
Setelah beberapa hari keluar dari rumah sakit, maka Diana Langsung menghadiri konferensi pers dan menjelaskan pada semua publik bahwa apa yang terjadi bukanlah dirinya dan bahkan para polisi juga hadir di sana dan mereka menjelaskan bahwa perempuan yang berada dalam video bukanlah Diana, melainkan seseorang yang mirip dengan Diana yang belum diketahui identitasnya.
Setelah konferensi pers berlalu, Diana melihat Evan yang mana pria itu hendak pergi meninggalkan aula konferensi pers sehingga dia kemudian mendekati pria itu dan menahannya.
"Itu, bisakah kita berbicara sebentar?" Tanya Diana yang sebenarnya merasa sangat rindu dengan perlakuan manis pria itu, karena bagaimanapun pria itu ialah pria yang sangat dekat dengannya dan sudah memperlakukannya seperti seorang kekasih.
Evan menatap perempuan di depannya dan Sebenarnya dia enggan berbicara, namun ketika dia melihat sorot mata perempuan itu yang tampak sama seperti Diana sepupunya yang telah meninggal, maka Evan akhirnya menganggukkan kepalanya.
"Kita bicara di ruangan yang lebih sepi," ucap Diana sembari berjalan menuntun Evan menuju sebuah ruangan yang secara khusus telah Ia pesan untuk dirinya sendiri selama konferensi pers berlangsung.
Setelah duduk di dalam ruangan itu, maka Diana kemudian menatap Kakak sepupunya yang ada di depannya, dan dia sangat merindukan pria tersebut.
Dia sangat ingin memeluk pria itu, dan mengatakan bahwa Diana baik-baik saja dan saat ini berada di depannya, tetapi Tentu saja dia sadar bahwa pria itu pasti tidak akan bisa mempercayai apa yang akan ia katakan.
Oleh sebab itu, Diana berusaha menahan dirinya sembari mengepal kuat tangannya.
__ADS_1
"Apa yang ingin anda bicarakan?" Tanya Evan sembari menyimpan rasa bingungnya dalam hati melihat tatapan perempuan di depannya terlihat benar-benar mirip dengan tetapan adik sepupunya.
Padahal, tetapan itu sangat membuatnya kesal pada perempuan di depannya, karena dia anak adik sepupunya sangat tidak menyukai perempuan di depannya sebab perempuan itu selalu mencari gara-gara untuk Diana, tetapi kenapa sekarang dia malah merasa senang melihat mata perempuan yang sangat mirip dengan mata adik sepupunya itu?
"Ahh,, itu, aku hanya ingin,, uh itu, bisakah ke depannya kita menjadi lebih dekat?" Tanya Diana yang sangat ingin dekat dengan pria itu.
Tetapi dia bingung harus mengatakan apa padanya sebab tentunya saat ini tubuh di mana dia berada bukanlah tubuhnya sendiri sehingga dia tahu bahwa pria di depannya pasti tidak akan memperlakukannya sama seperti dulu.
Evan tidak bisa lagi menyembunyikan rasa bingungnya, jadi pria itu berkata, "itu, Bagaimana bisa seorang polisi akan lebih dekat dengan seorang perempuan yang merupakan tujuan utamanya untuk membongkar kejahatannya?"
"Memang bukan," sela Evan, "tetapi orang yang membawa barang haram itu, kami masih menyelidikinya sehingga Ada kemungkinan besar kami akan kembali lagi menemui Anda dan membawa anda ke kantor polisi." Ucap Evan segera berdiri Lalu dia pergi meninggalkan perempuan itu dengan perasaan kesal.
Tidak mungkin dia dekat-dekat dengan perempuan itu, karena lagi pula dia tahu bahwa perempuan itu sengaja mempermalukan adik sepupunya di acara penghargaan Mamamia sehingga dia akan membuat adik sepupu kesayangannya menjadi sedih kalau sampai dia berteman akrab dengan seorang perempuan yang sudah secara tidak langsung menjadi penyebab kematian dari adiknya.
Sementara itu, Diana yang melihat punggung tegas pria itu menolak berteman dengannya langsung menghela nafas dan dia merasa sangat sedih kalah harus menerima kenyataan bahwa dia tidak bisa lagi menjadi dekat dengan kakak sepupunya.
__ADS_1
'Kak Evan,,' ucap perempuan itu sembari menghela nafas dengan wajah yang lesu.
Clek!
Tiba-tiba pintu yang tertutup kembali lagi terbuka memperlihatkan Bobby yang akhirnya masuk ke dalam ruangan.
"Konferensi persnya sudah selesai, dan 1 jam lagi kalau ada pertemuan dengan Tuan Darius karena sudah beberapa waktu yang lalu dia terus menghubungiku untuk bertemu denganmu. Ahh,,, ini juga hadiah dari tuan Adimas," ucap babi meletakkan sebuah kotak perhiasan di atas meja sehingga membuat Diana menatap kotak perhiasan itu.
Setelah itu, Diana mengangkat wajahnya menatap Bobby, "mulai sekarang aku akan bekerja dengan sehat, tidak ingin lagi berhubungan dengan orang-orang yang hanya menginginkan tubuhku saja. Mulai sekarang aku akan berjuang dengan kemampuanku sendiri, bukan karena bantuan dari orang-orang itu!" Tegas Diana yang tentunya dirinya tidak akan mau melakukan sesuatu yang kotor seperti yang dilakukan oleh Diana yang sebelumnya.
Tetapi Bobby yang mendengarkan ucapan perempuan itu langsung mengerutkan keringnya menatap perempuan di depannya, "kau tahu kan kau memiliki banyak skandal dengan para pria-pria itu, dan jika kau menghentikannya dan tidak mengikuti lagi keinginan mereka maka semua video-videomu akan terbongkar ke publik.
"Juga, kau akan black list dari bioskop yang ada di industri hiburan, bahkan para penulis naskah dan sutradara terkenal juga akan mudah dikendalikan oleh orang-orang itu supaya tidak memberikan lagi naskahnya padamu. Jadi, apa kau pikir kau bisa berdiri sendiri di atas kakimu Setelah semua yang terjadi?" Tanya Bobby pada perempuan di depannya sebab Dia sendiri tahu bahwa perempuan itu tidak memiliki kemampuan akting, sehingga tidak mungkin perempuan itu bisa berada di posisinya saat ini bisa mendapat sebuah penghargaan sebagai aktris terbaik kalau dia tidak dibantu oleh pria-pria yang menjadi teman ranjang nya!
@info
__ADS_1
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️