Mati Lalu Masuk Ke Tubuh Saingan Karir?

Mati Lalu Masuk Ke Tubuh Saingan Karir?
65


__ADS_3

"Aku akan membawa brankas ini, dan juga semua barang-barang yang ada di sini," ucap Evan lalu mengambil satu persatu barang yang ada di sana bahkan perhiasan-perhiasan yang telah dicuri sebelumnya juga diambil oleh Evan.


🤢🤢🤢


Diana pun mengambil buku rekening yang ada di sana Lalu memperlihatkannya pada Evan, "ini adalah rekening Bank Swiss, jumlahnya di sana tidak main-main, tetapi Apakah aku boleh menyentuhnya untuk membayar hutang-hutang perempuan ini?" Tanya Diana pada Evan.


Evan mengambil buku rekening Itu, lalu dia menyimpannya ke dalam saku jasnya, "aku akan menyelidikinya terlebih dahulu," ucap Evan sembari mengambil ponselnya lalu pria itu menelpon seseorang untuk membantunya memindahkan barang-barang yang ada di sana.


Seorang pria yang merupakan salah satu rekan kepercayaan Evan segera tiba di apartemen itu, dan dia sangat terkejut ketika melihat Evan mengambil banyak barang dari dalam ruangan rahasia yang sebelumnya tidak mereka temukan di apartemen itu.


Lebih terkejutnya lagi pria itu melihat bahwa Evan tampak sangat dekat dengan Diana Padahal mereka sendiri tahu bahwa Diana adalah musuh kepolisian.

__ADS_1


"Ini adalah rahasia kau tidak boleh mengatakannya pada siapapun," ucap Evan langsung dianggap oleh sang pria meski dia masih kebingungan dan penasaran dengan apa yang terjadi.


Maka setelah selesai memindahkan barang-barang itu ke truk, Mereka kemudian meninggalkan tempat itu dan pergi ke rumah milik Evan, lalu menyimpan semua barang-barang itu di sebuah ruangan bawah tanah.


Bawahan Evan yang bernama Vincent memperhatikan barang-barang yang ada di sana, dan dia sangat terkejut ketika dia menemukan buku besar milik Diana yang berisi banyak informasi mengejutkan.


"Ya ampun,, ini semua," pria itu benar-benar tak percaya, tetapi Evan yang bersama pria itu tidak mengatakan apapun namun dia hanya berusaha mempelajari brankas yang ada di hadapannya yang mungkin menyimpan sebuah rahasia besar.


Dua polisi yang ada di sana masih sementara sibuk dengan urusan mereka ketika Diana tiba membawa minuman dan cemilan untuk mereka.


"Kalian pasti akan bekerja keras untuk memeriksa semua itu, Jadi silakan minum terlebih dahulu," ucap Diana.

__ADS_1


Evan menganggukkan kepalanya, "hm, pergilah juga istirahat ke kamarmu, jangan lupa merawat luka memar di tanganmu," ucap Evan dijawab oleh anggukan Diana dengan perempuan itu memanggangi luka memar di tangannya sebelum berjalan pergi meninggalkan ruangan bawah tanah.


Vincent yang mendengarkan percakapan dua orang itu kemudian menatap Evan dan berkata, "kau menyediakan sebuah kamar di rumah ini untuk seorang penjahat seperti dia? Juga, belum ada penjelasan Kenapa kita melepaskan semua orang yang kita tahan hari ini. Padahal kita bekerja keras untuk melakukan semua itu!!!"


Evan menghela nafas dengan panjang, lalu pria itu kemudian duduk sambil menatap pria di depannya, "kau lihat buku besar yang baru saja kau baca itu, itu adalah alasan kenapa dia tidak bisa ditahan. Sedangkan masalah kamar di rumah ini, dia sudah memiliki kamar itu sejak lama." Ucap Evan.


"Apa?!! Perempuan itu memiliki kamar di rumahmu?!" Tanya Vincent yang benar-benar tidak mengerti dengan pria di depannya.


Tetapi Evan yang mendengarkan pertanyaan itu hanya bisa terdiam menikmati minuman yang dibawakan oleh Diana.


Beberapa saat kemudian barulah Evan berkata, "ada sesuatu yang tidak bisa ku jelaskan padamu. Ah, Ada apakah ada seseorang yang kau kenal bisa membuka brankas ini?"

__ADS_1


Pertanyaan itu langsung membuat Vincent berpikir selama beberapa detik sebelum berkata, "ahh,, ya, tapi dia adalah seorang penjahat, jadi aku rasa--"


"Tidak apa, aku memerlukan seorang penjahat untuk menangani seorang penjahat," ucap Evan.


__ADS_2