
Ucapan Bobby benar-benar membuat diana ketakutan hingga sekuat tenaga ia merenta-ronta berusaha melawan boby, tetapi tentu saja kekuatan perempuan tidak akan sebanding dengan kekuatan laki-laki.
"Tidak! Tolong!! Jangan!!" Teriak Diana ketika hampir semua pakaiannya terlepas dari tubuhnya hingga dia berusaha terus menjauh dari Bobby.
"Diam kau jallang siallan!!!" Bentak Bobby sembari memperkuat cekalannya pada tubuh Diana.
ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Plak!!!
Suara tamparan itu bersamaan dengan datangnya seorang pria yang langsung mendekati Bobby dan melayangkan sebuah tinju di wajah tampan pria itu.
Buk!
Brak!!
__ADS_1
Bob yang tak menyerah akan pukulan itu langsung terlempar, sementara Evan yang ada di sana segera melepaskan jasnya dan menutupi tubuh Diana yang tampak begitu berantakan dan malang.
"Sialan!! Kenapa Kau membiarkan dia masuk?!" Teriak Bobi pada Siloam dengan xilem yang saat itu juga memegangi tangannya yang kesakitan karena telah di sentuh oleh Evan.
"Dia menerobos masuk," ucap Siloam yang tidak berani melawan Evan, sebab Dia tahu pria itu adalah polisi dan pria itu juga membawa senjata.
Nyarinya untuk menghadapi orang-orang dengan kekuasaan besar dan apalagi memiliki sebuah senjata segera menciut saat melihat Evan.
Hal itu membuat Bobby merasa sangat kesal hingga pria itu tertawa sini sembari berdiri menatap Diana yang kini sudah berdiri di belakang Evan dengan tubuh Perempuan itu sangat gemetar.
Hal itu membuat Bobby merasa heran dengan perempuan itu, sebab setahunya Diana tidak akan pernah bersikap seperti itu kecuali kalau dia hanya berakting saja.
"Angkat kedua tanganmu!" Perintah Evan sembari menatap tajam ke arah Bobi lalu menoleh ke arah Siloam memberikan peringatan.
Siloam dengan nyali yang kecil hanya bisa mengikuti perintah Evan dengan langsung berlutut di lantai dan mengangkat kedua tangannya sebagai pertanda bahwa dia tidak akan macam-macam terhadap Evan.
__ADS_1
Hal itu membuat Evan puas sehingga dia kembali melihat ke arah Bobi yang saat itu kini telah menganggap tangannya namun pria itu masih tetap berdiri dengan raut wajah yang amat kesal.
"Kami tidak pernah mengundangmu kemari, dan juga ini urusan antara atasan dan bawahan, jadi cepat kau tinggalkan tempat ini!" Bentak Bobby.
Ucapan Bobby langsung membuat Evan tertawa sinis, "benarkah? Aku memang menerobos ke sini, tetapi kau baru saja melukai seorang perempuan, jadi aku rasa itu sudah cukup untuk membuatmu merasakan dinginnya jeruji besi!" Ucap Evan dengan tegas.
"Sial!!" Teriak Bobby dengan amat marah sembari menatap Diana yang berada di belakang Evan, "Apa kau yang menyuruhnya untuk datang kemari?!" Tanya Bobby.
Diana yang ada di sana langsung mengganggu kan kepalanya dan berkata, "aku memang menyuruhnya datang kemari untuk menangkap kau!!"
Ucapan Diana Langsung membuat Evan tersenyum lalu dengan cepat Dia mendekati Bobby sembari mengeluarkan borgolnya dan memborgol kedua tangan pria itu.
Bobby yang diborgol tidak bisa melakukan apapun karena tentunya dia tahu bahwa pria yang ada bersamanya sedang membawa pistol dan dia tidak mau terluka oleh timah panas yang ada pada senjata pria itu.
Film yang ada di sana juga diborgol oleh Evan, bertepatan dengan datangnya para polisi yang akhirnya masuk ke tempat itu dan ikut memborgol Diana.
__ADS_1
Hal itu membuat Diana kebingungan hingga dia menatap Evan, "apa ini?" Tanya Diana.
"Aku kemari untuk menangkapmu," ucap Evan benar-benar membuat Diana tercengang di tempatnya.