
Siloam menghela nafas sambil berkata, "itu,, hah,,, yang menelpon adalah Bobby, katanya aku disuruh cepat-cepat mengantar Kakak ke apartemen sebab akan ada tamu yang datang di apartemen. Tapi, karena Kakak bilang kakak tidak ingin lagi melakukan hal-hal seperti yang dahulu Kakak lakukan, maka sebaiknya kita pergi ke hotel saja."
Diana menyipitkan matanya menatap pria itu sebagai pertanda bahwa dia tidak bisa mempercayai ucapan Siloam begitu saja tanpa ada sedikitpun bukti yang mendukung kebenaran ucapan pria itu.
😁😁😁
Sementara Siloam yang melihat ekspresi kakaknya, maka Siloam mengepal kuat tangannya yang sedang memegang setir, dan dia jelas-jelas tidak punya pilihan lain selain membujuk kakaknya untuk mempercayainya agar perempuan itu mau pergi ke hotel.
Oleh sebab itu, Siloam kembali berkata, "aku mengatakannya dengan sungguh-sungguh, di apartemen akan ada seseorang yang datang untuk bertemu dengan kakak aku mah Jadi aku rasa sebaiknya kita menginap dulu di hotel selama satu malam."
__ADS_1
"Ahh,," Diana menganggukkan kepalanya, "kalau begitu kita pergi ke hotel A," ucap Diana yang mana hotel A ialah hotel milik keluarga sepupunya pemadam Dia merasa bahwa jika dia pergi ke sana Mungkin saja dia akan bertemu dengan Evan.
Tetapi, Siloam yang mendengarkan ucapan perempuan itu langsung menatap kembali kakaknya sembari berkata, "selama Kakak hidup, kakak tidak pernah pergi ke hotel A, Jadi aku rasa sebaiknya kita pergi ke hotel xx saja, lagi pula di sana ada diskon untuk kakak sebab dahulunya Kakak pernah bekerja sama dengan mereka di sana Jadi kita bisa menghemat pengeluaran dan tetap mendapatkan pelayanan VIP di sana."
Diana yang mendengarkan itu tidak memperdulikannya, sehingga dia kemudian menggelengkan kepalanya sembari berkata, "Pokoknya kita pergi ke hotel A saja!"
Diana yang berbicara dengan sangat tegas langsung membuat Siloam menggigit bibir bawahnya dan dia benar-benar kebingungan harus membujuk Bagaimana kakaknya supaya mereka pergi ke hotel xx.
Oleh sebab itu, pria itu langsung melihat ke Adela dan tampak jelas bahwa kakaknya duduk dengan tenang, 'jangan-jangan dia benar-benar berubah pikiran dan kini mau berteman dengan polisi itu?' ucap Siloam dalam hati yang mana dia mengingat bahwa dulunya kakaknya juga ketika menginginkan sesuatu maka dia akan memperjuangkannya dengan sangat gigih.
__ADS_1
"Kak,, tidak bisa kakak merubah pikiran Kakak supaya kita pergi ke hotel xx aja?" Tanya Siloam dengan nada suara yang sudah memelas karena tentunya pria itu benar-benar cemas terhadap pilihan yang dibuat oleh kakaknya.
Tetapi Diana yang mendengarkan ucapan pria yang terus bersikeras itu, dia menatap pria itu dengan tatapan tajamnya, "Kalau kau mau pergi ke hotel xx, maka kau boleh pergi sendirian setelah mengantarku ke hotel A!!!" Ucap Diana dengan tegas benar-benar membuat Siloam merasa bahwa dia tidak akan bisa membujuk kakaknya.
Oleh sebab itu, pria itu kembali lagi meratapi nasibnya dan ketika beberapa saat terus menyetir mereka akhirnya akan melewati hotel xx ketika Diana yang duduk di dalam mobil tiba-tiba melihat sebuah mobil berwarna hitam yang dikenalinya sebagai mobil milik Evan.
"Aku berubah pikiran!! Kita menginap di hotel xx!!" Ucap perempuan itu sangat mengejutkan Siloam, Tetapi hanya sebentar saja pria itu mengurus rasa terkejutnya dan dia langsung membereskannya.
@info
__ADS_1
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️