
Tetapi Diana tersenyum, "Aku mau memberikannya pada seseorang," ucap Diana sembari melihat air putih yang dibawakan oleh adiknya lalu perempuan itu kemudian mengulurkan tangannya meminum air putih itu sebelum lanjut lagi menulis.
Siloam yang melihat kakaknya telah meminum air putih merasa sangat senang dalam hati lalu pria itu kembali menatap Arjun lojinya bahwa dalam 15 menit lagi mereka sudah harus naik ke kamar mereka masing-masing supaya kakaknya bisa menyambut seorang tamu.
💮💮💮
"Kak," ucap pria itu menatap kakaknya sehingga membuat Diana mengangkat kepalanya menatap sang pria dan menghentikan tangannya yang sedang menulis sesuatu di kertas ucapan yang ada di tangannya.
"Ada apa?" Tanya Diana sembari perempuan itu kembali lagi menunduk untuk melanjutkan tulisan tangannya.
"Itu, apa sebaiknya kita segera pergi ke kamar dan nanti kakak melanjutkan menulis ucapan selamat itu di kamar saja? Di sini ada banyak orang yang memperhatikan kita, karena mereka pasti melihat Kakak dan membuat mereka terpancing untuk melihat ke arah kakak," ucap Siloam sembari memperhatikan sekitarnya yang mana memang sedari tadi ada banyak orang yang melilit-lirik ke arah mereka sebab tentunya semua orang itu memperhatikan kakaknya yang seorang ke publik figur.
__ADS_1
Diana yang mendengarkan pria itu langsung menganggukkan kepalanya, "ahh, baiklah, kalau begitu tolong kamu suruh seseorang untuk membawakan aku air putih ke kamar, ahh juga pesankan beberapa baju dan cemilan untukku," ucap Diana yang tentunya tidak mau berbarengan dengan pria itu naik ke kamar mereka sebab Dia sudah menukar kamar mereka.
"Baik," kata Siloam langsung menganggukkan kepalanya dengan semangat lalu pria itu segera berdiri sementara Diana cepat-cepat menyelesaikan tulisan tangannya lalu perempuan itu kemudian memberikan coklat serta kertas ucapan itu kepada resepsionis supaya diberikan pada pria bernama Evan.
"Tolong berikan ini pada seorang pria yang datang menggunakan pakaian serba hitam, ahh,, namanya Evan, dan dia adalah seorang polisi katakan saja Ini dari seseorang kenalan," ucap Diana pada sang resepsionis.
"Baik Nona," jawab resepsionis itu mengambil kartu dari tangan Diana sembari dia tersenyum karena merasa senang melihat seorang aktris yang baru-baru ini viral kini berada di depannya.
Begitu masuk ke kamar, dia mengunci pintu kamar tersebut Lalu membaringkan tubuhnya di atas ranjang.
Tak berapa lama, dia merasa begitu gerah saya akan ada sesuatu yang membakarnya sehingga perempuan itu menjadi sangat gelisah di atas tempat tidur dan tak lupa pula juga dia mengambil remote AC lalu menurunkan suhu AC yang ada dalam ruangan.
__ADS_1
Tetapi hal tersebut tidak dapat menolongnya sehingga dia kemudian masuk ke kamar mandi lalu membilas tubuhnya dengan air dingin.
"Hm,," Diana mendesah sembari menggertakan giginya dan meski dia merasa dingin di kulitnya tetapi dari dalam tubuhnya terasa begitu panas dan ada sebuah perasaan aneh yang baru pertama kali ia rasakan ia menggerogoti seluruh tubuhnya.
"Ahh,, apa yang terjadi padaku?" Ucap Diana pada dirinya sendiri sembari tangan perempuan itu memukul-mukul dinding dan dia merasa begitu gelisah.
Sembari terus berada dalam hanya, perempuan itu berusaha untuk tetap sadar, lalu dia berpikir bahwa dia harus meminta pertolongan pada seseorang sehingga dia anak kemudian menyudahi acara mandinya.
Perempuan itu berusaha memakai pakaiannya lalu dia akhirnya keluar dari ruangan dengan perasaan yang begitu aneh dan pandangan yang begitu buram serta pikirannya kering menjadi begitu kotor mengingat-ingat video-video yang ia lihat di ponsel milik Diana.
'Aku harus mencari seseorang,' ucap perempuan itu dalam hati sembari melangkah dengan kaki telanjang ke arah pintu kamar.
__ADS_1