
Setelah menunggu beberapa saat, makanan pembuka Kemudian datang disajikan, lalu Diana yang saat itu merasa agak sedih karena harus makan sendirian saja menatap makanan itu selama beberapa saat.
Tetapi kemudian dia berpikir bahwa sayang sekali Jika dia tidak memakan makanan itu maka Diana kemudian mulai makan.
Ketika sedang mengunyah, perempuan itu tiba-tiba saja mengeluh, "Ah!"
Diana yang merasakan ada sebuah benda keras di dalam mulutnya langsung mengambil sapu tangan dan memuntahkan makanan itu pada sapu tangan yang ada di tangannya.
"Apa ini?" Diana mengerutkan keningnya saat ia melihat sebuah benda melingkar yang membuat perempuan itu akhirnya mencuci benda itu dengan air putih yang tersedia di sana dan betapa terkejutnya ia ketika melihat bahwa itu adalah sebuah cincin yang indah
Bersamaan dengan itu, sebuah lagu romantis tiba-tiba saja terputar hingga membuat Diana kebingungan menatap ke seluruh ruangan.
Clek!
__ADS_1
Pintu tiba-tiba saja terbuka lalu seorang pria yang tak lain adalah Evan memasuki ruangan tersebut sembari membawa 1 buket bunga di tangannya.
"Itu,," Diana terkejut melihat buket bunga itu, sebab buket bunga itu ialah buket bunga yang ia buat sendiri di mana orang yang tadi memesannya ialah orang yang mengatakan bahwa bunga itu akan Ia berikan pada orang yang sangat ia cintai dan hendak melamar perempuan itu.
Sang pria bahkan berpesan bahwa Diana boleh membuat karangan bunga itu seperti karangan bunga yang diinginkan Diana saat dia dilamar oleh seseorang.
Maka Diana yang mengingat hal tersebut segera menutup mulutnya dengan kedua tangannya lalu menatap pria di depannya sudah berlutut di hadapannya.
Pria itu memberikan bunganya pada Diana sembari berkata, "maukah kau menjadi kekasihku dan kelak menjadi istriku?"
"Kakak, kau,, ya,, aku mau," ucap Diana dengan kesulitannya mengatur nafasnya Karena rasa terkejutnya dan juga rasa senangnya bercampur menjadi satu.
Sementara Evan yang mendengarkan ucapan perempuan itu, pria itu langsung berdiri lalu keduanya kemudian berpelukan dengan erat karena tidak menyangka bahwa ternyata selama ini keduanya sudah saling mencintai.
__ADS_1
"Apa kau yakin dengan jawabanmu?" Tanya Evan yang mana pria itu masih tidak percaya bahwa ternyata lamarannya benar-benar akan diterima.
Diana menganggukan kepalanya sembari menatap pria yang sedang memeluknya, "iya, tapi,, tapi aku tidak menduga kalau kakak juga menyukai ku," ucap Diana.
Evan yang mendengar itu merasa sangat senang kata juga menyukaiku membuat pria itu bisa mengetahui bahwa ternyata perempuan itu sudah menyukainya.
"Hm,, aku sudah menyukaimu sejak belasan tahun yang lalu," ucap Evan benar-benar membuat Diana terharu karena tidak menyangka bahwa ternyata selama ini pria itu menahan diri terhadapnya.
Sekarang Dia merasa bahwa perpindahan dirinya ke dalam tubuh Diana firdania adalah untuk menyatukan mereka, sebab dengan status sepupu, maka mereka pasti tidak akan bisa bersama.
"Ayo pasang cincinnya," ucap Evan kemudian mengambil cincin yang sudah dibersihkan oleh Diana.
Lalu pria itu kemudian menyelipkan cincinnya di jari manis Diana.
__ADS_1
"Terima kasih," ucap Diana yang merasa sangat senang lalu kedua orang itu kembali berpelukan dengan erat dan menikmati momen kebersamaan mereka.
TAMAT