
Ketika Evan turun ke lantai bawah, Dia melihat Diana sudah diseret oleh ke dalam ruang interogasi untuk diinterogasi, sehingga Evan berlari sangat cepat dan menghentikan orang-orang itu.
"Apa yang kau lakukan?!!" Teriak salah seorang pria di sana ketika melihat Evan malah melindungi Diana.
"Atasan memerintahkan kita untuk menghentikan penyelidikan!" Tegas Evan.
Sang pria yang mendengarkan itu sangat terkejut, "Apa?!!" Ucap pria itu yang benar-benar tak percaya dengan yang dikatakan oleh Evan.
Tetapi saat itu juga, ponselnya berdering lalu pria itu mengangkat panggilan telepon tersebut dan mendengarkan perintah dari atasannya.
Pria itu masih ingin protes, tetapi kemudian panggilan telepon itu ditutup secara sepihak hingga membuat sang pria menggertakan giginya karena tidak mengerti dengan apa yang terjadi.
__ADS_1
Evan yang mendengarkan itu pun tidak mengatakan apapun lagi, Tetapi dia kemudian membawa Diana keluar dari tempat itu dan mereka menaiki mobil meninggalkan kantor polisi.
"Apa yang terjadi?" Tanya Diana.
Evan tersenyum menatap perempuan yang bersamanya, "jangan khawatir, semuanya baik-baik saja. Mulai sekarang kau tidak akan menjadi buronan polisi karena mulai sekarang kau sudah terbebas dari semuanya."
"Apa?!" Tanya Diana yang benar-benar tak percaya bahwa hanya dalam beberapa jam saja dan Evan sudah berhasil membuatnya lolos dari para polisi-polisi itu, padahal barang bukti sudah jelas berada di depan mata.
"Diana firdania yang kau masuki tubuhnya itu, dia ternyata menyiapkan segala sesuatu untuk melakukan ancaman sehingga meskipun sudah banyak penyelidikan yang dilakukan untuk mengungkap kejahatannya, para pejabat tidak akan berani membicarakannya karena dia memiliki banyak bukti kejahatan mereka." Ucap Evan sangat mengejutkan Diana dengan info seperti itu.
Evan menganggukkan kepalanya sembari menyetir mobilnya di jalanan yang ramai, "hm, para pejabat tinggi kepolisian tidak akan berani mengusiknya, karena ada bukti di tangan Diana yang akan membuat mereka semua menghadapi tuntutan hukum, dan negara ini akan dipermalukan Jika semua bukti-bukti itu dipublikasikan oleh Diana," ucap Evan menjelaskan situasi.
__ADS_1
Diana yang mendengarkan itu kini merasa sangat lega karena akhirnya dia tidak perlu masuk penjara untuk menanggung semua kejahatan yang dilakukan oleh Diana firdania.
Namun kini, perempuan itu kembali cemas memikirkan sesuatu sehingga dia menatap Evan dengan wajah murung, "itu,, Aku memikirkan tentang jiwa pemilik tubuh ini bagaimana kalau nanti jiwa tubuh ini kembali dan aku harus pergi meninggalkanmu lagi?" Ucap Diana yang benar-benar cemas jika jiwa milik Diana firdania kembali lagi ke tubuhnya.
Evan yang mendengarkan itu mengulurkan tangannya menggenggam tangan Diana dengan erat lalu dia berkata, "Jangan pikirkan itu dulu, nanti kita akan mencari tahu masalah tersebut lebih lanjut."
Meski Diana masih tidak yakin, tetapi melihat pria di depannya memberinya semangat dan dia percaya bahwa pria itu akan berupaya untuk membantunya, maka Diana menganggukkan kepalanya dengan pelan, "Baiklah, aku percaya padamu," ucap Diana.
Maka setelah percakapan itu harus mengendara hingga mereka tiba di apartemen Diana firdania.
Begitu tiba di apartemen, Diana Langsung mengajak Evan ke dalam ruangannya, lalu perempuan itu membongkar brankas yang ada di sana, "ada sesuatu yang tersimpan dalam brankas ini, tapi aku sendiri pun tidak tahu karena aku tidak tahu kodenya." Ucap Diana.
__ADS_1
Evan yang melihat itu mengganggukan kepalanya, lalu pria itu kemudian membongkarnya dan mengeluarkannya dari sana.
"Aku akan membawa brankas ini, dan juga semua barang-barang yang ada di sini," ucap Evan selalu mengambil satu persatu barang yang ada di sana bahkan perhiasan-perhiasan yang telah dicuri sebelumnya juga diambil oleh Evan.