
Setelah menghabiskan susu strawberry pemberian Evan, Diana kemudian mengangkat wajahnya menatap pria di depannya lalu dia berkata, "kau sudah percaya apa yang ku katakan bukan?"
Pertanyaan itu langsung membuat Evan menganggukkan kepalanya meski dia masih bingung tentang situasi yang terjadi sehingga sesungguhnya bisa masuk ke tubuh orang lain.
"Kalau begitu, bukalah kotak itu," ucap Diana sembari menatap kotak yang ada di atas meja.
Evan yang mendengarkan ucapan Ivanka kini menarik kotak itu ke depannya lalu dia menatap kunci pada kotak itu sebelum mengangkat wajahnya menatap perempuan di depannya.
'Ini benar-benar di luar nalar, perempuan di depanku ini adalah sepupuku? Tapi,, Bagaimana bisa ada yang namanya jiwa berpindah masuk ke tubuh orang lain?' Evan merasa begitu pusing, tetapi karena berpikir bahwa jika dia terus memikirkan hal itu maka akan membuatnya menjadi stress, maka pria itu akhirnya mengulurkan jarinya lalu dia memutar-mutar tombol kombinasi melingkar memasukkan angka yang sesuai dengan angka perjalanan mereka ke pulau yang sangat ingin dikunjungi oleh Evan.
Merasa deg-degan, Evan terus melanjutkan putaran pada tombol kombinasi itu sampai akhirnya dia menyelesaikannya dan melepaskan tangannya.
__ADS_1
Clik!
Terdengar suara yang menandakan bahwa kode yang dimasukkan sudah benar, hingga membuat Evan terkejut dan kembali mengangkat wajahnya menatap perempuan yang ada di depannya.
"Isinya hanya sebuah surat," ucap Diana benar-benar membuat Evan mengerutkan keningnya, tetapi pria itu kemudian membuka kotaknya dan Memang benar bahwa isinya hanya secarik surat yang diletakkan dengan rapi di dalam brankas tersebut.
Diana yang melihat itu kembali lagi berkata, "saat menyiapkan itu, aku memikirkannya dengan hati-hati dan karena aku berpikir kau memiliki segalanya, maka aku tahu bahwa memberikan barang padamu tidak akan terlalu berguna, sehingga Aku memberikanmu surat itu."
Maka Evan kemudian mengambil surat yang terlipat dengan rapi di dalam kotak itu lalu membukanya.
*Aku akan mengabulkan apapun permintaanmu, termasuk menjaminkan nyawaku!*
__ADS_1
Setelah membaca isi surat itu, Evan kemudian mengangkat wajahnya menatap perempuan di depannya dengan Diana yang tersenyum.
"Aku menjaminkan nyawaku untuk memenuhi semua yang kau inginkan. Sayang sekali kau belum berhasil memecahkan kodenya saat aku sudah meninggal, tetapi sekarang aku bersyukur aku kembali masuk ke tubuh ini dan bisa melakukan sesuatu untuk membantumu." Ucap Diana dengan perasaan yang begitu lega.
Dia sudah berpikir bahwa Evan mungkin akan sulit untuk mempercayai tentang ceritanya yang meninggal lalu jiwanya masuk ke tubuh orang lain, tetapi sekarang dia melihat bahwa pria di depannya benar-benar mempercayainya sehingga dia merasa bahwa meski dia masuk ke tubuh yang benar-benar kacau, namun dia tetap senang karena dia mendapatkan kesempatan untuk memenuhi satu janjinya pada Evan.
Sementara Evan yang memegang kertas di tangannya, pria itu kini melipat kembali kertas itu lalu mengembalikannya ke dalam kotak dan menutup kotaknya.
"Aku memikirkannya, hanya satu hal yang ku minta dari padamu ialah kejujuran. Aku ingin kau selalu jujur padaku tentang apa yang ku pertanyakan padamu." Ucap Evan membuat Diana tertegun di tempatnya karena tidak menyangka bahwa hanya itu saja yang akan diminta oleh Evan.
Dan karena merasa permintaan itu terlalu sederhana, maka Diana Langsung menganggukkan kepalanya, "Tentu saja, aku sudah bilang bahwa aku akan mempertaruhkan nyawaku sendiri untuk memenuhi keinginanmu dan kau malah meminta permintaan yang sangat sederhana jadi aku akan memenuhinya," ucap Diana.
__ADS_1