
Saat itu, Evan sudah selesai bertemu dengan seorang pria yang merupakan kenalan lamanya.
Mata, pria itu turun ke lobi untuk meninggalkan hotel ketika seorang resepsionis tiba-tiba saja menghampirinya sembari membawa sebuah coklat dan sebuah surat yang mana Evan yang melihat coklat tersebut langsung mengenali coklat itu.
Pria itu langsung teringat akan habis sepupunya, karena satu-satunya orang yang memberikannya coklat merk seperti itu ialah adik sepupunya.
"Tuan, ini ada barang yang ditinggalkan oleh seorang perempuan, katanya dia adalah kenalan tuan dan dia memberikan ini untuk Tuan," ucapan sangresepsionis berlangsung membuat Evan mengerutkan keningnya sebab Dia tidak mengerti perempuan mana yang memberikan Dia coklat seperti itu selain adik sepupunya.
Tetapi kemudian Evan tetap menerima coklat dan surat itu lalu dia kemudian menganggukkan kepalanya pada sang resepsionis dan membiarkan resepsionis itu pergi.
Sementara Evan, dia yang menerima coklat itu memperhatikan coklat di tangannya dan dia benar-benar memastikan bahwa coklat itu merupakan coklat dengan merek dan jenis yang sama dengan yang selalu diberikan oleh adik sepupunya padanya.
Dan karena merasa sangat penasaran, maka pria itu segera membuka sebuah surat kecil yang ditempel pada coklat tersebut lalu dia kemudian mengerutkan keningnya saat melihat tulisan di sana.
__ADS_1
'Ini,, tulisan ini sangat mirip dengan tulisan Diana,' ucap pria itu yang agak gemetar memegang barang di tangannya.
Sebab bagaimanapun, Dia benar-benar sangat merindukan adik sepupunya dan sampai saat ini dia masih terus berharap bahwa adik sepupunya masih baik-baik saja, bahwa jenazah yang terakhir kali ia selidiki itu bukanlah jenazah milik sepupunya.
Tetapi bagaimanapun, seluruh ciri-ciri dan hasil tes DNA sudah menunjukkan bahwa jenazah itu adalah milik Diana yang merupakan perempuan yang paling ia sayangi di dunia.
Maka, sambil diameter pria itu membaca isi surat yang tertera di sana, *maaf, Aku benar-benar meminta maaf dan aku masih berharap kita bisa menjadi teman. Semoga kau suka coklat yang kuberikan.*
Evan yang membaca isi surat itu benar-benar terkejut karena dia langsung teringat akan perempuan yang tadi terus menengok padanya supaya mereka menjadi teman.
Namun kau masih telah terdiam beberapa saat pria itu memutuskan untuk kembali mencari perempuan itu sehingga dia menemui resepsionis.
"Ini,, Di mana kamar perempuan yang memberikan coklat ini?" Tanya Evan langsung membuat sang resepsionis melihat kok ke arah komputernya dan mencari nama Diana firdania.
__ADS_1
Setelah mendapatkannya, perempuan itu menatap Evan dan memberitahu nomor kamar Diana.
"Terima kasih!" Ucap Evan selalu pria itu segera berlari ke arah lift untuk pergi ke kamar perempuan itu hanya untuk memastikan Mengapa perempuan itu benar-benar mirip dengan adik sepupunya.
Sembari berdiri di dalam list, pria itu kemudian memotret tulisan tangan yang ada di kertas yang diberikan padanya lalu mari ngirimkannya pada seseorang untuk diteliti siapa sebenarnya pemilik tulisan tersebut.
Setelah mengirim pesan itu, Evan menyimpan ponselnya lalu lift akhirnya berdaun yang menandakan bahwa dia telah sampai di lantai tujuannya.
Ting!
Pria itu segera keluar dari lift dan mencari kamar nomor 16.
Namun kau mah pria itu sangat terkejut ketika dia melihat Diana keluar dari dalam kamarnya dengan langkah yang tidak stabil dan bahkan perempuan itu tidak menggunakan sepatunya.
__ADS_1
Lebih parahnya lagi, dia melihat pakaiannya acak-acakan rambutnya yang basah berantakan tidak di sisir dan terakhir dia bisa melihat bahwa perempuan itu berada dalam keadaan yang sangat buruk karena nafasnya yang terlihat sangat berat.