
'Ini tidak mungkin, ini tidak mungkin!!' ucap Evan dalam hati sembari cepat-cepat melangkah ke dalam apartemennya untuk menemukan kotak yang pernah diberikan oleh Diana padanya sebagai hadiah hari ulang tahunnya, Tetapi dia tidak memberitahukan sandinya sebab Diana ingin dia memecahkan sandi dari kotak tersebut.
Lagi pula, kesempatan untuk membukanya Hanya satu kali saja, kalau sampai Evan menggunakan sebuah sandi yang salah maka barang di dalam kotak itu akan dihancurkan oleh penghancur otomatis.
🏖️🏖️🏖️
Maka setelah menemukan kotaknya, Evan terdiam memandangi kotak yang ada di hadapannya dengan ponsel yang ada di sakunya terus berdering.
Evan melihat ponselnya dan mengetahui bahwa yang menelpon ialah rekan kerjanya dari kantor polisi yang mana mereka pasti sudah hendak melakukan interogasi pada semua orang yang ditangkap hari itu.
Cara bikin median Evan mengabaikannya dan kembali lagi menatap kotak yang ada di depannya.
'Benarkah sandi kotak ini ialah hari di mana Kami pergi ke pulau itu?' ucap Evan dalam hati sembari menyepalkuat tangannya dan pria itu kebingungan harus membuka kotaknya atau tidak sebab kalau sandinya sampai salah, maka dia tidak akan pernah melihat hadiah apa yang diberikan oleh Diana padanya pada ulang tahun terakhirnya.
__ADS_1
Padahal, itu salah satu kenangan dari gadis yang paling ia cintai.
'Hah,,, tapi kalau dia menyatakan yang salah, Bagaimana bisa mengetahui tentang kotak yang hanya kami berdua yang tahu dan juga kepergian kami ke pulau itu?' Evan merasa sangat bingung, Tetapi dia juga takut untuk membuka sandi pada kotak tersebut.
Oleh sebab itu, Evan menggertakan giginya mengambil ponselnya dan mengangkat panggilan telepon dari temannya sembari membawa kotak itu untuk pergi ke kantor polisi.
"Aku segera ke kantor," ucap Evan berjalan cepat keluar dari apartemen.
Saat tiba di sana, ada banyak wartawan yang ada di sana tapi Mereka terlihat hanya berjaga-jaga saja jika nanti ada sebuah informasi baru yang mereka dapatkan, dan untungnya semua orang sedang tutup mulut dengan apa yang sedang mereka selidiki saat itu.
Bagaimanapun, akan menjadi halmahesi yang sangat memalukan bagi polisi jika sampai nanti ada insidin yang kedua kalinya mereka menangkap tersangka yang salah.
Oleh sebab itu, Evan berjalan cepat mengabaikan para wartawan itu hingga dia akhirnya tiba di ruangannya Dan meletakkan kotak yang diberikan oleh Diana.
__ADS_1
Salah satu rekan kerja Evan mengikuti Evan sembari berkata, "interogasinya sudah bisa dimulai."
Evan menganggukkan kepalanya halal pria itu cepat mengganti pakaiannya sebelum keluar dari ruangan untuk pergi ke ruangan interogasi bersama dengan rekan-rekan kerjanya yang lain.
"Lakukan seperti yang biasa kita lakukan dan aku akan mengambil alih Diana firdania," ucap Evan langsung diangkuti oleh kedua orang yang ada di sana lalu mereka kemudian berpisah masing-masing ke ruangan interogasi yang mana telah ditempatkan tiga orang yang harus mereka interogasi.
Sebelum masuk menemui Diana, Evan terlebih dahulu pergi ke ruang pengawasan dan melihat dua orang yang ada di sana yang bertugas melihat CCTV dan mengatur kamera serta berbagai hal dari ruang kontrol itu.
Salah satu pria yang ada di sana pun kemudian berkata, "Sedari tadi ketika dia memasuki ruangan, dia terus menangis seperti itu, dia terlihat sangat lemah jadi Hal itu membuat orang tertipu bahwa dia tidak mungkin melakukan berbagai kejahatan."
Pria yang lain yang bersama dengan Evan ikut menganggukkan kepalanya, "hm, tidak heran jika dia bersikap seperti itu, karena lagi pula Dia adalah seorang aktris terkenal yang baru saja mendapatkan penghargaan. Sepertinya dia berpikir akan mudah mengelabui kita dengan aktingnya," ucap pria itu dengan nada yang begitu mencibir karena dia benar-benar melihat Diana.
Tetapi Evan yang ada di sana, dia hanya terdiam dan merasakan gejala-jolak aneh dalam hatinya melihat cara menangis Diana yang sama persis dengan cara sepupunya menangis.
__ADS_1