah yang kerepotan.


"Ya mamah." ujarnya si Jefri yang meninggalkan Aisyah.


dan kemudian muslimah terus bekerja hingga lelah sampai-sampai bu khumairo mulai kasihan dengannya karena bu khomairoh dihasut oleh bu entin orang sih biang ennor yang waktu itu menghina muslimah saat kecil yang katanya seperti ini.


" hati-hati Bu bawa anak perawan ya ntar suaminya diambil lagi itu anak."


"Maksud ibu apa ya ...?"tanya sih bu khomairoh.


" Heeeh ...anak-anak zaman sekarang kayak apa lagi masih muda tuh dia siapa tahu bakal ngancurin hubungan rumah tangga anaknya ibu."ujarnya si entin yang sok tahu itu.


" Ibu jangan sembarangan kalau ngomong ya.?"


" sembarangan gimana Bu saya cuma ngasih tahu kalau si muslimah itu orangnya harus diwaspadai dan tidak boleh terlalu dekat sama Aisyah dikarenakan nanti bakal orang ketiga." ujar si Entin.


" ya Bu bener bu ngeri-ngeri itu anak sekarang."ujarnya temannya Bu entinya bernama endahh.


" Kalau saya jadi bu khumairoh sih saya bakaal kacungin dia bu." jawab temannya Bu Entin namanya Maisaroh.


"Ya buu .... biar dia malu."jawabbya sih bu maisaroh.


" bener juga ya kalau misalnya rumah tangga anakku hancur kan aku bisa repot dan Aisyah pasti sedih maka aku harus bikin muslimah nggak betah tinggal dirumah ini." gumamnya sih bu khumairo dalam hati.


dan di situlah membuat bu khomairoh kecewa dan sifatnya dingin kepada muslimah dan menyuruh muslimah untuk ke belakang saat ia mulai menyentuh kedua cucunya pantas saja muslimah merasa dicuekin sampai-sampai Ibrahim itu agak janggal dengan sifatnya bu khoimairoh yang akhir-akhir ini sudah berubah.


" Bu kok gitu sama Ima Bu."


" Biar dia tahu diri aja."jawabnya bu khoimairoh dengan ketus sambil mencuci piring.


" loh mi kok umi ngomong begitu sih ?."


" Bener kata tetangga Si Ima begitu." ujarnya bu khomairoh dengan Ketus.


" Ya Allah tetangga Nggak usah didengerin Umi mereka taunya komen doang nggak tahu sifatnya Imah seperti apa."


karena ini adalah hari istimewa ulang tahunnya almarhumah Pak Muslim selaku orang tuanya muslimah..


" Bibi Umi kasihan sama Ima umi kita udah bikin Muslimah."ujarnya bu khumairoh yg merengek..


"Ya ... umi kita bikin suprise kepada nya karena ini adalah hari istimewa ulang tahun nya imah mi!!." jawabnya Ibrahim memberi informasi kepadanya.


" Oh begitukah abi ?"


"ya umi... kita harus menjadi orang tua yang baik untuk Imah kasihan."


"ayo ... kita menghibur muslimah."


"Ya abi."


di situlah mereka menghibur muslimah sambil mengajak mereka ke makam almarhumah kedua orang tuanya sampai-sampai bu khumairo yang mulai kasihan kepada muslimah dan mengajak muslimah untuk mengajak jalan-jalan bersama di kebun binatang dengan Aisyah dan Jefri dan akhirnya mereka terus saja bahagia setelah weekend pekan libur panjang muslimah menikmati waktu liburan.


"mohon maaf jika ada kesalahan sebagai penulis karena saya tidak bisa memperhatikan kesepakatannya dan Sebelumnya saya penulis baru dan tidak bisa membuat kelanjutan di novel ini karena tidak ada yang menarik dan insya Allah akan saya membuat novel dengan judul yang terbaru yang menarik ."

__ADS_1


"Terima kasih semuanya sudah sempat mampir.!!!."


__ADS_2