
'Apa yang dia katakan barusan?' Evan terkejut dengan ucapan perempuan itu sebab Dia juga seringkali mendengar ucapan adik sepupunya yang bernama Diana.
Kedua orang itu mengutarakan kalimat yang sama Padahal dia sama sekali tidak menahan pintu lift untuk perempuan itu, tapi bagaimana bisa perempuan itu berterima kasih dan ucapan serta nada ucapan perempuan itu benar-benar mirip dengan ucapan yang biasa ia dengar dari adik sepupunya?
Sementara Diana yang ditatap oleh pria itu, dia benar-benar mengembangkan senyumnya karena merasa senang melihat sepupunya yang menatapnya begitu lama meski dia tidak tahu apa yang ada di pikiran pria itu, tetapi dia kemudian berkata, "apa yang kau lakukan di hotel ini?"
💮💮💮
Pertanyaan perempuan di depannya yang terlihat seperti sangat ingin mengetahuinya apa yang ia lakukan Padahal mereka sama sekali tidak saling kenal langsung membuat Evan merasa jijik dengan perempuan itu.
'dasar aku ini bodoh kau mah kenapa aku harus membandingkan adik sepupuku yang manis dan cantik dengan perempuan seperti dia?' dalam hati sembari memalingkan wajahnya dari Diana dan dia kemudian hanya fokus pada angka-angka dalam lift yang terpilih berganti menunjukkan lantai di mana mereka berada.
__ADS_1
Setelah beberapa saat, ketika mereka telah tiba di lantai 20, baru menyadari bahwa perempuan yang berdiri bersamanya dalam lift tidak menekan satupun tombol lantai tujuan perempuan itu.
Tetapi merasa bahwa itu bukan urusannya, maka Evan hanya terdiam saja dengan Diana yang tampak lesu memandanginya.
'Hah,,, dia memang selalu seperti ini, tak pernah ingin dekat dengan orang asing yang tidak dikenalinya, apalagi dengan aku yang sekarang ini ia anggap sebagai perempuan yang paling ia benci di dunia,' ucap Dian adalah hati yang jelas menyadari Bagaimana perasaan sepupunya itu terhadap Diana firdania yang selalu saja suka membuat masalah dengan adik sepupu dari laki-laki tersebut.
Dengan begitu, keduanya terus terdiam sampai akhirnya live berhenti di lantai 38.
Pintu lift kemudian terbuka, dan pria yang bernada dalam lift langsung keluar dari lift tersebut dengan Diana yang juga ikut menyusul pria itu.
Ada beberapa orang yang masuk ke dalam lift, tetapi mereka tidak terlalu memperdulikan Diana dan Evan karena mereka sedang sibuk dengan gadget mereka masing-masing.
__ADS_1
Oleh sebab itu, Diana mempercepat langkah kakinya mengikuti pria yang tampak berjalan terburu-buru demi menghindarinya.
"Hei, kalau kau sedang berjalan dengan perempuan, bisakah kau pelan-pelan sedikit? Inilah alasan kenapa kau belum pernah pacaran sampai saat ini!!!" Ucap Diana dengan tugas yang mana dia merasa kesal pada pria itu sebab Sudah berapa kali dia mengatakan hal seperti itu pada Evan, tetapi pria itu tak pernah mendengarkannya sehingga membuat pria itu selalu menjomblo sampai saat ini.
Sementara Evan yang mendengarkan ucapan perempuan itu, dia menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap perempuan yang ada di depannya.
"Apa katamu?!" Tanya Evan yang kini merasa semakin curiga dengan perempuan di depannya, Karena bagaimanapun dia sudah dua kali mendengar ucapan yang sama dengan yang seringkali ia dengar dari adik sepupunya.
Hal itu sangat mengganggu pikirannya, setiap bagaimanapun Dia paling tidak suka melihat seorang perempuan yang berusaha untuk mirip dengan adik sepupunya yang sangat ia sayangi.
Sementara Diana, perempuan itu akhirnya bernafas legal sebab pria itu telah menghentikan langkahnya sehingga dia tidak perlu lagi susah-sudah mengejarnya.
__ADS_1
Jadi Diana menghela nafas dengan panjang sembari mengangkat wajahnya menatap pria itu, "hah,,, aku bilang aku kesulitan untuk mengejarmu karena orang kamu yang terlalu cepat!!!" Ucap Diana dengan tegas sembari mengatur nafasnya yang tersengal.