Mati Lalu Masuk Ke Tubuh Saingan Karir?

Mati Lalu Masuk Ke Tubuh Saingan Karir?
40...


__ADS_3

Evan yang meninggalkan kamar Diana kini berada di lantai paling atas hotel sembari duduk di sebuah kursi memandangi pemandangan dari atap hotel.


"Hah!" Pria itu menghembuskan nafasnya dengan kasar lalu menggertakan giginya, dia benar-benar tidak mengerti Mengapa segala sesuatu yang berhubungan dengan Diana firdania kini mengingatkannya pada sepupunya.


"Kenapa tanda lahir di pinggang perempuan itu bisa sama dengan milik Diana? Juga, dia berkali-kali mengatakan kalimat yang sama dengan yang dikatakan oleh Diana. Apakah,,,,?" Pria itu kembali menggertakkan giginya.


"Tunggu,,, aku sudah melihat tanda lahir itu yang difotokan oleh dokter, tapi kenapa saat itu aku tidak menyadari bahwa tanda leher itu mirip dengan milik Diana??? Hah,, aku harus memastikannya!" Ucap Evan sembari mengambil ponselnya.


Pria itu kemudian menelpon seorang dokter untuk memastikan tentang apa yang ia lihat, Karena bagaimanapun dia merasa sangat bingung dengan apa yang terjadi pada Diana dan dia juga baru teringat bahwa sepupunya memiliki tanda lahir yang sama dengan yang ada di pinggang Diana.


Apalagi tempat tanda lahir itu sama persis berada di pinggang, jadi dia merasa begitu aneh dan perlu memuaskan rasa ingin tahunya.


"Halo," jawab seorang perempuan dari seberang telepon yang merupakan dokter pribadi Diana firdanius.


"Halo Dok, bisakah kita bertemu sebentar?" Tanya Evan pada perempuan di seberang telepon.


"Ah,, ya, kebetulan masih ada 20 menit sebelum berangkat ke bandara, Tapi saat ini saya berada di hotel xx," jawab sang dokter.

__ADS_1


"Ah, kebetulan juga saya berada di hotel xx, kalau begitu kita bertemu di hotel xx saja," ucap Evan yang merasa lega bahwa ternyata dia tidak perlu terlalu lama mencari dokter itu.


"Ya, silakan datang di kamar nomor 725," jawab dokter dari sabarang telepon langsung dia kan oleh Evan, lalu Evan kemudian segera pergi untuk menemui dokter itu.


Begitu tiba di lantai 7, Evan langsung pergi ke kamar nomor 25 dan mengetuk pintu kamar.


Tok tok tok...


Clek.


"Sayang, Ayo main di dalam kamar," ucap seorang pria yang merupakan suami sang dokter kepada dua orang anak yang sedang bermain pasir di ruang tamu.


Kedua orang anak itu menganggukkan kepalanya lalu masuk ke dalam kamar yang terletak di ruangan lain di dalam kamar nomor 725 itu.


Setelah Ketiga orang itu pergi ke rumah maka sang dokter dan juga Evan duduk bersama di sofa dengan sang dokter yang melihat Evan dengan wajah yang ramahnya sembari berkata, "apakah kau ingin menanyakan sesuatu tentang Diana?"


Sang dokter bertanya seperti itu karena sedari dulu setiap kali Evan ingin berbicara dengannya, maka pria itu pasti hanya akan menanyakan tentang Diana, Diana, dan Diana saja. Tidak pernah membahas hal lain.

__ADS_1


Evan menganggukkan kepalanya dengan pelan, lalu pria itu berkata, "iya, Anda adalah dokter pribadinya, jadi saya hanya ingin menanyakan sebuah tanda lahir."


Evan membuka ponselnya dan melihat galeri ponselnya Di mana Di situ ada tanda lahir Diana yang ia dapatkan dari dokter yang terakhir kali memeriksa Diana saat menghadapi kasus di kantor polisi.


Saat pria itu melihat lagi tanda lahir pada ponsel itu, Dia benar-benar teringat akan tanda lahir di anak, tetapi dia juga merasa bingung bahwa saat inilah Dia mengingat bahwa Diana sepupunya memiliki tanda lahir yang sama Padahal kemarin ketika dia menyelidiki kasus Dia anak firdania, dia tidak pernah teringat akan hal seperti itu.


Sama dokter mengambil ponsel dari tangan Evan lalu melihat foto yang ada di ponsel pria itu.


"Ini tanda lahir Diana, tapi ada apa kau menanyakan ini?" Tanya sama dokter benar-benar membuat Evan tertegun di tempatnya, karena dokter pribadi saja langsung bisa mengenalinya sedangkan dia tidak mengingatnya?


Tetapi kemudian pria itu menggelengkan kepalanya, "itu bukan tanda lahir yang di potret dari tubuh Diana, tetapi itu berasal dari tubuh perempuan lain yang bernama Diana firdania. Mereka berdua benar-benar memiliki tanda lahir yang sama dan anehnya Ketika saya bersama perempuan itu, saya selalu mendengar ucapan-ucapan yang sama persis yang dikatakan oleh sepupu saya.


"Ahh,,, ini juga sangat aneh bahwa saya sudah melihat tanda lahir itu berkali-kali namun baru hari ini saya menyadari bahwa tanda lahir itu mirip dengan milik Diana sepupu saya." Ucap Evan dalam rasa bingungnya.


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2