
Tetapi Bobby yang mendengarkan ucapan perempuan itu langsung mengerutkan keningnya menatap perempuan di depannya, "kau tahu kan, kau memiliki banyak skandal dengan para pria-pria itu, dan jika kau menghentikannya dan tidak mengikuti lagi keinginan mereka maka semua video-videomu akan terbongkar ke publik.
"Juga, kau akan di black list dari bioskop yang ada di industri hiburan, bahkan para penulis dan sutradara terkenal juga akan mudah dikendalikan oleh orang-orang itu supaya tidak memberikan lagi naskahnya padamu. Jadi, apa kau pikir kau bisa berdiri sendiri di atas kakimu Setelah semua yang terjadi?" Tanya Bobby pada perempuan di depannya sebab Dia sendiri tahu bahwa perempuan itu tidak memiliki kemampuan akting sehingga tidak mungkin perempuan itu bisa berada di posisinya saat ini bisa mendapat sebuah penghargaan sebagai aktris terbaik kalau dia tidak dibantu oleh pria-pria yang menjadi teman ranjang nya!
🍣🍣🍣
Diana menghembuskan nafasnya dengan kasar, karena tentunya dia sadar akan hal tersebut.
Tetapi dia bukan perempuan yang mau melakukan sesuatu seperti itu, apalagi hanya untuk mendapatkan sebuah keuntungan.
"Tidak! Pokoknya aku tidak akan mau melakukan hal-hal seperti itu!" Ucap Diana dengan tegas yang mana Dia merasa bahwa kehilangan pekerjaan jauh lebih baik daripada ketika dia harus membuat dirinya seperti seorang perempuan murahan yang dipanggil ke sana kemari dan digunakan sesuka hati.
Ucapan Diana benar-benar membuat Bobby merasa kesal sehingga pria itu kemudian memukul meja dengan keras.
Brak!!!
"Perempuan sialan!!" Geram Bobby.
Pukulan dan umpatan pria itu membuat Diana sangat terkejut menatap pria di depannya, lalu dia lebih terkejut lagi ketika melihat Bobby mendekatinya dan kemudian pria itu tanpa aba-aba mendorongnya ke belakang sehingga dia terpojok di sofa tempat dia duduk.
__ADS_1
Diana bahkan lebih panik lagi ketika dia merasakan salah satu kaki pria itu menahan kedua kaki Diana dan tangan kanan pria itu menekan lehernya dengan keras.
"A,, apa,, Apa yang kau lakukan?" Tanya Diana yang merasa sangat takut pada pria itu.
Bagaimanapun, dia tahu bahwa Diana sudah terbiasa merayu para pria-pria, jadi dia takut kalau pria di depannya yang sedang memojokkannya itu mungkin akan memperlakukannya seperti Diana yang lalu.
"Kau,, Kau itu hanya perempuan murahan, jadi tidak perlu berubah menjadi perempuan murah hati yang mau memperbaiki kehidupan. Pokoknya, hari ini kau akan bertemu dengan Tuan Darius dan kalau kau tidak bisa menyenangkannya, maka sebaiknya kau siap-siap saja menghadapi kehidupanmu yang hancur.
"Karena bukan orang lain yang akan menghancurkan kehidupanmu, Tapi aku sendirilah yang akan melakukannya kalau kau tidak patuh terhadapku!!" Tegas Bobby sembari mendorong lebih keras lagi leher Diana sehingga Diana merasa agak kesulitan untuk bernafas.
Dengan mengumpulkan nafasnya, Diana kemudian berusaha berkata, "Hah,, kau,, kau mau mem--"
Brak..!!!
Ketika Diana melihat ke arah pintu, dia terkejut melihat bahwa ternyata yang datang ialah Evan.
Kedatangan pria itu langsung membuat Diana bernapas dengan lega sebab dia tahu bahwa sepupunya adalah orang yang baik, jadi pastinya akan menolongnya, meski Dia sedang berada di tubuh yang sangat tak pantas ditolong.
Sementara Evan yang melihat kejadian dalam ruangan itu, pria itu menggertakan giginya lalu pria itu cepat-cepat menghampiri Bobby dan mendorong Bobby ke samping.
__ADS_1
"Kau baik-baik saja?" Tanya Evan pada Diana Langsung membuat Diana menganggukkan kepalanya.
"Terima kasih sudah datang," Ucap Diana Langsung berdiri, dan dengan spontan dia berlindung di belakang Evan sembari menatap ke Arah Bobby yang kini berusaha untuk berdiri.
"Apa yang terjadi?" Tanya Evan yang tidak mengerti mengapa pria di depan Adelia yang merupakan CEO perusahaan malah memperlakukan Diana dengan sangat buruk.
Diana tidak tahu harus berkata apa, sehingga dengan suara tersendat-sendat perempuan itu berkata, "Dia,, dia,,"
"Dia adalah asetku!" Bobby menyelah ucapan Diana, lalu pria itu kemudian berdiri dengan tegak menatap dua orang yang ada di depannya sembari lanjut berkata, "dia adalah asetku, jadi apapun yang kau lakukan padanya tidak ada hubungannya dengan polisi, jadi tolong tinggalkan kami berdua!!"
Diana yang mendengar itu menggertakan giginya karena tak menyangka bahwa ternyata Diana yang selama ini menjadi saingannya Hanya dianggap sebuah aset oleh ceo-nya.
Padahal, selama ini dia sudah sangat cemburu pada perempuan itu, karena Bagaimana tidak, setiap kali ada pekerjaan yang mereka perebutkan, maka perempuan itu pasti akan mendapatkannya dengan sangat mudah meski semua orang tahu bahwa perempuan itu tidak pandai berakting.
Diana hendak mengatakan sesuatu untuk memaki pria itu ketika Evan mendahuluinya berbicara.
"Jadi begini cara memperlakukan artis-artis yang ada di agensimu? Hanya menganggap mereka sebagai aset, Apakah kau tidak pernah berpikir bahwa mereka adalah manusia yang memiliki perasaan dan hati yang rapuh?!" Bentak Evan yang merasa sangat kesal pada pria di depannya.
Diana yang mendengarkan pembelaan pria itu merasa sangat senang dan Dia merasa bahwa Kakak sepupunya yang selalu memperhatikannya kini sudah kembali lagi ke sisinya meskipun dia tahu bahwa pria itu hanya melakukannya atas dasar kemanusiaan namun itu sudah cukup membuatnya merasa sangat senang.
__ADS_1
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️