
Setelah mengatakan identitasnya pada Evan, maka Diana kemudian mengatakan segala sesuatu yang ia ketahui tentang Diana firdania hingga membuat Evan cepat bergerak dan pria itu kemudian keluar dari ruangan interogasi.
Saat keluar, seorang bawahannya datang menghampirinya lalu menyerahkan sebuah berkas, "ini adalah hasil interogansi kami pada dua pria yang ada di sana, Bobby tidak mau mengatakan apapun, tetapi Siloam mengatakan bahwa perhiasan yang ditemukan di apartemen mereka ialah perhiasan milik kakaknya."
Evan yang mendengarkan itu mengerutkan keningnya, lalu dia melihat informasi-informasi lainnya yang memang bahwa Siloam menceritakannya dengan jujur meski ada sedikit perbedaan dengan yang diceritakan Diana padanya.
Sang bawahan yang melihat Evan tampak serius memeriksa laporan itu kemudian berkata, "bapak belum memulai interogasi pada perempuan itu, Apakah ada sesuatu?"
Evan yang mendengarkan itu menatap bawahannya lalu dia berkata, "jangan interogasi dia sampai aku yang melakukannya, sekarang ada satu hal yang harus kupastikan. Ahh, bawa dia ke ruang istirahat dan biarkan dia beristirahat dengan tenang berikan pula makanan padanya."
__ADS_1
Setelah berbicara, Evan kemudian pergi meninggalkan sang bawahan yang kini tercengang dan benar-benar tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar dari mulut Evan.
Biasanya pria itu akan bersikap sangat kejam pada orang-orang yang mereka tangkap, tapi kenapa sekarang malah memberikan kenyamanan untuk seseorang yang telah melakukan kejahatan besar?
Meski merasa bingung, tetapi sang pria itu tetap melakukan perintah Evan dengan masuk ke ruangan dan membawa Diana yang sudah tidak terborgol lagi ke sebuah ruangan istirahat yang memang tersedia di kantor polisi.
"Silakan istirahat di sini, kalau ada yang Nona perlukan, bisa katakan pada saya," ucap bawahan itu sembari menatap Diana yang kini sudah duduk di tepi ranjang.
Diana yang melihat kepergian pria itu kini menghela nafas lalu dia kemudian memberikan tubuhnya di tempat tidur dan memejamkan matanya untuk beristirahat.
__ADS_1
Pada saat itu juga, Evan sedang berada di sebuah ruangan bersama dengan seorang perempuan yang merupakan salah satu rekan kerja mereka.
"Bagaimana?" Tanya Evan.
"Hm, kami sudah melakukan pemeriksaan dan sejauh ini kami bisa mengatakan bahwa itu ialah perhiasan asli yang dicuri beberapa bulan yang lalu. Saat ini Kami sedang mengkonfirmasinya ke pemilik aslinya yang terakhir kali melaporkan kehilangan barang tersebut di museum. Tapi dari rekam sidik jari yang kami temukan di sana, ada dua orang yang telah memegang barang tersebut yaitu Bobby dan juga Siloam." Ucap Sang Perempuan itu langsung membuat Evan mengerutkan keningnya.
"Jadi di benda tersebut tidak ada sidik jari Diana?" Tanya Evan.
Sang Perempuan menggelengkan kepalanya sembari menyerahkan sebuah berkas yang berisi informasi-informasi tentang penyelidikan mereka terhadap perhiasan itu.
__ADS_1
"Ada dua sidik jari lainnya, tetapi sidik jari itu belum teridentifikasi meski kami sudah memasukkannya ke dalam komputer untuk diperiksa secara cepat. Jadi kemungkinan besar mereka adalah buronan atau mungkin penyelundup dari luar negeri yang sidik jarinya memang tidak teridentifikasi. Kami sudah mengirimkan dua sidik jari anonim itu pada badan penyidik internasional untuk diselidiki lebih lanjut, namun untuk mendapatkan hasilnya kita perlu menunggu beberapa jam lamanya." Ucap sang perempuan menjelaskan hasil pemeriksaannya.