
Ting!
Ting!
"Selamat datang," ucap Diana berbalik untuk menyambut tamu yang datang ke tokonya ketika perempuan itu segera tersenyum sebab ternyata yang datang ialah Evan.
Perempuan yang mengikat rambutnya itu langsung berjalan menghampiri Evan, "tumben sekali kakak pulang cepat?" Tanya Diana.
"Hm, aku sudah janji kalau Hari ini aku ingin mengatakan sesuatu padamu, Jadi aku pulang cepat." Ucap Evan.
"Aah," Diana tersenyum kikuk karena dia lupa tentang janjinya pada pria itu bahwa hari ini mereka akan makan malam bersama.
"Kalau begitu aku akan menutup tokonya sebentar," ucap Diana segera mengangkat bunga-bunga yang diletakkan di luar tokoh untuk disimpan di dalam toko.
Evan yang melihat itu langsung mengambil alih bunga yang ada di tangan Diana sembari berkata, "di mana karyawan tokomu?"
"Ahh,, aku meliburkan mereka, karena kemarin mereka sudah bekerja sangat keras. Apalagi besok kami memiliki proyek penting untuk mendekorasi sebuah taman di hotel, jadi aku ingin mereka beristirahat supaya besok bisa kembali bekerja dengan semangat," ucap Diana yang saat ini dia sudah membuka toko bunga dan menerima berbagai proyek dari hotel, dari restoran dan tempat-tempat lain yang membutuhkan jasa dekorasi mereka.
__ADS_1
"Ya sudah, Kau pergilah bersiap-siap, biar aku yang membereskan semua ini," ucap Evan.
Diana merasa tidak enak, tapi melihat Evan yang begitu berisikuku, maka perempuan itu akhirnya pergi ke belakang untuk bersiap-siap.
Setelah 1 jam, Diana Akhirnya selesai merias dirinya, dan perempuan itu keluar namun tidak mendapati Evan.
"Kemana dia?" Ucap perempuan itu kebingungan melihat sekitarnya di mana mobil Evan juga sudah tidak ada, apalagi pemilik mobilnya.
Tetapi kemudian, sebuah taksi berhenti di depan Diana lalu sopir taksi tersebut kemudian turun dan menghampiri Diana.
"Maaf Nona, seseorang bernama Evan menyuruh saya untuk menjemput Nona di sini, katanya dia tiba-tiba ada urusan mendesak jadi saya akan membawa anda ke restoran," ucap sopir taksi itu langsung membuat Diana mengerutkan keningnya.
Tetapi kemudian dia menganggukkan kepalanya lalu masuk ke dalam taksi, di dalam taksi perempuan itu baru mengambil ponselnya untuk menghubungi Evan.
Drrtt.... Drrtt... Drrtt...
Drrtt.... Drrtt... Drrtt...
__ADS_1
"Halo?" Jawab seorang pria dari seberang telepon.
"Aku dengar kau tiba-tiba ada urusan?" Tanya Diana pada pria di seberang telepon.
"Ah, iya, Aku sedang mengendarai ke luar kota, tiba-tiba aku mendapat tugas untuk pergi ke sana sekarang juga. Jadi aku minta maaf kalau kau harus makan malam sendirian. Saat ini, aku juga belum tahu kapan Aku akan kembali tapi aku akan menghubungimu nanti," ucap Evan.
Jawaban pria itu benar-benar membuat Diana merasa lesu karena entah kenapa beberapa waktu terakhir dia terus memikirkan pria itu dan meski Dia merasa bahwa perasaannya pada pria itu salah, namun perempuan itu masih tetap tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri.
Padahal, selama 3 hari mereka tidak bertemu, dia sangat merindukan pria itu sehingga dia sangat senang ketika mereka akan makan malam bersama tetapi sekarang ternyata pria itu malah memiliki kesibukan lain lagi.
Meski demikian, Diana tetap tidak marah pada pria itu dan hanya memberi semangat pada pria itu sebelum menutup panggilan telepon mereka.
Diana terdiam di dalam mobil sampai akhirnya mobil tiba-tiba di sebuah restoran dan dia masuk ke restoran.
"Silakan ikuti saya," ucap seorang pelayan restoran yang menyambut kedatangan Diana.
Diana menganggukkan kepalanya dengan pelan, lalu perempuan itu kemudian mengikuti pelayan restoran hingga Dia tiba di sebuah ruangan VIP.
__ADS_1