
Maka sambil menghela nafas, Diana kemudian mengangkat panggilan telepon itu, "halo?!" Jawab Diana dengan nada suara yang kesal.
"Kak, gawat!! Semua syuting kakak telah ditunda, dan semuanya telah dibatalkan bahkan tidak ada satupun pekerjaan untuk kakak yang tersisa, semuanya telah dibekukan oleh Bobby karena kakak sudah tidak menuruti ucapannya lagi!!!" Teriak Siloam dari seberang telepon yang mana dia merasa begitu cemas dan ketakutan atas hutang-hutang mereka kalau mereka tidak mampu menghasilkan uang untuk membayar nya.
💥💥💥
Diana yang mendengar itu tidak terkejut lagi, sebab Dia sudah menduga bahwa hal itu akan dilakukan Bobby terhadapnya.
Oleh sebab itu, Diana berkata, "biarkan saja, Aku memang ingin beristirahat untuk beberapa waktu ke depan."
Siloam yang mendengarkan ucapan Diana sangat terkejut, hingga pria itu kemudian berkata, "apa?!! Kakak ingin beristirahat?! Jika begitu, maka siapa yang akan mencari uang untuk membayar semua hutang-hutang kita? Terutama hutang-hutang kakak, kakak tidak punya pemasukan lagi untuk membayar semuanya, lalu kita akan--"
"Diamlah, aku mau istirahat!" Sheila Diana yang sudah bosan mendengarkan ucapan pria itu, sehingga Diana memilih mematikan panggilan telepon itu dan melemparkan tubuhnya ke atas tempat tidur untuk beristirahat.
Sementara saat itu, Siloam yang mendengarkan nada sambungan telepon yang diputus benar-benar merasa kesal sehingga pria itu hanya bisa melampiaskan amarahnya dengan cara meninju tembok "Sial!! Sial!! Sial!!" Teriak Siloam pada tembok yang ada di depannya.
__ADS_1
"Hah! Hah! Hah! Setelah hilang ingatanku mah dia sama sekali tidak perduli dengan apapun, dan sekarang,,, dia bakal mengabaikan pekerjaannya padahal saingannya telah menghilang!!!" Gerutu Siloam yang benar-benar merasa prestasi bagaimana lagi caranya dia untuk mendapatkan uang jika kakaknya sudah bersikap acuh atas segala pekerjaannya.
Pria itu bolak-balik di dalam kamarnya sembari memikirkan cara untuk membujuk kakaknya agar mau bersikap seperti dulu lagi mau melakukan apapun demi mendapatkan uang.
Beberapa saat kemudian pria itu teringat akan seseorang yang merupakan pria yang dicintai oleh kakaknya sendiri.
"Benar, aku harus menghubungi Gion, meskipun saat ini dia berada di luar negeri Karena syuting film, Tetapi dia pasti akan mengangkat telepon dariku," ucap pria itu segera mengambil ponselnya dan menghubungi Gion.
Drrtt.... Drrtt... Drrtt...
Drrtt.... Drrtt... Drrtt...
Siloam merasa sangat senang karena ternyata dia mengangkat panggilan teleponnya, "Kakak ipar, ini aku Siloam ke rumah Maaf menghubungi Kakak di saat-saat seperti ini. Tapi--"
"Maaf, tapi aku sudah tidak ada hubungan lagi dengan kakakmu, kami sudah memutuskan untuk berpisah. Jadi jangan pernah menghubungiku lagi," ucap Jihan dari seberang telepon diikuti oleh nada sambungan yang diputuskan secara sepihak.
__ADS_1
Tut tut tut...
Siloam yang mendengarkan itu merasa sangat terkejut, sehingga dia menggerakkan giginya dan pria itu melemparkan ponselnya ke atas ranjang sebelum melampiaskan amarahnya dengan membanting barang-barang yang ada di atas meja.
Brak!
Prankkk!!
Buk!
"Sial!!! Tagihan ku akan jatuh tempo dalam 3 hari lagi, tapi kalau aku tidak bisa mendapatkan uang dari Bobby maka aku akan dikerjar-kejar oleh para rentenir sialan itu!!!" Teriak Siloam yang kini merasa frustasi atas apa yang akan ia alami.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️
__ADS_1