Mati Lalu Masuk Ke Tubuh Saingan Karir?

Mati Lalu Masuk Ke Tubuh Saingan Karir?
48


__ADS_3

Brak!


Prankkk!!


Buk!


"Sial!!! Tagihan ku akan jatuh tempo dalam 3 hari lagi, tapi kalau aku tidak bisa mendapatkan uang dari Bobby maka aku akan dikerjar-kejar oleh para rentenir sialan itu!!!" Teriak Siloam yang kini merasa frustasi atas apa yang akan ia alami.


,🌺🌺🌺


Maka pria itu hanya berputar-putar di tempatnya sampai akhirnya dia mengingat sesuatu dan segera keluar dari kamar lalu pergi mendobrak pintu kamar kakaknya.


Buk! Buk! Buk!


Setelah pintu terbuka, pria itu lalu masuk ke ruangan rahasia milik Diana dan dia melihat segala sesuatu yang ada di sana.


"Jangan salahkan aku, Ini semua karena kakak yang memulai nya!" Ucap pria itu segera mengambil perhiasan-perhiasan berharga milik Diana untuk dijual.


Namun saat dia mengambil perhiasan, pria itu terkejut ketika dia melihat sesuatu yang ada di etalase kaca.


"Ini,,," Siloam melihat sebuah perhiasan yang merupakan perhiasan yang diberitakan beberapa bulan yang lalu bahwa perhiasan itu telah hilang dari sebuah museum yang memajang barang-barang bernilai tinggi di dunia.

__ADS_1


"Kenapa benda ini bisa berada di tempat kakak?" Ucap Siloam yang tak benar-benar tak percaya dari mana kakaknya mendapat uang untuk membeli barang itu secara ilegal dan terlebih dengan beraninya menyimpannya di apartemen mereka.


Siloam terdiam selama beberapa saat sampai akhirnya dia kemudian mengambil barang itu dan membawanya keluar dari kamar Diana.


"Kakak tidak akan mengelak jika aku mengancamnya dengan barang ini!!" Ucap pria itu sembari menggertakan giginya berlari cepat ke arah kamarnya untuk menghubungi Diana.


Tetapi, ketika Siloam menghubungi Diana, saat itu Diana sudah tidur dan ponselnya sudah di silent sehingga Diana tidak mengangkat panggilan telepon tersebut.


Hal itu membuat istilah merasa sangat kesal, "dia mengabaikan panggilan teleponku Apakah dia ingin Aku menyerahkan barang ini kepada polisi?" Ucap pria itu sembari meramas rambutnya dengan kasar.


Tetapi karena berpikir-pikir lagi bahwa jika kakaknya masuk penjara maka dia juga mungkin akan terseret, maka pria itu merasa semakin frustasi dan hanya bisa melampiaskan amarahnya dengan cara pergi ke bar untuk mendapatkan alkohol.


πŸ’₯πŸ’₯πŸ’₯


Evan yang saat itu dalam perjalanan ke kantor langsung mengangkat panggilan telepon itu.


"Ya, halo?" Jawab Evan.


"Itu, aku akan meninggalkan hotel, Terima kasih sudah membantuku. Suatu saat nanti aku pasti akan membalas kebaikanmu," ucap Diana dari seberang telepon.


"Baiklah, hati-hati dalam perjalanan pulang," ucap Evan.

__ADS_1


"Baik, terima kasih," jawab Diana dari seberang telepon lalu panggilan telepon itu kemudian diakhiri.


Tut tut tut...


Mendengar suara panggilan telepon yang diputuskan, entah kenapa hati Evan terasa begitu aneh hingga pria itu memegang kuat setirnya dan mengatup erat-erat giginya.


'Apa yang ku lakukan? Apa yang sedang kulakukan?!' tanya Evan pada dirinya sendiri.


Pria itu berusaha menenangkan hatinya, sampai akhirnya ia tiba di kantor polisi dan memasuki kantor tersebut.


Evan bisa melihat bahwa semua rekan-rekannya yang kemarin begadang kini tampak sangat mengantuk, tak berbeda juga dengan dirinya yang begadang kemarin malam, dia sangat mengantuk tetapi berusaha bersikap biasa-biasa saja.


"Slamat pagi Pak!"


"Slamat pagi Pak!"


"Slamat pagi Pak!"


Para bawahan Evan serentak memberi ucapan selamat pagi dengan Evan yang hanya menganggukkan kepalanya lalu masuk ke dalam kantornya.


Baru saja masuk, iya diikuti oleh salah satu rekan kerjanya yang langsung menyerahkan berkas-berkas.

__ADS_1


"Ini hasil penyelidikan kami semalam." Ucap pria itu langsung membuat Evan menganggukkan kepalanya mengambil berkasnya lalu dia kemudian membukanya.


Meski kemarin malam dia juga sudah mendapatkan beberapa informasi, tetapi pria itu belum mau mengatakannya sebelum membaca semua hasil penyelidikan yang dilakukan oleh anggotanya.


__ADS_2